Rabu, 21 Oktober 2026

Syam Kamaruzaman

 Lelaki dengan 5 alias Syam Kamaruzaman tokoh pentolan G30S. Kepala biru khusus yang mempunyai peran membina idiologi di kalangan militer. Ia yang merancang gerakan 30 September 1965.



Setelah garakan itu gagal ia menghilang, untuk menyamarkan identitasnya ia mempunyai nama samaran seperti Djimin, Sjamsudin, Ali Mochtar, Ali Sastra, dan Karman. Aparat sampai dibikin pusing setiap digerebek ia selalu bisa meloloskan diri. Mungkin masih banyak orang-orang di militer yang sudah dipengaruhinya sehingga infonya selalu bocor. Ia berpindah-pindah tempat di Jakarta dan sekitarJawa Barat. Aparat kodam Siliwangi terus mengintesifkan pencarian dengan menggelar oprasi Kalong. Beberapa kurir Syam berhasil ditangkap dan dikorek keteranganya. Akhirnya aparat mendapat info A1 tentang keberadaan Syam. Pada 9 Maret Syam terdeteksi berada di sebuah rumah di Cimahi, aparat militerpun dikerahkan untuk menyergapnya. Syam berhasil diringkus tanpa perlawanan. Syam dijebloskan ke penjara, kemudian diajukan ke mahkamah militer yang kemudian divonis metong. Tapi ia masih dibiarkan selama 18 tahun di penjara dengan perlakuan khusus. Aparat terus menggali informasi  siapa saja kalangan militer yang berhasil dibinanya. Nyanyianya adalah petaka bagi orang yang disebutnya. Karena tidak sedikit petinggi militer yang ditangkap. Ada yang menyebut dia agen ganda ia orang militer yang disusupkan ke PK1, dan G30S sengaja dirancang untuk gagal. Syam kabarnya yang memerintahkan pasukan Dul Arief untuk mebawa para jendral hidup atau m4ti pada detik-detik terakhir oprasi. Padahal rencana semula hanya ditangkap untuk dihadapkan pada bung Karno. 

Setelah seluruh keterangannya dianggap habis dan tidak ada lagi jaringan yang bisa diungkap, Syam Kamaruzaman akhirnya di3ksekusi pada 30 September 1986 di kawasan Kepulauan Seribu. Ia dieksekusi bersama dua bawahnya di Biro Khusus, yakni Pono dan Bono. Proses eksekusinya dilakukan secara sangat tertutup dan lokasi makamnya dirahasiakan oleh militer hingga saat ini. Tapi sampai kini masih jadi tanda tanya apakah ia benar di eks3kusi atau di hapus saja jejaknya dan dikirim ke luar negeri.

Selasa, 20 Oktober 2026

KS 8 TAHUN

 DAPAT DIPASTIKAN, GURU YANG KINI JADI KEPALA SEKOLAH NANTINYA AKAN KEMBALI JADI GURU LAGI



Zaman benar-benar sudah berubah. 


Jangan pernah lagi menganggap jabatan kepala sekolah sebagai tahta abadi. Sehingga bisa semena-mena pada bawahan. 


Bagi Anda yang saat ini menduduki kursi tersebut, bersiaplah. Regulasi terkini melalui Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 secara tegas membatasi masa jabatan kepala sekolah maksimal DUA PERIODE saja. 


Itupun tak serta merta bisa dua periode. Bisa saja cuma satu periode (4 tahun), lalu balik jadi Guru biasa setelah itu. 


Sebab ada syarat aturan main untuk bisa melangkah ke periode kedua.

Yaitu sertifikat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).


Tanpa selembar sertifikat diklat BCKS ini, Anda tidak akan pernah diizinkan melanjutkan penugasan ke periode kedua. 

Sertifikat ini bukan sekadar pormalitas, melainkan tiket tunggal penentu nasib keberlanjutan karier Anda.


Masalahnya, mendapatkan tiket tersebut mirip seperti berebut lubang jarum. Kuota diklat BCKS setiap tahunnya sangat minim dan sepenuhnya tergantung pada napas anggaran pemerintah daerah. 


Ketika APBD terbatas, diklat ditunda, kuota dipangkas, dan mimpi Anda untuk mempertahankan jabatan langsung kandas di tengah jalan. Tanpa sertifikat BCKS di tangan, sistem akan secara otomatis mendepak Anda kembali ke garis awal. Jadi guru biasa. Ngajar di kelas. Menjadi bawahan. 


Ingatlah hakikat dasarnya. Kepala sekolah hanyalah tugas tambahan. Rumah asli Anda adalah kelas. 


Ketika masa periode habis, dan Anda gagal mendapatkan sertifikat BCKS, tampuk kepemimpinan harus Anda tinggalkan. 


Bagaimana kalau berhasil dapat sertifikat BCKS?


Ya, lanjutkan memimpin satu periode lagi. 


Tapi ingat, itu adalah periode terakhir. Setelah itu, Anda tetap akan jadi guru lagi. 


Celah untuk periode ketiga memang ada, tetapi syaratnya teramat berat: penilaian kinerja wajib berpredikat “Sangat Baik”. Tanpa itu, cerita Anda di kursi kepemimpinan resmi berakhir.


Anda dipastikan kembali memegang spidol, berdiri di depan papan tulis, dan mengajar murid seperti biasa. Pasti. Kecuali bertepatan dengan waktu Anda pensiun. 


Hukum regulasi tidak mengenal rasa segan atau kompromi. Begitu batas waktu tiba atau syarat tidak terpenuhi, Anda wajib turun panggung.


Oleh karena itu, siapkan mental Anda dari sekarang. Jangan biarkan post-power syndrome merusak profesionalisme Anda saat harus kembali ke habitat awal. 


Jabatan kepemimpinan itu hanya sewaan sementara, tetapi guru adalah identitas sejati. Ketika bel pergantian tugas berbunyi, kembalilah ke kelas dengan kepala tegak, bukan dengan rasa gengsi yang terluka.

Senin, 19 Oktober 2026

​Said Aqil Siroj Luncurkan 11 Jilid Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

 

HomengopiDAERAHJawa Timur
Jawa Timur

​Said Aqil Siroj Luncurkan 11 Jilid Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

Jawa Timur
Peluncuran buku Historiografi Islam Nusantara karya KH Said Aqil Siroj di Surabaya soroti kontribusi Islam dalam peradaban bangsa. (Foto: Istimewa)


Baca di TerasBaca di Teras

Minggu, 18 Oktober 2026

Rupanya, butuh waktu berbulan-bulan

 Rupanya, butuh waktu berbulan-bulan bagi ABRI untuk menumpas "orang-orang terakhir" PKI di Blitar Selatan pada 1968, apa alasannya?



Peristiwa Gerakan 30 September 1965 membuat anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) kocar-kocir lalu bersembunyi. Mereka diburu terutama oleh Angkatan Bersenta Republik Indonesia (ABRI), dalam hal ini Angkatan Darat (AD).


Salah satu persembunyian para anggota PKI yang paling akhir-akhir "dibereskan" adalah di Blitar Selatan, Jawa Timur. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan bagi ABRI untuk menumpas "orang-orang terakhir" ini.


Puncak dari operasi penumpasan itu dikenal sebagai Operasi Trisula yang terjadi pada 1968.


Meski begitu, ABRI membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menumpas seluruh sisa-sisa PKI yang ada di sana. Tentu karena ada beberapa sebab, di antaranya adalaha kondisi geografis yang sulit, mengingat banyak sisa-sisa anggota PKI yang bersumbi di gua-gua yang ada di sana.


Pada 18 Mei 1968, Panglima Kodam VIII/Brawijaya Mayjen TNI M. Yasin melantik Komando Satuan Tugas (Satgas) Trisula yang dipimpin oleh Kolonel Witarmin. Dalam pelaksanaan Operasi Trisula, Kodam Brawijaya mengerahkan Batalion Infanteri 531/Para, Batalion Infanteri 511, Batalion Infanteri 513, Batalion Infanteri 521, dan Batalion Infanteri 527.


Ada juga Kodim 0808 Blitar, Kodim 0807 Tulungagung, Kodim 0818 Malang serta beberapa Koramil. Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan TNI AU juga diterjunkan untuk membantu jalannya operasi.


Untuk mendukung operasi ini, Panglima Komando Wilayah Udara (Kowilu) IV, Komodor Udara Suwoto Sukendar mengeluarkan Surat Perintah pada 6 Juni 1968 tentang pembentukan Satuan Tugas Operasi Udara (Satgas Opsud) Elang dipimpin oleh Mayor Udara Sugiantoro.


Mayor Udara Sugiantoro dibantu pasukan yang dipimpin oleh Komandan Kompi LU Wim Mustamu, Wadan Ki SMU J. Rantijo, Dan Ton I SMU Jumari, Dan Ton II SMU Sjamsuri, dan Dan Tom III SMU Sugimin. Kekuatan Satgasud Elang terdiri atas 2 pesawat pembom B-26 Invader, 3 pesawat P-51 Mustang, beberapa pesawat C-130 Hercules, 3 pesawat Harvard, Helikopter Mi-4 dan Kompi Kopasgat. Operasi Trisula resmi dilaksanakan pada 1 Juni 1968


Baca artikel selengkapnya di sini https://intisari.grid.id/read/034325935/ketika-abri-susah-payah-menumpas-sisa-sisa-pki-di-blitar-selatan


#blitarselatan #abri #tni #partaikomunisindonesia #pki

Cerita di balik panel relief eps 2, 3.

CERITA DI BALIK PANEL RELIEF EPS 2.

Sebelum membaca relief candi Prambanan kita ikuti dulu tentang 



" TRIMURTI" maksudnya apa ya..? 

Tiga Dewa agama Hindu yang saling melengkapi diantara satu dan lainnya, 

Dewa tertinggi dari beberapa Dewa agama Hindu., siapa dia

1.Brahma Dewa pencipta. 

2.Dewa Siwa Dewa perusak. 

3.wisnu Dewa penjaga alam semesta.


Baiklah ya.. Kita kupas tuntas tentang bacaan relief candi Prambanan ok ya! 


Baik di dalam kisah Ramayan di sini ada beberapa tokoh kunci cerita.

1.Rahwana ( Doso muko) 

2.Rama 

3.Shinta

4.Hanoman.

Yang lain hanya tokoh figuran saja.. 

 Karena selain tokoh kunci masih ada juga tokoh figuran. 

1.kumbakarna 

2.Bharata

Sugriwa dan Subali. 


   Langsung saja ke reliefnya meski gak diunggah semua poto relief tapi itu sudah cukup lah.. Dari pada tidak,, kenapa gak diunggah semua ya..? Karena keterbatasan tempat dan waktu. 


 Pada hari itu di kayangan para Dewa sedang mengadakan rembuk( rapat). Inti permasalahannya tentang Rahwana.. Karena Rahwana atau Doso moko sudah menyebarkan kerusakan di muka bumi.,maling, judi, membunuh, merebut yang bukan hak nya merampok dan lain sebagainya.. Itu membuat geger seisi kayangan., kenapa kayangan geger,karena Doso moko itu seorang raja sakti mandraguna,, ora tedas karo tapak palune pande.

 Menurut cerita juga Rahwana itu adalah mempuyai ilmu yang sulit untuk mati.. Kok bisa ya.. Memang ilmunya apa itu " Ponco sono atau panca sona " Ilmu panca sona katanya juga di bagi menjadi beberapa bagian lagi.. Ada panca sona tanah, api, air dan udara.. Sedang Rahwana ini adalah raja raksasa yang punya Ponco sono komplit.. Dari segala unsur alam. Panca sona tanah.. Biarpun dia tubuhnya tercabik cabik,, putus badannya asal kena tanah hidup lagi menyambung jadi satu lagi.. Panca sona air,asal kena air tubuh nya yang sudah terpotong potong akan kembali menyatu hidup lagi.. Begitu juga dengan udara atau angin.

 Ini lah yang jadi permasalahan di bumi.. Sehingga sosok Rahwana atau Doso muko ini sulit mati dan selalu menyebarkan kehancuran di muka bumi., maka seluruh para Dewa di buat gempar atas kekejaman Raja Raksasa ini.

 

 Para Dewa mengutus Dewa Wisnu Turun kebumi untuk menghentikan kekejaman Raja Raksasa itu, para Dewa menganggap bahwa tidak ada satupun manusia yang mampu mengalahkan Rahwana.


   Kalau mau lihat cerita di panel relief di awali dari sini ya.. Dari cerita para dewa berkumpul membahas kekejaman Rahwana atau Doso muko,, lalu teruskan searah jarum jam agar ceritanya nyambung gak terbalik balik.

  Dari sepenggal panel relief batu di sini kita bisa melihat kebudayaan pada zaman dulu ya.. Di situ juga di terangkan bahwa Rahwana itu gak bisa mati.. Asal mati tubuh bisa menyambung lagi., maka di Jawa juga berkembang ilmu kayak gitu lho teman.. Ilmu kanuragan Jawa banyak sekali jenis nya.. Cinde amoh,, semacam panca sona juga., rawa rontek itu semacam juga. Tapi yang punya ilmu itu pasti juga sekarang lain dari dulu ya jangan di samakan kayak yang dulu juga lho. 

  


    Terima kasih matur nuwun.. Agak ngelantur lari ke permasalahan lain.. Tapi itu juga kebudayaan kita juga gak bisa untuk kita lupakan. 

      Bersambung.



 Cerita di balik panel relief eps 3.

Dalam kisah yang lalu kita telah menerangkan bahwa Dewa Wisnu akan turun kebumi menitis ( menjelma ) ke raga Rama dari ayodha.

      Next ke cerita. 



Kerajaan Mantili di bawah raja janaka mengadakan sayembara pengangkatan Busur pusaka Dewa Siwa, dan siapa yang menang akan mendapatkan Dewi Sinta.. Lomba ini di ikuti dari berbagai raja dan Ksatria dari negara negara sekitar.,, Dari ayodha ada seorang Tampan rupawan bernama RAMA,, dan dari Ngalengka ada RAHWANA atau DOSO MOKO. Dalam perlombambaan ini ternyata Rama si tampan Rupawan menjadi pemenangnya. Sejak saat itulah permusuhan Rahwana dan Rama terjadi.,. Setelah memenangkan sayembara itu akhirnya Dewi Sinta dan Rama menikah., setelah beberapa waktu tertentu Rama dan Sinta pulang ke Ayodha tempat negara Rama., 

  Pengusiran ( pengasingan) Rama Sinta dan Laksmana oleh Raja ayodha Bharata., 

 Dengan  perginya Rama dan Sinta di ikuti Laksmana di sini kisah berlanjut ke pengembaraan RAMA DAN SINTA yang di ikuti Adik nya Laksmana. Dalam pengembaraan atau boleh dikata pengasingan di situ selanjutnya di terangkan bahwa Rama Sinta dan Laksmana akan menemui cobaan baru yang sangat berat.,, ini cobaan terberat mereka berdua.. 

  

       Sambung lagi.. 

 Terima kasih matur nuwun.


Syam Kamaruzaman

 Lelaki dengan 5 alias Syam Kamaruzaman tokoh pentolan G30S. Kepala biru khusus yang mempunyai peran membina idiologi di kalangan militer. I...