Sabtu, 01 Agustus 2026

RINGKASAN PAHLAWAN

207. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur


K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah Presiden ke-4 Republik Indonesia yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa besarnya dalam memperjuangkan pluralisme, kemanusiaan, dan demokrasi.

Perjuangan dan Jasa Utama

Pembela Pluralisme dan Toleransi: Membela hak minoritas, mengakui agama Konghucu, dan menjunjung tinggi kesetaraan antarsuku serta agama.

Demokratisasi dan HAM: 

Mendorong kebebasan berpendapat, memperkuat masyarakat sipil, dan mereformasi militer agar kembali ke fungsi pertahanan negara.

Kepemimpinan Politik dan Islam: 

Memimpin Nahdlatul Ulama (NU) serta mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk memperjuangkan keadilan sosial dan hak rakyat kecil.


208. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

H.M Suharto


Jenderal Besar H.M. Soeharto adalah tokoh militer dan Presiden kedua Republik Indonesia yang dikenal lewat peran pentingnya dalam ⁠Serangan Umum 1 Maret 1949, penumpasan G30S/PKI, serta pembangunan nasional.

Perjuangan Masa Kemerdekaan

Bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan diangkat menjadi anggota TNI pada tahun 1945.

Memimpin pasukan melawan aksi militer Belanda di Yogyakarta.

Ikut memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 untuk membuktikan eksistensi Indonesia kepada dunia internasional.

Peran Keamanan dan Pemerintahan

Mengamankan situasi negara dan memimpin penumpasan gerakan pasca G30S pada tahun 1965.

Menerima Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 untuk memulihkan stabilitas politik.

Dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia kedua pada tahun 1968 yang menandai dimulainya era Orde Baru.

Kontribusi Pembangunan Nasional

Berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 1984.

Melaksanakan pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan pendidikan secara masif hingga dijuluki Bapak Pembangunan.

Berperan dalam pendirian organisasi regional ASEAN.


209. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Marsinah 


Marsinah adalah seorang aktivis dan pahlawan buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, yang berjuang menuntut kenaikan upah, menolak sistem upah murah, dan membela hak-hak pekerja di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, hingga akhirnya gugur secara tragis pada Mei 1993.

Awal Perjuangan

Bekerja sebagai buruh pabrik arloji di Porong, Sidoarjo.

Memimpin aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah harian dari Rp1.700 menjadi Rp2.250 sesuai aturan gubernur.

Bertindak sebagai juru bicara dan negosiator untuk rekan-rekan buruhnya.

Tragedi dan Akhir Hayat

Mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan nasib 13 rekan buruh yang dipaksa mundur setelah aksi.

Diculik pada malam 5 Mei 1993 dan hilang tanpa kabar.

Ditemukan tewas pada 8 Mei 1993 dengan tubuh penuh luka akibat penyiksaan berat.



210. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan singkat 

Mochtar Kusumaatmadja


Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. (17 Februari 1929 – 6 Juni 2021) adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978 dan Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 sampai 1988. Selain itu ia adalah guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung. Definisinya tentang hukum adalah "Hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk didalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu ke dalam kenyataan", dianggap paling relevan dalam menginterpretasikan hukum pada saat ini. Doktrin tersebut menjadi mahzab/prinsip yang dianut di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran hingga saat ini.

Mochtar Kusumaatmadja

Pria yang memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun ini dikenal umum piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan yang amat serius bahkan sering menegangkan. Dia cepat berpikir dan melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Diplomat penggemar olahraga catur dan berkemampuan berpikir cepat tetapi lugas ini memang suka berkelakar. Alumni S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1955) ini berperan banyak dalam perundingan internasional, terutama dengan negara-negara tetangga mengenai batas darat dan batas laut teritorial itu. Wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York ini berperan banyak dalam konsep "Wawasan Nusantara" terutama dalam menetapkan batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia.Konsep ini pada dasarnya dikembangkan setelah Chairul Saleh tidak senang melihat perairan Indonesia dengan mudah dilewati oleh kapal asing terutama kawasan timur Indonesia sebagai akibat dari wilayah Indonesia yang saat itu hanya 3 mil dari permukaan pantai.



211. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Rahmah El Yunusiyyah


Rahmah El Yunusiyyah adalah pahlawan nasional pelopor pendidikan modern Islam khusus perempuan, pendiri Diniyah Putri Padang Panjang, dan tokoh pejuang kemerdekaan yang gigih.

Pelopor Pendidikan Perempuan

Mendirikan Diniyah School Putri pada 1 November 1923 di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Memadukan pelajaran agama Islam, ilmu pengetahuan umum, dan keterampilan hidup agar wanita mandiri.

Mendapat gelar kehormatan Syaikhah dari Universitas Al-Azhar, Mesir, pada tahun 1957 atas jasanya yang besar.

Perjuangan Kemerdekaan dan Sosial

Menentang keras tindakan tentara Jepang yang memaksa perempuan lokal menjadi wanita penghibur.

Mengibarkan bendera merah putih pertama di Sumatera Barat di depan gedung asrama Diniyyah Putri setelah proklamasi.

Membentuk dapur umum dan menjadi komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) perempuan untuk membantu para prajurit di medan perang.



212. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Sarwo Edhie Wibowo 


Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo adalah pahlawan nasional dari bidang perjuangan bersenjata yang dikenal sebagai komandan legendaris RPKAD (kini Kopassus). Perjuangannya berfokus pada masa perang kemerdekaan, penumpasan G30S/PKI, serta pengamanan wilayah kedaulatan Indonesia.

Riwayat Perjuangan Militer

Perang Kemerdekaan (1945–1949): Memulai karier sebagai komandan kompi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Masa Pembela Tanah Air (PETA): 

Sempat mendaftarkan diri sebagai prajurit PETA di Surabaya pada tahun 1942 di bawah pendudukan Jepang.

Penumpasan G30S/PKI (1965): 

Memimpin pasukan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk merebut kembali kendali di Jakarta dan membersihkan unsur-unsur gerakan tersebut di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tugas Keamanan Lainnya: 

Berperan dalam operasi militer dan teritorial untuk menjaga keutuhan negara serta stabilitas keamanan nasional pada masa transisi pemerintahan.



213. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Sultan Mohammad Salahuddin


Sultan Muhammad Salahuddin adalah Sultan Bima ke-14 yang berkuasa dari tahun 1915 hingga 1951, dikenang karena mendukung kemerdekaan Indonesia, memajukan pendidikan modern, dan melindungi rakyat dari penindasan.

Perjuangan dan Kontribusi

Dukungan Kemerdekaan: Mengeluarkan maklumat pada 22 November 1945 yang menyatakan bahwa Kesultanan Bima berdiri di belakang Republik Indonesia.

Perlindungan Rakyat: 

Menginisiasi gerakan nikah massal ("nikah Baronta") untuk menyelamatkan perempuan Bima dari ancaman kerja paksa atau jugun ianfu pada masa pendudukan Jepang.

Pendidikan dan Agama: 

Mendirikan sekolah-sekolah modern, mendukung pendidikan perempuan, serta mewakafkan rumah di Makkah untuk asrama haji dan pelajar.



214. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Syaikhona Muhammad Kholil


Syaikhona Muhammad Kholil (Mbah Kholil Bangkalan) adalah pahlawan nasional dan ulama besar asal Madura yang berjuang melalui pendidikan Islam, penciptaan karakter bangsa, serta pencetakan tokoh-tokoh utama pendiri Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia. Beliau lahir di Bangkalan pada 1835 dan wafat tahun 1925, lalu resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2025.

Perjuangan di Bidang Pendidikan dan Keilmuan

Menimba ilmu dari pesantren ke pesantren di Jawa hingga berguru ke Makkah (Arab Saudi) kepada ulama besar dunia seperti Syekh Nawawi al-Bantani.

Mendirikan pondok pesantren di Bangkalan, Madura, yang menjadi pusat rujukan ilmu agama Islam (khususnya Fikih dan Nahwu) di Nusantara.

Melahirkan murid-murid yang kemudian menjadi pahlawan dan pendiri organisasi besar Islam, seperti KH. Hasyim Asy'ari (pendiri NU) dan KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

Perjuangan Kebangsaan dan Sosial

Menanamkan semangat patriotisme serta cinta tanah air (hubbul wathan minal iman) kepada para santrinya untuk melawan penjajahan melalui kesadaran beragama dan nasionalisme.

Menjadi penggerak moral dan spiritual utama yang menyatukan jaringan ulama se-Nusantara demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa.



215. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Tuan Rondahaim Saragih


Tuan Rondahaim Saragih Garingging adalah Raja ke-14 dari Kerajaan Raya Simalungun yang memimpin perjuangan bersenjata melawan kolonial Belanda di wilayah Sumatra Utara dari tahun 1880 hingga wafatnya pada tahun 1891. Karena ketangguhan strategi militer dan keberaniannya yang membuat Belanda selalu gagal menaklukkannya, ia dijuluki oleh pemerintah kolonial sebagai "Napoleon der Bataks" (Napoleon dari Tanah Batak). Atas jasa besarnya, pemerintah Indonesia resmi menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.

Perjuangan Tuan Rondahaim

Menentang Ekspansi Ekonomi Belanda: 

Ia menolak keras pembukaan perkebunan komersial oleh Belanda yang berusaha merebut tanah-tanah rakyat di Simalungun.

Strategi Persatuan Adat: 

Rondahaim merangkul dan mempersatukan kerajaan-kerajaan lokal di Simalungun (seperti Siantar, Tanah Jawa, Purba, dan Silimakuta) untuk mematahkan politik pecah belah (devide et impera) Belanda.

Kemenangan Pertempuran Militer: 

Pasukannya berhasil memenangkan sejumlah pertempuran krusial, termasuk pertempuran di Dolok Merawan (21 Oktober 1887), Bandar Padang (12 Oktober 1889), dan Dolok Sagala.

Wilayah yang Tidak Terpatahkan: 

Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Raya menjadi salah satu wilayah di Sumatra Utara yang berhasil mempertahankan kedaulatannya dan tidak pernah runtuh atau menyerah total kepada Belanda selama ia hidup.

Ia wafat pada tahun 1891 akibat kondisi kesehatan yang menurun. Semangat bersenjata dan diplomasi adatnya kini abadi sebagai tonggak sejarah perlawanan Nusantara sebelum era kemerdekaan modern.



216. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Zainal Abidin Syah


Sultan Zainal Abidin Syah adalah pahlawan nasional asli Maluku Utara yang berjasa besar dalam mempertahankan wilayah Papua (Irian Barat) agar tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai Sultan Tidore ke-37, ia memilih menolak bujuk rayu Belanda dan memilih setia mendukung kedaulatan Indonesia.Atas kontribusi historis tersebut, Pemerintah Republik Indonesia resmi menganugerahi beliau gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2025 melalui Keputusan Presiden No. 116/TK/2025.

Perjuangan

Mempertahankan Integritas NKRI: 

Menolak pembentukan negara boneka oleh Belanda dan menegaskan bahwa wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore—yang mencakup sebagian besar Papua—adalah bagian sah dari Indonesia.

Gubernur Irian Barat Pertama: 

Ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno pada tahun 1956 sebagai Gubernur Provinsi Perjuangan Irian Barat pertama (1956–1961) yang berkedudukan di Soasio, Tidore, untuk mengomandoi pengembalian Papua dari tangan kolonial.

Melawan Penjajahan Lintas Era: 

Konsisten berjuang melawan dominasi kolonial Belanda sejak masa mudanya hingga masa pendudukan Jepang, di mana ia bahkan sempat ditangkap dan disiksa karena dituduh menjadi mata-mata sekutu.

Diplomasi Internasional: 

Menggunakan legitimasi sejarah Kesultanan Tidore di berbagai forum internasional untuk mematahkan klaim sepihak Belanda atas wilayah Papua Barat.




1. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan Abdul Muis


Abdul Muis adalah pahlawan nasional pertama Indonesia yang berjuang melalui jurnalisme, organisasi politik, dan karya sastra. Lahir di Bukittinggi pada 3 Juli 1883, ia menggunakan kemampuannya berbahasa Belanda untuk melawan penjajah secara cerdas dan berani. Ia wafat pada 17 Juni 1959 dan ditetapkan sebagai pahlawan oleh Presiden Soekarno pada 30 Agustus 1959.

Perjuangan di Bidang Politik dan Organisasi

Sarekat Islam (SI): Aktif bersama H.O.S. Cokroaminoto untuk membela hak kaum pribumi.

Utusan Belanda (1917): 

Pergi ke negeri Belanda untuk menolak gagasan Indie Weerbaar (milisi pertahanan Hindia Belanda tanpa kemerdekaan).

Volksraad (1918): Menjadi anggota Dewan Rakyat untuk menyuarakan kritik tajam terhadap aturan tidak adil pemerintah kolonial.

Aksi Mogok dan Protes (1922–1923): Memimpin pemogokan pegawai pegadaian di Yogyakarta serta memprotes aturan pengawasan tanah di Sumatra.

Perjuangan Lewat Tulisan dan Sastra

Jurnalis Kritis: 

Menulis artikel perlawanan di berbagai surat kabar seperti De Express, Utusan Melayu, dan Neraca.

Pengasingan: 

Dihukum larangan berpidato dan diasingkan oleh Belanda ke Garut, Jawa Barat, akibat kritikan kerasnya.

Novel Salah Asuhan: Menyelesaikan karya sastra besar tersebut di pengasingan yang menyindir ketimpangan sosial akibat kolonialisme.



2. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Ki Hajar Dewantara 


Ki Hajar Dewantara berjuang melawan penjajah Belanda melalui ⁠pendidikan, tulisan kritis, dan pendirian sekolah Taman Siswa.


Perjuangan Lewat Tulisan dan Organisasi


Aktif di organisasi [Budi Utomo]  untuk membangkitkan rasa persatuan bangsa.


Menulis artikel tajam, termasuk “Als ik eens Nederlander was” yang memprotes perayaan kemerdekaan Belanda di bumi Indonesia.


Diasingkan ke Belanda akibat kritikan pedasnya terhadap pemerintah kolonial.


Pendirian Taman Siswa


Mendirikan perguruan [Taman Siswa] pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta.


Memberi kesempatan belajar bagi rakyat [pribumi], yang miskin dan dilarang sekolah oleh Belanda.


Menggunakan semboyan terkenal: 

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.


Peran Setelah Indonesia Merdeka


Diangkat menjadi Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan pertama Republik Indonesia.


Ditetapkan sebagai [Bapak Pendidikan Nasional


Tanggal lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai [Hari Pendidikan Nasional]



3. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Raden Mas Suryopranoto  


Raden Mas Soerjopranoto adalah pahlawan nasional dari keluarga ningrat yang terkenal sebagai pemimpin buruh berjuluk "Raja Mogok", pendiri media, dan pejuang persamaan derajat.


Latar Belakang dan Sikap Bangsawan


Lahir di Yogyakarta pada 11 Januari 1871, ia adalah kakak kandung dari Ki Hadjar Dewantara (Suwardi Suryaningrat).


Melepas atribut kebangsawanan "Raden Mas" dari papan namanya karena ingin setara dengan rakyat jelata.


Keluar dari pegawai pemerintah Belanda karena menentang aturan kolonial yang tidak adil.


Perjuangan untuk Kaum Buruh


Bergabung dengan Sarekat Islam (SI) dan memimpin perkumpulan buruh.


Mendapat julukan "De Stakings Koning" (Raja Mogok) dari koran Belanda karena memimpin aksi mogok buruh besar-besaran menuntut hak dan upah layak, termasuk di pabrik gula Madukismo.


Membela hak-hak pekerja pribumi dari tekanan pengusaha asing dan pemerintah kolonial.


Pendidikan dan Jurnalistik


Mendirikan sekolah rakyat pribumi dan aktif mengajar.


Mengelola berbagai surat kabar bersama Ki Hadjar Dewantara untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintah kolonial.


Aktif dalam pergerakan nasional dan pendidikan hingga masa kemerdekaan Indonesia.



4. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Mohammad Husni Thamrin 


Mohammad Husni Thamrin (MH Thamrin) adalah pahlawan nasional dari Betawi yang berjuang melalui jalur diplomasi, parlemen, dan sosial-ekonomi. Ia dikenal sebagai tokoh kunci pendiri Parindra, penggerak GAPI, dan suara vokal pribumi di Volksraad.


Perjuangan di Parlemen dan Politik


Menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) tahun 1927–1941 untuk menyuarakan hak kaum pribumi.


Membentuk Fraksi Nasional di Volksraad guna menyatukan kekuatan politik Indonesia.


9Memprakarsai berdirinya Gabungan Politik Indonesia (GAPI) tahun 1939 yang menuntut hak "Indonesia Berparlemen".


Kepedulian Sosial dan Ekonomi Rakyat


Membela nasib wong cilik dan memperbaiki sanitasi serta perkampungan kumuh di Batavia saat duduk di Dewan Kota.


Menentang ketidakadilan ekonomi kolonial dan memperjuangkan penghapusan kerja paksa atau aturan kejam bagi buruh.


Mendanai pembangunan lapangan sepak bola rakyat pertama (VIJ Petojo) dari kantong pribadinya agar pribumi bisa berolahraga.



5. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan 

Kyai Haji Samanhudi


Kyai Haji Samanhudi adalah pahlawan nasional pelopor kebangkitan ekonomi rakyat yang terkenal karena mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI), membela pedagang pribumi, dan menentang dominasi kolonial.


Latar Belakang dan Awal Perjuangan


Lahir di Solo: 

Lahir di Surakarta tahun 1868 dengan nama asli Sudarno Nadi.


Pedagang Batik: 

Berprofesi sebagai saudagar batik sukses di Laweyan.


Melihat Ketidakadilan: 

Menyadari pedagang pribumi Muslim sering mendapat perlakuan tidak adil dari pemerintah Belanda dan kalah saing dengan pedagang asing.


Pendirian Sarekat Dagang Islam (SDI)


Mendirikan Organisasi: 

Membentuk perkumpulan Rekso Roemekso yang kemudian menjadi Sarekat Dagang Islam pada 16 Oktober 1905 di Solo.


Tujuan Utama: Menyatukan kekuatan para pedagang Islam pribumi agar bisa bersaing dan saling membantu.


Kesadaran Nasional: Menumbuhkan semangat pergerakan nasional dan persatuan rakyat melawan penindasan penjajah.


Akhir Hayat dan Penghargaan


Wafat: 

Meninggal dunia pada 28 Desember 1956 di Klaten dan dimakamkan di Sukoharjo.


Gelar Pahlawan: 

Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 590 Tahun 1961 pada tanggal 9 November 1961.



6. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan

Hadji Oemar Said Tjokroaminoto

(HOS Cokroaminoto)


Hadji Oemar Said Tjokroaminoto adalah pahlawan nasional yang memimpin Sarekat Islam, menolak feodalisme, dan mendidik tokoh-tokoh besar bangsa.


Peran di Sarekat Islam


Memimpin Sarekat Islam (SI) sejak tahun 1912/1914 hingga membesar menjadi organisasi massa jutaan anggota.


Mengubah arah SI dari perkumpulan dagang menjadi gerakan politik untuk melawan penjajah Belanda.


Dijuluki "Raja Tanpa Mahkota" oleh pemerintah kolonial karena pengaruhnya yang sangat kuat di kalangan rakyat.


Guru Bangsa


Rumah tumpangnya di Surabaya menjadi tempat tinggal bagi para pemuda dari berbagai ideologi yang kelak memimpin Indonesia.


Mendidik tokoh penting seperti Soekarno (nasionalis), Semaoen (komunis), hingga Kartosoewirjo (islamis).


Mengajarkan arti penting persatuan, kesetaraan, dan perlawanan terhadap penindasan kolonial.



7. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan

Ernest Douwes Dekker [Danudirdja Setiabudhi]


Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi) adalah tokoh pergerakan nasional dan anggota Tiga Serangkai yang mendirikan partai Indische Partij serta mencetuskan gagasan kemerdekaan dan nama Nusantara untuk Indonesia.


Perjuangan Politik dan Organisasi


Mendirikan Indische Partij pada 25 Desember 1912 bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara).


Memakai semboyan "Indie voor Indiƫ" (Hindia untuk orang Hindia) guna menuntut kerja sama setara antara pribumi dan orang Indo.


Menjadi orang pertama yang meneriakkan gagasan "Indie Los van Holland" agar Hindia Belanda lepas dari negeri Belanda.


Perjuangan Lewat Tulisan dan Pendidikan


Menggunakan surat kabar seperti De Express untuk mengkritik tajam aturan penjajah Belanda.


Aktif membangun dunia pendidikan kerakyatan pada tahun 1930-an di Bandung setelah sempat menjalani masa pembuangan.


Mengusulkan penggunaan nama Nusantara sebagai identitas pengganti Hindia Belanda.



8. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan

Sisingamangaraja XII


Sisingamangaraja XII adalah ⁠Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara yang memimpin perlawanan sengit melawan penjajahan Belanda. Ia berjuang selama hampir tiga dekade menggunakan taktik perang gerilya hingga akhirnya gugur di medan perang demi mempertahankan kedaulatan tanah Batak.


Awal Perjuangan


Lahir dengan nama Patuan Bosar Sinambela di Bakkara, Sumatera Utara, sekitar tahun 1845.


Naik takhta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya.


Memulai perlawanan terbuka pada Februari 1878 ketika pasukan Belanda mencoba menguasai wilayah Tapanuli dan tanah Batak.


Strategi dan Jalannya Perlawanan


Menggunakan strategi perang gerilya dengan memanfaatkan penguasaan medan hutan, lembah, dan bukit di Toba, Humbang, hingga Dairi.


Menggabungkan kekuatan spiritual dan adat untuk menyatukan rakyat menentang penindasan kolonial.


Bertahan selama hampir 30 tahun membuat pihak Belanda kewalahan menghadapi ketangguhannya.


Akhir Hayat dan Penghargaan


Gugur dalam pertempuran di Sionom Hudon, Dairi pada 17 Juni 1907 setelah tertembak bersama putrinya, Siboru Lopian.


Ditetapkan sebagai ⁠Pahlawan Nasional pada 9 November 1961 melalui SK Presiden RI No. 590/1961.



9. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan

Sam Ratulangi 


Sam Ratulangi adalah pahlawan nasional asal Sulawesi Utara yang berjuang lewat diplomasi, pendidikan, dan politik, serta menjabat sebagai Gubernur Sulawesi pertama dan anggota ⁠PPKI. Ia dikenal dengan filsafat kemanusiaan "Si tou timou tumou tou" (manusia memanusiakan manusia).


Peran di Masa Pergerakan dan Kemerdekaan


Tokoh Intelektual: Meraih gelar doktor ilmu pastinya di Swiss dan aktif di ⁠Volksraad untuk membela hak rakyat.


Sidang Kemerdekaan: Hadir dalam persiapan proklamasi dan sidang PPKI untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945.


Gubernur Sulawesi: Ditunjuk memimpin wilayah Sulawesi pasca-kemerdekaan untuk menegakkan kedaulatan bangsa.


Perlawanan dan Pengasingan


Menolak Belanda: Menolak bekerja sama dengan tentara NICA yang kembali datang ke Sulawesi.


Diasingkan ke Serui: Ditangkap dan dibuang oleh Belanda ke Serui, Papua, karena tetap setia pada Republik Indonesia.


Akhir Hayat: 

Wafat di Jakarta pada 30 Juni 1949 dalam status pengasingan sebelum akhirnya diakui sebagai Pahlawan Nasional.



10. Buatkan Gambar dan Infografis tentang

Ringkasan Perjuangan

dr. Sutomo


Dr. Sutomo adalah pahlawan nasional dan tokoh utama kebangkitan nasional yang mendirikan ⁠Boedi Oetomo, memimpin ⁠Persatuan Bangsa Indonesia, serta membentuk partai ⁠Parindra.


Pendirian Budi Utomo


Lahir di Nganjuk, Jawa Timur.

Sekolah dokter di STOVIA Jakarta.

Dirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Jadi ketua organisasi modern pertama.

Majukan pendidikan rakyat.


Pengabdian Sosial dan Kesehatan


Rawat korban wabah penyakit.

Jadi dokter dan dosen di NIAS Surabaya.

Tolong rakyat miskin tanpa biaya.


Perjuangan Politik


Buat kelompok studi Indonesia.

Dirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI).

Gabung bentuk Parindra untuk merdeka.



 11. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Kyai Haji Ahmad Dahlan 


Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah pahlawan nasional dan ulama besar yang berjuang melalui pembaruan Islam, pendidikan modern, dan aksi sosial. 

Lahir dengan nama Muhammad Darwis di Yogyakarta, ia mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 serta ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional lewat Surat Keputusan Presiden Nomor 657 Tahun 1961.

Pembaruan Keagamaan dan Pemikiran Islam

Memurnikan ajaran Islam dengan mengajak umat kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis, serta membersihkan praktik dari unsur mistis takhayul, bid'ah, dan khurafat.

Meluruskan arah kiblat Masjid Gede Kauman Yogyakarta agar tepat menghadap ke arah Kakbah menggunakan ilmu falak.

Membumikan pemahaman Surat Al-Ma'un untuk memotivasi umat agar peduli pada fakir miskin dan anak yatim melalui amal usaha nyata.

Pelopor Pendidikan Modern

Mendirikan sekolah madrasah yang memadukan pelajaran ilmu agama Islam dengan ilmu pengetahuan umum (seperti berhitung, bumi, dan kesehatan).

Aktif mengajar agama di sekolah-sekolah didikan pemerintah kolonial Belanda seperti OSVIA Magelang dan Kweekschool Jetis Yogyakarta demi mencerdaskan anak bangsa dari keterbelakangan.

Gerakan Sosial dan Pemberdayaan

Mendirikan perkumpulan Muhammadiyah sebagai wadah pergerakan sosial, kesehatan, panti asuhan, dan poliklinik untuk menolong kaum dhuafa.

Mendukung kesetaraan pendidikan bagi perempuan lewat dorongan pembentukan sayap organisasi wanita 'Aisyiyah.



12. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Haji Agus Salim 


Haji Agus Salim adalah seorang tokoh cendekiawan, pejuang kemerdekaan, dan diplomat ulung Indonesia yang dijuluki "The Grand Old Man of the Republic". Perjuangannya berfokus pada pergerakan politik Islam melalui Sarekat Islam, perumusan dasar negara dalam Panitia Sembilan, serta diplomasi internasional untuk memperoleh pengakuan kedaulatan Republik Indonesia.


Pergerakan Nasional dan Politik


Bergabung dengan Sarekat Islam (SI) pada tahun 1915 dan menjadi tokoh penting di samping H.O.S. Tjokroaminoto.


Menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) pada tahun 1921–1924 dan tercatat sebagai tokoh pertama yang menggunakan bahasa Melayu di dalam sidang tersebut.


Aktif menguasai banyak bahasa asing (seperti Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, dan Arab) untuk berdebat melawan kebijakan pemerintah kolonial Belanda.


Peran Menjelang Kemerdekaan


Menjadi anggota BPUPKI dan masuk dalam Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta serta dasar negara.


Berperan penting dalam merancang dan menyempurnakan tata bahasa dalam naskah Undang-Undang Dasar 1945.


Diplomasi Internasional


Menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Memimpin misi diplomasi ke negara-negara Timur Tengah, sehingga Mesir menjadi negara pertama yang memberikan pengakuan resmi atas kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947.

Mewakili Indonesia dalam forum-forum internasional termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).



13. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Jenderal Gatot Subroto 


Jenderal TNI (Purn.) Gatot Subroto adalah seorang pahlawan nasional dan tokoh militer Indonesia yang dijuluki sebagai "tentara tiga zaman" (Belanda, Jepang, dan Kemerdekaan). 

Ia berperan besar dalam membentuk cikal bakal TNI, memimpin penumpasan berbagai pemberontakan di dalam negeri, serta dikenal sangat dekat dengan rakyat kecil.


Karier Militer Lintas Zaman


Masa Hindia Belanda: 

Memulai karier militer dengan bergabung sebagai tentara KNIL pada tahun 1923 dan mencapai pangkat sersan.


Masa Pendudukan Jepang: 

Mengikuti pelatihan militer dan bergabung dalam organisasi pertahanan Pembela Tanah Air (PETA).


Masa Kemerdekaan: 

Aktif mendirikan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta pernah menjabat sebagai Gubernur Militer Surakarta dan sekitarnya.


Penumpasan Pemberontakan


PKI Madiun 1948: 

Memimpin operasi militer untuk menumpas pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun.


PRRI/Permesta: 

Berperan penting dalam melumpuhkan gerakan separatis PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi untuk menjaga keutuhan NKRI.


Akhir Hayat


Wafat di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962 dalam usia 54 tahun karena sakit.


Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada bulan Juni 1962 atas jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia.




14. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Sukarjo Suryopranoto 


Sukarjo Wiryopranoto adalah pejuang kemerdekaan, tokoh, dan diplomat asal Cilacap yang aktif di ⁠Volksraad, menjadi dubes di berbagai negara, serta memperjuangkan kembalinya Irian Barat.


Perjuangan Masa Pergerakan Nasional


Budi Utomo & PBI: 

Aktif memimpin cabang Malang serta mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) bersama dr. Soetomo.


Volksraad: 

Menjadi anggota Dewan Rakyat dan menyuarakan hak-hak rakyat Indonesia, termasuk menuntut pembentukan parlemen yang bertanggung jawab melalui Gabungan Politik Indonesia (GAPI).


Pers Nasional: 

Memimpin surat kabar Asia Raya dan membina majalah Mimbar Indonesia untuk membakar semangat kebangsaan.


Pengabdian Pascakemerdekaan dan Diplomasi


Diplomat Internasional: 

Menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Vatikan, Italia, dan RRC (China).


Perjuangan Irian Barat: 

Ditunjuk sebagai Wakil Tetap Indonesia di PBB pada tahun 1962, di mana ia gigih melobi negara lain untuk mendukung kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia hingga akhir hayatnya di New York.




15. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Ferdinand Lumban Tobing 


Dr. Ferdinand Lumban Tobing adalah dokter, tokoh pemuda, dan pejuang kemerdekaan asal Tapanuli, Sumatera Utara, yang memimpin perlawanan terhadap pendudukan Jepang serta mempertahankan kemerdekaan sebagai Gubernur Militer Tapanuli/Sumatera Timur dan Menteri Negara. 

Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1962.


Masa Pergerakan dan Pendudukan Jepang


Aktif dalam organisasi pemuda Jong Batak saat menempuh pendidikan kedokteran di STOVIA.


Melakukan protes keras terhadap kekejaman tentara Jepang yang menyiksa para pekerja paksa (romusha) di Tapanuli, sehingga ia sempat menjadi target pembunuhan oleh Jepang.


Menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (Syu Sangikai) Tapanuli untuk melindungi rakyat dari penindasan.


Masa Revolusi dan Pertahanan Kemerdekaan


Mengambil alih kekuasaan pemerintahan di Tapanuli dan diangkat resmi sebagai Residen Tapanuli pada 3 Oktober 1945.


Membentuk serta mengorganisasi Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian bertransformasi menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) hingga menjadi TNI di wilayahnya.


Diangkat menjadi Gubernur Militer Tapanuli dan Sumatera Timur Selatan (1948–1950) di mana ia langsung memimpin gerilya di hutan dan pegunungan saat menghadapi Agresi Militer Belanda II.


Pengabdian di Pemerintahan Republik Indonesia


Dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis kabinet, termasuk Menteri Kesehatan (ad interim), Menteri Penerangan (1953–1955), dan Menteri Negara Urusan Transmigrasi (1958–1959).


Meninggal dunia di Jakarta pada 7 Oktober 1962 dan dimakamkan di Kolang, Tapanuli Tengah. 


Riwayat hidup dan perjuangannya dapat disimak melalui ⁠Museum Kebangkitan Nasional.




16. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan

Kiai Haji Zainul Arifin


Kiai Haji Zainul Arifin Pohan adalah pahlawan nasional dari ⁠Wikipedia bahasa Indonesia yang dikenal sebagai ⁠Panglima Hizbullah, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), serta pemimpin politik dan parlemen di awal kemerdekaan.


Perjuangan Militer dan Pertahanan


Menjabat sebagai Panglima Laskar Hizbullah untuk mengoordinasi pelatihan militer pemuda santri di Cibarusa, Bogor.


Mengonsolidasikan laskar rakyat dan bergerilya bersama TNI di bawah pimpinan Jenderal Soedirman saat Agresi Militer Belanda II.


Menghimpun kekuatan umat Islam untuk melawan penjajah demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.


Perjuangan Politik dan Pemerintahan


Aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Masyumi pada masa pergerakan nasional.


Menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I yang sukses menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.


Dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) dari tahun 1960 hingga 1963.




17. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Tan Malaka 


Tan Malaka adalah pahlawan nasional dan pemikir revolusioner yang dijuluki sebagai Bapak Republik Indonesia karena merintis konsep negara merdeka lewat tulisan, berjuang melalui pendidikan rakyat, dan mengorganisasi pergerakan lintas batas.


Perjuangan Melalui Pendidikan dan Gagasan


Sekolah Sarekat Islam: 

Mendirikan sekolah bagi anak-anak rakyat kecil di Semarang untuk melawan sistem pendidikan kolonial Belanda.


Konsep Republik: 

Menulis buku Naar de Republiek Indonesia (1925) yang menjadi gagasan awal bentuk negara bagi Nusantara jauh sebelum kemerdekaan.


Karya Pemikiran: 

Menulis buku-buku penting seperti Madilog dan Dari Penjara ke Penjara yang memuat dasar berpikir kritis dan merdeka.


Pergerakan Internasional dan Revolusi


Pelarian Lintas Negara: 

Bergerak secara gerilya dan bawah tanah di berbagai negara Asia (seperti Tiongkok, Filipina, Singapura, dan Vietnam) untuk mencari dukungan bagi Indonesia.


Menolak Kompromi: Membentuk gabungan Persatuan Perjuangan yang menuntut kemerdekaan 100 persen tanpa jalan perundingan atau kompromi dengan penjajah.


Akhir Hidup: 

Mengakhivri hidupnya akibat konflik politik internal bangsa sendiri di Kediri pada tahun 1949, sebelum akhirnya diakui secara resmi sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno.



18. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Mgr. Albertus Sugiyopranata S.J


Mgr. Albertus Soegijapranata S.J. adalah uskup pribumi Indonesia pertama yang berjuang lewat nasionalisme, diplomasi internasional, dan pembelaan kemerdekaan. Ia dikenal dengan semboyan "100% Katolik, 100% Indonesia" serta ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 26 Juli 1963.


Peran dan Perjuangan Utama


Uskup Pribumi Pertama: 

Ditunjuk oleh Paus Pius XII pada 1 Agustus 1940 untuk memimpin umat Katolik di tengah situasi Perang Dunia II.


Semboyan Nasionalisme: 

Mengajak umat Katolik agar setia pada agama sekaligus aktif mendukung kemerdekaan dan persatuan Indonesia di bawah Pancasila.


Lobi Internasional: 

Menembus blokade militer Belanda dan menulis di media asing untuk membuka mata dunia serta mencari dukungan bagi kedaulatan Republik Indonesia.


Perlindungan Rakyat: 

Menolak paksaan tentara Jepang yang ingin menjadikan gedung gereja sebagai markas militer serta aktif melindungi warga dari korban perang.




19. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Ir. Raden Juanda Kartawijaya 


Sumbangan terbesar Ir. Raden Juanda Kartawijaya bagi bangsa Indonesia adalah Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957, yang berhasil menyatukan seluruh wilayah laut di antara pulau-pulau Indonesia ke dalam kedaulatan penuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkat jasanya ini, luas wilayah laut Indonesia bertambah secara signifikan hingga mencapai 70 persen. Beliau diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan ⁠Keppres No. 244 Tahun 1963.


Karier Politik dan Pemerintahan


Abdi Negara Sejak Dini: 

Mengawali karier sebagai pegawai pekerjaan umum Jawa Barat pada tahun 1939 di masa kolonial Hindia Belanda.


Menteri Perhubungan: 

Menjabat sebagai Menteri Perhubungann selama dua periode (1946–1949 dan 1950–1953) untuk menata jalur transportasi awal kemerdekaan.


Perdana Menteri Terakhir: 

Menjabat sebagai Perdana Menteri kkIndonesia ke-10 (1957–1959) sekaligus menjadi tokoh terakhir yang memegang posisi tersebut sebelum sistem pemerintahan berubah.


Teknokrat Serbabisa:

Sering dijuluki "Menteri Maraton" karena dipercaya menjabat dalam berbagai posisi menteri belasan kali sepanjang era Orde Lama.


Legasi Utama: 

Deklarasi Djuanda 1957


Meruntuhkan Aturan Kolonial: 

Mengganti hukum laut warisan Belanda (Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonnantie 1939) yang membatasi laut teritorial Indonesia hanya sejauh 3 mil dari garis pantai.


Konsep Negara Kepulauan: 

Menegaskan laut di antara pulau-pulau nusantara adalah pemersatu, bukan pemisah, sehingga Indonesia resmi menjadi satu kesatuan wilayah utuh (Archipelagic State).


Pengakuan Internasional: 

Konsep kedaulatan laut ini diperjuangkan terus-menerus hingga akhirnya diakui secara resmi oleh PBB dalam konvensi hukum laut UNCLOS pada tahun 1982.


Kontribusi Lain dan Penghormatan


Pendidikan & Organisasi: 

Aktif memimpin sekolah Muhammadiyah Jakarta pada usia muda dan tergabung dalam organisasi Paguyuban Pasundan.


Uang Kertas Rp50.000: 

Gambar wajah beliau diabadikan pemerintah sebagai bentuk penghormatan pada ⁠Uang Rupiah Kertas Pecahan Rp50.000.


Nama Bandara dan Stasiun: 

Namanya kini diabadikan sebagai nama Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Stasiun Juanda di Jakarta, serta jalan-jalan protokol di berbagai kota besar Indonesia.



20. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

dr. Saharjo, S.H


Dr. ⁠Saharjo adalah pahlawan nasional dan Menteri Kehakiman Indonesia yang memperjuangkan pembaruan hukum nasional, mengubah sistem penjara kolonial menjadi pembinaan, serta mengganti lambang keadilan asing dengan pohon beringin.


Perjuangan di Bidang Hukum dan Kebijakan


Mendirikan Hukum Nasional: 

Berperan penting dalam perumusan Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia tahun 1947/1948 serta Undang-Undang Pemilu tahun 1953.


Menghapus Aturan Kolonial: 

Aktif membersihkan sistem hukum Indonesia dari pengaruh undang-undang peninggalan masa penjajahan Belanda.


Mengganti Lambang Keadilan: 

Mengganti lambang Dewi Keadilan (Themis) dengan pohon beringin pengayoman yang dianggap lebih sesuai dengan nilai perlindungan dan kepribadian bangsa Indonesia.


Pembaruan Sistem Pemasyarakatan


Mengubah Istilah Penjara: 

Mengganti istilah "penjara" menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) agar orientasinya bukan sekadar menghukum, tetapi membina manusia.


Mengubah Istilah Narapidana: 

Mengganti sebutan "orang hukuman" menjadi narapidana agar mereka dipandang sebagai warga binaan yang bisa kembali ke masyarakat.


Penghargaan Pahlawan: 

Ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional melalui SK Presiden RI No. 245 G Tahun 1963 pada tanggal 29 November 1963.



21. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Cut Nyak Dhien


Cut Nyak Dhien adalah pahlawan nasional wanita asal Aceh yang berjuang melawan penjajah Belanda melalui perang gerilya. Perjuangannya dilanjutkan setelah suami pertamanya gugur, lalu ia memimpin pasukan bersama suami kedua, Teuku Umar, hingga akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Sumedang sampai wafat pada 6 November 1908.


Awal Perjuangan dan Suami Pertama


Lahir di Aceh Besar tahun 1848 dari keluarga bangsawan.


Suami pertamanya, Teuku Cek Ibrahim Lamnga, gugur dalam pertempuran melawan Belanda.


Kematian sang suami membuatnya bersumpah untuk membalas dan menghancurkan Belanda.


Perjuangan Bersama Teuku Umar


Menikah dengan Teuku Umar pada tahun 1880, yang juga seorang pejuang gigih.


Bersama Teuku Umar, ia ikut turun langsung ke medan perang dan menerapkan strategi gerilya.


Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh pada tahun 1899.


Perlawanan di Masa Tua dan Akhir Hayat


Memimpin sisa pasukan kecil di pedalaman Meulaboh dalam kondisi tua serta sakit rabun dan encok.


Ditangkap Belanda setelah keberadaannya dilaporkan oleh anak buahnya, Pang Laot, yang merasa iba.


Dibawa ke Banda Aceh lalu diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, tempat ia wafat pada 6 November 1908.




22. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Cut Nyak Meutia


Cut Nyak Meutia adalah pahlawan nasional wanita asal Aceh yang gigih melawan Belanda dengan taktik gerilya, melanjutkan perjuangan suami-suaminya yang gugur, hingga akhirnya gugur di medan pertempuran pada tahun 1910. 


Rincian riwayat hidup dan perlawanannya dapat dilihat pada ⁠Laman Resmi Wikipedia Cut Nyak Meutia.


Awal Perjuangan dan Suami Pertama


Lahir di Pirak, Aceh Utara, tahun 1870.


Memulai perlawanan bersama suami pertamanya, Teuku Chik Muhammad (Teuku Chik Di Tunong).


Menyerang pos-pos dan patroli militer Belanda di wilayah Pasee.


Teuku Chik Di Tunong tertangkap dan dihukum mati oleh Belanda pada tahun 1905.


Perjuangan Bersama Pang Nanggroe


Menikah dengan Pang Nanggroe sesuai pesan suami pertamanya untuk meneruskan perlawanan.


Bergerilya di hutan-hutan pedalaman Aceh bersama sisa-sisa pasukannya.


Pang Nanggroe gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda di Bukit Khoe Tang pada Oktober 1910.


Akhir Hayat


Memimpin sendiri sisa pasukan gerilya setelah Pang Nanggroe gugur.


Gugur tertembak dalam pertempuran terakhir di Alue Kurieng pada 24 Oktober 1910.


Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI.





23. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Raden Ajeng Kartini


Raden Ajeng Kartini adalah pelopor emansipasi wanita yang memperjuangkan hak-hak perempuan, kesetaraan gender, dan akses pendidikan melalui buah pikiran, tulisan, serta pendirian sekolah.


Perjalanan Hidup dan Masa Pingitan


Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.


Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat (bupati Jepara) dan ibunya bernama Ngasirah.


Bersekolah di Europese Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun sebelum harus menjalani masa pingitan sesuai adat istiadat saat itu.


Selama dipingit, ia tetap belajar mandiri dengan membaca buku dan majalah dari Eropa.


Bentuk Perjuangan


Korespondensi: 

Menjalin surat-menyurat dengan teman pena di Belanda seperti Rosa Abendanon untuk menuangkan gagasan tentang ketidakadilan sosial dan pingitan bagi perempuan.


Pendidikan Perempuan: 

Mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan di lingkungan kabupaten untuk mengajarkan membaca, menulis, dan keterampilan hidup.


Kritik Sosial: 

Menentang tradisi pingitan, pinggiran hak belajar, dan praktik poligami yang dianggap merendahkan kaum perempuan.


Warisan dan Pengaruh


Kumpulan suratnya diterbitkan di Belanda oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht, yang kemudian diterjemahkan menjadi buku Habis Gelap Terbitlah Terang.


Ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964.


Hari lahirnya, 21 April, diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini di Indonesia.





24. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

dr. Tjipto Mangoenkoesoemo


Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo adalah pahlawan nasional dan dokter rakyat yang dikenal sebagai anggota Tiga Serangkai, penakluk wabah pes, serta pemikir kritis anti-kolonial.


Perjuangan di Bidang Kesehatan


Mengobati rakyat miskin tanpa meminta bayaran (bahkan menerima hasil bumi seperti padi atau pisang).


Menangani wabah pes di Malang pada tahun 1910 dengan mempertaruhkan nyawa dan merawat bayi-bayi yang ditinggalkan orang tuanya.


Sempat menerima bintang jasa dari Ratu Belanda yang kemudian dikembalikannya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kolonial.


Perjuangan Politik dan Pergerakan


Mendirikan Indische Partij pada tahun 1912 bersama E.F.E. Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara (Tiga Serangkai) untuk mencetuskan ide pemerintahan sendiri.


Menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) pada tahun 1918 dan aktif melancarkan kritik tajam terhadap pemerintah kolonial Belanda.


Menggunakan surat kabar seperti De Lokomotif untuk menyuarakan perlawanan terhadap aturan yang diskriminatif.


Masa Pengasingan


Diasingkan oleh Belanda ke Bandaneira hingga penyakit asmanya kambuh akibat kondisi lingkungan yang buruk.


Dipindahkan ke Sukabumi dan wafat pada tanggal 8 Maret 1943 dalam pendiriannya yang teguh menolak bekerja sama dengan penjajah.




25. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Ringkasan Perjuangan 

Kiai Haji Fakhruddin


Kiai Haji Fakhruddin adalah seorang ulama, tokoh pergerakan nasional, dan pahlawan nasional Indonesia yang aktif memperjuangkan hak-hak jemaah haji, memajukan pendidikan islam, serta melawan penjajahan melalui organisasi.


Pergerakan Nasional dan Organisasi


Bergabung dengan Budi Utomo lalu pindah ke Sarekat Islam untuk membangun kekuatan politik rakyat.


Menjadi tokoh penting di Muhammadiyah, memegang bagian dakwah, taman pustaka, dan pengajaran.


Membina generasi muda dan calon-calon pemimpin bangsa.


Pembela Jemaah Haji dan Diplomasi Internasional


Diutus ke Mekah pada tahun 1921 selama delapan tahun untuk meneliti dan membela nasib jemaah haji Indonesia dari perlakuan tidak adil pejabat setempat.


Memprakarsai pembentukan Badan Penolong Haji sekembalinya dari tanah suci.


Menjadi wakil umat Islam Indonesia dalam Konferensi Islam di Kairo.

Abdulrachman Saleh

 1. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Masa Kecil Abdulrachman Saleh


Komodor Muda Udara (Anumerta) Abdulrachman Saleh (1 Juli 1909 – 29 Juli 1947) adalah seorang dokter dan penerbang Indonesia yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Belanda selama Revolusi Nasional Indonesia. Ia juga merupakan salah satu pendiri Radio Republik Indonesia. 

Ia secara anumerta dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1974.

Abdulrachman lahir di Kampung Ketapang (Kwitang Barat), Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta, Indonesia) pada tanggal 1 Juli 1909. Orang tuanya adalah Mohammad Saleh, seorang dokter terkenal, dan Emma Naimah Saleh (nƩe Moehsin).

Ia mengikuti jejak ayahnya dan belajar untuk menjadi dokter di sebuah perguruan tinggi kedokteran untuk orang Indonesia, 

School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Karena STOVIA ditutup sebelum ia menyelesaikan studinya, ia melanjutkan studinya di perguruan tinggi kedokteran lain, Geneeskundige Hoge School (GHS). 

Karena rambutnya yang keriting, teman-temannya mulai memanggilnya "Karbol" yang diambil dari bahasa Belanda Krullebol yang berarti "rambut keriting".

Selama kuliah kedokteran, ia bergabung dengan berbagai organisasi pemuda seperti Jong Java, organisasi kepanduan Indonesische Padvinderij Organisatie, dan klub olahraga lainnya. 

Ia juga mengembangkan minatnya di bidang penyiaran radio dan penerbangan. 

Ia bergabung dengan klub penerbangan di Batavia dan berhasil memperoleh lisensi pilot.



2. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Karier Abdulrachman Saleh


Setelah menamatkan pendidikan kedokteran pada tahun 1937, ia melanjutkan pendidikan di bidang fisiologi dan menjadi dosen di perguruan tinggi kedokteran Nederlandsch-Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya pada tahun 1942.

Ia kemudian kembali ke Batavia sebagai dosen di almamaternya, GHS, dan dipromosikan menjadi profesor penuh.

Di luar karier medisnya, Saleh juga diangkat sebagai pimpinan organisasi penyiaran radio bernama Vereniging voor Oosterse Radio Omroep (VORO) dan kemudian terlibat dalam pendirian Lembaga Penyiaran Publik Indonesia (Radio Republik Indonesia/RRI) pada tanggal 11 September 1945.

Setelah merasa yakin bahwa lembaga radio Indonesia berada di tangan yang tepat, ia mengundurkan diri dari jabatannya di sana dan bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia untuk membantu pembentukan TNI Angkatan Udara bersama Agustinus Adisoetjipto, mantan muridnya di GHS. 

Ia kemudian bertugas sebagai instruktur penerbangan di Sekolah Penerbangan yang baru didirikan di Yogyakarta, di Lapangan Udara Maguwo.

Dalam aksi pertama dari dua aksi polisionil Belanda terhadap Republik Indonesia, Agresi Militer Belanda I, Saleh dan Adisoetjipto diperintahkan untuk terbang ke India. Mereka berhasil menembus blokade udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara Belanda, yang meliputi wilayah udara dari Indonesia ke India dan Pakistan. 

Namun, dalam perjalanan pulang dari Singapura, saat mengangkut bantuan obat-obatan sumbangan dari Palang Merah Malaya di Singapura, pesawat Dakota yang mereka tumpangi ditembak jatuh oleh dua pesawat P-40 Kittyhawk milik Belanda di Dusun Ngoto pada tanggal 29 Juli 1947, padahal Indonesia telah meminta izin dari Belanda untuk mengirimkan bantuan obat-obatan tersebut. Sisa-sisa pesawat Dakota VT-CLA dapat dilihat di Museum Dirgantara Mandala.

Dengan bantuan keluarga bangsawan setempat, ia dimakamkan di Pemakaman Kuncen di Yogyakarta, yang diperuntukkan bagi para bangsawan Jawa.



3. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Pengakuan dan Penghargaan Abdurrahman Saleh 

Pada tanggal 17 Agustus 1952, Angkatan Udara Indonesia mengganti nama Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh di Malang, Jawa Timur dengan namanya. Pangkalan Angkatan Udara ini juga melayani penerbangan sipil di kota tersebut.

Pada tanggal 5 Desember 1958, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menganugerahinya sebagai Bapak Fisiologi Indonesia. 

Kompetisi Biologi Umum dan Kedokteran tahunan ini disebut Piala Abdulrachman Saleh.

Mulai bulan Agustus 1965, Akademi Angkatan Udara Indonesia secara resmi mengadopsi nama panggilan Saleh yakni Karbol untuk menyebut seluruh taruna Akademi sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.

Pada tanggal 9 November 1974, atas jasa-jasanya bagi negara sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia, Abdulrachman Saleh dipromosikan secara anumerta menjadi Marsekal Muda Udara dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden atas nama negara.

Pada tahun 2000, atas inisiatif TNI Angkatan Udara dan persetujuan keluarga, makamnya dipindahkan dari pemakaman Kuncen ke Ngoto, dekat lokasi jatuhnya pesawat. Banyak sahabat dan pendukung yang datang untuk memakamkannya dan mengucapkan terima kasih atas jasanya. 

Makam baru tersebut merupakan bagian dari Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto, bersama dengan makam Ny. Ismudiati Abdulrachman Saleh, Agustinus Adisoetjipto, dan Ny. Adisoetjipto.

Di kompleks kantor pusat LPP RRI di Jakarta Pusat, DKI Jakarta, terdapat Auditorium Abdulrachman Saleh di Gedung B yang kerap digunakan untuk acara-acara besar, baik dari RRI maupun eksternal.



Zainul Arifin

 1. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Riwayat hidup KH Zainul Arifin 


Masa Kanak-Kanak dan Pendidikan

Zainul Arifin lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai anak tunggal dari pasangan Raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan (ayah) dengan ibunya bangsawan asal Kotanopan, Mandailing Natal, Siti Baiyah br. Nasution. Ketika Zainul masih balita, kedua orang tuanya bercerai dan ia dibawa pindah oleh ibunya ke Kotanopan, kemudian ke Kerinci, Jambi.

Di sana ia menyelesaikan Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan sekolah menengah calon guru, Normal School. 

Selain itu, Arifin juga memperdalam pengetahuan agama di madrasah dan surau saat menjalani pelatihan seni bela diri Pencak Silat. 

Arifin juga seorang pecinta kesenian yang aktif dalam kegiatan seni sandiwara musikal Melayu, Stambul Bangsawan sebagai penyanyi dan pemain biola. 

Stambul Bangsawan merupakan awal perkembangan seni panggung sandiwara modern Indonesia. Dalam usia 16 tahun, Zainul merantau ke Batavia (Jakarta).



2. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Karier KH Zainul Arifin 


Dari Gemeente ke GP

Berbekal ijazah HIS Arifin diterima bekerja di pemerintahan kotapraja kolonial (Gemeente) sebagai pegawai di Perusahaan Air Minum (PAM) di Pejompongan, Jakarta Pusat. 

Di sana ia sempat bekerja selama lima tahun, sebelum akhirnya terkena PHK saat resesi global yang bermula di AS dan berdampak hingga ke wilayah Hindia Belanda. Keluar dari gemeente, Arifin kemudian memilih bekerja sebagai guru sekolah dasar dan mendirikan pula balai pendidikan untuk orang dewasa, Perguruan Rakyat, di kawasan Meester Cornelis (Jatinegara). Zainul juga sering memberi bantuan hukum bagi masyarakat Betawi yang membutuhkan sebagai tenaga Pokrol Bambu, pengacara tanpa latar belakang pendidikan Hukum tetapi menguasai Bahasa Belanda. 

Selain itu ia pun aktif kembali dalam kegiatan seni sandiwara musikal tradisional Betawi yang berasal dari tradisi Melayu, Samrah.

Ia sempat mendirikan kelompok Samrah bernama Tonil Zainul. Dari kegiatan kesenian itu, ia berkenalan dan selanjutnya sangat akrab bersahabat dengan tokoh perfilman nasional, Djamaluddin Malik yang kala itu juga bergiat dalam kegiatan Samrah. Keduanya kemudian bergabung dengan Gerakan Pemuda Ansor yang ketika itu memang aktif merekrut tenaga-tenaga muda.

Selama menjadi anggota GP Ansor inilah Arifin kemudian makin meningkatkan pengetahuan agama dan keterampilan berdakwahnya sebagai mubalig muda lewat pelatihan-pelatihan khas Ansor. Kepiawaian Zainul dalam berpidato, berdebat dan berdakwah ternyata menarik perhatian tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, organisasi induk Ansor, termasuk: Wahid Hasyim, Mahfudz Shiddiq, Muhammad Ilyas, dan Abdullah Ubaid. 

Hanya dalam beberapa tahun saja, Zainul Arifin sudah menjadi Ketua Cabang NU Jatinegara dan berikutnya sebagai Ketua Majelis Konsul NU Batavia hingga datangnya tentara Jepang tahun 1942. Pada saat itu ia juga bekerja di Perusahaan Air Minum (PAM) pemerintah kotapraja (gemeente). 

Di kota ini ia juga sempat menjadi guru sekolah di daerah Jatinegara dan Bukit Duri Tanjakan.

Menjadi Panglima Hizbullah Masyumi

Selama era pendudukan militer Jepang, Zainul Arifin ikut mewakili NU dalam kepengurusan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dan terlibat dalam pembentukan pasukan semi militer Hizbullah.

Untuk menarik simpati warga hingga ke pedesaan, organisasi-organisasi Islam (utamanya NU) diberi kesempatan untuk lebih aktif terlibat dalam pemerintahan di bawah pendudukan militer Jepang. 

Zainul Arifin ditugaskan untuk membentuk model kepengurusan tonarigumi, cikal bakal Rukun Tetangga, di kawasan Jatinegara yang kemudian dibentuk hingga pelosok-pelosok desa di Pulau Jawa. 

Ketika Perang Asia Pasifik semakin memanas, Jepang mengizinkan dibentuknya laskar-laskar semi militer rakyat. Pemuda-pemuda Islam direkrut lewat jalur tonarigumi membentuk Hizbullah (Tentara Allah). Arifin dipercaya sebagai Panglima Hizbullah dengan tugas utama mengoordinasi pelatihan-pelatihan semi militer di Cibarusah, Bekasi, dekat Bogor. 

Dalam puncak kesibukan latihan perang guna mengantisipasi terjadinya Perang Asia Pasifik, Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan Sukarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Pasca-Proklamasi Kemerdekaan

Zainul kemudian bertugas mewakili partai Masyumi di Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), cikal bakal DPR-MPR, sambil terus memegang tampuk pimpinan Hizbullah yang sudah menjelma menjadi pasukan bersenjata. Selama masa revolusi, selain mengikuti sidang-sidang BP KNIP yang berpindah-pindah tempat karena kegawatan situasi, Arifin juga memimpin gerakan-gerakan gerilya Laskar Hizbullah di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama Agresi Militer I dan II.

Dalam memimpin Laskar Hizbullah, Zainul menggunakan jalur tonarigumi atau Rukun Tetangga yang dulu dibinanya hingga meliputi desa-desa terpencil di Jawa. Saat terjadi Agresi Militer Belanda II, Belanda berhasil menduduki Yogyakarta dan menawan Soekarno-Hatta. Dalam keadaan darurat, BP KNIP praktis tidak berfungsi. Arifin lantas terlibat sebagai anggota Komisariat Pemerintah Pusat di Jawa (KPPD), bagian dari Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berkedudukan di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Tugas utama Zainul melakukan konsolidasi atas badan-badan perjuangan yang melancarkan taktik gerilya di bawah komandan Jenderal Sudirman. 

Saat pemerintah melebur segenap pasukan bersenjata ke dalam satu wadah Tentara Nasional Indonesia, Zainul Arifin sempat dipercaya sebagai Sekertaris Pucuk Pimpinan TNI. Namun akhirnya, ketika banyak mantan anggota laskar Hizbullah yang dinyatakan tidak bisa diterima menjadi anggota TNI karena tidak berpendidikan "modern" dan hanya lulusan Madrasah, ia memilih mengundurkan diri dan berkonsentrasi meneruskan perjuangan sipil di jalur politik.

Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia

Sejak proklamasi kemerdekaan Zainul Arifin langsung duduk dalam Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), cikal bakal lembaga legislatif MPR/DPR.

Wakil Partai Masyumi di DPRS

Setelah Belanda akhirnya mengakui kedaulatan RI akhir tahun 1949, Zainul Arifin kembali ke Parlemen sebagai wakil Partai Masyumi di DPRS.

Wakil Partai NU

Kemudian menjadi wakil Partai NU ketika akhirnya partai yang dianggap representasi kiai tradisionalis ini memisahkan diri dari Masyumi pada tahun 1952.

Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Kabinet Ali Sastroamijoyo I

Zainul Arifin sebagai tokoh NU pertama menjabat sebagai waperdam tahun 1953–1955 kabinet Ali-Arifin - Kabinet Ali Sastroamidjojo I Zainul terlibat dalam badan eksekutif. 

Kabinet pada era Demokrasi Parlementer ini sukses menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.

Dalam tahun 1955 itu pula Zainul berangkat haji untuk pertama dan terakhir kali ke Tanah Suci bersama Presiden Sukarno. 

Di sana ia dihadiahi sebilah pedang berlapis emas oleh Raja Arab Saudi, Raja Saud.

Wakil Ketua I DPR-RI & Majelis Konstituante

Sekembalinya dari sana Zainul merupakan salah satu tokoh penting yang berhasil menempatkan partai NU ke dalam "tiga besar" pemenang Pemilu legislatif 1955, di mana jumlah kursi NU di DPR meningkat dari hanya 8 menjadi 45 kursi.

Pemilu pertama 1955 mengantar Zainul Arifin sebagai anggota Majelis Konstituante sekaligus wakil ketua I DPR RI sampai kedua lembaga dibubarkan Sukarno melalui Dekret Presiden 5 Juli 1959. karena dipandang gagal merumuskan UUD baru.

Pasca Dekrit, Indonesia dinyatakan kembali ke UUD 1945 dan memasuki era Demokrasi Terpimpin. Pada masa itu terjadi pemusatan kekuasaan pada diri Presiden yang berkeras untuk menerapkan paham NASAKOM (Nasionalis, Agama, dan Komunis) yang menyudutkan partai-partai agama yang tidak ingin Partai Komunis Indonesia (PKI) berkembang di Indonesia.

Ketua DPR Gotong Royong (DPRGR)

Memasuki era Demokrasi Terpimpin itu, Arifin bersedia mengetuai DPR Gotong Royong (DPRGR) sebagai upaya partai NU membendung kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di parlemen.



3. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Akhir Hayat KH Zainul Arifin 


KH Zainul Arifin Tertembak

Pada masa awal demokrasi terpimpin di Indonesia, terjadi beberapa percobaan pembunuhan Presiden Sukarno dengan adanya peningkatan suhu politik saat itu.

Masjid Baiturrahim, Istana Negara14 Mei 1962, saat salat Iduladha Zainul sholat di saf terdepan di samping kiri Presiden Sukarno dan Jenderal Abdul Haris Nasution di samping kanan Presiden Sukarno, Zainul tertembak peluru yang diarahkan seorang pemberontak DI/TII dalam percobaannya membunuh presiden. Penembakan dilakukan dari jarak kurang lebih 5-6 meter dan mengenai bahu kiri Zainul bahkan simpul dasinya terputus karena terkena peluru.

Wafat

Zainul Arifin wafat pada tanggal 2 Maret 1963 setelah menderita luka bekas tembakan di bahunya selama sepuluh bulan. 

Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.




77 Rasuna Said

 1. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Kehidupan Awal dan Pendidikan Rasuna Said 

Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah Pahlawan Nasional dari Sumatera Barat yang gigih memperjuangkan emansipasi perempuan dan kemerdekaan. Dijuluki "Singa Betina" karena kepiawaiannya berpidato, ia adalah wanita pertama yang dihukum Speek Delict oleh Belanda akibat mengecam kolonialisme di depan umum.

Rasuna Said lahir pada 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ia merupakan keturunan bangsawan Minang. Ayahnya bernama Muhamad Said, seorang saudagar Minangkabau, aktivis pergerakan, dan guru yang menjadi tokoh Taman Siswa.

Keluarga Rasuna Said adalah keluarga beragama Islam yang taat. Dia dibesarkan di rumah pamannya karena pekerjaan ayahnya yang membuat ayahnya sering tidak berada di rumah. Tidak seperti saudara-saudaranya, dia bersekolah di sekolah agama, bukan sekuler, dan kemudian pindah ke Padang Panjang, di mana dia bersekolah di Diniyah School, yang menggabungkan mata pelajaran agama dan mata pelajaran khusus. Pada tahun 1923, ia menjadi asisten guru di Sekolah Diniyah Putri yang baru didirikan, tetapi kembali ke kampung halamannya tiga tahun kemudian setelah sekolah itu hancur karena gempa. Dia kemudian belajar selama dua tahun di sekolah yang terkait dengan aktivisme politik dan agama, dan menghadiri pidato yang diberikan oleh direktur sekolah tentang nasionalisme dan kemerdekaan Indonesia.

Setelah menamatkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Rasuna Said remaja dikirimkan sang ayah untuk melanjutkan pendidikan di pesantren Ar-Rasyidiyah. Saat itu, ia merupakan satu-satunya santri perempuan. Ia dikenal sebagai sosok yang pandai, cerdas, dan pemberani. Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah Putri Padang Panjang, dan bertemu dengan Rahmah El Yunusiyyah, seorang tokoh gerakan Thawalib. Gerakan Thawalib adalah gerakan yang dibangun kaum reformis Islam di Sumatera Barat. Banyak pemimpin gerakan ini dipengaruhi oleh pemikiran nasionalis-Islam Turki, Mustafa Kemal Atatürk.[butuh rujukan]

Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, ia sempat mengajar di Diniyah Putri sebagai guru. Namun pada tahun 1930, Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tetapi harus disertai perjuangan politik. Rasuna Said ingin memasukkan pendidikan politik dalam kurikulum sekolah Diniyah School Putri, tetapi ditolak. Rasuna Said kemudian mendalami agama pada Haji Rasul atau Dr H Abdul Karim Amrullah yang mengajarkan pentingnya pembaruan pemikiran Islam dan kebebasan berpikir yang nantinya banyak memengaruhi pandangan Rasuna Said.

Pendidikan: 

Aktif mengajar di sekolah PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia), mendirikan Sekolah Thawalib di Padang, dan memimpin Kursus Putri di Bukittinggi.



2. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Politik, Organisasi dan Hukum Rasuna Said

 

Politik dan Organisasi: Bergabung dengan Sarekat Rakyat (SR) sebagai sekretaris dan mendirikan PERMI pada tahun 1930.

Ia konsisten menyuarakan hak pilih bagi perempuan.

Perjuangan Hukum: Karena keberaniannya mengecam kebijakan kolonial, ia menjadi wanita pertama yang terkena hukum kolonial Belanda (Speek Delict) yang melarang berbicara menentang pemerintah.



3. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Perjuangan Pasca Kemerdekaan dan Akhir Hayat Rasuna Said 


Setelah kemerdekaan Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatra mewakili daerah Sumatera Barat setelah Proklamasi Kemerdekaan. 

Ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekret Presiden 5 Juli 1959 sampai akhir hayatnya.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Rasuna bekerja dengan organisasi-organisasi pro-republik, dan pada tahun 1947 menjadi anggota senior dan ketua bagian perempuan Front Pertahanan Nasional. Dia kemudian bergabung dengan Volksfront, yang merupakan bagian dari Serikat Perjuangan yang didirikan oleh nasionalis-komunis Tan Malaka. 

Akibat gesekan antara organisasi ini dengan pemerintah daerah, Rasuna ditempatkan dalam tahanan rumah selama seminggu. Rasuna juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera, dan pada Juli 1947 menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), badan legislatif sementara. Menjelang sidang keenam KNIP pada tahun 1949, ia diangkat menjadi Badan Pekerja KNIP mewakili Sumatra. Pada tahun 1950, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara. Pada tahun 1959 ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung, posisi yang dipegangnya sampai kematiannya di Jakarta pada tahun 1965.

Kampanye hak-hak perempuan

Seorang Muslim yang taat, Rasuna secara aktif berkampanye untuk hak-hak pendidikan dan politik perempuan, percaya bahwa keyakinan reformisnya memberikan dasar untuk mengadvokasi perempuan. Keyakinan agamanya meyakinkannya bahwa perempuan harus terdidik. Ketika dia pindah ke Padang pada tahun 1931, dia kecewa ketika mengetahui bahwa perempuan dilarang mengenyam pendidikan dan politik aktif. Di sana ia mendirikan sekolah dan mendirikan bagian Permi untuk perempuan dan anak perempuan. Pada tahun 1933, Permi, yang didirikan oleh para aktivis muda yang mendukung hak perempuan atas pendidikan agama, memiliki ribuan anggota perempuan. Tidak seperti organisasi Islam lainnya, perempuan tidak dikesampingkan di bagian bawahan, tetapi memiliki peran kunci dalam kepemimpinan partai. Namun, dia membela hukum perkawinan Islam, termasuk poligami, dengan alasan bahwa masalah yang ditimbulkannya adalah akibat dari masalah masyarakat, bukan hukum itu sendiri.


Kehidupan pribadi

Pada tahun 1929, Rasuna menikah dengan Duski Samad, seorang rekan pengajar dan aktivis politik. Orang tuanya tidak merestui pernikahan tersebut. Mereka memiliki seorang putri, tetapi pernikahan itu berakhir dengan perceraian pada awal tahun 1930-an. Dia kemudian diam-diam menikah dengan Bariun AS, meskipun dia mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan lebih penting daripada suaminya.

Meninggal dunia

Rasuna meninggal di Jakarta karena kanker darah pada 2 November 1965. Ia meninggalkan seorang putri (Auda Zaschkya Duski) dan 6 cucu (Kurnia Tiara Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan Natasha Quratul'Ain). Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Penghormatan

Pada tanggal 13 November 1974, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974, ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan oleh presiden Soeharto, perempuan kesembilan yang dianugerahi kehormatan ini.

Sebuah jalan arteri utama di Jakarta (Jalan HR Rasuna Said), Padang, dan Payakumbuh, dinamai menurut namanya.

Di Jakarta, salah satu turunan nama yang berasal dari Jalan HR Rasuna Said adalah Stasiun LRT Rasuna Said, salah satu stasiun LRT Jabodebek.


Jumat, 31 Juli 2026

P3nsiun 1969 - 2026

 Sumbu Dinyalakan Soeharto, Disiram Mesiu tambahan oleh para Kepala Daerah dan SBY, dioperkan ke Jokowi dan Prabowo.


Banyak yang tidak sadar, di balik jaminan hari tua para ASN, ada skema warisan era Orde Baru yang beban anggarannya membengkak mendekati 2.000% dalam dua dekade terakhir. Dan ledakan terbesarnya  justru baru akan dimulai antara tahun 2026 hingga 2030.  Apakah penahanan kenaikan pensiun pokok hari ini  oleh Prabowo akan sanggup membendung gelombang pensiun massal dalam 5 tahun ke depan?


1. Skema pensiun Pay-As-You-Go (PAYGO)—atau sistem di mana pekerja aktif saat ini membiayai para pensiunan saat ini—ditetapkan oleh pemerintah Soeharto melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai dan Keppres Nomor 56 Tahun 1974. Peraturan ini diterbitkan sebagai bentuk penghargaan atas jasa Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus jaminan ketenangan hari tua bagi aparatur negara. 


Mekanisme utama PAYGO mengandalkan transfer dana antargenerasi secara langsung (intergenerational transfer). Sistem ini tidak menabung uang si pegawai untuk masa depan si pegawai sendiri. Gaji pegawai yang masih aktif bekerja dipotong setiap bulan.  Uang potongan dari pekerja aktif tidak disimpan atau diinvestasikan ke instrumen saham/obligasi untuk mereka nanti, melainkan langsung dicampur dengan dana APBN negara untuk langsung ditransfer membiayai para pensiunan yang ada saat ini.  Ketika pekerja aktif tersebut nantinya tua dan pensiun, gantian hidup mereka akan dibiayai oleh potongan gaji dari generasi penerus mereka yang baru masuk menjadi PNS aktif di masa depan.


2. Aturan Pengalihan Pensiun ke Istri/Suami dan Anak (UU 11/1969)

Apabila seorang ASN atau pensiunan ASN meninggal dunia, hak pensiunnya tidak hangus, sekitar 36-50% nya dialihkan menjadi Pensiun Janda/Duda atau Pensiun Anak kandung belum bekerja/menikah sd batas usia 25 tahun.

________________________

Ketika sumbu bom waktu sistem pensiun Pay-As-You-Go (PAYGO) dinyalakan lewat UU No. 11 Tahun 1969, daya ledaknya sebenarnya masih bisa diprediksi. Namun, masuknya dua gelombang kebijakan besar—yaitu Otonomi Daerah (2001) dan Kebijakan Kepegawaian SBY (2004–2014)—bertindak sebagai dua pasokan mesiu tambahan yang mengubah bom waktu fiskal tersebut menjadi ledakan berkekuatan "nuklir" bagi APBN hari ini sd 2030-2040.


Realisasi anggaran pensiun Indonesia pada APBN 1999 ada di kisaran Rp7,10 Triliun.


 Realisasi anggaran pensiun Indonesia pada tahun 2005 melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp16,51 Triliun. 

Tahun 2006 melonjak mencapai Rp20,43 Triliun

Tahun 2007 adalah sebesar Rp24,32 Triliun

Tahun 2008 melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp31,64 Triliun (mulai persiapan pemilu?). 


 Angka nominal 2008 ke bawah di atas adalah hasil patungan (sharing) antara kas APBN dengan saku dana investasi PT Taspen.


Tahun 2009 melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp40,80 Triliun.

2009  inilah mulai Kembali penuh ke model 1969 (100% APBN) karena dana iuran di Taspen dinyatakan tidak cukup lagi untuk melakukan fungsi sharing. 


Realisasi anggaran pensiun Indonesia pada tahun 2013 mencapai Rp69,70 Triliun


Belum cukup, Sby masih membuat "wasiat mesiu tambahan" di 2014: 

UU A Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Perpanjangan Batas Usia Pensiun (BUP) menjadi 58 dan 60 tahun yang dikunci dalam UU ini sukses menahan realisasi anggaran pensiun Indonesia pada tahun 2014 menjadi "hanya" di kisaran Rp68,43 triliun, Setelah tahun 2015, laju pertumbuhan beban pensiun Indonesia menjadi sangat mengerikan karena efek "bendungan" BUP yang dibuat SBY di tahun 2014 akhirnya jebol secara berantai. 


Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Audited Kementerian Keuangan, berikut adalah visualisasi laju "mesiu" pensiun yang meledak di era pemerintahan berikutnya: 

2015 (Awal Ledakan): Rp78,86 Triliun

2017  Rp89,04 Triliun

2019  Rp104,78 Triliun 

2020 Rp110,13 Triliun

2022 Rp117,50 Triliun

2024 : Rp144,26 Triliun

2025: Rp146,10 Triliun

Kenaikan yang terlihat "sedikit" pada tahun 2025 (dari RRp144,26 Triliun ke Rp146,10 Triliun) terjadi karena tidak adanya kebijakan kenaikan nilai nominal pensiun pokok dari pemerintahan Prabowo.

 

Dengan asumsi bahwa Prabowo terus tegas mengunci kebijakan tidak menaikkan nilai pensiun pokok— dan"berhasil" menahan tarif pembayaran per orang agar tetap datar pun, pemerintah tidak bisa membendung fakta bahwa volume penerima terus bertambah masif.  Pada rentang tahun 2026 hingga 2030, tetap akan ada ratusan ribu ASN dari gelombang rekrutmen massal era orde baru-honorer usia matang di era SBY yang serentak mencapai batas usia pensiun maksimal mereka (58–60 tahun).


Pada akhirnya, rumus fisika fiskal kita sederhana: "Orde Baru dan Reformasi yang menggelar pesta pengangkatan massal, para politisi masa lalu dan partai pengusung yang memetik bonus elektoralnya, pemerintah dan APBN hari ini yang ketiban tugas mulia... jadi tukang cuci piringnya."šŸ˜‡šŸ˜‡šŸ˜‡


NB: Yang PEJABAT NEGARA (bukan ASN) akan dibahas pada postingan berikutnya di akun The little grey cells ya.šŸ˜‡

Surat Ratna Sari Dewi

 Ada "aib nasional" yang disebut sengaja disembunyikan Soeharto, dibongkar istri ke-6 Bung Karno lewat surat terbukanya, apa itu?


Istri keenam Bung Karno, Ratna Sari Dewi pernah membuat pernyataan menghebohkan. Pernyataan itu dia tuangkan dalam sebuah surat terbuka.


Dalam surat itu wanita bernama asli Naoko Nemoto itu membongkar aib nasional yang sengaja disembunyikan oleh Soeharto. Benarkah?


Surat terbuka untuk Soeharto itu diunggah di laman resmi Perpustakaan Digital Sastra Belanda (DBNL). Surat itu dibuat pada April 1970 di Paris.


Di situ dia menyoroti apa yang terjadi di sekitar tahun 1965-1970, di masa-masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Begini potongan surat terbuka Ratna Saridewi kepada Seoharto:


Yang Mulia, Presiden Soeharto,


Sekali-kali bukanlah maksud saya untuk mengingatkan Anda akan hal-hal yang rupanya ingin Anda lupakan. Tetapi karena saya mengikuti kejadian-kejadian di Indonesia dari dekat, saya anggap tugaskulah untuk berbicara. Mungkin akan lebih bijaksana untuk tetap membisu seperti sphinx. Pertanggungjawaban untuk melanggar tabu biasanya amat berat, karena itu saya juga sadar bahwa saya akan dikucilkan. Barangkali lebih berat daripada yang saya perkirakan. Baik di dunia maupun di Indonesia lambat laun beredar cerita-cerita yang dipalsukan bahwa saatnya sudah tiba saya membeberkan kejadian-kejadian dari sudut pandang saya. Saya telah memutuskan untuk menyampaikan surat kepada Anda sebagai warga negara Indonesia. 


Selain itu saya mengharapkan agar tidak timbul keragu-raguan bahwa keputusan saya untuk mengirimkan surat terbuka kepada Anda, maupun isinya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya dan tidak ada sangkut pautnya dengan Soekarno, mantan Presiden Indonesia.


Sekarang sudah terlambat untuk membicarakan para perwira yang telah dihukum mati sebagai ‘kontra-revolusioner’ dan sebagai ‘pelaku makar terhadap negara’. Sudah sejak dahulu, sejak hari-hari Soekarno masih berkuasa, saya tidak setuju dengan pendapat bahwa ‘kekuasaan selalu menang’. Saya juga tidak setuju bila kepala negara mengelilingi dirinya dengan yes-man. Saya masih saja berpendapat bahwa di sekitar Anda masih terlalu banyak orang berkumpul, yang selalu bungkam, yang pura-pura setuju dan menaati Anda, agar mendapatkan lebih banyak kekuasaan untuk dirinya.


Yang pertama-tama saya kutuk ialah yang disebut proses-proses, di mana orang dihukum mati untuk ‘kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadap negara’ tanpa mengindahkan norma-norma yang lazim dilakukan dalam suatu proses di pengadilan. Proses-proses itu berlangsung dalam suasana kekerasan dan teror.


Mereka, yang di bawah pimpinan Soekarno hampir tidak punya suara, kemudian melampiaskan diri dengan sangat tidak bertanggung jawab dan membunuh dan menteror dari posisi kekuasaan yang baru mereka peroleh. 


Bila suatu waktu nanti tempat Anda akan kosong untuk diisi oleh orang lain, bisa saja terjadi, bahwa mereka yang menonjol dalam rezim Anda, termasuk di dalamnya tentu Anda sendiri dan sejumlah mitra militer Anda, akan dihukum mati karena pengkhianatan terhadap negara dan kejahatan-kejahatan lain, misalnya korupsi yang telah menyebar luas kemana-mana.


Mengapa Anda memberikan contoh seburuk itu kepada negara semuda Indonesia? Dalam hal ini yang saya maksud tidak hanya proses-proses politik yang telah Anda selenggarakan. Tetapi yang teringat olehku adalah orang-orang yang terbunuh oleh yang dinamakan ‘pembersihan merah’ menyusul peristiwa 30 September 1965. Berapa dari orang-orang ini hanyalah pengikut-pengikut Soekarno? Berita yang merebak menyebutkan bahwa tidak kurang dari 800.000 orang Indonesia, termasuk perempuan dan anak-anak, telah dibunuh karena mereka merupakan pengikut PKI (Partai Komunis Indonesia).


Januari 1966, London Times menulis, ‘Setelah kejadian-kejadian di Indonesia, tiga bulan yang lalu, telah dibunuh seratus ribu komunis, angka itu menurut diplomat-diplomat Barat amat rendah. Laporan itu selanjutnya menyebutkan ‘Para usahawan dan turis Eropa, yang baru kembali dari Indonesia mengabarkan bahwa mereka melihat sebuah sungai penuh dengan mayat tanpa kepala, sedangkan di desa-desa anak-anak bermain sepakbola dengan kepala korban’. Tiga bulan setelah peristiwa 30 September merupakan mimpi buruk dengan kekejaman-kekejaman yang tak terlukiskan yang diwarnai darah - tanpa tandingan dalam sejarah Indonesia. 


Seorang koresponden ‘Washington Post’ menulis dari Jakarta, bahwa di Jawa Timur saja telah dibunuh 250.000 orang menurut juru bicara pihak Islam. Koran itu kemudian memberitahukan bahwa ‘pembunuhan mencapai puncaknya pada bulan November. Kepala orang dipakai sebagai dekorasi di atas jembatan. Di tempat lain orang melihat jenazah-jenazah tanpa kepala berjajar di atas perahu-perahu di sungai. Apa yang terjadi di sini sungguh tak bisa dibayangkan. Rupanya seperti di neraka. ‘Bengawan Solo yang didendangkan dengan begitu indah telah memuat demikian banyaknya jenazah, sehingga airnya pun kadang-kadang tidak tampak. Beberapa pengamat berbicara tentang dasar sungai yang berwarna merah karena darah’, demikian Washington Post. Koran Inggris ‘The Economist’ memperkirakan korban pembunuhan massal berjumlah satu juta.


Mengapa harus terjadi pertumpahan darah besar-besaran terhadap orang-orang yang tak bersalah? Dan mengapa masyarakat dunia membisu seribu bahasa? Bila satu orang saja meninggal di sepanjang tembok Berlin, seluruh dunia gegap gempita. Tetapi bila 800.000 orang Asia dalam masa damai dibunuh secara terencana, adem-ayem saja di Barat.


Tentu, di antara yang terbunuh itu pasti ada yang komunis. Tetapi apa yang terjadi dengan kebebasan serta hak asasi manusia, bila mereka bekerja dengan mempergunakan cara-cara tertentu terhadap suatu gerakan di bawah tanah, yang tidak berkenan di hati pemerintah. Akan lebih bisa diterima bila cara-cara tertentu itu diambil, setelah PKI dilarang secara undang-undang dasar. Tetapi justru karena kebebasan manusia harus dihormati ditinjau dari sudut kemanusiaan, tidaklah dapat dibenarkan mengadakan pembantaian di antara pemberontak. Lepas dari persoalan ideologi, yang terjadi itu merupakan kejahatan nasional.


Tuan Soeharto, ke mana pun Anda berpaling untuk mengesahkan kejahatan ini, suatu kejahatan di mana orang yang tidak berdaya dan yang tak terlindung dibunuh dan sebagian lain seolah-olah dibebaskan, terus terang, saya tidak menyetujui apa yang telah terjadi. Bukankah suatu fakta bahwa pemerintah baru di bawah bendera Orde Baru mempergunakan slogan ‘menumpas PKI?’ Apakah Anda begitu ketakutan bahwa kekuasaan Soekarno akan kembali dan bahwa pengikut-pengikutnya akan muncul kembali, karena Anda tahu benar bahwa lebih dari separo orang Indonesia setia padanya? Hal ini tentu belum Anda lupakan, bukan?


Barangkali Anda telah berpendapat bahwa 30 September telah merupakan masa lalu. Menurut saya tidaklah demikian halnya karena sangat banyak pertanyaan yang belum jelas dan disembunyikan. Saya bersyukur bahwa saya mengalami kejadian-kejadian itu dari dekat dan mengambil hikmah darinya, bahwa kejadian-kejadian sebenarnya dalam sejarah selalu diinterpretasikan ulang oleh mereka yang sedang berkuasa, agar dapat memanfaatkannya untuk tujuan-tujuan politik mereka. Saya juga menyadari pengaruh yang amat besar dari media publisitas. 


Betapa mudahnya bagi pemimpin-pemimpin politik tergiur menerima propaganda yang akan menunjang tujuan-tujuan mereka. Marilah kita berhenti pada peristiwa 30 September, atau menurut fakta, pada dini hari 1 Oktober 1965. Inti dari insiden ini adalah kesimpulan, diperkuat oleh Dewan Revolusioner yang dipimpin oleh salah seorang anggota pengawal pribadi Soekarno, Letnan Kolonel Untung. ‘Sekelompok tertentu dari para jenderal berencana untuk menggulingkan pemerintah dan membunuh Presiden Soekarno. 


Mereka telah membentuk Dewan Jenderal yang dibentuk dengan tujuan membentuk kekuasaan militer. Lagipula coup itu akan dilaksanakan pada hari Angkatan Bersenjata yang akan diadakan pada 5 Oktober’. Untuk mencegahnya, enam jenderal dibunuh, satu diantaranya menteri pertahanan, yakni Jenderal Yani, demikian Dewan Revolusi. Anda telah membuat umat manusia percaya, bahwa komplotan yang melakukan peristiwa 30 September adalah anggota PKI. Bukankah pembunuh-pembunuh sebenarnya dari keenam jenderal itu adalah perwira-perwira Angkatan Bersenjata, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan polisi nasional? 


Saya meragukan apakah pembunuh-pembunuhnya khusus orang-orang komunis. Dan siapa sebenarnya orang yang mengobarkan perasaan dendam rakyat Indonesia dan menyulut api dengan menyatakan: ‘Itu adalah persekongkolah komunis!’. 


Dan ini malah terjadi sebelum ditemukan suatu bukti mengenai persengkongkolan komunis. Menteri Pertahanan, Jenderal Nasution, yang sebenarnya juga harus dibunuh oleh ‘Dewan Jenderal’, mengucapkan pidato yang mengharukan saat keenam jenderal dimakamkan pada Hari Angkatan Bersenjata, 5 Oktober 1965. 


Dikatakannya, ‘Sampai hari ini Hari Angkatan Bersenjata selalu merupakan peristiwa yang penuh rahmat, yang menyinarkan kemenangan. Tetapi hari ini dinodai oleh pengkhianatan dan penyiksaan ... Walaupun difitnah oleh para pengkhianat, di dalam hati kami percaya bahwa Anda sekalian termasuk pahlawan dan bahwa akhirnya kebenaran akan menang. Kami difitnah, tetapi kami tidak akan melakukannya terhadap musuh-musuh kami’. 


Di dalam pidato Nasution, tidak ditemukan petunjuk sekecil apa pun, bahwa pembunuhan terhadap keenam jenderal telah dilakukan oleh para komunis. Sebaliknya, segala sesuatu yang diucapkannya menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi karena adanya persengketaan di dalam kekuatan-kekuatan Angkatan Bersenjata sendiri.


Dan bolehkah saya bertanya, apa yang dimaksudkan Jenderal Nasution, dengan ucapannya ‘fitnah dari para pengkhianat’ dan ‘kami tidak akan melakukannya terhadap musuh-musuh kami?’ Tujuan utama lima puluh orang yang berseragam pasukan pengawal Presiden Soekarno ‘dan pembunuh-pembunuh yang Bersenjata berat dari PKI yang bergerak menuju rumah dinas Jenderal Nasution adalah untuk membunuhnya karena dia seorang antikomunis yang terkenal. Atau bukankah begitu? Tetapi sebagai gantinya mereka melihat ajudannya jenderal, yakni Letnan Tendean sebagai Jenderal Nasution. 


Saya yakin bahwa tiap anggota pasukan pengawal Presiden Soekarno dengan segera akan mengenali Jenderal Nasution. Teori yang mengatakan bahwa para anggota PKI yang katanya mendapat tugas penting untuk membunuh jenderal, tidak mengenali wajahnya, rasanya tidak masuk akal.


Sadarkah Anda bahwa masyarakat di Indonesia mempersoalkan dan curiga bahwa Anda sebagai satu-satunya anggota staf tertinggi dari Angkatan Bersenjata pada malam naas itu tidak diserang, karena para pembunuh dalam perjalanan ke rumah Anda tidak dapat menemukan alamatnya yang tepat? Dan lebih hebat lagi. Dini hari tanggal 1 Oktober 1965 itu Anda mengambil alih komando Angkatan Bersenjata dan dengan kecepatan yang hampir tidak manusiawi Anda bisa membungkam Dewan Revolusi.


Setelah Soekarno kehilangan Menteri Pertahanannya, Jenderal Yani, beliau mengangkat Anda, yang pada saat itu masih berpangkat mayor jenderal, sebagai Menteri Pertahanan, sekaligus pimpinan tertinggi Angkatan Bersenjata. Itu terjadi tanggal 14 Oktober 1965. 


Pada kesempatan itu Soekarno berkata, ‘Tidak bisa dihindarkan ketertiban dan keamanan harus dikembalikan untuk menciptakan suasana damai, agar emosi baik dari pihak kiri maupun dari pihak kanan bisa mereda... dan untuk menemukan jalan keluar politik dari peristiwa 30 September ini sangat perlu untuk mengetahui dan mengenali fakta-fakta umum dan fakta-fakta yang menyangkut berbagai hal mengenai peristiwa itu. Fakta-fakta itu tidak akan meresahkan saya, dengan warna politik mana pun mereka menampakkan diri, merah hijau atau pun kuning.’


Menurut instruksinya, Presiden Soekarno memerintahkan agar Anda mengumpulkan ‘fakta-fakta’ dan menyerahkannya kepadanya secara pribadi. Jadi, seharusnya Anda segera mulai mengadakan penyelidikan. Akan tetapi perintah Soekarno itu Anda interpretasikan sendiri dan Anda malah mengatakan, ‘Sekarang saya telah mendapatkan kepercayaan presiden. Sekarang saya akan melanjutkan mengenyahkan kekuatan-kekuatan yang masih tersisa dari insiden itu’. Ini semua mempunyai arti. Presiden Soekarno menghendaki dan mengharapkan dari Anda bahwa Anda akan setia dan akan loyal menaati perintahnya. Presiden telah bertekad untuk menemukan hukuman yang adil bagi pelaku-pelaku makar, siapa pun pelakunya, PKI atau militer. 


Anda tidak menyampaikan fakta-faktanya kepada presiden dan Anda juga tidak mendapatkan persetujuannya untuk menggerakkan Angkatan Bersenjata, dengan jenderal-jenderal seperti Sarwo Edhie. Dan segera setelah itu mulailah pembunuhan terhadap orang-orang yang tak bersalah, yakni yang disebut para komunis. Sudah menjadi fakta yang diketahui secara umum bahwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atas perintah khusus dari Anda mulai dengan menyiksa, membakar, merampok dan memperkosa di seluruh negeri. Angkatan Bersenjata melakukan teror yang Anda lindungi. 


Dengan publikasi besar-besaran mengenai pembunuhan terhadap para jenderal, rakyat yang cinta damai terpicu sampai titik kemarahan yang memuncak. Rakyat mulai membenci PKI karena melakukan kekejian-kekejian tersebut dan sering Cina dianggap sebagai biang keladi peristiwa ini. Sebagian besar rakyat Indonesia tidak percaya bahwa pernah ada ‘Dewan Jenderal’. Selanjutnya Soekarno dipaksa menempatkan PKI di luar hukum dan menyatakan bahwa PKI-lah yang bertanggung jawab atas peristiwa 30 September. Selama satu tahun penuh para mahasiswa dan kelompok-kelompok lain yang tidak puas berdemonstrasi dengan cara melakukan kekerasan-kekerasan terhadap Soekarno, justru karena ia menolak untuk menyatakan PKI sebagai partai yang ilegal tanpa adanya bukti bahwa PKI adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. 


Para pemimpin demonstrasi itu yang disebut para ‘mahasiswa’, yang usianya jauh di atas 30 tahun, yang menghadiahkan pada para pengikutnya perlengkapan-perlengkapan parasut yang bagus yang entah dari mana asalnya. Dan dari mana datangnya dana yang sungguh tidak sedikit untuk menyelenggarakan aksi-aksi para mahasiswa yang berdemonstrasi itu yang jelas-jelas dibiayai. Dan mengapa para ‘pemimpin’, para pembuat kerusuhan itu sekarang menduduki jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahan Anda? Kerusuhan yang dengan sengaja dikobarkan ini berlangsung selama kira-kira setahun. Sementara itu dilakukan serangan propaganda terhadap PKI, yang digambarkan sebagai biang keladi semua kerusuhan yang terjadi. Saya ingin bertanya kepada Anda, berapa banyak kejahatan dan kecurangan yang telah dilakukan atas nama PKI? Dan ini masih tetap berlangsung, sampai sekarang, empat tahun setelah gerakan 30 September. 


Bisa dimengerti dan merupakan realitas politik, bahwa warga negara yang ramah, yang selalu hidup dalam ketakutan dan ketidak amanan, harus bersahabat dengan mereka yang memegang kekuasaan. Tetapi 2 Januari 1966, pada suatu rapat kabinet di Bogor, Soekarno telah memperingatkan Anda, ‘Situasi yang tidak menentu ini harus diakhiri tanpa saudara-saudara sebangsa saling membunuh. Bila pembunuhan massal terhadap sesama warga negara tetap berlangsung, akan timbul kekuatan-kekuatan balik yang buruk’. Tetapi dengan cara yang ‘menakjubkan ’ Anda memecahkan persoalan situasi yang tidak aman ini dengan cara Anda sendiri. Saya sama sekali tidak membenarkan aksi 30 September 1965 itu. Saya tidak menyalahkan siapa pun, dan saya tidak mengadili. Apalagi bila saya seorang komunis. Saya sama sekali tidak berharap seolah-olah saya seorang ‘simpatisan komunis’, yang secara pribadi menarik perhatian saya adalah apa yang sebenarnya terjadi.


Bila memang terbukti bahwa penyulut gerakan 30 September adalah mereka yang termasuk PKI, kita hanya bisa bertanya-tanya mengapa partai berkuasa yang terorganisasikan dengan ketat ini melakukan langkah-langkah yang tak berguna dan kurang terarah seperti itu dan untuk tujuan apa? 


Mengapa tentara mengabaikan kebakaran besar yang terjadi di markas besar PKI, yang disulut oleh pembuat onar itu. Bukankah yang bisa terjadi adalah bahwa di markas besar tersebut Anda bisa menemukan bukti-bukti campur tangan tentara yang bila ditemukan tidak akan menyenangkan pihak tentara? 


Bila biang keladi pencetus gerakan 30 September benar-benar anggota PKI, sudah sepantasnya bila pelaku-pelakunya diadili secara terbuka di depan seluruh rakyat Indonesia. Tetapi mengapa tentara menghilangkan nyawa Ketua PKI, DN Aidit, secara rahasia? (Baru berbulan-bulan kemudian pembunuhan ini Anda laporkan kepada Soekarno). Dan mengapa wakil ketua pertama dan kedua PKI, Njoto dan Lukman, juga dibunuh dengan cara yang sama?


Orang mengatakan bahwa Partai Nahdatul Ulama beranggotakan 6.000.000 orang. Tetapi mengapa di lingkungan ini orang begitu takut terhadap PKI, yang hanya beranggotakan 3.000.000 orang. Terlalu banyak hal yang tetap tidak dapat dijelaskan. Komunisme, yang sangat Anda takuti itu, akan hilang dengan sendirinya, bila kemiskinan teratasi. Teror dari ideologi PKI di bawah pimpinan Aidit (ketua kongres partai) didasarkan atas Pancasila (Soekarnoisme). PKI memegang peranan penting saat bangsa ini dilahirkan dan mereka memperjuangkan sosialisme Indonesia. 


Nasution, Ketua MPR-Sementara, menuduh PKI melakukan aksi-aksi yang telah merugikan negara, terutama di bidang ekonomi. Penyebab utama inflasi saat ini adalah hutang kepada luar negeri sebesar 2,5 miliar dolar AS. Diantaranya adalah utang kepada Uni Sovyet untuk impor senjata seharga satu miliar dolar. Orang yang menandatangani kontrak-kontrak itu adalah Jenderal Nasution sendiri, yang untuk tujuan itu dua kali pergi ke Moskow. Dan sekarang dia mengatakan bahwa dia tidak bertanggung jawab?


Bapak Soeharto, saya ingin melihat sejumlah fakta yang Anda sendiri laksanakan sebagai barang bukti untuk menuduh PKI. Mengapa Anda tidak membuka kembali penyelidikan tentang kejadian-kejadian pada 30 September 1965 dengan mengumpulkan fakta-fakta yang sebenarnya dan bukan kesaksian-kesaksian dan barang-barang bukti sepihak. Seluruh negeri mempunyai hak untuk mengetahui. Juga pemberitahuan mengenai pengalaman-pengalaman Anda sendiri. 


Cerita yang beredar malah mengatakan bahwa PKI tidak bekerja sendiri, tetapi bahwa Soekarno sendiri telah dicurigai bersekongkol dengan Dewan Revolusioner sebelum dipanggil. Ada pula dikatakan bahwa beberapa ribu anggota PKI menjelang gerakan 30 September mendapatkan pendidikan militer di suatu daerah sekitar Halim, di mana Soekarno pada pagi insiden itu terjadi, diselamatkan. Orang hanya bisa bertanya-tanya, bagaimana mungkin ribuan orang mendapatkan latihan militer secara rahasia tanpa diketahui orang. Dan mengapa Soekarno mencari perlindungan di tempat yang akan melibatkan dirinya? 


Berita-berita yang kami terima pada hari itu di Halim, bisa disimpulkan sebagai berikut, ‘Telah timbul konflik dalam tubuh tentara. Pribadi presiden tidak boleh dibahayakan oleh suatu kecelakan mendadak’. Saya sendiri secara rahasia pergi ke Halim untuk berada di samping suamiku pada saat-saat keresahan dan ketakutan yang mencekam itu. Kami tidak menyadari bahwa Jenderal Yani telah dibunuh. Kami tidak yakin apakah Bapak termasuk kawan atau lawan kita. Tetapi saya masih tetap berpendapat bahwa bila Jenderal Yani tidak meninggal dalam insiden ini, keadaan di Indonesia akan lain sama sekali saat itu. Soekarno sangat mengkhawatirkan keberadaan Yani.


Bapak Soeharto, untuk pertanyaan yang berikut ini saya mohon perhatian khusus Anda. Keberadaan ‘Dewan Jenderal’ yang Anda sangkal dengan sengit, diketahui Jenderal Yani (lepas dari fakta bahwa orang mengatakan Dewan ini dibentuk oleh jenderal-jenderal yang terbunuh). Hanya dua minggu sebelum insiden ini presiden menanyakan padanya berita-berita yang lebih lanjut mengenai hal itu. Yani menjawab, ‘Biarkanlah saya bertanggung jawab mengenai bawahan saya. Janganlah Anda memikirkan hal ini lagi’. Bagi saya beum dapat dipercaya bahwa juga Jenderal Yani pada hari naas itu terbunuh juga. Apabila Anda, yang mendapat tugas untuk menyelidiki gerakan 30 September, tidak mengadakan penyelidikan sepihak, maka Anda juga akan mengetahui bahwa sebenarnya Soekarno tidak terlibat perkara itu.


Bapak Soeharto, bolehkan saya mengajukan pertanyaan berikut: Jawaban apa yang akan Anda berikan kepada rakyat Indonesia yang menduga bahwa Anda sendiri yang melaksanakan rencana-rencana busuk ‘Dewan Jenderal’ setelah melihat betapa lihainya Anda mengembalikan ketertiban dari suatu situasi yang amat membingungkan (segera setelah insiden itu terjadi). 


Kekacauan yang amat sempurna yang terjadi di Indonesia saat itu, dimanfaatkan oleh Angkatan Bersenjata yang berorientasi kanan, bersama para mahasiswa yang pada gilirannya juga didorong pemimpin-pemimpin Islam dan politisi beraliran kanan, untuk menindas PKI. Untuk tujuan itu dibuat suatu skema yang jelas tentang pembunuhan dan pertumpahan darah. Mungkinkah wajah Angkatan Bersenjata yang sebenarnya berpaling ke Pentagon, Kementerian Pertahanan Amerika yang jadi pusat militer dari persekongkolan militer di dunia. Bukankah mereka menginginkan agar di sudut (dunia) ini PKI ditumpas dan hubungan dengan Cina diputuskan? 


Berulang kali Soekarno memperingatkan bahwa menuduh PKI bertentangan dengan kebenaran. Soekarno mengatakan, ‘Jangan meletakkan seluruh tanggung jawab itu pada PKI. Kebenarannya ada di tempat lain’. Saya akan selalu menghormati dan respek pada Soekarno, yang menjalani nasibnya. Yang menolak tunduk pada tekanan Angkatan Bersenjata, yang melakukan segala upaya untuk menyatakan PKI tidak layak hukum. Dia tidak goyah dalam kepercayaan dan cita-citanya di bawah tekanan seberat apa pun. Bila saat itu ia menyerah dan mengadakan kompromi, maka posisi Soekarno saat ini akan lain sama sekali. Tetapi Soekarno melambangkan keadilan.


Menteri Luar Negeri Adam Malik, pada tahun 1966 memberikan pidato penjelasan yang amat bodoh pada para mahasiswa Indonesia di Tokyo. Dia menjelaskan bahwa Soekarno yang bertanggung jawab atas pembunuhan ‘massal’ terhadap anggota-anggota ‘komunis’, yang menurutnya tidak akan terjadi bila saja Soekarno segera mengadili PKI. 


Kita hanya bisa bergidik bila membayangkan apa yang akan terjadi di Indonesia, bila Soekarno juga muncul di depan umum untuk menghujat PKI. Itu akan berarti bahwa presiden melegalisasi pengejaran terhadap para komunis yang memang telah dimulai dan akan berakibat pembantaian yang lebih hebat. Ungkapan Latin berbunyi ‘cui bono’ (siapa yang beruntung?). 


Dalam penyelidikan mencari fakta-fakta yang sebenarnya, yang penting tidak hanya apa yang sebenarnya terjadi. Yang tidak kalah penting adalah mencari fakta, siapa yang paling beruntung dalam kejadian ini. Bukankah Amerika Serikat yang jelas memperolah kemenangan dalam insiden 30 September ini? Jakarta yang sekarang dibanjiri oleh orang-orang Amerika yang akan ber-‘investasi’. Sebetulnya hal itu tidak akan menyebabkan keberatan, bila ini berarti bahwa aktivitas ekonomi ini terutama akan mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia.


Selama hidupnya Soekarno selalu menolak bila ada yang ingin membuat patung dirinya. Setelah 22 tahun memimpin revolusi Indonesia, dengan amat segan ia menyetujui untuk mempublikasikan otobiografinya. Tetapi Anda, Bapak Soeharto, baru saja Anda memperoleh kekuasaan dan Anda telah mengeluarkan buku yang berjudul ‘The Smiling General’. Setelah itu, telah menjadi rahasia umum bahwa Anda berkeinginan untuk mencetak potret Anda pada uang kertas, yang berhasil dicegah oleh para penasihat Anda. Pada umumnya, di kedutaan-kedutaan di luar negeri dipasang potret-potret dari tokoh-tokoh sejarah negara yang bersangkutan. Soekarno adalah Bapak Indonesia. 


Tetapi mengapa di kedutaan-kedutaan Indonesia di luar negeri tidak ada sama sekali potret Soekarno sekecil apa pun? Anda, yang mengkritik diktator Soekarno, dengan khidmat berjanji untuk membimbing Indonesia ke arah demokrasi yang mewakili suara dan hati nurani rakyat. Sementara itu Anda telah merenggut hak-hak yang lebih besar daripada Soekarno. Langkah pertama ke arah demokrasi, yakni pemilihan presiden, selalu ditunda-tunda. Anda malah mengizinkan diadakannya diskusi-diskusi menggelikan apakah nama Soekarno layak ditulis di dalam buku-buku sejarah negara ini. Sementara Anda menjelaskan secara umum bahwa Anda melindungi Soekarno, Anda malah mengisolasinya dari dunia luar. 


Pengasingan yang tidak adil ini dengan dalih bahwa dia sedang sakit, justru akan membuatnya sakit. Bila ia membutuhkan perawatan medis, Anda malah menolak untuk memberikannya. Aparat-aparat medis yang tak dapat digunakan menghiasi kamar-kamarnya. Perawatan gigi yang dibutuhkannya, tidak diberikan. Orang telah menganjurkan agar tidak memberikan lagi suntikan-suntikan, karena tidak diketahui lagi, apakah ia menerima obat-obatan yang benar-benar dibutuhkannya. Saya hanya bisa berharap agar makanan yang disiapkan anak-anaknya, benar-benar sampai ke tangannya.


Soekarno sekarang menjalani hidup yang amat sulit. Hak-hak manusia yang paling minim pun tidak diberikan kepadanya. Satu-satunya saat ia bisa meninggalkan pengasingannya ialah untuk menghadiri upacara perkawinan anak-anaknya. Mobilnya kemudian dikawal oleh kendaraan panser dan siapa pun dicegah untuk mendekatinya. Ketika Soekarno pada upacara seperti itu, berdiri untuk mencium mempelai, yakni puterinya, dengan kasar ia ditarik kembali duduk di sofa oleh polisi militer yang mengawalnya, sementara matanya ditutup agar orang tidak bisa membuat foto. 


Bila saya mengalami perlakuan seperti itu, saya sudah lama akan musnah. Tetapi justru, oleh karena Soekarno memiliki kekuatan rohani yang amat dalam dan kemauan yang amat kuat, siksaan semacam ini masih bisa ditanggulanginya. Saya hanya sangat khawatir: bila di depan umum saja ia telah diperlakukan seperti itu, bagaimana dia diperlakukan bila dia sendiri? Secara fisik ia bisa dihancurkan, tetapi mereka tidak akan bisa memusnahkan jiwanya. Dalam hal ini ia tetap hidup.


Soekarno telah membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda selama 350 tahun. Dia adalah Bapak bangsa. Setelah menderita selama tiga belas tahun dalam tahanan dan penjara oleh orang Belanda, dia berhasil membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan setelah perang kemerdekaan tahun 1945 sampai 1949. Tanpa pimpinan dan bimbingan Soekarno, pada saat ini Anda tidak akan berada pada posisi Anda sekarang. Soekarno menciptakan undang-undang dasar yang demokratis dan mendirikan suatu lingua franka bagi Indonesia. Dia menjadi promotor seni dan kebudayaan Indonesia. Orang yang mengorbankan jiwa raganya untuk bangsanya, tidak layak diperlakukan seperti itu. Dia pantas dihormati sesuai dengan jasa-jasanya.


Soekarno tidak akan pernah mengizinkan dilakukan pengkhianatan, atau direncanakannya pembunuhan sesama saudara secara besar-besaran. Saya tidak bisa bungkam dan membisu, sementara suami saya menjadi pelampiasan kekerasan. Bagi saya nilai yang tertinggi adalah: kesucian. Saya sangat yakin bahwa tindakan yang paling rendah yang dilakukan seseorang terhadap sesamanya adalah membiarkan korbannya itu mati tersiksa. Kami ingat kepada pepatah Jepang yang bunyinya, ‘Mencekik seseorang dengan kaos sutera’. Dan Anda, Tuan Soeharto, membiarkan Soekarno disiksa secara rohani dan jasmani.


Tidak pernah saya memperdengarkan suara saya, baik langsung maupun tidak langsung, karena saya sadar betul betapa banyak dan beratnya problema yang harus Anda tangani. Tetapi sekarang saya berbicara secara umum dan terbuka, pertama-tama demi keselamatan jiwa Soekarno. Ketika Soekarno meng-alih-tugaskan jabatannya dan mengangkat Anda sebagai penggantinya 7 Maret 1967, dia melakukannya dengan tiga syarat. Salah satunya adalah agar Anda melindunginya dan keluarganya. Anda tidak menepati syarat itu dan mengingkari janji Anda.


Dalam suatu wawancara dengan pers Jepang mengenai korupsi di Indonesia, Anda antara lain mengatakan, ‘Mengenai pertanyaan tentang korupsi, orang mengatakan bahwa itu masih tetap terjadi. Tetapi itu adalah akibat dari sisa-sisa rezim Soekarno. Dan untuk sementara masih tetap akan berlangsung, karena hal itu sejak dulu sudah terjadi’. Apabila kata-kata yang Anda ucapkan itu benar-benar datang dari lubuk hati Anda, maka itu merupakan suatu pembelaan. Hanya seorang pengecut dan seorang yang berjiwa rendah yang berlindung di belakang Soekarno saat menjelaskan korupsi yang terjadi sekarang. Ketika Anda melakukan ini, hilanglah sudah rasa hormat saya yang terakhir kepada Anda.


Selama ada manusia, wajar bahwa mereka yang menang otomatis berada di pihak yang benar dan mereka yang kalah bisa dituduh melakukan apa saja. Apabila Anda secara jujur benar-benar mau menyelidiki korupsi, sebagai warga negara Indonesia, saya bersedia dengan sungguh-sungguh untuk membantu Anda dalam tugas itu. Saya bersedia menghadiri pengadilan terbuka, apalagi saya bisa bertindak sebagai penuntut. Tetapi proses seperti ini harus disalurkan lewat undang-undang dan norma-norma yang berlaku dan tidak diatur secara tertutup dalam suasana ketakutan, kekerasan dan penyalahgunaan wewenang. Itu akan menjadi syarat mutlak bagiku.


Soekarno adalah pahlawan Revolusi Indonesia. Tetapi menurut pendapatku yang sederhana, hal ini tidak perlu berarti bahwa orang ini juga akan menjadi pemimpin nasional yang baik dalam waktu damai. Saya kira, bila Soekarno melewatkan masa remaja dan masa mahasiswanya di luar negeri, dia pasti akan lebih berhasil mendapatkan perasaan dan kesadaran ekonomi dan menambahkannya pada kapasitas kepemimpinannya yang istimewa itu. Menurutku rupanya suatu kesalahan bahwa dia menyuruh menasionalisasikan sarana produksi.


Tambahan pula, Soekarno tidak pernah merasakan mempunyai ‘rumah’ dalam arti yang sebenarnya. Andaikata dia pernah mengalami kehidupan berkeluarga dalam arti moral dan etis yang sebenarnya, seperti yang lazimnya dianggap masyarakat, maka ia barangkali akan menjadi seorang presiden yang lebih baik dari sebuah negara yang dipimpin secara sosialis. Tetapi keadaanlah yang mengubahnya menjadi seorang figur kaisar. Dan dengan demikian dia akan menjadi korban dari kekuasannya sendiri yang mahadahsyat itu. Soekarno selalu saya kagumi dan hormati sebagai seorang tokoh yang besar, tetapi seperti juga Anda ketahui benar, 


Bapak Soeharto, saya tidak selalu setuju dengan pendapatnya. Misalnya saja pendapat saya bahwa Pancasila, ciptaan Soekarno (agama, kemanusiaan, demokrasi, nasionalisme dan keadilan sosial) adalah suatu bentuk idealisme murni. Walaupun idealisme barangkali sangat diharapkan, namun belum tentu dapat dipraktekkan dalam abad kedua puluh ini. Indonesia jelas belum matang untuk bentuk demokrasi Barat. Dengan alasan itulah Soekarno menganjurkan ‘demokrasi terpimpin’, terutama juga karena sebagian besar penduduk belum mencapai tingkat pendidikan dan tingkat sosial yang sama. Dalam hal ini saya setuju dengan pendapatnya. Tetapi di pihak lain, Soekarno mengarahkan politiknya ke cita-cita yang lebih tinggi. Maka tak dapat dihindarkan bahwa dia kemudian mendapatkan kritik tajam, terutama mengenai pandangannya dalam memperbaiki nasib masyarakat secara keseluruhan. 


Soekarno seharusnya berpikir lebih realistis. Di dalam suatu kurun waktu, di mana dia bisa menjadi penguasa tunggal dia tentu bisa memaksa orang untuk menuruti cita-citanya. Tetapi sebagian besar rakyat lebih peduli untuk memperbaiki kehidupan sehari-hari daripada mengikuti idealismenya. Orang haus akan kenikmatan-kenikmatan materialistis dan orang makin tidak tertarik untuk mendengarkan pidato-pidato, yang tidak mengisi perut. Soekarno berpendapat bahwa dunia dikuasai oleh dua blok kekuasaan besar. Dia mencoba menghidupkan kekuatan ketiga yang akan memperbaiki keseimbangan. Di dalam pertikaian ini Indonesia mempengaruhi Dunia Ketiga: Asia, Afrika dan Amerika Latin. Sementara itu permainan diplomatik ini berarti bahwa Indonesia lambat laun dikucilkan. Dan itu sama sekali tidak dimaksudkannya.


Dia berpendapat bahwa perdamaian dunia baru bisa dicapai bila kebebasan yang mutlak telah dicapai oleh tiap ras dan tiap bangsa. Tetapi keadaan terisolasi dari negara ini menyebabkannya mundur dari Perseriktatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia dan misalnya ketidakhadiran kita di Olimpiade di Tokyo. Indonesia meninggalkan PBB setelah terjadinya konflik mengenai pembebasan Iran Barat dan konfrontasi dengan Malaysia. Soekarno berpendapat bahwa PBB tidak bertindak adil terhadap tiap-tiap negara anggotanya. Karena Indonesia tidak akan pernah mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia tanpa tunduk terhadap syarat-syarat tertentu dan tekanan politik, Indonesia kehilangan perhatian terhadap pemberian bantuan secara itu. 


Sudah sebelum kegiatan Olimpiade di Tokyo saat berlangsungnya Asian Games di Jakarta, Indonesia dituduh dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan politik di bidang olahraga. Karenanya Indonesia tidak diperbolehkan mengikutinya. Terhadap perlakuan ini Soekarno menandaskan bahwa Olimpiade sendiri tidak luput dari pengaruh politik, karena buktinya negara-negara komunis tertentu tidak diizinkan mengikutinya.


Bapak Soeharto, bila Anda pada hari-hari itu sungguh-sungguh berpikir secara mendalam mengenai hari depan negara ini, Anda pasti mempunyai pendapat lain daripada cita-cita Soekarno, yang akhirnya sering mempunyai dampak seperti angin puyuh. Saya sendiri, setidaknya, menyaksikan dengan hati berdebar bagaimana diplomasi Indonesia makin mengarah ke kiri.


Tidak ada seorang pun yang sempurna. Tanpa kecuali Soekarno. Namun saya berpendapat bahwa Soekarno tidak pernah melakukan sesuatu untuk memperbaiki dirinya, tetapi selalu melakukan sesuatu dengan jujur dengan keyakinan penuh itu semua untuk kepentingan cinta tunggalnya, yakni Indonesia. Selama hidupnya ia sedapat mungkin mencegah rekan-rekan senegaranya saling membunuh. Dibandingkan dengan Soekarno, Anda dan sejumlah rekan kerja Anda memerintah negara dengan jalan membakar emosi dan pertumpahan darah. Anda dan antek-antek Anda yang seharusnya dituntut atas tuduhan membunuh orang-orang yang tak bersalah dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya atas nama perburuan PKI.


Siapa lagi yang masih percaya kepada Tuhan? Dalam hal ini, Indonesia seharusnya tidak layak memiliki seorang presiden yang tangannya berlumuran darah.


Bapak Soeharto, Soekarno sungguh-sungguh mencintai negara dan rakyatnya. Termasuk pula mereka, yang berniat untuk membunuhnya, bisa dia dekati dengan lembut bila mereka minta maaf. Dibandingkan dengan beliau, Anda menyimpan hati yang kejam di balik senyum Anda. Anda telah menyuruh membunuh ratusan ribu orang. Bolehkah saya bertanya sekali lagi, ‘Apakah Anda tidak mampu mempertahankan posisi dan kekuasaan Anda kecuali dengan kelicikan dan pertumpahan darah?’


Barangkali kesalahan Anda terbesar adalah, tidak segera menyuruh membunuh Soekarno tahun 1965 itu. Dengan mudah Anda bisa menuduh para komunis melakukan pembunuhan itu. Bila Anda mau, dengan cara itu Anda bisa mencegah dilakukannya pembunuhan massal pada rakyat. Dan sementara itu pula, Anda bisa mempertahankan kedamaian jiwa jutaan pengagum Soekarno. Para pengagum yang sekarang hanya bisa memandang tanpa daya nasib yang menimpa pemimpin mereka.


Selanjutnya akan sia-sia saja melampiaskan rasa rendah diri Anda terhadap Soekarno. Itu akan merupakan kematian yang lebih terhormat bagi Pemimpin Besar Revolusi, daripada seperti sekarang disiksa sampai dijemput maut. Merupakan aib nasional untuk Indonesia bahwa Soekarno tidak diperlakukan dengan lebih terhormat yang patut diterimanya setelah mengabdikan seluruh hidupnya bagi nusa dan bangsanya. Izinkanlah saya mengakhiri surat ini dengan menyatakan sekali lagi kesetiaan saya yang mendalam untuk Bapak kita. Hidup Bung Karno!


 Ratna Sari Dewi Soekarno


Paris, April 1970


Itulah surat terbuka Ratna Sari Dewi kepada Soeharto yang menyinggung soal aib nasional yang sengaja disembunyikan Presiden Kedua Republik Indonesia itu.


Baca artikel selengkapnya di sini https://intisari.grid.id/read/033986496/terbongkar-inilah-aib-nasional-yang-sengaja-disembunyikan-soeharto-yang-dibocorkan-istri-ke-6-bung-karno


#RatnaSariDewi #sukarno #soeharto

RINGKASAN PAHLAWAN

207. Buatkan Gambar dan Infografis tentang Ringkasan Perjuangan  K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ada...