Jumat, 04 Maret 2022

PRASASTI GEMEKAN_Mpu SINDOK

 Sumber bahan :

KELANA KOTA

Prasasti Gemekan Ungkap Nama-Nama Penting di Era Mpu Sindok

Laporan oleh Agustina Suminar

Jumat, 4 Maret 2022

| 17:55 WIB

Terdapat nama penting di isi Prasasti Situs Gemekan.

Teka teki isi prasasti yang ditemukan di Situs Gemekan, Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mulai terungkap. Hasil pembacaan sementara oleh ahli epigrafi, prasasti di Situs Gemekan dibuat pada tahun 852 Saka atau 930 Masehi pada era Raja Mpu Sindok.

Selain menjelaskan tentang Raja Mpu Sindok yang membeli tanah menggunakan emas untuk membangun tempat suci atau peribadatan, isi prasasti tersebut juga menyebutkan nama-nama penting yang turut diundang menjadi saksi ketika upacara penetapan Sima.

“Tim ahli epigraf BPCB Jatim dibantu mengonversi oleh orang Prancis, selain terdapat tulisan tanggal 7 Oktober 930 Masehi. Di sana juga meyebutkan nama Rajanya, Sri Maharaja Rake Hino Mpu Sindok,” ungkap Ismail Lutfi Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)Jatim, Jumat (4/3/2022).

Prasasti tersebut berisi tentang Raja Mpu Sindok yang membeli tanah menggunakan emas untuk membangun tempat suci atau peribadatan. Selain itu Luthfi menambahkan terdapat sosok penting  yang disebutkan menjadi saksi ketika upacara penetapan Sima, salah satunya adalah nama Lemah Tulis. Sima sendiri merupakan daerah yang dibebaskan dari pajak karena jasa yang telah diberikan.

“Kita sudah dapat data penting dari Prasasti Alasantan, di Bejijong, yang ternyata Lemah Tulis itu nama asli dari Bejijong. Dan jarak antara Gemekan dan Bejijong tidak terlalu jauh” jelasnya.

Tak hanya itu, tim ahli turut mendapati kalimat Watak Padang dalam naskah prasasti. Menurut Lutfi, saat itu situs maupun wilayah Desa Gemekan berada di wilayah Watak Padang. Hanya saja, pusat pemerintahan Watak Padang masih menjadi misteri.

“Untuk itu, hal ini menjadi pekerjaan rumah untuk semua dalam mencari kata Watak Padang, sebagai induk dari wilayah Gemekan ini,” sebutnya. 

Arti kata Watak sendiri lanjut Lutfi merupakan kumpulan dari wanua,yang diibaratkan seperti desa. Terlebih istilah watak  biasanya dipimpin seorang Rakai, yang berperan sebagai raja kecil.

Selain itu, isi prasasti juga menegaskan jika situs Gemekan merupakan tempat Sima yang dijadikan sumber menghidupkan ritual di bangunan suci.

“Bangunan suci itu yang kita duga adalah situs gemekan. Nama bangunan ini adalah Prasada kebaktian urumbagi. Prasada dalam bahasa jawa kuno artinya bangunan yang menjulang tinggi,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada ekskavasi tahap pertama prasasti bertuliskan aksara jawa menjadi temuan yang spektakuler di situs ini.

Prasasti berbahan batu andesit itu ditemukan tim ekskavasi BPCB Jatim di Situs Gemekan Rabu (9/2/2022), dimana saat itu tim menggali sudut timur laut candi yang sudah rusak.

Proses ekskavasi yang kedua ini berlangsung hingga 6 Maret mendatang dengan didanai oleh LPM Kaloka Malang, serta didukung oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mojokerto.

Proses ekskavasi tahap kedua situs Gemekan tidak lain bertujuan untuk menyelamatkan dan mengungkap sejarah situs yang diketahui sebagai era kerajaan Mpu Sindok. (fad/bil)

Kamis, 03 Maret 2022

CANDI PRAMBANAN

Sumber bahan : Kompas.com

Pendiri Candi Prambanan Bukanlah Bandung Bondowoso, Ini Sejarahnya

Kompas.com, 3 Maret 2022, 10:37 WIB

Candi Prambanan, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Penulis: Kompasianer Ardalena Romantika | Editor: Farid Assifa

KOMPAS.com - Candi Prambanan yang menjulang setinggi kurang lebih 47 meter di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki keunikan, yakni bentuknya yang mirip dengan Semeru (Mahameru).

Situs ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Candi ini sudah masuk kategori warisan dunia UNESCO dan merupakan salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Kini keberadaan candi tersebut mengundang tanda tanya, terutama siapa pendirinya.

Terjadi dualisme sejarah mengenai pembangunan Candi Prambanan, yakni antara sejarah pada prasasti versus legenda. Uniknya, masyarakat justru lebih familiar dengan legenda pendirian Candi Prambanan.

Banyak orang percaya bahwa Bandung Bondowoso dengan bantuan makhluk gaib yang mendirikan mahakarya ini.

Hal ini dapat dilihat dengan antusiasme pengunjung untuk melihat arca Roro Jonggrang karena dianggap sebagai putri yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso karena dianggap menipunya.

Sedangkan ada sejarah yang menyebutkan bahwa pada abad ke-9 Masehi, seorang raja Mataram Kuno lah yang menginisiasi pembangunan candi ini.

Selain itu, banyak pula yang mengira bahwa jumlah candi di kompleks Candi Prambanan benar-benar ada 999 ditambah 1 arca Roro Jonggrang.

Padahal faktanya, kompleks Candi Prambanan hanya terdiri dari sekitar 240 candi, yang sekarang ini tinggal tersisa 18 candi; meliputi 8 candi utama dan 8 candi kecil di zona inti serta 2 candi perwara. Jadi, siapa pendiri mahakarya ini, Bandung Bondowoso atau raja Mataram Kuno?.

Sebelum mengulik fakta mengenai pemegang "hak cipta" sesungguhnya atas candi ini, mari kita mengulas sedikit ke legenda yang dulu diceritakan dalam buku sejarah SD.


Legenda Candi Prambanan

Alkisah, terjadi peperangan antara Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging melawan Raja Boko. Bandung Bondowoso berhasil membunuh Raja Boko, yang berarti bahwa ia berhasil menaklukkan Kerajaan Boko.

Sewaktu memasuki Kerajaan Boko, Bandung Bondowoso melihat puteri Raja Boko, yakni Roro Jonggrang yang cantik jelita.

Bandung Bondowoso jatuh hati pada pandangan pertama sehingga berniat mempersunting Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang yang tentunya enggan menikah dengan pembunuh ayahnya pun merancang tipu daya untuk menggagalkan rencana Bandung Bondowoso.

Yang pertama adalah meminta Bandung Bondowoso membuat sumur yang sangat dalam. Namun rencana ini gagal total karena ketika sumur yang sedang digali oleh Bandung Bondowoso ditimbun rapat-rapat dengan batu, Bandung Bondowoso masih dapat keluar dari sumur tersebut.

Tak mau kalah begitu saja, Bandung Bondowoso yang masih saja mencintai Roro Jonggrang, meski sudah ditimbun dengan batu, menyanggupi permintaan Roro Jonggrang yang kedua, yakni membangun 1.000 candi dalam satu malam.

Apabila berhasil, maka puteri cantik itu bersedia menjadi mempelainya.

Akhir dari kisah ini tentu sudah kita ketahui, kerja keras Bandung Bondowoso yang bahkan sampai harus mengerahkan tenaga para jin dikalahkan begitu saja oleh suara ayam jago yang berkokok.

Si ayam sendiri tidak tahu kalau dia sedang ditipu oleh Roro Jonggrang dan para gadis desa. Dikiranya hari sudah pagi, padahal masih tengah malam.

Roro Jonggrang menjebak Bandung Bondowoso dan semua ayam jantan di wilayah kerajaan dengan cara memerintahkan rakyat membakar kayu sebanyak mungkin dan memerintahkan para perempuan untuk menumbuk lesungnya untuk menciptakan kesan hari sudah pagi.

Akibatnya Bandung Bondowoso yang saat itu sudah berhasil membangun 999 candi merasa sangat marah, akhirnya ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca sebagai pengganti candi yang ke-1000.


Kajian sejarah Candi Prambanan

Karena populernya legenda ini, "sejarah asli" dari pembangunan Candi Prambanan dilupakan banyak orang. Ya, menurut sumber yang ditemukan, bukan Bandung Bondowoso yang membangun candi ini.

Para arkeolog sepakat bahwa pendiri Candi Prambanan adalah Sri Maharaja Rakai Pikatan. Hal ini berdasarkan prasasti Shivagrha yang menyebutkan mengenai gugusan candi yang dibangun pada masa Rakai Pikatan, bernama Shivagrha atau Siwalaya, yang bermakna "Rumah Siwa" atau "Kuil Siwa".

Candi ini dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, namun secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Sri Maharaja Dyah Balitung Maha Sambu.

Di prasasti yang dikeluarkan oleh Dyah Lokapala (Rakai Kayuwangi) ini tertulis chandrasengkala "Walung gunung sang wiku" berarti tahun 778 Saka (856 Masehi), yang kemudian dianggap sebagai tahun dikeluarkannya prasasti.

Melihat dari ciri-ciri candi agung yang disebutkan oleh prasasti tersebut, candi agung yang dipersembahkan untuk Siwa ini identik dengan Candi Prambanan.

Sosok Rakai Pikatan

Siapakah sosok Rakai Pikatan? Rakai Pikatan adalah raja keenam Kerajaan Mataram Kuno yang memerintah sekitar tahun 840- 856 M.

Rakai Pikatan adalah raja yang disebut-sebut menjadi cikal bakal kehidupan toleransi di Indonesia karena menikah dengan seorang putri yang berbeda keyakinan dengannya.

Putri yang dimaksud adalah Pramodhawardhani. Pramodhawardhani adalah putri tunggal Raja Samaratungga yang ditetapkan sebagai penerus kerajaan.

Salah satu kerabatnya, yang tak lain adalah Balaputradewa tidak setuju dengan penetapan ini. Hal ini menyebabkan terjadinya pergolakan dan pertikaian sengi tantara Balaputradewa melawan Pramodhawardhani dan suaminya, Rakai Pikatan.

Pertikaian ini menyebabkan kekalahan di pihak Balaputradewa yang kemudian menyingkir ke Sumatera dan mewarisi kerajaan Sriwijaya dari kakeknya, Dharmasetu. Dharmasetu sendiri diyakini juga merupakan kakek dari Samaratungga.

Apabila ditelisik lebih lanjut, Pramodhawardhani dan Rakai Pikatan sebenarnya berasal dari 2 wangsa yang saling bersaing.

Rakai Pikatan berasal dari wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Siwa, sedangkan Pramodhawardhani berasal dari wangsa Syailendra yang beragama Buddha Mahayana.

Wangsa Sanjaya pernah berkuasa di tanah Jawa, namun harus berakhir dan beralih ke wangsa Syailendra sekitar tahun 792 M. Hal inilah yang membuat banyak ahli berspekulasi bahwa perkawinan keduanya sebenarnya adalah perkawinan politik untuk mempertahankan tahta Pramodhawardhani. Karena seperti yang kita ketahui, pada masa itu, seorang pemimpin perempuan belum lazim ditemui.

Sebelum bersatunya Pramodhawardhani dan Rakai Pikatan, agama Buddha lebih dominan. Hal ini dibuktikan dengan adanya Candi Borobudur yang dibangun pada era Samaratungga dan diresmikan oleh Pramodhawardani.

Namun siapa sangka?, setelah Pramodhawardhani bertakhta dengan didampingi Rakai Pikatan, lambat laun sang suami justru lebih berpengaruh.

Sampai pada pembangunan Candi Prambanan, candi hindu terbesar, diduga dimaksudkan untuk menyaingi Candi Borobudur.

Asmito, dalam bukunya yang berjudul Sejarah Kebudayaan Indonesia bahkan menyebutkan bahwa Rakai Pikatan sebenarnya ingin melenyapkan kekuasaan Syailendra.

Untuk memuluskan tujuannya, ia menikahi Pramodhawardhani, sang pewaris takhta Syailendra.

Dengan demikian ia dapat sekaligus menyingkirkan Balaputradewa yang saat ini memiliki pengaruh kuat dalam wangsa Syailendra.

Sebenarnya, kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dari pernikahan ini. Namun tidak ada yang tahu siapa yang sedang memanfaatkan, dan siapa yang sedang dimanfaatkan.


Siapakah Roro Jonggrang?

Jika Roro Jonggrang tak nyata adanya, lalu siapakah sosok yang diwujudkan dalam arca Roro Jonggrang yang selama ini menjadi alasan bagi begitu banyak kunjungan ke Candi Prambanan?

Arca Roro Jonggrang dipandang identik dengan salah satu dewi hindu, yakni Dewi Durga Mahisasura Mardini, atau yang lebih dikenal sebagai Dewi Durga.

Dalam mitologi hindu, Dewi Durga merupakan penakluk Asura dan perwujudan dari Parwati, istri Siwa .

Bangsa Asura sendiri merupakan bangsa yang selalu mengacaukan kahyangan dan dipimpin oleh makhluk berbentuk banteng.

Dewi Durga digambarkan sebagai wanita yang sangat cantik dan memiliki delapan tangan. Dalam setiap tangannya, Dewi Durga memegang senjata khusus yang merupakan hadiah dari para dewa.


Demikianlah ulasan mengenai siapa pembangun Candi Prambanan. Dari dua kisah yang ada, seolah-olah terjadi persaingan sengit antara Bandung Bondowoso dengan Rakai Pikatan untuk menunjukkan pada masyarakat siapa sebenarnya pendiri Candi Prambanan.

Padahal keduanya jelas berbeda dari segi kredibilitas. Namun keyakinan dan budaya masyarakat ternyata mampu mengubah banyak hal. Jadi, mana yang lebih Anda yakini?



Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Hak Cipta Candi Prambanan: Jatuh ke Tangan Rakai Pikatan atau Bandung Bondowoso?"


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Rabu, 02 Maret 2022

NOERKAYATIM

Ada kepercayaan bahwa orang meninggal dalam kepercayaan Jawa, selalu memilih salah satu sesuai hari atau pasaran. Hari yaitu dari Senin s.d Minggu, Weton ada 5 terdiri atas Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Kepercayaan ini perlu diteliti dan dikaji kebenaran lebih lanjut.

Khusus Bu Noerkayatim, yang terlahir : 8 September 1937, maka 

Hari pasaran kelahiran 8 September 1937 adalah Rabu Legi wuku Dukut

Tindakannya selalu waspada dan hati-hati bijaksana sopan lemah lembut kata-katanya pikirannya tajam sedikit sombong rejekinya cukup agak kikir sangat bertanggung.

Ternyata meninggalkan juga hari Rabu, 2 Maret 2022 berbeda Weton yaitu Pahing.





Selasa, 01 Maret 2022

YANG TERLUPAKAN 1 MARET 1949


Tahun 2022 sudah kita lalui 2 bulan bersama Omicron dan berbagai masalah dalam ketatanegaraan dan kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillah, bersama keluarga  masih dapat berbahagia. Terus diberi kesempatan untuk berdoa dan mengenang masa lalu. Pengalaman Nabi Muhammad SAW menghadap langit ke tujuh juga sudah dipahami oleh masyarakat muslim dunia.


Hal yang terlupakan adalah ... .

serangan yang terjadi pada tanggal 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Serangan ini telah dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Divisi III, Kol. Bambang Sugeng. Serangan ini bertujuan untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih ada dan cukup kuat, dengan harapan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB. Perundingan tersebut memiliki tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu menjabat sebagai Komandan Brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.

HARI INI


Keppres tersebut resmi mengatur tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara. "Menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara," bunyi Diktum Kesatu Keppres nomor 2 tahun 2022. Selanjutnya dijelaskan pula mengenai Hari Penegakan Kedaulatan Negara bukan merupakan hari libur.

Minggu, 27 Februari 2022

10 PERISTIWA ISRA' MIRAJ'

 Sumber bahan : Suara.com


Suara.com - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dan bersejarah bagi umat Islam yang mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini diperingati setiap 27 bulan Rajab dalam kalender Islam, yang jatuh pada hari ini, Kamis, 11 Maret 2021. (Karena saat ini tahun 2022, maka jatuh pada Senin, 28 Februari 2022)


Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan di malam hari dari Masjid al-Haram di Makkah ke al-Aqsha di Palestina. Kemudian, Rasulullah melanjutkan perjalanannya menuju Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu dari Allah SWT. Peristiwa ini terjadi pada tahun 621 M, dua tahun setelah wafatnya Siti Khadijah, istri Rasulullah.


Ustaz Q Nuron Habibie dari Pondok Pesantren Al Ihya Bogor menerangkan ada begitu banyak persiapan, amalan dan hal-hal istimewa yang dilalui Nabi Muhammad SAW sepanjang perjalanan Isra Mi'raj. Hal tersebut, kata dia, juga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita.


Nah, apa saja? Berikut beberapa di antaranya yang dijelaskan oleh Ustaz Q Nuron Habibie yang merampungkan pendidikannya di Yaman Hadramaut ini.



1. Disucikannya hati Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril.

Saat menerima perintah untuk melakukan perjalanan istimewa ini, kata Ustaz Q Nuron Habibie, Nabi Muhammad SAW sedang tertidur di dekat Kabah.



Ia pun didatangi oleh Malaikat Jibril dan dibangunkan dari tidurnya. Kemudian Malaikat Jibril pun mencuci hati Rasulullah dengan air zam-zam.


"Itu menunjukkan bahwa khasiat dan keutamaan air zam-zam itu luar biasa. Salah satunya air zam-zam itu bisa menjadi sesuai niat yang meminumnya. Begitu pun ketika kita mau shalat, sebagai penghubung seorang hamba dengan sang pencipta, kita harus persiapkan dulu hati kita menjadi bersih untuk memfokuskam gerakan kita saat itu hanya untuk shalat. Salah satunya dengan niat dan wudhu," jelasnya.



2. Melakukan perjalanan dari Masjid al-Haram di Makkah ke al-Aqsha di Palestina.

Setelah itu, Rasulullah dijemput dengan Buroq dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsa di Palestina. Mengapa dua tempat ini yang dipilih? Karena ada keberkahan di dalammya.


"Maknanya Masjid al-Aqsa diberkahi oleh Allah dan sekitanya yang Allah berikan keberkahannya. Di antaranya dengan tanahnya yang subur, buah-buahannya yang banyak, sungai yang mengalir di dalamnya itu menunjukan bahwa keberkahan yang Allah berikan pada Masjid al-Aqsa dan sekitarnya," jelas dia.


Kemudian, makna lainnya adalah Allah juga memberikan keberkahan kepada Masjid al-Haram sebagaimana rumah yang pertama Allah bangun di muka bumi, yaitu Kabah yang juga menjadi kiblat umat Muslim, khususnya di dalam shalat.


"Atau yang kami berkahkan di sekitar Nabi Muhammad SAW, sehingga para ulama menyebutkan sesuatu itu akan menjadi istimewa karena ada kaitannya dengan Rasulullah. Semua yang berkaitan dengan Rasulullah maka sesuatu itu menjadi mulia dan berkah," ungkap Ustaz Q Nuron Habibie lagi.


3. Singgahnya Nabi Muhammad SAW ke tempat lain sebelum ke Masjid al-Aqsa.

Sebelum sampai di Masjid al-Aqsa, jelas Ustaz Q Nuron Habibie, Rasulullah sempat menyinggahi beberapa tempat terlebih dahulu atas perintah Malaikat Jibril. Tujuannya memberikan keberkahan di tempat-tempat yang istimewa itu.


"Mana saja tempat itu? Pertama Darul Hijrah atau dulu namanya Yathrib, sekarang kita kenal sebagai kota Madinah. Ketika Nabi Muhammad SAW turun, beliau shalat di sana. Nabi bertanya pada Malaikat Jibril, ini tempat apa? Kemudian Malaikat Jibril menjawab ini Darul Hijrah, tempat di mana engkau akan berhijrah," tambahnya.


Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga singgah di Bukit Tursina, bukit yang namanya disebut berkali-kali dalam kitab ketuhanan, Injil, Taurat, juga Alquran.


Di bukit itulah Allah memberikan wahyu untuk Nabi Musa AS. Karena tempat ini bersejarah, Nabi Muhammad SAW juga shalat di sini.


Lalu, tempat yang ketiga yang disinggahi Nabi Muhammad SAW adalah Bethelem, tempat kelahiran Nabi Isa AS.


4. Setelah sampai di Masjid al-Aqsa, Nabi Muhammad SAW sempat mengikatkan Buraq.

Sesampainya di tempat tujuan, Nabi Muhammad SAW memarkirkan Buraq dan mengikatnya sebagaimana mestinya.


Apa yang bisa diambil hikmahnya dari tindakannya ini? Rasulullah berusaha menjaga kendaraan yang Allah berikan, karena kendaraan tersebut diberikan Allah padanya.


5. Menjadi imam shalat di Baitul Maqdis.

Di Baitul Maqdis atau Masjid al-Aqsa, Nabi Muhammad SAW telah ditunggu oleh para nabi dan rasul yang lain, arwah orang shaleh dan semua malaikat yang hadir. Ini menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW di antara makhluk-makhluk lainnya.


"Nabi shalat bahkan menjadi imam di sana. Sebagai bentuk pembaitan bahwa Rasulullah adalah pemimpin mereka semua," jelas Ustaz Q Nuron Habibie.


6. Malaikat Jibril memberikan bejana berisi susu dan arak atau khamr

Saat akan melanjutkan Miraj menuju Sidratul Muntaha, tempat atau maqam paling tinggi di langit, Malaikat Jibril terlebih dahulu memberikan bejana berisi susu dan arak. Lalu, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk memilih satu di antara dua bejana tersebut.


Tentu saja, saat itu Nabi Muhammad SAW memilih susu. Kemudian, lanjut Ustaz Q Nuron Habibie, Malaikat Jibril mengatakan: "Kamu telah memilih yang fitrah ya Rasulullah," yang artinya adalah agama Islam.


"Ini menjadi suatu simbol bahwa yang dinikmati atau yang dirasakan oleh umatnya Rasulullah ini adalah sesuatu yang istimewa, baik dan insya Allah membawa kemaslahatan. Coba bayangkan bagaimana kalau Nabi memilih khamr, sesuatu yang dapat menghilangan akal sehat kita, sehingga menjadi sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan," ungkap dia.


7. Nabi Muhammad SAW pun melakukan Miraj melewati 7 lapis langit dan bertemu para penghuninya.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril naik ke langit, di mana setiap lapisan langit yang dilewati Malaikat Jibril sebagai pendamping Nabi, selalu mengucapkan salam.


"Assalamulaikum istilahnya ada istidzan di sana minta izin untuk dipersilakan masuk. Ini mengajarkan bagaimana adab kita ketika masuk ke suatu tempat," jelasnya.


Di setiap lapisan langit ini ada penghuninya. Pada lapisan langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan bapaknya umat manusia, yakni Nabi Adam AS. Pada lapisan langit kedua, ada Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Sementara di lapisan ketiga, Rasulullah bertemu dengan Nabi Yusuf AS.


Pada lapisan langit keempat, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris AS. Lalu ada Nabi Harun AS di lapisan langit kelima, serta Nabi Musa AS di lapisan langit keenam.


Terakhir ada bapak semua nabi dan rasul di lapisan langit ketujuh, yakni Nabi Ibrahim AS.


8. Sesampainya di lapisan langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW diperintahkan ke Sidratul Muntaha.

Dari sana, Malaikat Jibril sudah tak lagi bisa menemani Nabi Muhammad SAW, sehingga Rasulullah harus pergi ke Sidratul Muntaha sendirian.


Di situ, kata Ustaz Q Nuron Habibie, seperti ada batasan di mana jika selangkah saja Malaikat Jibril masuk akan terbakar. Malaikat Jibril mengatakan, tidak ada yang bisa melewatinya kecuali Engkau yang diundang langsung oleh Allah SWT.


"Ini bisa kita implementasikan dalam shalat, bagaimana kita harus fokus saat akan berhubungan dengan Allah SWT. Bayangkan bagaimana Allah sedang mengawasi shalat kita," kata dia.


9. Sampai di Sidratul Muntaha ada dialog antara Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT

Dialog tersebut, kata Ustaz Q Nuron Habibie, adalah bacaan yang ada dalam shalat kita, yaitu "tahiyat".


Nabi Muhammad SAW mengucapkan: "At Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah," sebagai bentuk penghormatan rasa takzim, bahwa tahiyat ini disampaikan hanya untuk Allah SAW.


Kemudian, Allah SWT menjawab ucapan tahiyatnya dengan mengatakan, "As Salaamu'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh".


Setelah mendapatkan salam dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW tak hanya ingat dirinya, tapi juga pada semua sebagai umatnya. Ia pun mengatakan: "Assalaamu'Alaina Wa'Alaa Ibaadillaahishaalihiin".


Dan, semua nabi dan rasul, juga para malaikat yang mendengarnya mengucapkan: "Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah".


10. Kemudian Allah pun memerintahkan Nabi Muhammad dan umatnya yang berikan untuk melaksanakan ibadah shalat.

Di  Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah shalat 50 kali dalam sehari semalam bagi umat beliau.


Rasulullah kemudian turun, tetapi ketika melewati Nabi Musa AS, beliau ditanyai tentang jumlah kewajiban shalat. Nabi Musa AS menyebut shalat 50 kali terlalu berat, sedangkan umat Rasulullah lemah.


Atas saran Nabi Musa AS, Nabi Muhammad SAW sekali lagi menghadap Allah SWT untuk memohon keringanan. Jumlah kewajiban shalat pun dikurangi. Namun, setiap kali Rasulullah bertemu Nabi Musa AS, beliau diingatkan untuk memohon keringanan kembali. Sampai akhirnya, Nabi Muhammad SAW mendapatkan kewajiban shalat 5 waktu dalam sehari.


Nabi Musa AS sebenarnya masih menyarankan agar Rasulullah sekali lagi menghadap Allah. Namun, Nabi Muhammad SAW berkata: "Aku sudah berkali-kali menghadap Tuhanku, memohon hingga merasa malu".


Itulah sejarah atau asal usul tentang shalat 5 waktu yang perlu diketahui terutama oleh umat muslim. Bagi Anda yang ingin mengetahui penjelasan lengkap Ustaz Q Nuron Habibie tentang Isra Miraj tonton di sini.

Sabtu, 26 Februari 2022

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Sumber bahan : Merdeka.com

Penyebab Runtuhnya Majapahit, Berikut Penjelasannya

JABAR | 26 Februari 2022 13:15

Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Kerajaan Majapahit atau sering disebut juga dengan nama Wimatikta merupakan kerajaan besar di Nusantara Sejak pemerintahan Sri Kertajasa Jayawarddhana tahun 1293, kerajaan Majapahit mengalami pasang surut.

Ini merupakan sesuatu yang wajar karena selama kurun waktu 2 abad tentu saja suatu kerajaan akan mengalami perubahan-perubahan, baik disebabkan oleh faktor eksternal maupun faktor internal.

Namun, suatu kenyataan bahwa kerjaan Majapahit merupakan kerajaan pada masa Hindu Budha yang paling lama bertahan dan paling luas wilayahnya. Majapahit mengalami zaman keemasannya di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan pembantu setianya Patih Hamangkubhumi Gajah Mada. Daerah taklukannya sangat luas, meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Iran.

Meski kerajaan besar, pada akhirnya kerjaan Majapahit runtuh setelah lebih dari dua abad berkuasa. Berikut ini informasi mengenai penyebab runtuhnya majapahit, lengkap dengan penjelasannya telah dirangkum:

Kerajaan yang besar dan kuat ini dalam perjalanan di kancah panggung sejarah kebudayaan Indonesia sering mengalami musibah. Musibah pertama yang menimpa terjadi pada tahun 1364 M, yaitu meninggalnya Patih Hamangkubhumi Gajah Mada. Disusul dengan musibah berikutnya yang terjadi 25 tahun sesudahnya, yaitu meninggalnya Raja Hayam Wuruk.

Sepeninggal kedua pimpinan tersebut, Kerajaan Majapahit mulai menampakkan tanda-tanda kesuramannya. Kebesaran dan kejayaan Kerajaan Majapahit yang telah mencapai puncak keemasannya berangsur-angsur mulai surut. 

Hal ini juga disebabkan antara lain:

1. Kematian Patih Gadjah Mada

Penyebab runtuhnya Majapahit yang pertama adalah kematian patih Gadja Mada. Sepeninggal Patih Gadjah Mada, kerajaan-kerajaan taklukan mulai mengangkat senjata dan tidak mau lagi mengakui keberadaan Kerajaan Majapahit. Hal ini disebabkan tidak ada lagi seorang pemimpin yang mampu mengendalikan roda pemerintahan kerajaan yang besar dan luas pengaruh serta kekuasaannya tersebut.

2. Pertentangan intern di dalam keluarga kerajaan

Penyebab runtuhnya Majapahit berikutnya adalah adanya pertentangan intern di dalam keluarga kerajaan. Hal ini tak lain disebabkan karena masing-masing berkeinginan menduduki jabatan tertinggi sebagai raja Majapahit.

Sebagai contoh: Perang Paregreg antara Wikramawardhana (suami Kusumawardhani) dengan Bhre Wirabhumi . Bhre Wirabhumi berkeinginan menjadi orang nomor satu di Majapahit, tetapi tidak tercapai. Hal ini disebabkan karena Bhre Wirabhumi adalah anak Hayam Wuruk dengan istri selir.

3. Ekspansi Tiongkok

Selain karena kematian patih Gadjah Mada dan pertentangan intern di dalam keluarga kerajaan, penyebab runtuhnya Majapahit juga dikarenakan adanya ekspansi Tiongkok. Munculnya kekuatan baru dari sebelah timur, yaitu ekspansi Tiongkok di bawah Dinasti Ming.

4. Pengaruh Islam

Penyebab runtuhnya Majapahit selanjutnya ialah karena pengaruh Agama Islam. Islam mulai menyusup ke dalam lingkungan Kerajaan Majapahit yang berlandaskan Hindu.

Rapuhnya Kerajaan Majapahit dari dalam sendiri, yaitu dengan adanya pertentangan antar anggota keluarga, maka pengaruh Islam tersebut lebih mudah masuk ke dalam lingkungan kerajaan. Dengan demikian hal ini secara tidak langsung mempercepat mundumya Kerajaan Majapahit.

Asal usul Madura

 Asal usul terpisahnya Pulau Madura dari Pulau Jawa dapat dijelaskan melalui dua sudut pandang: proses geologis dan sejarah kultural yang be...