Alimin bin Prawirodirdjo (1889–1964) adalah tokoh pergerakan nasional dan salah satu pemimpin senior Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun berhaluan komunis, atas jasa-jasanya dalam merintis kemerdekaan Indonesia, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1964 oleh Presiden Soekarno.
- Masa Muda dan Pendidikan: Lahir di Surakarta, Alimin sempat diangkat anak oleh penasihat pemerintah kolonial Belanda, G.A.J. Hazeu, dan disekolahkan di Batavia. Alih-alih menjadi pegawai pemerintah, ia memilih jalan sebagai jurnalis dan aktivis pergerakan.
- Aktif di Organisasi Awal: Ia pernah bergabung dengan Budi Utomo dan Sarekat Islam. Bersama tokoh lain, ia membentuk cabang Sarekat Islam (SI) di Semarang yang menjadi basis gerakan buruh yang kuat.
- Kiprah Komunis dan Pembuangan: Alimin sangat aktif dalam membesarkan PKI di masa-masa awal. Ia terlibat dalam perencanaan pemberontakan PKI pada tahun 1926, yang mengakibatkan dirinya harus melarikan diri dan diasingkan ke luar negeri (seperti ke Rusia dan Tiongkok) selama bertahun-tahun.
- Akhir Hayat: Setelah Indonesia merdeka, ia kembali ke tanah air dan sempat ikut serta dalam sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Ia wafat di Jakarta pada Juni 1964 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata.