Minggu, 17 Mei 2026

Malang Candi Museum

Mohammad Maulana Iqbal

Sabtu, 16 Mei 2026 | 10.59 WIB



*18 Tempat Wisata Bernilai Sejarah di Malang yang Cocok buat Liburan Sambil Nambah Wawasan*

 

JawaPos.com – Malang dikenal bukan hanya sebagai kota wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan yang kaya akan jejak sejarah dan peninggalan budaya.


Berbagai destinasi wisata sejarah tersebar dari pusat kota hingga pelosok kabupaten, masing-masing menyimpan cerita yang menarik untuk dijelajahi.


Dari candi-candi kuno peninggalan kerajaan Hindu-Buddha hingga museum dengan koleksi benda militer yang langka, semuanya hadir dalam satu kawasan.


Dilansir dari laman GoTravelly dan Nagan Tour pada Sabtu (16/5), berikut 18 rekomendasi wisata bernilai sejarah cocok buat liburan di Malang.


1. Candi Singosari


Berlokasi di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, candi Hindu-Buddha ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1300 Masehi.


Lokasinya berada di lembah antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuno, menciptakan suasana yang dramatis dan berkesan bagi setiap pengunjungnya.


Candi ini pertama kali ditemukan oleh Nicolaus Engelhard, Gubernur Pantai Timur Laut Jawa asal Belanda, pada awal abad ke-19.


2. Candi Kidal


Berlokasi di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, sekitar 20 km dari pusat kota, candi peninggalan Kerajaan Singasari ini dibangun pada tahun 1248 Masehi sebagai penghormatan atas jasa besar Ansusapati.


Bangunannya terletak di lereng barat Pegunungan Tengger dan telah melalui proses pemugaran pada tahun 1990 untuk menjaga kelestariannya.


3. Candi Jago


Berlokasi di Jalan Wisnuwardhana, Kecamatan Tumpang, candi peninggalan Kerajaan Singasari ini mulai dibangun sejak tahun 1268 Masehi dan selesai pada 1280 Masehi.


Candi ini dikenal dengan bentuknya yang khas serta deretan relief bermakna yang menghiasi setiap dinding bangunannya.


4. Candi Badut


Berlokasi di Kecamatan Sukun, candi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan ini mendapat namanya dari pohon badut atau sejenis pohon nangka yang dulunya tumbuh lebat di kawasan sekitarnya.


Candi ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang sangat cocok dikunjungi bagi para pecinta peninggalan budaya dan arsitektur kuno.


5. Museum Brawijaya


Berlokasi di Jalan Besar Ijen No.25A, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, museum yang pertama kali didirikan pada 4 Mei 1968 ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan tiket masuk Rp10.000 per orang.


Koleksinya mencakup berbagai senjata, alat transportasi perang seperti tank dan meriam, hingga Gerbong Maut, yakni gerbong besi tanpa jendela yang pernah mengangkut pejuang Indonesia dari Bondowoso ke Surabaya.


6. Museum Singhasari


Berlokasi di Perumahan Singhasari, Klampok, Singosari, museum yang buka Senin hingga Jumat pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini menyimpan sekitar 345 artefak peninggalan Kerajaan Singasari.


Koleksinya kental dengan nuansa Hindu-Buddha, termasuk arca Mahisa, Mahakal, Ganesha, Prajna Paramita, dan Durga Gaya khas gaya Singasari.


7. Museum Mpu Purwa


Berlokasi di Perumahan Griya Shanta, Jalan Soekarno-Hatta No.210, Mojolangu, Lowokwaru, museum ini buka Selasa hingga Minggu pukul 08.30 hingga 15.00 WIB dengan tiket masuk gratis.


Namanya diambil dari tokoh religius masyarakat Jawa Kuno, dan koleksinya mencakup benda purbakala dari Pulau Jawa seperti arca, prasasti, dan patung peninggalan berbagai kerajaan.


8. Museum Panji


Berlokasi di Jalan Raya Bangilan, Ringin Anom, Tumpang, museum ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp25.000 per orang.


Koleksinya berfokus pada pertunjukan seni topeng Malangan dalam kisah Panji, mencakup wayang, boneka, teks sastra, topeng, dan peninggalan Kerajaan Singasari.


Keunikannya terletak pada konsep suasana Kota pada tahun 1716-an di era Pemerintahan Hindia-Belanda yang dihadirkan dalam tata ruang kompleks museum.


9. Museum Kesehatan Jiwa RSJ Radjiman Wediodiningrat


Berlokasi di Krajan Utara, Sumber Porong, Lawang, museum yang diresmikan pada 23 Juni 2009 ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan tiket masuk gratis.


Tempat ini dulunya adalah rumah sakit jiwa tertua kedua di Indonesia yang dibangun era Belanda dengan nama Krankzinnigengesticht te Lawang dan mampu menampung sekitar 500 pasien.


Koleksinya mencapai sekitar 700 benda dan dokumen, termasuk peralatan kedokteran jiwa abad ke-19 seperti pasung kayu, pengiris otak, rantai kaki, dan bak hydrotherapy.


10. Museum Ganesya


Berlokasi di Kompleks Water Park, Jalan Graha Kencana V, museum ini buka setiap hari mulai pukul 13.30 hingga 22.00 WIB.


Koleksinya berfokus pada peninggalan Kerajaan Majapahit, termasuk miniatur candi, saung, genteng, pusaka kerajaan, hingga replika rumah penduduk dari tanah liat.


11. Indonesian Old Cinema Museum


Berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No.45, Mojolangu, Lowokwaru, museum yang buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB ini menghadirkan koleksi serba-serbi layar tancap.


Layar tancap adalah bioskop keliling yang pernah populer di Indonesia, dan museum ini menyimpan berbagai perlengkapannya seperti gulungan film dan layar putih.


12. Monumen Juang 45


Berlokasi di kawasan Stasiun Kota, Jalan Kertanegara, monumen ini berupa patung yang melambangkan keberhasilan rakyat mengalahkan para penjajah yang disimbolkan sebagai sosok raksasa.


Kehadiran monumen ini menjadi pengingat nyata perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di kawasan ini.


13. Balai Kota


Balai kota yang dibangun sejak tahun 1927 dan mulai difungsikan pada 1929 ini memiliki arsitektur khas peninggalan Belanda dengan lobi sebagai ruang utama dan lorong di kanan-kirinya.


Bangunan yang masih sangat terawat dan berdiri megah ini resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya pada 12 Desember 2018.


14. Kawasan Ijen


Kawasan Ijen yang mencakup Jalan Ijen, Semeru, dan Bromo menghadirkan nuansa Hindia-Belanda yang sangat kental melalui deretan bangunan bergaya arsitektur klasik Belanda.


Sekitar 60 persen bangunan di kawasan ini masih mempertahankan arsitektur aslinya, menjadikannya salah satu koridor heritage paling autentik yang bisa dijelajahi secara gratis kapan saja.


15. Gereja Ijen


Berlokasi di Jalan Buring No.60, Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Gereja Ijen atau Gereja Katedral ini merupakan salah satu gereja tertua di Jawa Timur yang berdiri sejak sekitar tahun 1934.


Arsitektur neo-gothik yang khas menjadikan bangunan ini sebagai warisan arsitektural kolonial Belanda yang masih sangat kokoh dan terawat hingga kini.


16. Pemandian Ken Dedes


Berlokasi di Jalan Ken Dedes, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, tempat bersejarah ini menawarkan pemandian yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum.


Salah satu mitos yang masih dipercaya hingga kini adalah siapapun yang mandi di pemandian ini konon akan tampak awet muda.


17. Tugu Malang


Tugu yang berdiri di kawasan strategis dan mudah dijangkau ini merupakan salah satu landmark bersejarah paling ikonik di kawasan kota.


Lokasinya yang berada di titik sentral kota menjadikan Tugu sebagai titik orientasi utama sekaligus destinasi wisata sejarah yang selalu ramai dikunjungi.


18. Kampung Heritage Kayutangan


Berlokasi di Kawasan Kauman, Kecamatan Klojen, kampung ini memiliki struktur bangunan heritage yang dibangun antara tahun 1870 hingga 1920.


Terdapat sekitar 22 bangunan heritage yang masih dilestarikan di kawasan ini, baik sebagai hunian maupun tempat usaha yang aktif beroperasi.


Editor: Hanny Suwindari

Sabtu, 16 Mei 2026

16 Mei 26










































 WORO-WORO

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Salam Sejahtera buat kita semua,


Dalam rangka Temu Kangen  acara ultah bulan Mei, Silaturahmi 2026 yang akan diselenggarakan pada:


*Hari         : Sabtu

*Tanggal  : 16 mei 2026*

*Waktu     : Pk.10.00 s.d pk.15.00*

*Tempat   :*hotel midtown marvel*

                  *Jl. Ngagel* 

                   *Surabaya*

*Hiburan  : Karaoke*

*DC           : Nuansa jean (biru)*



Maka dengan ini mengharap kehadiran dan keikut sertaannya dalam acara tersebut diatas.


Dan demi suksesnya acara mohon bisa *berpartispasi & berkontribusi untuk kehadiran 100K/ orang* 


Matur nuwun untuk kehadiran dan segala perhatiannya

          🙏🙏😘


Dana partisipasi & Kontribusi bisa ditransfer ke:*Eko suryo Widodo*

*1400004152154*

*Bank Mandiri*


*Yang hadir :*

   01. Eko suryo

   02. Eko Meiyanto

   03. Tuthar

   04. Jimmy

   05. YAYUK EFRIDA

   06. Rose

   07. Hanafi

   08. Dwi S

   09. Sahara

   10. Rohani

   11. Yayuk kucing

   12. Darno

   13. Sujatiningsih

   14. Dwikar 

   15. Enycol

   16. Nuryati 

   17. SAMIRAN

   18. YUSUF IRIANTO

   19. ASRI SUKARYANI

   20. Dian

   21. Joko

   22. Sukamto

   23. Sutarsih

   24. Munawaroh 

   25. Lestari rahayu

   26. Andi Wahyudi

   27. Peni Utari

   28. ZAINUL ARIFIN

   29.Agung Mun

   30. Apriliana

   31. Supriadi

  32.Christin

  33.Rudy

Kamis, 14 Mei 2026

6 Relief Candi Jago

 *Cerita 6 Relief Candi Jago Malang, Kisah Siksa Neraka sampai Kura-Kura dan Angsa*


Setiap relief di Candi Jago Malang berisi cerita yang mengajarkan budi pekerti.


Zainul Arifin

Diterbitkan:

14 Februari 2023, 12:04 WIB.




Liputan6.com, Malang - Ada banyak candi di Malang, salah satunya adalah Candi Jago di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang. Sebuah candi yang penuh dengan panel relief terpahat rapi mulai dari kaki sampai ke dinding ruangan teratas.


Salah satu candi di Malang ini memiliki nilai penting yang dapat memberikan sejarah peristiwa politik maupun keagamaan yang terjadi pada masa lalu, khususnya masa Kerajaan Singasari. Dalam kitab Negarakertagama, Candi Jago disebut dengan Jajaghu, yang berarti keagungan.


Candi Jago diperkirakan dibangun selama 1268 Masehi sampai 1280 Masehi sebagai penghormatan untuk Raja Singasari Sri Jaya Wisnuwardhana. Candi ini direnovasi pada masa Majapahit oleh raja Adityawarman sebagai bentuk bakti terhadap leluhurnya.


Denah dasar candi berbentuk bujur sangkar berukuran 23,71 x 14 meter, tinggi yang tersisa adalah 9,97 meter menghadap arah barat. Kaki candi berupa batur berundak 3 tingkatan, badan candi yang menyisakan ambang pintu saja dan atap candi yang telah hilang.


Keunikan salah satu candi di Malang ini adalah memiliki relief yang terpahat pada dinding timur teras I, teras II, teras III sampai di bagian tubuh candi. Masing – masing relief itu memiliki cerita penuh makna dan ajaran kehidupan.


Berikut ini jalinan cerita dari relief di Candi Jago Malang:


1. Relief Cerita Tantri


Relief ini dipahatkan pada bagian penampil menghadap selatan, terbagi dalam beberapa panil. Berisi fabel atau kumpulan cerita binatang yang susastra asalnya adalah cerita Tantri Kamandaka. Seperti kisah singa dan lembu, bangau mati oleh ketam, lembu dan buaya dan lainnya.


Salah satu yang relief yang terpahat dan ceritanya cukup terkenal adalah kisah angsa dan kura-kura. Menggambarkan angsa membawa terbang kura-kura dengan cara mengigit sebatang ranting di paruhnya, sedang kura-kura menggigit ranting di kanan-kirinya.


Seluruh kumpulan cerita binatang itu pada intinya adalah ajaran tentang budi pekerti. Binatang bisa saling bersahabat dan membalas budi, tapi sebaliknya manusia bisa saling merendahkan. Fabel tersebut populer pada masa itu, lalu jadi dongeng turun temurun.


2. Relief Kunjarakarna


Relief ini terpahat sudut timur laut kaki I sampai barat daya kaki II (teras II) candi. Berkisah tentang gambaran surga dan neraka lewat perjalanan Kunjarakarna, seorang Yaksa yang meditasi demi dibebaskan dari wataknya sebagai raksasa dalam inkarnasi kehidupan berikutnya.


Ia memohon kepada Dewa Wairocana (Budha) agar diajari mengenal dharma dan pemahaman berbagai nasib akhir para makluk di dunia ini. Sang dewa lalu memerintahkan Kunjarakarna mengunjungi daerah para orang mati, di bawah kekuasaan Dewa Yama (Yamaniloka).


Selama perjalanan, Kunjarakarna ditunjukkan jalan arwah menuju surga atau ke neraka sesuai perbuatannya pada masa lampau. Menyaksikan arwah orang mati disiksa, nasib yang menantikan pendosa. Serta memahami perbuatan lahiriah yang baik dapat menghasilkan ganjaran di surga.


3. Relief Parthayajnya


Relief cerita ini dipahatkan mulai dari sudut barat daya kaki II hingga sudut barat daya kaki III. Mengisahkan tokoh-tokoh Pandawa yang diusir dari istana dan harus menjalani masa pembungan selama 12 tahun ke hutan usai kalah bermain dadu melawan Kurawa.


Pandawa harus menjalani lelaku hidup keprihatinan serta mencapai batin suka dan duka. Salah satu tokoh Pandawa, Arjuna, melakukan tapa brata di Gunung Indrakila hingga mendapat senjata sakti dari Dewa Siwa.


Dengan senjata itu pula, Arjuna mengalahkan para raksasa serta membantu Pandawa memenangkan Perang Bharatayudha melawan Kurawa. Relief ini adalah bagian dari kisah Mahabharata.


4. Relief Arjunawiwaha


Relief ini merupakan sambungan dari relief Parthayajnya mulai dari sudut barat daya hingga sudut barat laut. Menceritakan Arjuna yang diminta membantu mengalahkan raksasa sakti mandraguna yang hendak menghancurkan surga, kerajaan Dewa Indra.


Arjuna yang sedang bertapa di Gunung Indrakila lalu bisa melalui ujian dari para dewa sebelum menjalankan tugasnya. Ia juga diberi hadiah sebuah panah sakti bernama Pasupati oleh Siwa. Pada akhirnya, Arjuna mampu membunuh raksasa Niwatakawaca.


Karena keberhasilannya, Arjuna diberi hadiah berupa tujuh hari di surga (tujuh bulan di bumi) bagai raja di atas tahta Dewa Indra. Serta dinikahkan tujuh kali dengan tujuh bidadari. Setelah bulan ketujuh, Arjuna kembali ke bumi dan para bidadari yang ditinggal meratapi kepergiannya.


5. Relief Kresnawijaya

Relief Kresnawijaya (Kalayawanantaka) dipahatkan pada bagian tubuh candi, di sisi kanan dan kiri pintu masuk candi. Kakawin mengisahkan pertempuran antara Kresna melawan raksasa Kalayawana.


Dewa Wisnu turun ke dunia sebagai Kresna disertai Dewa Basuki sebagai adik Baladewa untuk memusnahkan para raksasa. Raksasa Kalayawana marah karena kematian saudaranya lalu membuat rencana memusnahkan kerajaan sekaligus membunuh Kresna dan Baladewa.


Singkat cerita, Kresna dengan tipu muslihat berhasil membunuh Kalayawana lewat mata berapi sang bijak Muchukunda (Mrcchukundha). Kakawin ini merupakan pengantar pada cerita Kresnayana.


6. Relief Angling Darma


Relief ini dipahatkan pada kaki I dimulai dari sudut barat daya dan berakhir pada sudut timur laut kaki I. Menceritakan raja agung Malawapati, Angling Darma diberi ilmu ‘Pesona Pancabumi’ oleh Raja Naga (Antaboga) sehingga mengerti bahasa binatang dengan syarat harus merahasiakannya.


Kukuh menjaga rahasia itu, membuat permaisurinya sakit hati lantas membakar diri. Setelah itu, dalam pengembaraannya Angling Darma tiba di suatu negara kecil yang rajanya suka minum darah dan makan manusia. Sang raja juga dikisahkan punya kesaktian berubah wujud.


Tim Redaksi

Zainul Arifin

Reporter


Yusron Fahmi

Editor

Rabu, 13 Mei 2026

8 Candi di Jatim

 *Candi di Jawa Timur, Lokasi, Sejarah, dan Peninggalan Kerajaannya*











 Kompas.com, 

10 Mei 2026, 21:00 WIB 


Afif Khoirul Muttaqin Penulis 


KOMPAS.COM – Jawa Timur memang nggak pernah habis kalau soal sejarah. Sebagai bekas pusat kerajaan-kerajaan besar seperti Singasari hingga Majapahit, provinsi ini menyimpan banyak "harta karun" berupa candi yang estetik dan sarat makna. 


Cocok banget buat kamu yang ingin jalan-jalan sambil belajar sejarah atau sekadar cari spot foto yang ikonik. Menyadur informasi dari laman beberapa sumber, Jawa Timur memiliki deretan candi dengan arsitektur unik yang berbeda dari candi-candi di Jawa Tengah. 


Penasaran candi mana saja yang wajib masuk bucket list kamu? 

Yuk, kita intip 8 wisata candi pilihan di Jawa Timur! Berikut adalah rangkuman lokasi dan sejarah singkatnya:


1. Candi Penataran (Blitar)  Ini adalah kompleks candi termegah dan terluas di Jawa Timur. Berlokasi di lereng barat Gunung Kelud, candi ini merupakan peninggalan lintas kerajaan, mulai dari Kediri hingga Majapahit. Fungsinya dahulu adalah sebagai tempat pemujaan untuk menangkal bahaya dari Gunung Kelud. 


2. Candi Singasari (Malang)  Terletak di Kecamatan Singosari, candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari. Uniknya, candi ini terlihat seolah belum selesai dibangun. Candi ini juga dikenal sebagai tempat pendarmaan Raja Kertanegara, raja terakhir Singasari. 


3. Candi Jawi (Pasuruan)  Berlokasi di kaki Gunung Welirang, Candi Jawi punya pemandangan yang sangat indah. Dibangun pada abad ke-13, candi ini merupakan tempat pendarmaan Raja Kertanegara yang unik karena memadukan unsur Hindu dan Buddha dalam arsitekturnya. 


4. Candi Tikus (Mojokerto)  Terletak di kompleks Trowulan, candi ini punya bentuk yang unik menyerupai petirtaan atau kolam pemandian. Diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit, candi ini ditemukan terkubur di bawah tanah sebelum akhirnya dipugar kembali. 


5. Candi Bajang Ratu (Mojokerto)  Masih di Mojokerto, candi ini berbentuk gapura besar yang menjulang tinggi. Bajang Ratu diyakini sebagai pintu masuk menuju bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara dari Majapahit. Arsitekturnya sangat megah untuk dijadikan latar foto. 


6. Candi Badut (Malang)  Jangan tertawa karena namanya ya! Candi Badut adalah candi tertua di Jawa Timur yang berasal dari masa Kerajaan Kanjuruhan (sekitar tahun 760 Masehi). Lokasinya berada di kawasan Tidar, Kota Malang, dan memiliki ciri khas gaya bangunan peralihan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. 


7. Candi Kidal (Malang)  Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun sebagai penghormatan untuk Raja Anusapati. Candi Kidal sangat terkenal dengan relief Garudeya yang menceritakan tentang pembebasan perbudakan—kisah yang sangat legendaris di Nusantara. 


8. Candi Brahu (Mojokerto)  Candi Brahu adalah salah satu candi tertua di kompleks Trowulan. Terbuat dari bata merah, candi ini diyakini sebagai tempat pembakaran jenazah para raja Majapahit, meskipun beberapa penelitian menyebutkan fungsinya sebagai bangunan suci Buddha. 


Jika ingin berkunjung,waktu terbaik adalah saat pagi hari atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik.


Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan menghormati aturan di area situs sejarah karena tempat-tempat ini merupakan warisan budaya yang sangat berharga.

Malang Candi Museum

Mohammad Maulana Iqbal Sabtu, 16 Mei 2026 | 10.59 WIB *18 Tempat Wisata Bernilai Sejarah di Malang yang Cocok buat Liburan Sambil Nambah Waw...