Senin, 09 Februari 2026

Grok

 Berikut adalah **biodata lengkap Bung Tomo** (nama asli **Sutomo**), salah satu pahlawan nasional Indonesia yang paling dikenal sebagai pengobar semangat dalam **Pertempuran Surabaya 10 November 1945**.


### Biodata Singkat Bung Tomo


- **Nama Lengkap**      : Sutomo  

- **Nama Populer**      : Bung Tomo  

- **Tempat & Tanggal Lahir** : Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 (di Kampung Blauran / Kampung Blaran, Surabaya)  

- **Ayah**              : Kartawan Tjiptowidjojo (seorang juru tulis/clerical worker)  

- **Ibu**               : Berasal dari keturunan campuran Jawa, Sunda, dan Madura  

- **Agama**             : Islam  

- **Kebangsaan**        : Indonesia  

- **Pendidikan**        : Tidak menyelesaikan pendidikan formal secara penuh karena kondisi ekonomi keluarga (berhenti di usia 12 tahun karena Depresi Besar, sempat melanjutkan HBS melalui korespondensi tapi tidak lulus resmi)  

- **Pernikahan**        : Menikah (istri bernama **Siti Zainab**) dan memiliki anak  

- **Tanggal & Tempat Wafat** : 7 Oktober 1981 (usia 61 tahun) di Padang Arafah, Arab Saudi (wafat saat menunaikan ibadah haji)  

- **Tempat Pemakaman**  : Tempat Pemakaman Umum Ngagel, Surabaya (sesuai wasiatnya, tidak di TMP)  

- **Penghargaan**       : Pahlawan Nasional Indonesia (ditetapkan 10 November 2008)  


### Perjalanan Hidup & Perjuangan


**Masa Muda**  

- Aktif di dunia kepanduan (Pramuka) sejak remaja. Pada usia 17 tahun menjadi salah satu dari hanya tiga orang Indonesia yang meraih **Pramuka Garuda** sebelum masa pendudukan Jepang.  

- Bekerja berbagai macam pekerjaan serabutan karena kondisi ekonomi sulit.  

- Pernah bekerja sebagai pegawai negeri sipil, wartawan (antara lain di kantor berita **Domei** yang kemudian menjadi **Antara**), dan aktif di organisasi kemasyarakatan serta politik.


**Masa Revolusi Kemerdekaan**  

- Menjadi tokoh sentral dalam **Pertempuran Surabaya** (27 Oktober – 20 November 1945, puncaknya 10 November 1945).  

- Melalui siaran radio RRI Surabaya, orasinya yang membara sangat terkenal, terutama kalimat legendaris:  

  **“Merdeka atau mati! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”**  

- Memimpin **Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI)** dan berhasil membangkitkan semangat arek-arek Surabaya serta pemuda dari berbagai daerah untuk melawan pasukan Sekutu (Inggris) yang membantu Belanda (NICA).  

- Meskipun secara militer pihak Indonesia kalah, pertempuran ini menjadi simbol perlawanan dan memperkuat dukungan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia. Hari ini diperingati sebagai **Hari Pahlawan**.


**Pasca Kemerdekaan**  

- Pernah menjabat sebagai **Menteri Negara Urusan Sosial** dan aktif di parlemen.  

- Tetap kritis terhadap pemerintahan, termasuk masa Orde Baru.  

- Pada 1978 sempat ditahan karena dianggap kritis terhadap kebijakan pemerintah saat itu.


**Akhir Hayat**  

Bung Tomo wafat di Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji pada 7 Oktober 1981, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-61. Jenazahnya dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di Surabaya sesuai wasiatnya.


Bung Tomo dikenang sebagai **orator ulung**, **pejuang rakyat**, dan simbol **semangat juang “Merdeka atau Mati”** yang menginspirasi jutaan orang Indonesia hingga kini.


Semangat Bung Tomo tetap hidup: **“Lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka!”** 🇮🇩



Berikut beberapa **video rekaman pidato/orasi Bung Tomo** yang paling sering dibagikan dan dianggap mendekati asli (suara asli dari era 1945 yang direkam ulang atau dipublikasikan kembali). Sayangnya, **tidak ada rekaman video visual langsung** (footage bergerak) dari Bung Tomo sedang orasi pada tahun 1945 karena keterbatasan teknologi saat itu (kebanyakan hanya audio + foto/film diam). Yang beredar biasanya berupa:


- Audio asli pidato yang disiarkan lewat **Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya**

- Ditambah visualisasi berupa foto-foto bersejarah, footage Pertempuran Surabaya, atau rekonstruksi


### Rekomendasi Video Terbaik

1. **[FULL] Pidato Asli Bung Tomo yang Menggelegar Pada 10 November 1945**  

   - Link: https://www.youtube.com/watch?v=HelUWggFltc  

   - Durasi: ~5 menit  

   - Isi: Suara asli pidato legendaris Bung Tomo, lengkap dengan teriakan “Merdeka atau Mati! Allahu Akbar!” yang membakar semangat arek-arek Surabaya. Video ini banyak ditonton dan dianggap salah satu versi paling jelas.


2. **Suara Asli Pidato Bung Tomo 10 November 1945**  

   - Link: https://www.youtube.com/watch?v=9C1wBMjwTLM  

   - Isi: Fokus pada audio asli, disertai narasi singkat dan gambar-gambar sejarah. Cocok untuk mendengar langsung suara berapi-api Bung Tomo.


3. **BUNG TOMO'S SPEECH**  

   - Link: https://www.youtube.com/watch?v=p3dSU3Cow0M  

   - Isi: Versi lain yang cukup populer, menampilkan pidato dengan visual sejarah dan penjelasan singkat.


4. **Versi pendek di TikTok/Instagram** (untuk cuplikan cepat)  

   - Contoh: https://www.tiktok.com/@kantorsar_surabaya/video/7435483998614195512  

   - Berisi kutipan ikonik: “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah…” dengan latar musik dramatis.


Kalimat paling terkenal dari orasi Bung Tomo yang masih dikenang hingga kini:


> “Merdeka atau mati!  

> Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka!  

> Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”


Jika kamu ingin mendengar langsung semangatnya, saya sangat rekomendasikan mulai dari video nomor 1 di atas. Suaranya memang sangat menggetarkan dan menjadi salah satu pemicu utama semangat juang di Pertempuran Surabaya.


Selamat mengenang perjuangan Bung Tomo! 🇮🇩✊


Berikut adalah beberapa **rekaman suara asli** (audio pidato/orasi) Bung Tomo yang paling dikenal dan dianggap autentik dari era Pertempuran Surabaya 1945. Rekaman ini berasal dari siaran radio RRI Surabaya waktu itu dan telah dipreservasi hingga sekarang.


Rekaman ini biasanya hanya berupa **audio** (tidak ada video asli karena teknologi tahun 1945), sering dipadukan dengan foto sejarah atau footage Pertempuran 10 November.


### Rekomendasi Rekaman Suara Terbaik

1. **[FULL] Pidato Asli Bung Tomo yang Menggelegar Pada 10 November 1945**  

   - Link YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=HelUWggFltc  

   - Durasi: sekitar 4–5 menit  

   - Deskripsi: Versi paling lengkap dan populer, suara asli Bung Tomo yang berapi-api. Banyak orang merinding mendengar teriakan “Merdeka atau Mati!” dan “Allahu Akbar!” berulang-ulang. Direkomendasikan mulai dari sini.


2. **Suara Asli Pidato Bung Tomo 10 November 1945**  

   - Link YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=9C1wBMjwTLM  

   - Durasi: sekitar 4–5 menit  

   - Deskripsi: Fokus pada audio murni dengan sedikit narasi pengantar. Suara cukup jernih untuk rekaman usia 80 tahun lebih, sangat cocok untuk mendengar intonasi dan semangat aslinya.


3. **BUNG TOMO'S SPEECH** (versi klasik pendek)  

   - Link YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=p3dSU3Cow0M  

   - Deskripsi: Cuplikan penting dengan kualitas audio yang baik, sering digunakan untuk mengenang Hari Pahlawan.


4. **Versi arsip lain (cut version)**  

   - Platform: SoundCloud – https://soundcloud.com/cahyo-penyol-nugroho/bung-tomos-speechpidato-bung-tomo-i-10-november-1945-cut-version  

   - Deskripsi: Versi potongan yang lebih pendek tapi tetap kuat, cocok jika ingin dengar cepat.


### Kutipan Ikonik dari Rekaman (yang paling sering terdengar)

> “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga!”  

> …  

> “Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: **Merdeka atau Mati!**  

> **Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!**”


Semua rekaman di atas dianggap sebagai **suara asli** yang direkam dari siaran radio tahun 1945 (meskipun kualitasnya tentu terbatas karena teknologi waktu itu). Jika kamu dengar, langsung terasa getaran semangat juangnya.


Coba dengarkan salah satunya, terutama yang pertama — dijamin bikin merinding dan bangga jadi orang Indonesia! 🇮🇩🔥


Ada yang ingin kamu dengar bagian tertentu atau butuh transkrip lengkapnya?



Minggu, 08 Februari 2026

PAHLAWAN A - Z


Nama

Kelahiran

Kematian

Keterangan

Penetapan


1. Abdul Chalim

1898 1972 Ulama Majalengka, berperan dalam pendirian Nahdlatul Ulama

2023


2. Abdul Halim Majalengka

1887 1962 Aktivis kemerdekaan dan Ulama, anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia

2008


3. Abdul Haris Nasution

P1918 2000 Jenderal Angkatan Darat, dua kali diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat

2002


4. Abdul Kadir

1771 1875 Bangsawan dari Melawi, menawarkan pengembangan ekonomi, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

1999


5. Abdul Kahar Mudzakkir

1907 1973 Rektor Universitas Islam Indonesia yang pertama sekaligus Tokoh Muhammadiyah

2019


6. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka)

1908 1981 Ulama, penulis, tokoh Muhammadiyah, ketua Majelis Ulama Indonesia pertama

2011


7. Abdul Muis 

 1883 1959 Politikus, Anggota Volksraad, kemudian penulis

1959


8. Abdulrachman Saleh

1909 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh ketika membawa keperluan medis karena ditembak oleh Belanda

1974


9. Abdul Wahab Hasbullah

1888 1971 Tokoh Islam, salah seorang pendiri Nadhlatul Ulama

2014


10. Andi Abdullah Bau Massepe

1918 1947 Bangsawan Bugis, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda selama Revolusi Nasional, seorang putra dari Andi Mappanyukki

2005


11. Abdurrahman Baswedan

1908 1986 Nasionalis dan Mubaligh Muhammadiyah yang meyakinkan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto

2018


12. Abdurrahman Wahid

1940 2009 Presiden Indonesia ke-4, ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama, tokoh pembela hak asasi manusia

2025


13. Achmad Subarjo

1896 1978 Aktivis kemerdekaan dan menteri pemerintahan

 2009


14. Adam Malik

1917 1984 Jurnalis dan aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia ketiga sekaligus Tokoh Muhammadiyah

1998


15. Adnan Kapau Gani

1905 1968 Aktivis kemerdekaan yang menjadi menteri pemerintahan, menyeludupkan senjata untuk mendukung Revolusi Nasional

2007


16. Nyi Ageng Serang

1752 1828 Pemimpin gerilyawan Jawa yang memimpin penyerangan terhadap kolonial Belanda atas beberapa pendudukan

1974


17. Agus Salim

1884 1954 Aktivis kemerdekaan, politikus, pemimpin Islam Minang sekaligus Tokoh Muhammadiyah

1961


18. Agustinus Adisutjipto

1916 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh ketika membawa keperluan medis karena ditembak oleh Belanda

1974


19. Ahmad Dahlan

1868 1923 Pemimpin Islam, Pendiri Muhammadiyah; suami Siti Walidah

1961


20. Ahmad Hanafiah

1905 1947 Ulama Lampung, pejuang kemerdekaan, salah satu tokoh Laskar Hizbullah

2023


21. Ahmad Rifa'i

1786 1870 Pemikir dan penulis Islam yang dikenal karena pernyataan anti-Belandanya

2004


22. Ahmad Sanusi

1889 1950 Anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

2022


23. Ahmad Yani

1922 1965 Pemimpin Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


24. Aji Muhammad Idris

1697 1739 Sultan Kutai Kartanegara ke-14

2021


25. Alexander Andries Maramis



1897 1977 Anggota BPUPKI, Menteri Keuangan Indonesia, dan diplomat

2019


26. Alimin

1889 1964 Pendukung kemerdekaan, politikus, dan tokoh Partai Komunis Indonesia

1964


27. Amir Hamzah

1911 1946 Penyair dan nasionalis

1975


28. Andi Depu

1907 1985 Pejuang dan aktivis yang berhasil mempertahankan pengibaran bendera nasional di Mandar pada 1944

2018


29. Antasari 1809 1862 Melakukan penyerangan terhadap pasukan kolonial Belanda dalam Perang Banjar

1968


30. Aria Wangsakara

1615 1681 Ulama, pejuang, dan pendiri Tangerang

2021


31. Arie Frederik Lasut

1918 1949 Geolog dan pengajar yang dieksekusi oleh Belanda

1969


32. Arnold Mononutu

1896 1983 Menteri Penerangan Indonesia ke-6

2020


33. As'ad Syamsul Arifin

1897 1990 Ulama, tokoh Nahdlatul Ulama

2016


34. Baabullah

1528 1583 Penguasa ke-24 Kesultanan Ternate

2020


35. Bagindo Azizchan

1910 1947 Wali kota Padang, melawan pasukan Belanda saat Revolusi Nasional

2005


36. Bataha Santiago

1622 1675 Raja Kerajaan Manganitu 2023


37. Basuki Rahmat 1921 1969 Jenderal, saksi dari Supersemar

1969


38. Bernard Wilhelm Lapian

1892 1977 Nationalis, pimpinan gereja, dan gubernur kedua Sulawesi

2015


39. Teungku Chik di Tiro

1836 1891 Tokoh Islam Aceh dan pemimpin gerilyawan yang melakukan perlawanan pasukan kolonial Belanda

1973


40. Tjilik Riwut

1918 1987 Prajurit dan politikus, menawarkan pengembangan ekonomi dan budaya di Kalimantan Tengah

1998


41. Tjipto Mangoenkoesoemo

1886 1943 Dokter, salah satu dari Tiga Serangkai, Anggota Volksraad, Tokoh Indische Partij

1964


42. Tjokroaminoto

1883 1934 Politikus, pemimpin Sarekat Islam, mentor pemimpin-pemimpin bangsa seperti Sukarno, Semaoen, Musso, Alimin, Darsono, Kartosoewirjo, dan Tan Malaka

1961


43. Ernest Douwes Dekker

1879 1950  Jurnalis dan politikus Indo yang membantu kemerdekaan Indonesia, salah satu dari Tiga Serangkai

1961


44. Depati Amir

1805 1869 Pejuang yang mempersatukan suku Melayu dengan Tionghoa untuk melawan Belanda

2018


45. Dewi Sartika

1884 1947 Pengajar, mendirikan sekolah untuk perempuan yang pertama di daerah Priangan, Jawa Barat

1966


46. Cut Nyak Dhien   

1850 1908      Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan penyerangan terhadap pasukan kolonial belanda; istri Teuku Umar

1964


47. Diponegoro

1785 1855 Putra Sultan Yogyakarta, melangsungkan perang lima tahun melawan pasukan kolonial Belanda

1973


48. Djatikoesoemo

1917 1992 Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ke-1 (1948-1949) dan Duta Besar RI untuk Singapura (1958—1960)

2002


49. Donald Izacus Panjaitan

1925 1965  Jenderal Angkatan Darat, terbunuh dalam Gerakan 30 September

1965


50. Eddy Martadinata

1921 1966 Laksamana Angkatan Laut dan diplomat, terbunuh dalam kecelakaan helikopter

1966


51. Fakhruddin

1890 1929 Pemimpin Islam, menegosiasikan pengamanan pejiarah haji Indonesia; tokoh Muhammadiyah.

1964


52. Fatmawati

1923 1980 Pembuat bendera nasional pertama, aktivis sosial, istri Sukarno sekaligus Tokoh Muhammadiyah

2000


53. Ferdinand Lumban Tobing

1899 1962 Dokter dan politikus, memperjuangkan hak asasi pasukan buruh

1962


54. Frans Kaisiepo

1921 1979 Nasionalis Papua yang membantu dalam akuisisi Papua

1993


55. Gatot Mangkupraja

1896 1968 Aktivis kemerdekaan dan politikus, menyarankan pembentukan Pembela Tanah Air sekaligus Kader Muhammadiyah

2004


56. Gatot Subroto

1907 1962

Jenderal, deputi ketua staff Angkatan Darat

1962


57. Halim Perdanakusuma

1922 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, meninggal karena kecelakaan saat Revolusi Nasional

1975


58. Hamengkubuwono I 

1717 1792 Sultan Yogyakarta, melakukan perlawanan terhadap VOC, mendirikan Yogyakarta

P2006


59. Hamengkubuwono IX

1912 1988 Sultan Yogyakarta, aktivis kemerdekaan, pemimpin militer, Bapak Pramuka Indonesia, dan politikus; Wakil Presiden Indonesia kedua

1990


60. Harun Bin Said

1947 1968 Mengebom MacDonald House saat konfrontasi Indonesia–Malaysia

1968


61. Hasan Basry

1923 1984 Prajurit selama Revolusi Nasional Indonesia, mendukung integrasi Kalimantan di Indonesia

2001


62. Hasanuddin

A1631 1670 Sultan Gowa, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

1973


63. Hasyim Asy'ari

1875 1947 Pemimpin Islam, pendiri Nahdlatul Ulama

1964


64. Hazairin

1906 1975 Sarjana legal, aktivis kemerdekaan, menteri pemerintahan, dan pengajar

1999


65. Herman Johannes

1912 1992 Insinyur, membuat senjata selama Revolusi Nasional, membantu pendirian Universitas Gadjah Mada, Rektor Universitas Gadjah Mada

2009


66. Himayatuddin Muhammad Saidi

Abad ke-18 1776 Penguasa ke-20 dan ke-23 Kesultanan Buton

2019


67. Ida Anak Agung Gde Agung

1921 1999 Aktivis kemerdekaan dan menteri pemerintahan

2007


68. Ida Dewa Agung Jambe

1855 1908 Raja Kerajaan Klungkung

2023


69. Idham Chalid

1921 2010 Pemimpin Nahdlatul Ulama, politikus

2011


70. Ilyas Yakoub

1903 1958 Aktivis kemerdekaan, politikus, dan anggota pasukan gerilyawan

1999


71. Imam Bonjol

1772 1864 Tokoh Islam dari Sumatera Barat yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda dalam Perang Padri

1973


72. Radin Inten II

1834 1856 Bangsawan dari Lampung, memimpin revolusi penyerangan penjajah Belanda

1986


73. Iskandar Muda

A1593 1636 Sultan Aceh, memperluas pengaruh negara

1993


74. Ismail Marzuki

1914 1958 Komposer yang membuat sejumlah lagu kebangsaan

2004


75. Iswahyudi

1918 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh saat Revolusi Nasional

1975


76. Iwa Kusumasumantri

1899 1971 Aktivis kemerdekaan, ahli hukum, dan politikus

2002


77. Izaak Huru Doko

1913 1985 Aktivis kemerdekaan dan pengajar, membantu pendirian Universitas Udayana

2006


78. Jamin Ginting

1921 1974 Pejuang kemerdekaan menentang pemerintah Hindia Belanda di Tanah Karo

2014


79. Janatin

1943 1968 Mengebom MacDonald House saat konfrontasi Indonesia–Malaysia

1968


80. Andi Jemma

1901 1965 Aktivis kemerdekaan, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda saar Revolusi Nasional

2002


81. Johannes Abraham Dimara

1916 2000 Pimpinan tentara Papua yang membantu dalam akuisisi Papua

2010


82. Johannes Leimena

1905 1977 Menteri Kesehatan Pertama, mengembangkan sistem klinik Puskesmas

2010


83. Juanda Kartawijaya

1963 Politikus Sunda, Perdana Menteri Indonesia terakhir sekaligus Tokoh Muhammadiyah

1963


84. Karel Satsuit Tubun

1928 1965 Brigadir polisi, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


85. Kartini

1879 1904 Tokoh hak asasi perempuan Jawa

1964


86. Ignatius Joseph Kasimo

1900 1986 Aktivis kemerdekaan, pemimpin Partai Katolik

2011


87. Kasman Singodimedjo

1904 1982 Jaksa yang merupakan ketua KNIP pertama dan menghapus tujuh kata yang berpotensi memecah umat pada Piagam Jakarta, Kader Muhammadiyah

2018


88. Katamso Darmokusumo

1923 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


89. I Gusti Ketut Jelantik

Tidak diketahui 1849 Pemimpin Bali yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

1993


90. I Gusti Ketut Puja

1904 1957 Gubernur Bali pertama

2011


91. Ki Bagus Hadikusumo

1890 1954 Tokoh Muhammadiyah, aktivis kemerdekaan, tokoh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia

2015


92. Ki Hajar Dewantara

1889 1959 Pengajar dan menteri pemerintahan, mendirikan Taman Siswa, saudara Suryopranoto, salah satu dari Tiga Serangkai

1959


93. Ki Sarmidi Mangunsarkoro

1904 1957 Pengajar bersama dengan Budi Utomo dan Taman Siswa, menteri pemerintahan

2011


94. Kiras Bangun

1852 1942 Pemimpin gerilyawan Karo yang melawan penjajah Belanda

2005


95. Kusumah Atmaja

1898 1952 Ketua Kehakiman Mahkamah Agung Pertama

1965


96. La Maddukelleng

1700 1765 Bangsawan dari Kesultanan Paser, mengusir pasukan Belanda dari Kerajaan Wajo

1998


97. Lafran Pane

1922 1991 Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam, Kader Muhammadiyah

2017


98. Lambertus Nicodemus Palar

1900 1981 Diplomat, menegosiasikan pengakuan Indonesia saat Revolusi

2013


99. John Lie

1911 1988 Laksamana Muda Angkatan Laut, menyeludupkan barang untuk membantu Revolusi Nasional

2009


100. Machmud Singgirei Rumagesan

1885 1964 Pendiri Gerakan Cendrawasih Revolusioner Irian Barat/GCRIB

2020


101. Mahmud Badaruddin II

1767 1852 Sultan Palembang, yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Inggris dan Belanda

1984


102. Sultan Mahmud Riayat Syah

1760 1812 Sultan Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda

2017


103. Malahayati

1550 1604 Pejuang dan bangsawan, melawan pasukan Cornelis de Houtman

2017


104. Mangkunegara I

1725 1795 Melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dan antek-anteknya di Jawa Tengah

1988


105. Andi Mappanyukki

1885 1967 Bangsawan Bugis, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda pada 1920-an dan 30-an, ayah dari Andi Abdullah Bau 

Massepe

2004


106. Maria Walanda Maramis

1872 1924 Pendukung hak asasi perempuan dan pengajar

1969


107. Marsinah

1969 1993 Aktivis dan negosiator buruh

2025


108. Martha Christina Tiahahu

1800 1818 Gerilyawan dari Maluku yang meninggal dunia saat ditahan Belanda

1969


109. Marthen Indey

1912 1986 Nasionalis dan aktivis kemerdekaan, menawarkan intergrasi Papua di Indonesia

1993


110. Mas Isman

1924 1982 Pejuang kemerdekaan

2015


111. Mas Mansur

1896 1946 Ulama, pemimpin Muhammadiyah

1964


112. Masykur

1904 1994 Ulama, pejuang kemerdekaan, mantan menteri agama

2019


113. Mas Tirtodarmo Haryono

1924 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


114. Maskun Sumadireja

1907 1986 Aktivis kemerdekaan dan politikus

2004


115. Cut Nyak Meutia

1870 1910 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

1964


116. Mochtar Kusumaatmadja

1929 2021 Menteri, diplomat, akademisi hukum, pendorong gagasan negara kepulauan di kancah internasional

2025


117. Mohammad Hatta

1902 1980 Aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia Pertama

2012


118. Mohammad Husni Thamrin

1894 1941 Politikus dan aktivis kemerdekaan

1960


119. Mohammad Natsir

1908 1993 Ulama dan politikus, Perdana Menteri Indonesia kelima

2008


120. Mohammad Tabrani Soerjowitjirto

1904 1984 Pencetus bahasa Indonesia

2023


121. Teuku Muhammad Hasan

1906 1997 Aktivis kemerdekaan, gubernur Sumatra pertama

2006


122. Muhammad Mangundiprojo

1905 1988 Pejuang kemerdekaan, pemimpin Pertempuran Surabaya

2014


123. Muhammad Salahuddin

1889 1951 Sultan Kesultanan Bima, tokoh pendidikan

2025


124. Muhammad Yamin

1903 1962 Penyair yang menjadi politikus dan aktivis kemerdekaan

1973


125. Moehammad Jasin

1920 2012 Bapak Brimob Kepolisian RI

2015


126. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

1898 1997 Ulama pendiri Nahdlatul Wathan

2017


127. Mustopo 1913 1986 Pemimpin saat Pertempuran Surabaya, mendirikan Kampus Kedokteran Gigi Dr. Moestopo

2007


128. Muwardi 1907 1948 Menangani keamanan saat Proklamasi Kemerdekaan, membangun sebuah rumah saat di Surakarta

1964


129. Nani Wartabone 1907 1986 Proklamator Hari Patriotik 23 Januari 1942, Aktivis kemerdekaan dan pejuang penumpasan pemberontakan Permesta sekaligus Kader Muhammadiyah dari Gorontalo

2003


130. I Gusti Ngurah Made Agung 1876 1906 Raja Badung, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

2015


131. I Gusti Ngurah Rai 1917 1946 Pemimpin militer Bali saat Revolusi Nasional

1975


132. Nuku Muhammad Amiruddin 1738 1805 Sultan Tidore, memimpin beberapa pertempuran laut melawan pasukan kolonial Belanda

1995


133. Noer Alie 1914 1992 Pemimpin Islam dan pengajar, memimpin prajurit saat Revolusi Nasional

2006


134. Teuku Nyak Arif 1899 1946 Politikus Aceh dan pemimpin perlawanan, gubernur Aceh pertama

1974


135. Opu Daeng Risaju 1880 1964 Politikus wanita awal, melakukan perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional

2006


136. Oto Iskandar di Nata 1897 1945 Politikus dan aktivis kemerdekaan sekaligus Tokoh Muhammadiyah

1973


137. Pajonga Daeng Ngalie 1901 1958 Mengkoordinasikan penyerangan di Sulawesi Selatan saat Revolusi Nasional, menawarkan integrasi nasional

2006


138. Paku Alam VIII 1910 1998 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-2

2022


139. Pakubuwono VI 1807 1849 Susuhunan Surakarta, memberontak melawan pasukan kolonial Belanda

1964


140. Pakubuwono X 1866 1939 Susuhunan Surakarta, mendukung berbagai proyek untuk kepentingan Pribumi Indonesia

2011


141. Pangeran Muhammad Noor 1901 1979 Menteri Pekerjaan Umum yang mencanangkan proyek Waduk Riam Kanan, Waduk Karangkates, dan proyek pasang-surut di Sumatra dan Kalimantan sebagai lahan penyedia pangan

2018


142. Pattimura 1783 1817 Gerilyawan dari Maluku yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

1973


143. Pierre Tendean 1939 1965 Prajurit Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


144. Pong Tiku 1846 1907 Bangsawan Toraja, melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda

2002


145. Raden Mattaher 1871 1907 Pejuang dari Jambi yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

2020


146. Rahmah El Yunusiyah 1900 1969 Reformator pendidikan Islam, pendiri Diniyyah Puteri

2025


147. Raja Ali Haji 1809 ca 1870 Sejarawan dan penyair dari Riau

2004


148. Raja Haji Fisabilillah 1727 1784 Pejuang dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda

1997


149. Rajiman Wediodiningrat 1879 1952 Ketua BPUPKI, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat pertama

2013


150. Ranggong Daeng Romo 1915 1947 Memimpin pasukan dalam dua pertempuran melawan pasukan Belanda saat Revolusi Nasional

2001


151. Ratu Kalinyamat 1520 1579 Putri Kerajaan Demak, pemimpin kerajaan maritim di Jepara pada abad ke-16

2023


152. Rasuna Said 1910 1965 Pendukung hak asasi wanita dan nasionalis

1974


153. Robert Wolter Monginsidi 1925 1949 Gerilyawan di Makassar saat Revolusi Nasional, dieksekusi oleh Belanda

1973


154. Rubini Natawisastra 1906 1944 Dokter dan cendekiawan

2022


155. Ruhana Kuddus 1884 1972 Wartawati Indonesia pertama

2019


156. Saharjo 1909 1963 Menteri Kehakiman, pelopor pengesahan pembaruan di negara tersebut

1963


157. Salahuddin bin Talabuddin 1874 1948 Pejuang Maluku Utara

2022


158. Sam Ratulangi 1890 1949 Politikus Minahasa dan pendukung kemerdekaan Indonesia

1961



159. Samanhudi 1878 1956 Pengusaha, mendirikan Sarekat Islam

1961


160. Sarjito 1889 1970 Dokter, Akademisi, Rektor pertama Universitas Gadjah Mada

2019


161. Sarwo Edhie Wibowo 1927 1989 Tokoh militer

2025


162. Silas Papare 1918 1978 Memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Belanda, menawarkan integrasi Papua di Indonesia

1993


163. Sisingamangaraja XII 1849 1907 Pemimpin Batak yang melakukan kampanye gerilyawan melawan pasukan kolonial Belanda

1961


164. Siswondo Parman 1918 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


165. Siti Hartinah 1923 1996 Istri presiden Suharto, aktif dalam karya sosial, mendirikan Taman Mini Indonesia Indah

1996


166. Siti Walidah 1872 1946 Pendiri Aisyiyah, tokoh Muhammadiyah, istri Ahmad Dahlan,

1971


167. Slamet Rijadi 1927 1950 Brigadir Jeneral Angkatan Darat, terbunuh ketika putting down pemberontakan di Sulawesi

2007


168. Soedirman 1916 1950 Komandan Ketua Tentara Nasional Indonesia pada saat Revolusi Nasional sekaligus Kader Muhammadiyah

1964


169. Albertus Soegijapranata 1896 1963 Uskup Katolik Jawa dan nasionalis

1963


170. Soeharto 1921 2008 Presiden Indonesia ke-2

2025


171. Soeharto Sastrosoeyoso 1908 2000 Dokter pribadi Soekarno

2022


172. Sugiyono Mangunwiyoto 1926 1965 Kolonel Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


173. Suharso 1912 1971 Pelopor pengobatan prostesis

1973


174. Soekanto Tjokrodiatmodjo 1908 1993 Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama

2020


175. Sukarjo Wiryopranoto 1903 1962 Tokoh kemerdekaan, diplomat, dan politikus

1962


176. Sukarni 1916 1971 Tokoh kemerdekaan, diplomat, dan politikus

2014


177. Soekarno 1901 1970 Aktivis kemerdekaan yang membacakan Proklamasi Kemerdekaan, Presiden Indonesia pertama sekaligus Tokoh Muhammadiyah

2012


178. Sultan Agung 1591 1645 Sultan Mataram, melakukan perlawanan terhadap VOC

1975


179. Andi Sultan Daeng Radja 1894 1963 Aktivis kemerdekaan dan politikus

2006


180. Supeno 1916 1949 Menteri pemerintahan, terbunuh ketika perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional

1970


181. Supomo 1903 1958 Menteri Kehakiman Pertama, membantu penulisan Konstitusi

1965


182. Suprapto 1920 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


183. Supriyadi 1925 1945 Pemimpin pemberontakan melawan pasukan pendudukan Jepang di Blitar

1975


184. Suroso 1893 1981 Politikus dan aktivis kemerdekaan, Wakil Ketua BPUPKI, Gubernur pertama Jawa Tengah, Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia

1986


185. Suryo 1896 1948 Gubernur pertama Jawa Timur yang merupakan tokoh sentral Pertempuran Surabaya

1964


186. Suryopranoto 1871 1959 Pengajar dan tokoh hak-hak buruh, saudara Ki Hajar Dewantara

1959


187. Sutan Mohammad Amin Nasution 1904 1993 Gubernur Sumatera Utara dan Riau ke-1

2020


188. Sutan Syahrir 1909 1966 Politikus, Perdana Menteri Indonesia pertama

1966


189. Soetomo 1888 1938 dokter, pengajar Jawa, mendirikan Budi Utomo sekaligus Tokoh Muhammadiyah

1961


190. Sutomo 1920 1981 Pemimpin militer yang memimpin perlawanan dalam Pertempuran Surabaya

2008


191. Sutoyo Siswomiharjo 1922 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September

1965


192. Syafruddin Prawiranegara 1911 1989 Gubernur Bank Indonesia pertama, dan kepala PDRI selama masa Agresi Militer Belanda II

2011


193. Syaikhona Muhammad Kholil 1835 1925 Ulama, pejuang pendidikan Islam, penyebar gagasan nasionalis-agamis

2025


194. Syam'un 1894 1949 Pejuang yang pernah bergabung dalam PETA dan BKR, serta menentang pemerintahan Hindia Belanda di Banten. Pendiri Pesantren Al-Khairiyah Cilegon, Banten

2018


195. Syarif Kasim II 1893 1968 Sultan Siak, menawarkan integrasi kerajaan-kerajaan di Sumatra Timur

1998


196. Tahi Bonar Simatupang 1920 1990 Jenderal yang menjabat sebagai ketua staff dari 1950 sampai 1954

2013


197. Tuanku Tambusai 1784 1882 Pemimpin Islam dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda saat Perang Padri

1995


198. Tan Malaka 1884 1949 Politikus dan intelektual asal Minang. Ia menyumbangkan gagasannya dalam beberapa karya, terutama Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Pendiri Partai Murba, tokoh Partai Komunis Indonesia

1963


199. Thaha Syaifuddin 1816 1904 Sultan Jambi, memimpin pasukan revolusi melawan pasukan kolonial Belanda

1977


200. Tirtayasa 1631 1683 Sultan Banten yang melakukan perlawanan terhadap Belanda

1970


201. Tirto Adhi Suryo 1880 1918 Jurnalis, diasingkan karena editorial anti-Belanda buatannya

2006


202. Teuku Umar 1854 1899 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda; suami Cut Nyak Dhien

1973


203. Tombolotutu 1857 1901 Raja Kerajaan Parigi Moutong

2021


204. Tuan Rondahaim Saragih 1828 1891 Penguasa Partuanan Raya, memimpin perlawanan terhadap Belanda di wilayah Simalungun

2025


205. Untung Surapati 1660 1706 Memimpin beberapa pemberontakan melawan VOC

1975


206. Urip Sumoharjo 1893 1948 Pemimpin Angkatan Darat Indonesia, komandan kedua setelah Sudirman

1964


207. Usmar Ismail 1921 1971 seorang sutradara film, sastrawan, wartawan, dan Bapak Perfilman Nasional

2021


208. Wage Rudolf Supratman 1903 1938 Komposer lagu kebangsaan "Indonesia Raya"

1971


209. Wahid Hasyim 1914 1953 Pemimpin Nahdlatul Ulama, Menteri Agama Indonesia pertama

1964


210. Wahidin Sudirohusodo 1852 1917 Dokter dan pemimpin di Budi Utomo

1973


211. Wilhelmus Zakaria Johannes 1895 1952 Pelopor pengobatan radiologi

1968


212. Yosaphat Sudarso 1925 1962 Komodor Angkatan Laut, terbunuh saat konfrontasi dengan Belanda di Nugini Belanda

1973


213. Yusuf Tajul Khalwati 1626 1699 Pemimpin Islam, memimpin pemberontakan gerilyawan melawan VOC

1995


214. Zainal Abidin Syah 1912 1967 Sultan Kesultanan Tidore, Gubernur Irian Barat (Papua) pertama

2025


215. Zainal Mustafa 1907 1944 Pemimpin Islam yang melakukan perlawanan terhadap pasukan pendudukan Jepang

1972


216. Zainul Arifin 1909 1963 Politikus dan gerilyawan, terbunuh saat peristiwa percobaan pembunuhan yang ditargetkan kepada Sukarno oleh Darul Islam

1963

Sabtu, 07 Februari 2026

Lahirnya Belgia

 

Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia secara resmi sudah terjalin sejak 75 tahun silam. Namun, siapa nyana, kemerdekaan Belgia dari Belanda dipicu oleh Perang Jawa.


Oleh :

Martin Sitompul

10 Des 2025



LUKISAN penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh jadi simbol perlawanan bangsa Indonesia atas kolonialisme Belanda. Seperti diketahui, Perang Jawa yang dinyalakan Diponegoro antara 1825–1830, menyebabkan kerugian besar bagi Belanda. Kas pemerintah kolonial habis terkuras. Begitu pula tentaranya banyak berguguran di tangan pasukan Diponegoro. Hanya lewat tipu muslihat, Belanda akhirnya berhasil

 menangkap Diponegoro sekaligus mengakhiri Perang Jawa.



Tidak hanya berkecamuk di Jawa, perlawanan Diponegoro turut mengguncang kekuasaan Belanda di daratan Eropa. Konsentrasi yang tercurah sepenuhnya terhadap Perang Jawa memicu revolusi di salah satu koloni Belanda, yaitu Belgia. Revolusi Belgia berujung pada kemerdekaan Belgia tanggal 4 Oktober 1830 sekaligus memisahkan diri dari Kerajaan Belanda.


“Perang Diponegoro ternyata sangat berkaitan sekali dengan negara Belgia. Pada 1825 sampai 1830, fokus Belanda tercurah kepada Perang Diponegoro, termasuk keuangan, logistik, dan lain-lain. Akibatnya, negara jajahan Belanda seperti Belgia tidak terperhatikan sehingga terjadi revolusi Belgia. Dan akhirnya Belgia bisa merdeka dari Belanda,” terang Suryagung, arsiparis sekaligus ketua tim pameran dan diorama ANRI, ketika memandu Historia.ID dalam pameran arsip 75 tahun hubungan Indonesia dan Belgia di Gedung ANRI di Jl. Gadjah Mada, Jakarta Barat, (9/12).


Dalam pameran arsip bertajuk “Belgia dan Indonesia: Arsip Persahabatan” itu, lukisan penangkapan Diponegoro menjadi wahana pembuka untuk memaknai hubungan historis Indonesia-Belgia. Selain itu, tersua beberapa arsip, antara lain Arsip Diponegoro: Yogyakarata Residency, No. 214, tentang maklumat perang pemerintah kolonial Belanda terhadap Pangeran Diponegoro dan Pangeran Mangkubumi. Arsip tersebut juga menyatakan rasa frustrasi pemerintah kolonial untuk meringkus kedua pangeran Jawa tersebut.


Satu arsip lagi menyangkut pelukis Raden Saleh dalam Algeemene Secretarie MGS, No. 4551. Arsip ini memuat surat keputusan bertanggal 24 Juni 1859, No. 49, yang menetapkan penugasan Raden Saleh sebagai pelukis kerajaan untuk menyelesaikan dan memperbaiki koleksi potret Gubernur Jenderal di Istana Buitenzorg (Bogor), sekaligus menetapkan pembayaran honorariumnya. Fakta menarik tentang Raden Saleh bahwa gurunya adalah pelukis terkemuka kebangsaan Belgia.


“Raden Saleh sendiri belajar melukis secara formal kepada pelukis Belgia Antoine Auguste Joseph Payen. Sebagai salah satu pelukis Indonesia terbesar, ternyata Raden Saleh belajarnya sama pelukis Belgia. Orang Belgia sangat bangga sekali dengan fakta itu,” tutur Suryagung.

Selain Payen, Raden Saleh juga terinspirasi oleh karya seni Belgia yang dipamerakan di berbagai kota Eropa antara 1842 hingga 1844. Karya-karya maestro seni Belgia turut memberikan pengaruh mendalam terhadap gaya artistik dan proses kreatif Raden Saleh. Namun, koneksi Indonesia-Belgia tak berhenti di Raden Saleh.


Pada 1855, Belgia telah membuka konsulat yang pertama di Batavia. Seturut catatan Regeering Almanak voor Nederlandsh-Indie 1898, Belgia kemudian membentuk lagi kantor konsulat di Semarang, Surabaya, Padang, dan Makassar. Menjelang berakhirnya masa kolonial Hindia Belanda, Arsip Konsulat Jenderal Belgia 1938–1940 menunjukkan keberadaan sebuah konsulat Belgia di Medan. Berdirinya konsulat Belgia di sejumlah kota membuktikan kepentingan ekonomi Belgia maupun komunitas Belgia sudah eksis di Hindia Belanda.


Ketika Indonesia merdeka, Belanda kembali datang untuk menjajah kembali. Di masa perang mempertahankan kemerdekaan, Indonesia juga menjalankan perjuangan secara diplomatik. Belgia pun hadir di sela-sela perjuangan diplomasi Indonesia. Dalam Komisi Tiga Negara (KTN), Belgia mewakili Belanda, Australia mewakili Indonesia, sedangkan Indonesia dan Belanda menunjuk Amerika Serikat sebagai mediator. Komite ini bertujuan untuk menghentikan permusuhan dan memfasilitasi perundingan damai antara Indonesia dengan Belanda pasca agresi militer Belanda pertama pada 1947. Hasil prakarsa KTN ini kemudian menghasilkan perundingan lanjutan yang dikenal sebagai Perundingan Renville pada awal 1948.


“Belgia hanya mewakili Belanda dan itu tujuannya untuk perdamaian. Bukan semata-mata mendukung Belanda untuk tetap berkuasa di Indonesia. Mereka kan pernah dijajah Belanda juga,” beber Suryagung.

Belgia termasuk salah satu negara Eropa paling awal yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hubungan diplomatik dengan Belgia secara resmi terjalin pada 1949, ditandai dengan penunjukkan Ide Anak Agung Gde Agung sebagai duta besar Indonesia pertama untuk Belgia. Sementara itu, Belgia menunjuk Paul Vanderstichelen sebagai duta besar Belgia pertama untuk Indonesia.


Presiden Soeharto menjadi presiden Indonesia pertama yang berkunjung ke Belgia pada 1972. Dilanjut dengan kunjungan balasan Raja Baudouin dan Ratu Febiola ke Indonesia pada 1974. Raja dan Ratu Belgia itu mendatangi sejumlah destinasi wisata Indonesia, mulai dari Kebun Raya Bogor, Candi Borobudur, hingga air terjun Sipiso-piso yang menghadap Danau Toba.


“Raja Baudouin dan Ratu melakukan kunjungan ke Indonesia selama 13 hari. Betah juga ya mereka di sini,” ujar Suryagung berkelakar.

Hubungan diplomatik Indonesia dengan Belgia terus terjalin pada pemerintahan-pemerintahan selanjutnya. Presiden Abdurrahman Wahid, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Belgia. Pada 2008, Pangeran Philippe yang kini menjadi raja Belgia juga berkunjung ke Indonesia. Jalinan bilateral kedua negara meliputi berbagai bidang kerja sama: politik, ekonomi, hingga seni dan pengetahuan.


Duta Besar Belgia untuk Indonesia Frank Felix mengakui kilas balik yang menarik mengenai hubungan mendalam dan abadi antara Indonesia dengan Belanda.


“Dari masa pasca Perang Jawa, yang turut membentuk kondisi bagi revolusi dan kemerdekaan Belgia pada tahun 1830, hingga peran penting Belgia dalam Commitee of Good Offices atau Komisi Tiga Negara, yang mendukung perjalanan Indonesia menuju kedaulatan. Sejarah bersama kita kaya dan beragam, dari kunjungan kenegaraan timbal balik pada 1970-an hingga puluhan kerja sama yang bermanfaat dalam bidang pendidikan, pembangunan, perdagangan, investasi, dan budaya,” kata Frank Felix dalam testimoninya untuk pameran 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Belgia.


Pameran arsip “Belgia dan Indonesia: Arsip Persahabatan” berlangsung hingga Januari 2026.*






 

Grok

 Berikut adalah **biodata lengkap Bung Tomo** (nama asli **Sutomo**), salah satu pahlawan nasional Indonesia yang paling dikenal sebagai pen...