Kamis, 29 Oktober 2026

Tokoh-Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda

 

Tokoh-Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda

Nama TokohSebagaiLahir
Soegondo DjojopoespitoKetua Panitia Kongres Pemuda IITuban, Jatim, 22 Feb 1905
Soenario SastrowardoyoPenasihat Panitia Kongres Pemuda IIMadiun, Jatim, 28 Agu 1902
Johannes LeimenaAnggota Jong Ambon & Panitia Kongres Pemuda IIAmbon, Maluku, 1905
Djoko MarsaidKetua Jong Java & Wakil Ketua Kongres Pemuda IIMalang, Jatim, 29 Mei 1903
Muhammad YaminAnggota Sumatra Bond & Sekretaris Kongres Pemuda IISawahlunto, Sumbar, 24 Agu 1903
Amir Sjarifoeddin HarahapPerwakilan Jong Bataks Bond & Bendahara Panitia Kongres Pemuda IIMedan, Sumut, 17 Apr 1907
WR SupratmanWartawan yang Meliput Langsung Kongres Pemuda IIPurworejo, Jateng, 9 Mar 1903
Sarmidi MangoensarkoroKetua Jong Java Yogyakarta & Duta Kongres Pemuda IISurakarta, Jateng, 23 Mei 1904
Sekarmadji Maridjan KartosoewirjoPenyusun/Perumus Naskah Sumpah PemudaCepu, Jateng 7 Jan 1905
Kasman SingodimedjoPerwakilan Jong Islamieten BondPurworejo, Jateng, 25 Feb 1904
Mohammad RoemPerwakilan Jong Islamieten BondTemanggung, Jateng, 16 Mei 1908
Adnan Kapau GaniSekretaris Organisasi Jong Sumatranen BondPalembang, Sumsel, 1905
Sie Kong LiongPemilik Rumah Kongres Pemuda II

Tokoh SP 28

 *Deretan Tokoh yang Berperan di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda*


Home Berita Nasional

Nasional

Deretan Tokoh yang Berperan di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda



Oleh - Tinus Ohoira

Editor - Danang Sundoro

28 Okt 2026 09:15 WIB

 Pusat Pemberitaan


Poin Utama

* Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan pemuda Indonesia tahun 1928.

* Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta.

* Kongres Pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) untuk memperkuat persatuan pemuda.

* Peringatan ini menjadi pengingat perjuangan pemuda dari berbagai daerah dalam membangun identitas kebangsaan.

* Deretan Tokoh yang Berperan di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda


RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan pemuda Indonesia pada tahun 1928. Peringatan ini menjadi pengingat perjuangan pemuda dari berbagai daerah dalam membangun persatuan dan identitas kebangsaan.


Sumpah Pemuda lahir melalui Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Kongres tersebut digagas Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) untuk memperkuat persatuan di kalangan pemuda.


Mengutip laman Museum Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, Soegondo Djojopuspito merupakan Ketua PPPI memimpin Kongres Pemuda II. Ia memimpin jalannya kongres yang mempertemukan pemuda dari berbagai organisasi dan daerah.


Soegondo membuka rapat pertama kongres pada 27 Oktober 1928 dengan harapan dapat memperkuat semangat persatuan pemuda. Pada penutupan kongres, ia membacakan keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.


Tokoh berikutnya adalah Muhammad Yamin, sosok yang menjabat sebagai sekretaris panitia Kongres Pemuda II. Ia berperan menyampaikan gagasan mengenai persatuan dan kebangsaan Indonesia dalam salah satu sesi kongres.


Dalam pidatonya, Yamin menyebut sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan sebagai faktor yang memperkuat persatuan. Ia kemudian merumuskan keputusan kongres yang dibacakan Soegondo pada akhir acara.


R.M. Djoko Marsaid juga memiliki peran dalam kepanitiaan sebagai Wakil Ketua Kongres Pemuda II. Ia mewakili Jong Java, sedangkan posisi bendahara dipegang Amir Sjarifuddin yang mewakili Jong Bataks Bond.


Kepanitiaan kongres turut melibatkan perwakilan organisasi pemuda lainnya dari berbagai daerah. Keikutsertaan mereka menunjukkan upaya menghimpun pemuda dengan latar belakang berbeda dalam satu gerakan persatuan.


Nama Wage Rudolf Soepratman juga tidak terpisahkan dari momentum Kongres Pemuda II. Ia melantunkan instrumen lagu Indonesia Raya menggunakan biola sebelum keputusan kongres dibacakan.


Permainan biola Soepratman menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kongres tersebut. Saat itu, lagu Indonesia Raya diperkenalkan melalui alunan biola tanpa dinyanyikan bersama liriknya.


Tokoh lainnya adalah Soenario yang berbicara dalam rapat ketiga Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Ia membahas nasionalisme dan demokrasi dalam kaitannya dengan gerakan kepanduan.


Pembahasan pendidikan juga menjadi bagian dari rangkaian Kongres Pemuda II. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menyampaikan pandangan mengenai pendidikan kebangsaan serta pendidikan anak di sekolah dan rumah.


Sementara itu, Ramelan dan Theo Pangemanan membahas gerakan kepanduan dalam kaitannya dengan pergerakan nasional. Pembahasan tersebut turut menyoroti pendidikan disiplin dan semangat kebangsaan di kalangan pemuda.


Kongres Pemuda II menghasilkan keputusan yang memuat ikrar tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Rumusan tersebut kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda dan menjadi bagian penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. (Nikita Yunistia Maryam)

Rabu, 21 Oktober 2026

Syam Kamaruzaman

 Lelaki dengan 5 alias Syam Kamaruzaman tokoh pentolan G30S. Kepala biru khusus yang mempunyai peran membina idiologi di kalangan militer. Ia yang merancang gerakan 30 September 1965.



Setelah garakan itu gagal ia menghilang, untuk menyamarkan identitasnya ia mempunyai nama samaran seperti Djimin, Sjamsudin, Ali Mochtar, Ali Sastra, dan Karman. Aparat sampai dibikin pusing setiap digerebek ia selalu bisa meloloskan diri. Mungkin masih banyak orang-orang di militer yang sudah dipengaruhinya sehingga infonya selalu bocor. Ia berpindah-pindah tempat di Jakarta dan sekitarJawa Barat. Aparat kodam Siliwangi terus mengintesifkan pencarian dengan menggelar oprasi Kalong. Beberapa kurir Syam berhasil ditangkap dan dikorek keteranganya. Akhirnya aparat mendapat info A1 tentang keberadaan Syam. Pada 9 Maret Syam terdeteksi berada di sebuah rumah di Cimahi, aparat militerpun dikerahkan untuk menyergapnya. Syam berhasil diringkus tanpa perlawanan. Syam dijebloskan ke penjara, kemudian diajukan ke mahkamah militer yang kemudian divonis metong. Tapi ia masih dibiarkan selama 18 tahun di penjara dengan perlakuan khusus. Aparat terus menggali informasi  siapa saja kalangan militer yang berhasil dibinanya. Nyanyianya adalah petaka bagi orang yang disebutnya. Karena tidak sedikit petinggi militer yang ditangkap. Ada yang menyebut dia agen ganda ia orang militer yang disusupkan ke PK1, dan G30S sengaja dirancang untuk gagal. Syam kabarnya yang memerintahkan pasukan Dul Arief untuk mebawa para jendral hidup atau m4ti pada detik-detik terakhir oprasi. Padahal rencana semula hanya ditangkap untuk dihadapkan pada bung Karno. 

Setelah seluruh keterangannya dianggap habis dan tidak ada lagi jaringan yang bisa diungkap, Syam Kamaruzaman akhirnya di3ksekusi pada 30 September 1986 di kawasan Kepulauan Seribu. Ia dieksekusi bersama dua bawahnya di Biro Khusus, yakni Pono dan Bono. Proses eksekusinya dilakukan secara sangat tertutup dan lokasi makamnya dirahasiakan oleh militer hingga saat ini. Tapi sampai kini masih jadi tanda tanya apakah ia benar di eks3kusi atau di hapus saja jejaknya dan dikirim ke luar negeri.

Selasa, 20 Oktober 2026

KS 8 TAHUN

 DAPAT DIPASTIKAN, GURU YANG KINI JADI KEPALA SEKOLAH NANTINYA AKAN KEMBALI JADI GURU LAGI



Zaman benar-benar sudah berubah. 


Jangan pernah lagi menganggap jabatan kepala sekolah sebagai tahta abadi. Sehingga bisa semena-mena pada bawahan. 


Bagi Anda yang saat ini menduduki kursi tersebut, bersiaplah. Regulasi terkini melalui Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 secara tegas membatasi masa jabatan kepala sekolah maksimal DUA PERIODE saja. 


Itupun tak serta merta bisa dua periode. Bisa saja cuma satu periode (4 tahun), lalu balik jadi Guru biasa setelah itu. 


Sebab ada syarat aturan main untuk bisa melangkah ke periode kedua.

Yaitu sertifikat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).


Tanpa selembar sertifikat diklat BCKS ini, Anda tidak akan pernah diizinkan melanjutkan penugasan ke periode kedua. 

Sertifikat ini bukan sekadar pormalitas, melainkan tiket tunggal penentu nasib keberlanjutan karier Anda.


Masalahnya, mendapatkan tiket tersebut mirip seperti berebut lubang jarum. Kuota diklat BCKS setiap tahunnya sangat minim dan sepenuhnya tergantung pada napas anggaran pemerintah daerah. 


Ketika APBD terbatas, diklat ditunda, kuota dipangkas, dan mimpi Anda untuk mempertahankan jabatan langsung kandas di tengah jalan. Tanpa sertifikat BCKS di tangan, sistem akan secara otomatis mendepak Anda kembali ke garis awal. Jadi guru biasa. Ngajar di kelas. Menjadi bawahan. 


Ingatlah hakikat dasarnya. Kepala sekolah hanyalah tugas tambahan. Rumah asli Anda adalah kelas. 


Ketika masa periode habis, dan Anda gagal mendapatkan sertifikat BCKS, tampuk kepemimpinan harus Anda tinggalkan. 


Bagaimana kalau berhasil dapat sertifikat BCKS?


Ya, lanjutkan memimpin satu periode lagi. 


Tapi ingat, itu adalah periode terakhir. Setelah itu, Anda tetap akan jadi guru lagi. 


Celah untuk periode ketiga memang ada, tetapi syaratnya teramat berat: penilaian kinerja wajib berpredikat “Sangat Baik”. Tanpa itu, cerita Anda di kursi kepemimpinan resmi berakhir.


Anda dipastikan kembali memegang spidol, berdiri di depan papan tulis, dan mengajar murid seperti biasa. Pasti. Kecuali bertepatan dengan waktu Anda pensiun. 


Hukum regulasi tidak mengenal rasa segan atau kompromi. Begitu batas waktu tiba atau syarat tidak terpenuhi, Anda wajib turun panggung.


Oleh karena itu, siapkan mental Anda dari sekarang. Jangan biarkan post-power syndrome merusak profesionalisme Anda saat harus kembali ke habitat awal. 


Jabatan kepemimpinan itu hanya sewaan sementara, tetapi guru adalah identitas sejati. Ketika bel pergantian tugas berbunyi, kembalilah ke kelas dengan kepala tegak, bukan dengan rasa gengsi yang terluka.

Senin, 19 Oktober 2026

​Said Aqil Siroj Luncurkan 11 Jilid Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

 

HomengopiDAERAHJawa Timur
Jawa Timur

​Said Aqil Siroj Luncurkan 11 Jilid Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

Jawa Timur
Peluncuran buku Historiografi Islam Nusantara karya KH Said Aqil Siroj di Surabaya soroti kontribusi Islam dalam peradaban bangsa. (Foto: Istimewa)


Baca di TerasBaca di Teras

Tokoh-Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda

  Tokoh-Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda Nama Tokoh Sebagai Lahir Soegondo Djojopoespito Ketua Panitia Kongres Pemuda II Tuban, Jatim, 22 F...