Selasa, 29 September 2026

Foto yang Menggemparkan Dunia

 Foto yang Menggemparkan Dunia



Pada 6 Juni 1970, hari ulang tahun Bung Karno yang ke-69, Guruh Soekarnoputra datang ke Wisma Yaso bersama kakaknya, Rachmawati Soekarnoputri.apa yang mereka temukan di dalam ruangan itu sangat jauh dari sosok Bung Karno yang selama bertahun-tahun dikenal berdiri tegak dan gagah berpidato di hadapan jutaan rakyat. 


Rachmawati kemudian mengenang bahwa ayahnya terbaring memanjang di atas sofa, tubuhnya sangat lemah, sementara wajah dan anggota badannya tampak membengkak.

Melihat keadaan itu, ia mengatakan dirinya hampir menangis.ia mendekat, mencium ayahnya dan mengucapkan selamat ulang tahun. 


Bung Karno perlahan membuka mata, tetapi kembali meminta dibiarkan tidur sebentar. 

Di tengah suasana sunyi itulah Guruh mengangkat kameranya dan mengambil foto ayahnya.

Catatan wartawan Belanda Willem Oltmans, yang mengutip kesaksian Rachmawati, secara eksplisit menyebut bahwa Guruhlah yang membuat foto Bung Karno pada ulang tahun terakhir tersebut. 


Foto itu kemudian keluar dari lingkungan Wisma Yaso dan berubah dari dokumentasi keluarga menjadi berita internasional.

Sejumlah kesaksian menyebut Rachmawati mengirimkannya kepada Associated Press (AP); foto tersebut kemudian beredar melalui pers dan memperlihatkan kepada publik keadaan Bung Karno yang sangat lemah. 


Dampaknya segera terasa. 


Sejarawan Asvi Warman Adam sebagaimana dikutip Detik menyatakan bahwa Guruh dan Rachmawati kemudian diinterogasi di Markas Corps Polisi Militer (CPM) Guntur, Jakarta, setelah foto kondisi ayah mereka beredar kepada pers asing. 


Sumber lain yang merekam kesaksian Rachmawati terutama menyebut dirinya yang diperiksa CPM karena pengiriman foto tersebut.

Rachmawati bahkan mempertanyakan mengapa seorang anak dilarang memotret ayahnya dan apa sebenarnya status Bung Karno ketika itu. 


Karena itu, selembar foto tersebut akhirnya memuat beban sejarah yang jauh lebih besar daripada saat Guruh menekan jepretan kameranya.

Bagi seorang anak, yang ada di depan lensanya pada saat itu bukan pertama-tama seorang mantan presiden atau tokoh politik, melainkan ayahnya sendiri yang sedang sakit dan semakin lemah. 


Tetapi begitu gambar itu beredar, momen keluarga yang sangat pribadi tersebut menjadi pengetahuan publik mengenai keadaan fisik Bung Karno pada hari-hari terakhirnya.

Lima belas hari kemudian, pada 21 Juni 1970, Bung Karno meninggal dunia.Guruh tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengulang hari itu. 


Bukti yang tersisa adalah sebuah foto: seorang ayah terbaring lemah, seorang anak perempuan berada di sisinya, dan seorang anak lelaki berdiri di balik kamera tanpa mengetahui bahwa satu tekanan pada tombol kamera  akan menjadi salah satu rekaman paling menggetarkan dari penghujung kehidupan Bung Karno. 

Kini Guruh telah menyusul ayah dan kakaknya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cakrabirawa

 DARI SEKITAR 3.000 PENGAWAL SOEKARNO, HANYA SEBAGIAN KECIL YANG TERSERET G30S, KESAKSIAN PELAKU, WAKIL KOMANDAN, DAN SEJARAWAN MEMBONGKAR S...