2989
Syeh PANJALU
Syekh Panjalu atau Mbah Panjalu adalah nama lain dari Prabu Hariang Kencana, salah satu raja Kerajaan Panjalu di Ciamis, Jawa Barat. Ia merupakan putra dari Prabu Borosngora, raja pertama Kerajaan Panjalu yang memeluk Islam.
A.Silsilah Prabu Hariang Kencana
1. Nama asli Prabu Hariang Kencana adalah Sayyid Ali bin Muhammad bin Umar
2. Ia lahir di Priangan Timur
3. Ia dikenal memiliki bakat luar biasa dalam ilmu kedigjayan dan spiritualitas
B. Makam Prabu Hariang Kencana
1. Makam Prabu Hariang Kencana berada di tengah Hutan Nusa Gede, tepatnya di Situ Lengkong Panjalu
2. Makam ini menjadi tujuan ziarah para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia
C. Situ Lengkong Panjalu
1. Situ Lengkong Panjalu merupakan destinasi wisata sejarah dan religi yang populer
2. Konon, terbentuknya Situ Lengkong Panjalu tidak hanya karena pengaruh alam, tetapi juga campur tangan kekuatan supranatural Prabu Borosngora.
Penemuan Makam Syeh Panjalu :
Prabu Hariang Kencana atau Sayid Ali bin Muhammad bin Umar atau Sanghyang Boros Ngora seorang ulama besar yang menyebarkan agama islam di Tatar Galuh.
Area makamnya berada di kawasan hutan lebat seluas 57 hektare, atau berada di tengah Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Situ lengkong panjalu menjadi tempat wisata religi paling favorite di Tatar Galuh, karena sejarah penyebaran agama Islamnya memiliki banyak cerita dan mistis.
Sejarah terjadinya Situ Lengkong Panjalu, tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Panjalu. Konon sekitar abad 7, hiduplah seorang raja Panjalu bernama Prabu Sanghyang Boros Ngora. Dia memimpin Panjalu dengan adil dan bijaksana sehingga sangat dicintai rakyatnya. Boros Ngora pada waktu itu beragama Hindu dan kerajaan Panjalu adalah kerajaan Hindu.
Boros Ngora berkelana dengan maksud mencari ilmu pengetahuan. Sampailah di sebuah tempat yang di sekitarnya terdiri dari bebatuan dan pasir. Rupanya tanah yang diinjaknya itu adalah tanah suci Mekkah.
Di sanalah ia berguru kepada Sayyidina Ali R.A., yang dikenalnya sakti mandraguna. Prabu Sanghyang Boros Ngora pun menguasai ilmu sejati yakni agama Islam yang membawa pada keselamatan dunia dan akhirat.
Setelah pulang membawa oleh-oleh dari sahabat Nabi berupa pakaian kehajian, pedang dan air zam-zam. Air zam-zam dibawanya dalam sebuah gayung yang permukaannya bolong-bolong pemberian ayahnya Prabu Sanghyang Cakra Dewa. Dengan izin Yang Maha Kuasa ia dapat membawa air zam-zam itu pulang ke tempat asalnya, Panjalu.
Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa sebelum makam Syekh Panjalu ini banyak dikenal dan diziarahi banyak orang, konon Gus Dur lah yang 'menemukan' makam Syekh Panjalu ini sehingga akhirnya menjadi ramai menjadi tujuan ziarah.
Menurut ceritanya, pada sekitar awal tahun 90 an, Gus Dur pernah bermimpi agar ia menziarahi sebuah makam yang berada ditengah nusa atau semacam pulau dan ia diminta untuk datang pada tengah malam dan membaca istighfar sebanyak seribu kali.
Sumber : JabarHits.com dan AI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar