Senin, 14 September 2026

Profil Kaldam sejarah

 PROFIL KAMPUNG MOJO 2026


Pembuatan Profile Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya 

Profile Creation Of Mojo Village RW 10 Surabaya City

Rezzylina Dwi Akhirulyati 1

, Muhammad Yasin 2

1,2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jawa Timur 

Korespondensi Penulis : rezzylina.sisk@gmail.com

Article History: 

Received: 02 Mei 2024 

Accepted: 09 Juni 2024 

Published: 30 Juni 2024 

Abstract: A village profile is needed to provide an accurate, 

comprehensive and integral picture of the village's potential and 

level of development. Through the University's Real Work Lecture 

activities on August 17 1945, we tried to help Kalidami RW 10 

Village located in Surabaya City, East Java Province in an effort to 

create a village profile. Based on problem identification, the profile 

of Mojo RW 10 Village contains some information on the number of 

existing UMKM. However, there is some data that is still not 

complete or updated. For example, data that has not been updated 

is about Waste Generation, Village Profile, Waste Savings, etc. 

Therefore, the objectives of this service activity are: 1) creating a 

profile of Mojo RW 10 Village which contains complete village 

potential data and 2) presenting profile data of Mojo RW 10 Village 

which can be accessed in printed and electronic versions. The 

methods used are secondary data collection, surveys and interviews. 

Evaluation of this activity is carried out directly during the profile 

creation activity, so that output can be produced that meets the 

wishes of the target audience. The output of this activity is a printed 

book on the profile of Mojo RW 10 Village which is one of the 

documents available at the RW 10 hall and a video profile of Mojo 

RW 10 Village which has been uploaded on social media. 

Keywords: Village Profile, Data 

Completeness, Potential, Planning, 

Development




Abstrak 

Profile kampung diperlukan untuk mengetahui gambaran potensi dan tingkat perkembangan kampung yang 

akurat, komprehensif, dan integral. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Universitas 17 Agustus 1945 berusaha 

membantu Kampung Kalidami Rw. 10 yang terletak di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur dalam upaya 

pembuatan profil kampung. Berdasarkan identifikasi permasalahan, profil Kampung Mojo RW 10 telah memuat 

beberapa informasi data jumlah UMKM yang ada. Namun, terdapat beberapa data yang masih belum lengkap atau 

terbaharui. Sebagai contoh data belum terbaharui adalah data tentang Timbulan Sampah, data Profile Kampung, 

data Tabungan Sampah, dsb. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1) pembuatan profil 

Kampung Mojo RW 10 yang memuat data potensi kampung secara lengkap dan 2) menyajikan data profil 

Kampung Mojo RW 10 yang dapat diakses dalam versi cetak maupun elektronik. Metode yang digunakan adalah 

pengumpulan data sekunder, survei, dan wawancara. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan secara langsung pada 

saat kegiatan pembuatan profil, sehingga dapat dihasilkan luaran yang sesuai dengan keinginan khalayak sasaran. 

Luaran dari kegiatan ini berupa hasil cetak buku profil Kampung Mojo RW 10 menjadi salah satu dokumen yang 

tersedia di balai RW 10 dan video profil kampung Mojo RW 10 yang telah diunggah di media social

Kata Kunci: Profil Desa, Kelengkapan Data, Potensi, Perencanaan, Pembangunan 

PENDAHULUAN 

Pembangunan merupakan suatu proses multidimensi yang diantaranya mencakup 

perubahan tatanan sosial, perubahan perilaku di masyarakat, dan perubahan di dunia 

kelembagaan nasional. Arah dan rencana yang matang sesuai dengan yang diinginkan 

merupakan hasil transformasi dari perumusan berbagai kebijakan dengan tujuan 

meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat adalah wujud perubahan sosial, 

ekonomi, budaya, dan keputusan politik dalam pembangunan (Koronakos et al., 2020;


Pratomo & Sumargo, 2016). Hal ini berdasarkan fakta bahwa dalam mengentaskan 

kemiskinan dan menaikkan laju pembangunan di masyarakat, para pengambil kebijakan 

diharapkan untuk memahami dan mempertimbangkan berbagai dimensi seperti dimensi 

sosial, politik, budaya, lingkungan, pendidikan, kesehatan, agama, dan perilaku. 

Pemanfaatan lahan, penataan kota dalam membantu memperbaiki degradasi 

lingkungan, penggunaan metode yang efektif dalam bisnis, pemberdayaan masyarakat 

adalah cara yang dapat dilakukan sehingga pembangunan tersebut dapat dinikmati dan 

tidak hanya pada saat pembangunan dilakukan, tetapi juga untuk jangka panjang, dan 

yang berkeadilan bagi masyarakat. Untuk tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan, 

sangat diperlukan adanya persiapan dan rencana yang memperhatikan ekologis dengan 

melaksanakan peninjauan terhadap kondisi diwilayah perkotaan tersebut. 

Promosi dan penyebaran informasi ke masyarakat luas merupakan hal yang harus 

diperhatikan karena menjadi salah satu faktor penunjang tercapainya pembangunan. Pada 

era globalisasi sekarang, teknologi informasi merupakan media yang sangat efektif sebagai 

sarana promosi, penyampaian informasi, dan edukasi masyarakat. Media promosi dan 

informasi berkembang dengan sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi, yaitu 

dengan semakin maraknya penggunaan Internet of Things (IoT). Penggunaan media visual 

menjadi prioritas karena pesan yang disampaikan tidak hanya melalui suara tetapi juga 

melalui gambar-gambar yang menarik. Juga tidak dapat dipungkiri bahwa hampir semua 

kalangan masyarakat memahami dan mencerna lebih baik semua informasi yang disampaikan 

melalui media komunikasi visual dibandingkan media audio, atau cetak (M. Budiarto et 

al., 2012;Guntoro et al., 2021; Rimayanti et al., 2019). 

Kebijakan pemerintah dalam upaya mengawasi pemerataan pembangunan sejak 

diberlakukan Otonomi Daerah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13. Tahun 2012 

tentang monografi desa/ kelurahan dan Per mendagri No.12 Tahun 2007 tentang pedoman 

penyusunan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan. Menimbang bahwa untuk 

mendapatkan gambaran potensi dan tingkat perkembangan desa yang akurat, lengkap dan 

holistik, perlu disusun data profil desa dan kelurahan (Budiman, 2016). Menteri Desa, 

Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 

21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat 

Desa. 

Desa merupakan lembaga pemerintahan yang berada paling bawah dalam sistem 

pemerintahan Republik Indonesia. Asal mula kata desa berasal dari bahasa sansekerta Deshi 

yang berarti tanah kelahiran atau tanah tumpah darah, (Widodo, 2015). Desa atau dikenal


dengan istilah kampung di wilayah Kota Surabaya. Menurut Undang-undang nomor 6 Tahun 

2014 tentang Desa dapat diartikan bahwa desa adat atau yang disebut dengan nama lain 

selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah 

yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan 

masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak 

tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan 

Republik Indonesia, (Ilham, Muttaqin, & Idris 2020). 

Kelurahan Mojo merupakan sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Gubeng, Kota 

Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Mojo menaungi 13 RW dan salah satunya ialah 

Kampung Kalidami Rw. 10 yang terletak di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur dengan 

menaungi RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05. Luas wilayah RW 10 yaitu sekitar 35.000 

??2

. Batas wilayah RW 10 di sebelah Utara dengan RW 08, di sebelah Timur dengan RW 12, 

di sebelah Selatan dengan RW 11, dan di sebelah Barat dengan RW 09. Jumlah KK di wilayah 

RW 10 sebanyak 272 KK dengan 819 jiwa (laki laki = 385 jiwa dan perempuan = 434 jiwa). 

Di wilayah RW 10 terdapat 34 UMKM di bidang ekonomi dengan 3 kategori yaitu kategori 

jasa sebanyak 7 usaha, kategori makanan dan minuman sebanyak 16 usaha, dan kategori 

produksi sebanyak 11 usaha. Di wilayah RW 10 dalam bidang kesehatan merupakan wilayah 

yang termasuk bebas Bayi Stunting, TBC, dan ODF. 

Profil desa dan kelurahan diperlukan untuk mengetahui gambaran potensi dan tingkat 

perkembangan desa dan kelurahan yang akurat, komprehensif dan integral seperti dinyatakan 

dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan 

Data Profil Desa dan Kelurahan. Profil desa dan kelurahan merupakan gambaran menyeluruh 

tentang karakter desa dan kelurahan yang meliputi data dasar keluarga, potensi sumber daya 

alam, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana serta perkembangan kemajuan 

dan permasalahan yang dihadapi desa dan kelurahan. 

Profil desa dan kelurahan harus dapat berfungsi sebagai sumber informasi potensi desa 

dan kelurahan. Oleh karena itu, data profil haruslah tersedia, lengkap dan akuntabel. 

Ketersediaan, kelengkapan dan akuntabilitas data merupakan indikator evaluasi terhadap 

kualitas data profil (Achsin, dkk., 2015). Lebih lanjut, Putra dan Parwata (2013) menambahkan 

bahwa ketersediaan data. yang lengkap, benar adanya dan dapat dipertanggung jawabkan 

merupakan suatu elemen penting dalam perencanaan program pembangunan dan 

pemberdayaan masyarakat. 

Penyusunan profil Kampung Mojo RW 10 ini sangat penting dan bermanfaat bagi 

kampung setempat dalam upaya pembaharuan data. Dapat diketahui, bahwa ketersediaan data


yang terdapat di kampung masih cenderung lawas. Berdasarkan penelusuran pada situs resmi 

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa 

Data Pokok Desa/ Kelurahan belum ditemukan data Kampung Mojo RW 10 sehingga 

terkadang data  data yang ada sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini di lapangan. Hal ini 

disebabkan terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pemanfaatan teknologi yang 

sudah semakin canggih. Sehingga dari kegiatan pendampingan ini dapat menghasilkan profil 

Kampung Mojo RW 10 terbaru. 

Dengan profil kampung Mojo RW 10, Perangkat Kelurahan/Kampung dan 

masyarakat dapat memahami semua aspek data yang relevan dengan permusyawaratan 

kampung atau tentang rencana pembangunan kampung Mojo RW 10 yang sesuai dengan 

aspirasi dan kepentingan masyarakat. Tidak ada atau minimnya data kampung, membuat 

kampung gagal menyusun perencanaan pembangunan yang baik dan berkualitas sehingga desa 

sulit merumuskan kebijakan, program dan kegiatan yang sesuai dengan aspirasi dan 

kepentingan masyarakat. Agar masyarakat dapat mengawasi, sehingga pembangunan kampung 

tak hanya bersandar pada kehendak kepala RW dan perangkat lainnya. 

METODE 

Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kelurahan Mojo Rw.10 Rt.02, Kecamatan 

Gubeng, Kota Surabaya Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2023 

secara offline. Peserta yang mengikuti kegiatan adalah perwakilan dari setiap RT yang ada di 

RW 10 Kampung Mojo dan juga perwakilan Karang Taruna RW 10 Kampung Mojo. Kegiatan 

yang berupa pengumpulan data sekunder, survei, dan wawancara dilakukan mulai minggu 

terakhir bulan Oktober 2023 hingga minggu pertama bulan November 2023. Kegiatan FGD 

dilakukan pada tanggal 05 November 2023 di Balai RW 10 Kampung Mojo yang dihadiri oleh 

perwakilan dari setiap RT yang ada di RW 10 Kampung Mojo dan juga perwakilan Karang 

Taruna RW 10 Kampung Mojo. 

Khalayak Sasaran 

Khalayak Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat Kampung Mojo RW 10 Kota 

Surabaya pada umumnya dan perangkat Kampung pada khususnya. Dalam pelaksanaan 

pengabdian, tim pengabdian akan bermitra dengan Perangkat Kampung beserta Karang Taruna 

RW 10 Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya. 

Metode Pengabdian 

Permendagri Nomor 12 Tahun 2007 menyebutkan bahwa profil desa dan kelurahan 

terdiri atas data dasar keluarga, potensi desa dan kelurahan, dan tingkat perkembangan desa


dan kelurahan. Potensi desa dan kelurahan terdiri atas data sumber daya alam, sumber daya 

manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana Langkah-langkah dalam penyusunan profil desa 

dan kelurahan adalah sebagai berikut: 

1. penyiapan instrumen pengumpulan data; 

2. persiapan untuk kelompok kerja tentang pembuatan profil desa/kelurahan; 

3. pelaksanaan pengumpulan data; 

4. pengolahan data; dan 

5. publikasi data profil desa dan kelurahan 

Sesuai dengan Permendagri tersebut, langkah pertama dalam kegiatan pengabdian 

masyarakat ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah tersedia untuk kemudian 

diidentifikasi kekurangan data yang diperlukan. Langkah kedua dilakukan dengan persiapan 

kelompok kerja mahasiswa dalam pembuatan profile kampung/kelurahan. Langkah ketiga 

hingga keempat dilakukan oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Dosen 

Pembimbing Lapangan (DPL) pengabdian serta dukungan dari perangkat Kampung Mojo RW 

10. Langkah kelima diwujudkan dengan membuat profil desa dalam dua versi, yaitu versi cetak 

dan versi video yang dapat disebarluaskan melalui media sosial dan Platform Digital Kampung 

Mojo RW 10 Kota Surabaya. 

Indikator Keberhasilan 

Indikator dan target capaian dari kegiatan pengabdian ini terdiri dari dokumen profil 

kampung, video profil kampung, laporan akhir pengabdian dan publikasi hasil pengabdian 

dengan indikator capaian sebagai berikut:

No Jenis Luaran Indikator Capaian 

1. Dokumen Profile Kampung Versi Cetak Dokumen Profil Kampung (Buku) 

2. Video Profil Kampung Video Profil Kampung 

3. Laporan Akhir Pengabdian Presentasi Hasil Pengabdian Dalam Seminar 

4. Publikasi Hasil Pengabdian Naskah Publikasi Hasil Pengabdian 

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Kegiatan 1 

Berdasarkan identifikasi permasalahan, profil Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya 

terbaru telah memuat beberapa data dan informasi data jumlah UMKM yang ada di Kampung 

Mojo RW 10. Namun, terdapat beberapa data yang masih belum lengkap atau terbaharui. 

Sebagai contoh data belum terbaharui adalah data tentang Timbulan Sampah, data tentang 

Profile Kampung, data tentang Tabungan Sampah, dsb. Beberapa data yang tidak lengkap maka


dapat dilengkapi dengan data yang diperoleh dari wawancara dan survei di lapangan. 

Konfirmasi data ke kepala RW 10 Kampung Mojo dan kader kampung dilakukan setelah draft 

buku profil kampung dibuat agar diperoleh dokumen cetak profile kampung yang memuat datadata terbaru dan valid. 

Dokumen cetak profil kampung terdiri dari 70 halaman dengan ukuran kertas B5 yang 

dicetak dalam bentuk buku. Buku profil memuat data yang telah diperbaiki dan beberapa 

tambahan informasi sebagai hasil dari FGD, yaitu data tentang Profile Kampung, Data 

Timbulan Sampah, Data Tabungan Sampah, Data Tanaman, Data UMKM, dsb. Foto dan 

gambar sebagai ilustrasi dalam buku profil juga dipilih berdasarkan masukan peserta FGD. 

Dengan demikian dapat dihasilkan buku profil yang lebih baik sebagai pengembangan draft 

buku sebelum FGD dan mampu memenuhi keinginan perangkat kampung beserta kadernya. 

Kegiatan 2 

Seperti halnya pembuatan profil kampung versi cetak, pembuatan profil kampung 

dalam bentuk video juga dilakukan dengan menggunakan data dari Profil Kampung dan 

Kelurahan serta dengan langkah-langkah yang sama. Sebagai langkah tambahan adalah survei 

untuk melakukan pengambilan gambar untuk dimuat dalam video. File video profil kampung 

memuat wawancara dengan Kepala RW 10 Kampung Mojo, kondisi wilayah desa, serta datadata yang dinarasikan. Durasi video adalah 3 menit. Video akhir telah memuat perbaikan data 

dan tambahan informasi dari usulan usulan kader pengurus kampung Mojo RW 10. Perbaikan 

video meliputi pengambilan gambar lokasi yang disarankan oleh pengurus kampung, yaitu 

lokasi-lokasi yang menjadi penanda desa, terutama lokasi wisata. Dengan demikian, dapat 

dihasilkan video yang lebih akurat dalam memberikan gambaran tentang Kampung Mojo RW 

10 Kota Surabaya. 

Gambar Video Profile Kampung Mojo RW 10


Keberhasilan 

Kepala RW 10 Kampung Mojo Kota Surabaya menyatakan bahwa Kampung Mojo 

memerlukan profil kampung yang lengkap sebagai dasar penentuan tingkat potensi umum dan 

pengembangan kampung serta sarana publikasi data. Ditambahkan bahwa data kampung masih 

tergolong tidak lengkap terutama disebabkan lemahnya administrasi data di tingkat dusun. 

Oleh karena itu, pembuatan buku dan video profil ini disambut baik oleh masyarakat Kampung 

Mojo RW 10 Kota Surabaya pada umumnya dan perangkat kampung beserta kadernya. 

KESIMPULAN 

Secara keseluruhan program pengabdian kepada masyarakat Pembuatan Profil 

Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya telah berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah 

ditentukan. Luaran berupa buku profil dan video telah disesuaikan dengan data, saran serta 

masukan-masukan dari masyarakat, kepala RW 10 dan Kader kadernya sehingga diharapkan 

dapat mengakomodasi keinginan dan kebutuhan akan profil kampung yang lengkap dan 

mendukung sistem informasi. Hasil cetak buku profil Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya 

telah menjadi salah satu dokumen yang tersedia di kantor pengurus RW. Video profil desa 

telah diunggah di media sosial yang dapat diakses oleh umum. Sebagai langkah selanjutnya, 

administrasi data di tingkat RW perlu ditingkatkan. Perlu dilakukan pelatihan dan 

pendampingan administrasi data di tingkat RW yang dimulai dari survei hingga pengarsipan 

agar dapat diperoleh data yang valid dan mencerminkan kondisi yang sebenarnya.



DAFTAR REFERENSI 

Aprilia, N. S., & Chandra, O. S. A. (2013). Aplikasi web pada Desa Wisata Tambi Yogyakarta 

sebagai media promosi. AMIKOM Yogyakarta. 

Rahman, A., Hidayat, M. T., & Mustika, F. (2020). Pelatihan dan pendampingan masyarakat 

desa dalam pembuatan video profil Kampung Kota Lintang Kabupaten Aceh Tamiang. 

Pengabdian, 2, 231239. 

Sugiarti, Resti Septikasari, & Amanah, D. A. (2023). Pendampingan masyarakat melalui 

kegiatan pembuatan website dan profil Desa Rejo Mulya dalam KKN tematik 

Universitas Nurul Huda. ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 22

27. https://doi.org/10.58355/engagement.v2i1.16 

Wahyuni, N., Djonnaidi, S., Miladiyenti, F., & Ramadhani, A. P. (2023). Pemanfaatan video 

profil Kampung Kerajinan Daur Ulang Sampah dan Seribu Keripik sebagai sarana 

promosi dan pengembangan kampung tematik Kelurahan Batu Gadang Kecamatan 

Lubuk Kilangan Padang. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(11), 6867

6874. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i11.5400 

Yumame, J., Ilham, I., Renyaan, D., & Sapioper, H. (2020). Membangun kampung berbasis 

data (Pendampingan penyusunan monografi dan profil Kampung Yobeh Distrik 

Sentani Kabupaten Jayapura). Community Development Journal: Jurnal Pengabdian 

Masyarakat, 1(3), 246253. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.965




ASAL USUL KAMPUNG KALIDAMI

RW X MOJO KEC. GUBENG SURABAYA


Sebelum tahun 1950, Kalidami merupakan hamparan tanah yang terdiri dari Rawa dan Persawahan. Kondisi ini diperkuat adanya Sungai yang merupakan area untuk pengairan sawah. Pada akhirnya sungai yang diberi nama Kalidami ini membelah perkampungan menjadi dua Wilayah atau RW yang dulunya disebut RK (Rukun Kampung).

RW IX sebagai kampung terbentuk dari hasil pengurukan Sampah. Bahkan di sisi Sebelah Selatan yang juga dekat dengan sungai terdapat perumahan pegawai KMS (Kotamadya Madya Surabaya).

Pada tahun 1970-an, Kota Surabaya mengalami masa transisi besar dari tata kota peninggalan kolonial menuju era modern. Pemerintah kota mulai memperluas kawasan pemukiman, menata ulang pusat industri, serta menghentikan operasional moda transportasi lama secara bertahap untuk digantikan oleh kendaraan bermotor jalan raya. Transportasi dan Akhir Era TremAkhir trayek trem: Jalur trem uap dan listrik yang sudah ada sejak zaman Belanda resmi berhenti total pada tahun 1978 akibat kalah saing dengan mobil serta bus.

Dominasi jalan raya: Transportasi pribadi dan bus kota mulai mendominasi jalan-jalan protokol Surabaya. Perumahan dan Tata Kota Proyek perumahan rakyat: Pemerintah kota membuka dan membangun area pemukiman baru, salah satunya di Kelurahan Mojo untuk menampung warga.

Awal mula kawasan real estat: Era 1970-an menjadi titik awal perkembangan perumahan swasta atau real estat di wilayah pinggiran. Industri dan Ekonomi Pusat industri baru: Kawasan industri mulai tumbuh dan menjamur di berbagai sudut kota seiring fokus pembangunan nasional.

Perubahan ejaan: Penulisan nama kota resmi disederhanakan dari Soerabaja atau Surabaja menjadi Surabaya yang baku.


Berbeda dengan Kampung RW X yang terbentuk dari hasil pengurukan oleh gragal/bangunan. Saat itu kampung di RW X belum ada akses jalan untuk dilalui oleh kendaraan Roda 4.

Secara permanen Jembatan penghubung Kalidami Barat (RW IX) dan Kalidami Timur (RW X), dapat diakses oleh Roda 4 sejak CV HSS sukses menyelesaikan pembangunan Jembatan Kalidami di Surabaya dalam waktu tepat 77 hari, terhitung sejak tanggal 30 Agustus 1974 hingga 15 November 1974.Proyek infrastruktur bersejarah ini merupakan salah satu bagian penting dari penataan jaringan jalan dan aksesibilitas di kawasan Kalidami, Surabaya pada era 1970-an.

Ringkasan Informasi 

Proyek Pelaksana: CV HSS

Nama Proyek: Pembangunan Jembatan Kalidami

Lokasi: Surabaya, Jawa Timur

Tanggal Mulai: 30 Agustus 1974

Tanggal Selesai: 15 November 1974

Total Durasi: 75 hari kalender


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tifa

 Dokter Tifa Pertanyakan Alasan Jokowi Marah: yang Kami Teliti Ijazah Unggahan Dian Sandi Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa, terdakwa kasus...