Jumat, 30 Oktober 2026

RATU KALINYAMAT

 RATU KALINYAMAT




Ratu Kalinyamat terlahir dengan nama Ratu Retna Kencana, beliau adalah putri Sultan Trenggana Raja Demak Bintara 


Kalinyamat adalah sebuah wilayah yang terletak di antara Kudus dan Jepara. 


Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.


Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan/Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadirin, suaminya. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.


Kemudian Ratu Retna Kencana mengukuhkan diri menjadi penguasa Jepara pada tanggal 10 April 1549 dengan gelar " Ratu Kalinyamat " 


Pada tahun 1554, Sultan Hadiwijaya berkunjung ke Jepara, disana Ratu Kalinyamat meminta Sultan Hadiwijaya untuk membunuh Arya Penangsang, dengan hadiah sebagian tanah Demak dan Jepara. Tetapi Sultan Hadiwijaya tidak bersedia  karena beliau masih terikat tali hubungan famili mengingat istri beliau masih ada hubungan sepupu dengan Aryo Penangsang. Akhirnya Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara siapa yang bisa membunuh Aryo Penangsang akan mendapat hadiah Tanah Pati dan Alas Mentaok. 


Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Di samping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.


Sebagai seorang penguasa Jepara yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai Rainha de Jepara, Senora podereso de Rica yang artinya Ratu Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.


Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hampir 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.


Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di dunia.


Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini dipimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “Quilimo”.


Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.


Ratu Kalinyamat tidak memiliki keturunan, tetapi beliau memiliki banyak anak angkat, antara lain Panembahan Timur, Pangeran Arya, Arya Pangiri, Retno Semangkin, Retno Prihatin. 


Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan ukir  yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.


Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri.


Dipetik dari berbagai sumber.

Tan Malaka

 Namanya jarang masuk buku pelajaran secara mendalam, tetapi jejak pemikirannya tertanam kuat dalam sejarah Indonesia.



Kalau ditanya siapa pendiri bangsa, kita pasti ingat Soekarno-Hatta. Tapi tahukah kamu siapa yang pertama kali memikirkan bentuk negara "Republik Indonesia"?


Dia adalah Tan Malaka.


Tahun 1925 (jauh sebelum Sumpah Pemuda), ia menulis buku "Naar de Republiek Indonesia" (Menuju Republik Indonesia) yang menjadi inspirasi pergerakan Soekarno.


Tan Malaka bukan politisi yang duduk di belakang meja.


la adalah "Bapak Bangsa" paling underground. Karena pemikirannya yang radikal menentang penjajahan, ia diburu oleh intelijen Belanda, Inggris, Jepang, hingga Amerika!


la kabur melintasi belasan negara, dari Belanda, Rusia, China, Singapura, hingga Filipina.


Demi bertahan hidup dan terus menyuplai ide kemerdekaan ke tanah air, ia harus terus menyamar.


Tercatat ia memiliki 23 nama palsu (seperti Elias Fuentes, Howard Law, hingga Hasan Gozali).


la pernah menyamar jadi guru bahasa, kuli tambang, hingga tukang jahit sepatu. Perjuangannya sepi dan penuh bahaya.


Saat Soekarno membacakan Proklamasi 1945, di mana Tan Malaka?


la ada di Jakarta, tapi memilih berada di kerumunan massa tanpa dikenali siapa pun.


Meski begitu, Soekarno sangat menghormati-nya, Bahkan Soekarno pernah berwasiat, jika ia dan Hatta ditangkap, kepemimpinan revolusi harus diserahkan salah satunya kepada Tan Malaka.


Kenapa akhirnya ia dibenci?


Karena ia terlalu idealis.


Saat Soekarno-Hatta memilih jalur diplomasi dan kompromi dengan Belanda (seperti Perundingan Linggadjati/Renville), Tan Malaka menolak keras!


Prinsipnya:"Merdeka 100%!"


Tidak ada tawar-menawar dengan penjajah selama mereka masih ada di bumi Indonesia.


Sikap kerasnya ini membuatnya dianggap sebagai ancaman/pemberontak oleh pemerintah pusat.


Ironi sejarah pun terjadi.


Pada 21 Februari 1949 di Selopanggung, Kediri, Tan Malaka ditangkap dan dieks3kusi m4ti tanpa pengadilan oleh tentara Republik yang dulu ia gagas sendiri.


Makamnya dirahasiakan selama puluhan tahun.


Di era Orde Baru, namanya dihapus dari buku pelajaran sejarah karena dianggap tokoh berhaluan kiri/komunis, padahal ia adalah seorang Nasionalis tulen yang taat beragama.


Baru di era modern (2017), makam aslinya berhasil dipastikan melalui tes DNA.


Ada pepatah bilang, revolusi sering kali memakan anak kandungnya sendiri.


Tan Malaka adalah buktinya. la menghabiskan hidupnya dalam pelarian, tanpa kemewahan harta maupun kehangatan keluarga, demi tegaknya kedaulatan bangsa.


Ironisnya, pernahkah kalian mendengar namanya diajarkan di sekolah?

Surastri Karma (S.K.) Trimurti

 Lahir dari keluarga keraton yang mapan, Surastri Karma (S.K.) Trimurti menolak hidup dalam kenyamanan.



Di saat para pejuang lain mengangkat bambu runcing dan senapan, ia memilih jalan peperangan yang tak kalah berbahaya.


Senjata utamanya adalah mesin tik, kertas, dan tinta.


Sebagai seorang jurnalis, tulisan-tulisannya sangat tajam membongkar ketidakadilan dan kebusukan pemerintah kolonial.


Tulisannya yang pro-kemerdekaan membuat penjajah geram.


la menjadi incaran utama intelijen Belanda (PID).


Untuk mengelabui aparat, ia sering berganti nama samaran.


Namun, risiko menjadi...


jurnalis pergerakan sangatlah brutal.


la berkali-kali ditangkap, diinterogasi, dan dijebloskan ke dalam penjara.


Baginya, jeruji besi hanyalah risiko kecil dari sebuah cita-cita besar bernama kemerdekaan.


Masa pendudukan militer Jepang membawa ujian yang lebih kelam.


Sikapnya yang menentang propaganda fasis Jepang membuatnya kembali ditangkap oleh tentara Kenpeitai.


Tragisnya, saat ditangkap, S.K. Trimurti sedang hamil tua.


Tanpa perawatan medis yang layak dan di tengah siksaan batin, ia terpaksa melahirkan anak pertamanya di lantai dingin Penjara Bulu, Semarang.


Dalam perjuangannya, ia bersanding dengan Sayuti Melik, tokoh pemuda yang kelak mengetik naskah Proklamasi.


Namun, S.K. Trimurti menolak untuk tenggelam di balik nama suaminya.


la bukan sekadar "istri dari seorang tokoh besar".

la adalah tokoh utama dalam medan juangnya sendiri.


Pasangan ini menjadi simbol perlawanan, meski sering kali harus berjuang dari bilik penjara yang terpisah.


Setelah Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan, Bung Karno sangat memahami kualitas dan ketegasan Trimurti.


Pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin, Bung Karno mempercayakan sebuah posisi krusial kepadanya.


S.K. Trimurti diangkat menjadi Menteri Perburuhan.


la menorehkan sejarah abadi sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi menteri di Republik ini.


Ketegasannya tak hanya berlaku di ranah politik.


Sebagai pelopor hak-hak perempuan, ia menentang keras poligami.


Saat Sayuti Melik memutuskan untuk menikah lagi, S.K. Trimurti dengan tegar memilih untuk berpisah.


la tak mau mengkhianati  prinsip yang selama ini ia perjuangkan.


Integritas adalah harga mati yang tak bisa ditawar, baik di meja pemerintahan maupun di dalam rumah tangga.


S.K. Trimurti wafat pada tahun 2008 di usia 96 tahun.


la meninggalkan warisan yang jauh melampaui gelar kepahlawanannya.


la membuktikan bahwa perempuan bisa berdiri di garis depan, menjadi jurnalis yang ditakuti penjajah, menjadi menteri yang membela nasib kaum buruh, dan menjadi manusia merdeka yang tak pernah menjual prinsipnya.


Sejarah mencatatnya dengan tinta emas kebanggaan.

Calon Pahlawan Nasional (CPN) tahun 2026

 Proses pengusulan Calon Pahlawan Nasional (CPN) tahun 2026 saat ini tengah bergulir di tingkat pemerintah daerah hingga pusat. Beberapa daerah di Indonesia secara resmi telah mengajukan nama-nama tokoh bangsa yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam sejarah perjuangan, keagamaan, ekonomi, maupun ketatanegaraan. [1, 2, 3, 4]

Berikut adalah daftar tokoh-tokoh utama yang masuk dalam radar usulan Calon Pahlawan Nasional untuk tahun 2026:
Usulan Baru Unggulan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumumkan dua nama tokoh besar sebagai usulan baru mereka untuk tahun 2026: [1, 2, 3]
  • KH Sholeh Darat (Semarang): Ulama besar legendaris asal Semarang yang merupakan guru dari para pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, seperti KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah). Berkas usulannya kini telah dinyatakan memenuhi syarat oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) untuk diserahkan kepada Presiden. [1]
  • RM Margono Djojohadikusumo (Banyumas): Tokoh ekonomi nasional, anggota BPUPKI, Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) pertama, serta pendiri sekaligus Direktur Utama pertama Bank Negara Indonesia (BNI). Beliau juga dikenal sebagai kakek dari Presiden Prabowo Subianto. Dinas Sosial menyebutkan usulan ini murni datang dari kelompok masyarakat di Banyumas. [1, 2, 3, 4]
Tokoh yang Kembali Diusulkan (Re-evaluasi)
Selain nama-nama baru, beberapa daerah kembali memperjuangkan tokoh-tokoh yang sebelumnya sudah memenuhi syarat administratif namun belum sempat ditetapkan oleh Presiden pada tahun-tahun lalu: [1]
  • dr. Kariadi: Tokoh pahlawan medis dari Semarang yang gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang.
  • Bambang Sugeng: Tokoh militer asal Temanggung yang memiliki peran besar dalam masa mempertahankan kemerdekaan.
  • Bambang Soeprapto: Pejuang kemerdekaan yang kembali diajukan untuk ditinjau oleh pemerintah pusat.
  • H. AS Hanandjoeddin: Tokoh militer Angkatan Udara yang kembali disidangkan dan diperjuangkan secara masif oleh TP2GD Belitung agar lolos pada tahun 2026. [1, 2]
Usulan yang Sedang Dipersiapkan Daerah Lain
Hamid Rusdi (Kota Malang): Pemerintah Kota Malang bersama para sejarawan dan akademisi saat ini sedang intensif menyusun kajian akademis serta dokumen sejarah untuk mendaftarkan tokoh pejuang lokal ini ke tingkat provinsi hingga pusat. [1]


Tahapan Penetapan Gelar Pahlawan Nasional 2026
Proses seleksi dan penganugerahan gelar pahlawan nasional mengikuti regulasi ketat berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009: [1, 2]
  1. Rekomendasi Daerah: Diusulkan oleh masyarakat atau pemerintah kabupaten/kota, lalu dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat provinsi. [1]
  2. Verifikasi Pusat: Berkas dikirim ke Kementerian Sosial untuk diverifikasi lapangan dan dikaji ulang oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). [1]
  3. Hak Prerogatif Presiden: Nama-nama yang lolos verifikasi diserahkan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan sebelum diputuskan oleh Presiden. [1]
  4. Pengumuman Sah: Penetapan resmi akan dituangkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) dan biasanya dianugerahkan bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November 2026.

Kamis, 29 Oktober 2026

Tokoh-Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda

 

Tokoh-Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda

Nama TokohSebagaiLahir
Soegondo DjojopoespitoKetua Panitia Kongres Pemuda IITuban, Jatim, 22 Feb 1905
Soenario SastrowardoyoPenasihat Panitia Kongres Pemuda IIMadiun, Jatim, 28 Agu 1902
Johannes LeimenaAnggota Jong Ambon & Panitia Kongres Pemuda IIAmbon, Maluku, 1905
Djoko MarsaidKetua Jong Java & Wakil Ketua Kongres Pemuda IIMalang, Jatim, 29 Mei 1903
Muhammad YaminAnggota Sumatra Bond & Sekretaris Kongres Pemuda IISawahlunto, Sumbar, 24 Agu 1903
Amir Sjarifoeddin HarahapPerwakilan Jong Bataks Bond & Bendahara Panitia Kongres Pemuda IIMedan, Sumut, 17 Apr 1907
WR SupratmanWartawan yang Meliput Langsung Kongres Pemuda IIPurworejo, Jateng, 9 Mar 1903
Sarmidi MangoensarkoroKetua Jong Java Yogyakarta & Duta Kongres Pemuda IISurakarta, Jateng, 23 Mei 1904
Sekarmadji Maridjan KartosoewirjoPenyusun/Perumus Naskah Sumpah PemudaCepu, Jateng 7 Jan 1905
Kasman SingodimedjoPerwakilan Jong Islamieten BondPurworejo, Jateng, 25 Feb 1904
Mohammad RoemPerwakilan Jong Islamieten BondTemanggung, Jateng, 16 Mei 1908
Adnan Kapau GaniSekretaris Organisasi Jong Sumatranen BondPalembang, Sumsel, 1905
Sie Kong LiongPemilik Rumah Kongres Pemuda II

Tokoh SP 28

 *Deretan Tokoh yang Berperan di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda*


Home Berita Nasional

Nasional

Deretan Tokoh yang Berperan di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda



Oleh - Tinus Ohoira

Editor - Danang Sundoro

28 Okt 2026 09:15 WIB

 Pusat Pemberitaan


Poin Utama

* Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan pemuda Indonesia tahun 1928.

* Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta.

* Kongres Pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) untuk memperkuat persatuan pemuda.

* Peringatan ini menjadi pengingat perjuangan pemuda dari berbagai daerah dalam membangun identitas kebangsaan.

* Deretan Tokoh yang Berperan di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda


RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan pemuda Indonesia pada tahun 1928. Peringatan ini menjadi pengingat perjuangan pemuda dari berbagai daerah dalam membangun persatuan dan identitas kebangsaan.


Sumpah Pemuda lahir melalui Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Kongres tersebut digagas Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) untuk memperkuat persatuan di kalangan pemuda.


Mengutip laman Museum Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, Soegondo Djojopuspito merupakan Ketua PPPI memimpin Kongres Pemuda II. Ia memimpin jalannya kongres yang mempertemukan pemuda dari berbagai organisasi dan daerah.


Soegondo membuka rapat pertama kongres pada 27 Oktober 1928 dengan harapan dapat memperkuat semangat persatuan pemuda. Pada penutupan kongres, ia membacakan keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.


Tokoh berikutnya adalah Muhammad Yamin, sosok yang menjabat sebagai sekretaris panitia Kongres Pemuda II. Ia berperan menyampaikan gagasan mengenai persatuan dan kebangsaan Indonesia dalam salah satu sesi kongres.


Dalam pidatonya, Yamin menyebut sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan sebagai faktor yang memperkuat persatuan. Ia kemudian merumuskan keputusan kongres yang dibacakan Soegondo pada akhir acara.


R.M. Djoko Marsaid juga memiliki peran dalam kepanitiaan sebagai Wakil Ketua Kongres Pemuda II. Ia mewakili Jong Java, sedangkan posisi bendahara dipegang Amir Sjarifuddin yang mewakili Jong Bataks Bond.


Kepanitiaan kongres turut melibatkan perwakilan organisasi pemuda lainnya dari berbagai daerah. Keikutsertaan mereka menunjukkan upaya menghimpun pemuda dengan latar belakang berbeda dalam satu gerakan persatuan.


Nama Wage Rudolf Soepratman juga tidak terpisahkan dari momentum Kongres Pemuda II. Ia melantunkan instrumen lagu Indonesia Raya menggunakan biola sebelum keputusan kongres dibacakan.


Permainan biola Soepratman menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kongres tersebut. Saat itu, lagu Indonesia Raya diperkenalkan melalui alunan biola tanpa dinyanyikan bersama liriknya.


Tokoh lainnya adalah Soenario yang berbicara dalam rapat ketiga Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Ia membahas nasionalisme dan demokrasi dalam kaitannya dengan gerakan kepanduan.


Pembahasan pendidikan juga menjadi bagian dari rangkaian Kongres Pemuda II. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menyampaikan pandangan mengenai pendidikan kebangsaan serta pendidikan anak di sekolah dan rumah.


Sementara itu, Ramelan dan Theo Pangemanan membahas gerakan kepanduan dalam kaitannya dengan pergerakan nasional. Pembahasan tersebut turut menyoroti pendidikan disiplin dan semangat kebangsaan di kalangan pemuda.


Kongres Pemuda II menghasilkan keputusan yang memuat ikrar tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Rumusan tersebut kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda dan menjadi bagian penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. (Nikita Yunistia Maryam)

Rabu, 21 Oktober 2026

Syam Kamaruzaman

 Lelaki dengan 5 alias Syam Kamaruzaman tokoh pentolan G30S. Kepala biru khusus yang mempunyai peran membina idiologi di kalangan militer. Ia yang merancang gerakan 30 September 1965.



Setelah garakan itu gagal ia menghilang, untuk menyamarkan identitasnya ia mempunyai nama samaran seperti Djimin, Sjamsudin, Ali Mochtar, Ali Sastra, dan Karman. Aparat sampai dibikin pusing setiap digerebek ia selalu bisa meloloskan diri. Mungkin masih banyak orang-orang di militer yang sudah dipengaruhinya sehingga infonya selalu bocor. Ia berpindah-pindah tempat di Jakarta dan sekitarJawa Barat. Aparat kodam Siliwangi terus mengintesifkan pencarian dengan menggelar oprasi Kalong. Beberapa kurir Syam berhasil ditangkap dan dikorek keteranganya. Akhirnya aparat mendapat info A1 tentang keberadaan Syam. Pada 9 Maret Syam terdeteksi berada di sebuah rumah di Cimahi, aparat militerpun dikerahkan untuk menyergapnya. Syam berhasil diringkus tanpa perlawanan. Syam dijebloskan ke penjara, kemudian diajukan ke mahkamah militer yang kemudian divonis metong. Tapi ia masih dibiarkan selama 18 tahun di penjara dengan perlakuan khusus. Aparat terus menggali informasi  siapa saja kalangan militer yang berhasil dibinanya. Nyanyianya adalah petaka bagi orang yang disebutnya. Karena tidak sedikit petinggi militer yang ditangkap. Ada yang menyebut dia agen ganda ia orang militer yang disusupkan ke PK1, dan G30S sengaja dirancang untuk gagal. Syam kabarnya yang memerintahkan pasukan Dul Arief untuk mebawa para jendral hidup atau m4ti pada detik-detik terakhir oprasi. Padahal rencana semula hanya ditangkap untuk dihadapkan pada bung Karno. 

Setelah seluruh keterangannya dianggap habis dan tidak ada lagi jaringan yang bisa diungkap, Syam Kamaruzaman akhirnya di3ksekusi pada 30 September 1986 di kawasan Kepulauan Seribu. Ia dieksekusi bersama dua bawahnya di Biro Khusus, yakni Pono dan Bono. Proses eksekusinya dilakukan secara sangat tertutup dan lokasi makamnya dirahasiakan oleh militer hingga saat ini. Tapi sampai kini masih jadi tanda tanya apakah ia benar di eks3kusi atau di hapus saja jejaknya dan dikirim ke luar negeri.

RATU KALINYAMAT

 RATU KALINYAMAT Ratu Kalinyamat terlahir dengan nama Ratu Retna Kencana, beliau adalah putri Sultan Trenggana Raja Demak Bintara  Kalinyama...