Jumat, 14 Maret 2025

SITU LENGKONG PANJALU

 2999


SITU LENGKONG PANJALU


Situ Lengkong termasuk kedalam wilayah Desa/Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam Bahasa Sunda; kata situ artinya danau. Situ Lengkong atau Situ Panjalu terletak pada 700 meter, dpl. 


Di tengah Situ/danau terdapat sebuah pulau yaitu Nusa Larang atau Nusa Gede.


Menurut legenda rakyat dan Babad Panjalu, Situ Lengkong adalah sebuah danau buatan, sebelumnya daerah ini adalah kawasan legok (bahasa Sunda : lembah) yang mengelilingi bukit bernama Pasir Jambu (Bahasa Sunda: pasir artinya bukit).


Ketika Sanghyang Borosngora pulang menuntut ilmu dari tanah suci Mekkah, ia membawa cinderamata yang salah satunya berupa air zamzam yang dibawa dalam gayung batok kelapa berlubang-lubang (gayung bungbas). 


Air zamzam itu ditumpahkan ke dalam lembah dan menjadi cikal-bakal atau induk air Situ Lengkong. Bukit yang ada di tengah lembah itu menjelma menjadi sebuah pulau dan dinamai Nusa Larang, artinya pulau terlarang atau pulau yang disucikan, sama halnya seperti kota Mekkah yaitu tanah haram atau tanah terlarang atau tanah yang disucikan; artinya tidak sembarang orang boleh masuk dan terlarang berbuat hal yang melanggar pantangan atau hukum di kawasan itu.


Pada masa pemerintahan Prabu Sanghyang Borosngora, pulau ini dijadikan pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu. 


Di Nusa Larang ini bersemayam juga jasad tokoh-tokoh Kerajaan Panjalu yaitu Prabu Rahyang Kancana, Raden Tumenggung Cakranagara 3, Raden Demang Sumawijaya, Raden Demang Aldakusumah, Raden Tumenggung Argakusumah (Cakranagara 4) dan Raden Prajasasana Kyai Sakti.


Situ Lengkong luasnya kurang lebih 67,2 hektare. Nusa Larang luasnya sekitar 16 hektare. Pulau ini telah ditetapkan sebagai cagar alam sejak tanggal 21 Februari 1919. 


Nusa Larang ini pada zaman Kolonial Belanda dinamai juga Pulau Koorders sebagai bentuk penghargaan kepada Dr Koorders, seorang pendiri sekaligus ketua pertama Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbescherming, yaitu sebuah perkumpulan perlindungan alam Hindia Belanda yang didirikan tahun 1863.


Sebagai ahli botani, Koorders telah memelopori pencatatan berbagai jenis pohon yang ada di Pulau Jawa. Pekerjaannya mengumpulkan herbarium tersebut dilakukan bersama Th Valeton, ahli botani yang membantu melakukan penelitian ilmiah komposisi hutan tropika.


Kerja kerasnya menghasilkan : Bijdragen tot de Kennis der Boomsoorten van Java, sebuah buku yang memberi sumbangan pengetahuan tentang pohon-pohon yang tumbuh di Pulau Jawa.


Cagar alam Nusa Larang memiliki vegetasi hutan primer yang relatif masih utuh dan tumbuh secara alami. 


Beberapa jenis flora seperti Kondang (Ficus variegata), Kileho (Sauraula Sp), dan Kihaji (Dysoxylum). Di bagian pulau yang lebih rendah tumbuh tanaman Rotan (Calamus Sp), Tepus (Zingiberaceae), dan Langkap (Arenga).


Fauna yang hidup di pulau itu antara lain adalah Tupai (Calosciurus nigrittatus), Burung Hantu (Otus scop), dan Kelelawar/Kalong (Pteropus vampyrus).


Diringkas dari : ekonomibappedasmi.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

8 Situs Islam

1. Jejak Islam tertua di Indonesia yaitu  Situs Bongal sebagai Pusat Awal (Abad 7-8 M): Temuan koin dinar-dirham era Umayyah/Abbasiyah, perh...