Rabu, 18 Oktober 2023

Dua Prasasti Sambangan yang Diekskavasi Mulai Tampak Bentuknya

 *Dua Prasasti Sambangan yang Diekskavasi Mulai Tampak Bentuknya*

Eko Sudjarwo - detikJatim

Rabu, 18 Okt 2023 15:54 WIB

Lamongan - Proses ekskavasi 2 prasasti yang ada di Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, membuahkan hasil. Bentuk keseluruhan dari 2 prasasti tersebut mulai terkuak.

Camat Modo Ahmad Kurniawan membenarkan prasasti yang kondisi awalnya ada sebagian yang terkubur di dalam tanah kini sudah tergali hingga ke bagian dasar prasasti. Bentuk dari prasasti tersebut pun bisa terlihat secara keseluruhan.

"Saat ini posisi prasasti sudah tergali hingga dasar prasasti dan sudah terlihat bentuknya," kata Ahmad Kurniawan kepada detikJatim, Rabu (18/10/2023).

Tahapan selanjutnya, terang Kurniawan, adalah upaya pengangkatan terhadap prasasti untuk dikumpulkan di satu titik. Rencananya, proses pengangkatan terhadap Prasasti Sambangan ini akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Setelah penggalian, proses selanjutnya adalah pengangkatan prasasti untuk ditempatkan secara berdampingan di satu titik," ujarnya.

Kepala Disparbud Lamongan Siti Rubikah menambahkan, Prasasti Sambangan I dan II yang saat ini sedang dalam survei penyelamatan itu terletak di Dusun Sambangan, Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo.

Prasasti ini, menurut Rubikah, telah teregistrasi sejak 1987 dan telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto atau yang sekarang menjadi Balai Pelestarian Budaya (BPK) wilayah XI tahun 2008.

"Kedua prasasti ini berbentuk kurawal dengan sebagian kondisi awalnya terkubur di dalam tanah," jelas Rubikah.

Dari hasil survei penyelamatan yang dilakukan BPK Wilayah XI Jatim, tutur Rubikah, hasil sementara menunjukkan jika telah berhasil memperlihatkan seluruh bagian prasasti. Selain itu, terdapat beberapa aksara dalam prasasti yang terlihat secara kasat mata di bagian yang sebelumnya tertanam.

"Hasil sementara telah memperlihatkan seluruh bagian prasasti hingga terdapat beberapa aksara dalam prasasti itu yang terlihat secara kasat mata di bagian yang sebelumnya tertanam," paparnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk merencanakan kajian selanjutnya dari upaya penyelamatan awal ini. Upaya ini menjadi langkah yang strategis untuk terus lestarinya benda cagar budaya.

"Kami akan terus berkoordinasi lintas sektor untuk merencanakan kajian selanjutnya dari upaya penyelamatan awal ini, menjadi langkah yang strategis untuk terus lestarinya benda cagar budaya tersebut dan menjadi sebuah jatidiri masyarakat sekitar, dan umumnya untuk Kabupaten Lamongan," tambahnya.

Sebelumnya, dua prasasti yang dikenal dengan sebutan Prasasti Sambangan 1 dan Sambangan 2 yang berada di Dusun Sambangan, Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, tengah diekskavasi BPK Wilayah XI Jatim sejak Rabu (11/10/2023).

Dua prasasti yang ditemukan di kebun jagung milik warga ini hanya berjarak belasan meter dan sempat terpendam di dalam tanah sebelum akhirnya diekskavasi oleh tim arkeolog dari BPK Wilayah XI Jatim.

6 Aura dan Tanda Orang yang Akan Meninggal Menurut Islam

 *6 Aura dan Tanda Orang yang Akan Meninggal Menurut Islam*

Alia Yassinta Echa Putri - detikHikmah

Senin, 16 Okt 2023 19:16 WIB



Daftar Isi

Aura dan Tanda Orang yang Akan Meninggal

1. Menggigil

2. Berdenyut bagian pusar dan kebingungan

3. Meningkatnya selera makan

4. Denyutan pada dahi

5. Denyutan di ubun-ubun

6. Merasa dingin

Jakarta - Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya kematian. Umur dan ajal seseorang adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Hal ini dijelaskan dalam surat Luqman ayat 34:

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ

Innallāha 'indahụ 'ilmus-sā'ah, wa yunazzilul-gaīṡ, wa ya'lamu mā fil-ar-ḥām, wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā, wa mā tadrī nafsum bi`ayyi arḍin tamụt, innallāha 'alīmun khabīr

Artinya: Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

*Aura dan Tanda Orang yang Akan Meninggal*

Dikutip dari tulisan berjudul Kematian Dalam Al-Qur'an: Perspektif Ibn Kathir karya Abdul Basit, berikut beberapa aura orang yang akan meninggal menurut Imam Ghozali :

1. Menggigil

Salah satu tanda orang yang akan meninggal dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Tanda ini biasanya akan dirasakan pada setelah waktu asar, 100 hari sebelum kematian.

Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran seakan-akan menggigil. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, maka tanda akan hilang.

2. Berdenyut bagian pusar dan kebingungan

Tanda ini terjadi pada 40 hari sebelum hari kematian ketika setelah waktu asar. Bagian pusar seseorang akan berdenyut atau berdetak.

Ketika ini daun yang tertulis nama akan gugur dari pohon di atas arsy Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai mengikuti sepanjang waktu. Jika malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas, maka mereka yang terpilih akan merasa kebingungan.

3. Meningkatnya selera makan

Tanda ini diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba berselera untuk makan. Hal ini terjadi pada 7 hari sebelum kematian.

4. Denyutan pada dahi

Pada masa ini akan terasa denyutan pada dahi bagian tengah. Hal ini terjadi 3 hari sebelum kematian.

Ketika ini mata hitam seseorang tidak akan bersinar lagi. Bagi orang yang sakit, hidung mereka akan perlahan-lahan menurun. Dapat diketahui jika seseorang melihatnya dari bagian samping.

Telinganya akan layu di mana ujungnya semakin lama semakin masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur perlahan akan jatuh ke depan dan susah untuk ditegakkan.

5. Denyutan di ubun-ubun

Ketika satu hari sebelum kematian, seseorang akan merasakan denyutan di bagian belakang atau di ubun-ubun. Hal ini menandakan tidak akan sempat menemui waktu asar keesokan harinya.

6. Merasa dingin

Ketika seseorang merasakan keadaan dingin pada bagian pusar, naik ke jakun, dan turun ke pinggang, maka hendaknya ia mengucapkan syahadat dan berdiam diri menunggu kedatangan malaikat maut.

Demikian penjelasan tentang aura orang yang akan meninggal. Dalam tulisan yang diterbitkan UIN Jakarta tersebut penulis mengingatkan, kematian adalah rahasia Allah SWT sepenuhnya.

Imam Al-Ghazali sendiri berkesempatan mengetahui tanda-tanda tersebut melalui peristiwa serupa yang terjadi di dirinya. Beliau dikenal sebagai imam besar yang dipercaya dengan kemampuan dan kompetensi sempurna. Hal serupa belum tentu terjadi pada manusia biasa.

5 Alasan Negara-Negara Tetangga Palestina Tak Bantu Hamas Melawan Israel

 *5 Alasan Negara-Negara Tetangga Palestina Tak Bantu Hamas Melawan Israel*

 Muhaimin 

Selasa, 17 Oktober 2023 - 00:37 WIB



JAKARTA - Hamas saat ini sedang perang besar dengan Israel. Itu dimulai setelah kelompok perlawanan Palestina di Gaza tersebut meluncurkan serangan mengejutkan bernama Operasi Badai al-Aqsa terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

 Israel merespons dengan mendeklarasikan perang dengan nama Operasi Pedang Besi, di mana jet-jet tempur dan artileri Zionis membombardir Gaza nyaris tanpa henti. Rezim Zionis juga mengepung total daerah kantong Palestina tersebut. 

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas sekitar 1.300 orang, termasuk ratusan tentara. Sedangkan bkorban tewas di Gaza akibat serangan Israel mencapai lebih dari 2.500 orang. 

Palestina memiliki dua tetangga Arab, namun mereka tidak membantu Hamas melawan Israel. 

Yordania merupakan tetangga Palestina yang berbatasan langsung dengan Tepi Barat di sebelah timur dan Selatan. Sedangkan Mesir berbatasan dengan Jalur Gaza di sebelah barat. 

*5 Alasan Negara-Negara Tetangga Palestina Tak Bantu Hamas Melawan Israel*

1. Kepentingan Keamanan Sendiri

 Negara-negara tetangga Palestina, seperti Mesir dan Yordania, lebih fokus pada menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah mereka sendiri. 

Mereka khawatir bahwa dukungan terhadap Hamas atau konflik terbuka dengan Israel dapat mengganggu stabilitas regional dan mengancam keamanan mereka sendiri. 

2. Hubungan Diplomatik dengan Israel 

Yordania dan Mesir telah memperbaiki hubungan diplomatik dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir. 

Mereka kemungkinan memiliki kepentingan untuk mempertahankan hubungan tersebut untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka sendiri, yang mungkin bertentangan dengan dukungan terhadap Hamas. 

3. Perbedaan Politik dan Ideologis Yordania dan Mesir tidak selalu setuju dengan ideologi dan pendekatan Hamas dalam konflik Israel-Palestina. 

Keduanya lebih mendukung pendekatan diplomatik dan perdamaian, sementara Hamas telah menggunakan taktik perlawanan bersenjata. 

4. Tekanan Internasional 

Tekanan dari negara-negara Barat dan lembaga-lembaga internasional dapat memengaruhi sikap negara-negara tetangga Palestina. 

Mereka kemungkinan menghindari dukungan terbuka terhadap Hamas karena takut akan reaksi internasional dan sanksi ekonomi. 

5. Kepentingan Regional Yordania dan Mesir memiliki persaingan regional dengan Iran, yang telah memberikan dukungan kepada Hamas. Oleh karena itu, mereka kemungkinan tidak ingin mendukung Hamas karena khawatir akan memperkuat pengaruh Iran di kawasan tersebut.

Indische Partij: Pendiri, Tokoh-tokoh, dan Tujuannya

 *Indische Partij: Pendiri, Tokoh-tokoh, dan Tujuannya*

Nimas Ayu - detikEdu

Rabu, 11 Okt 2023 07:00 WIB

*Jakarta* - Indische Partij menjadi salah satu organisasi yang berjasa dalam perjuangan nasionalisme Indonesia. Organisasi ini merupakan partai politik pertama untuk berjuang menghadapi kuasa kolonial.

Untuk mengetahuinya lebih dalam, berikut latar belakang dibentuknya Indische Partij beserta pendiri dan tokoh-tokoh lainnya, dikutip dari laman Kemdikbud dan buku "Super Complete IPS SMA/MA Kelas 10-11-12" karya Meity Mudikawaty, dkk.

*Latar Belakang Dibentuknya Indische Partij*

Pembentukan Indische Partij dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia yang mengalami diskriminasi oleh Belanda. Hal tersebut ditandai dengan adanya pembagian status antara orang Belanda asli, orang campuran Indonesia dan negara lain, dan orang pribumi.

Kesenjangan tersebut nampak pada masyarakat pribumi Indonesia yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan setara dengan orang Belanda, seperti pada Sekolah Dokter NIAS di Surabaya. Orang Belanda menganggap pribumi adalah hina dan tidak pantas menjadi dokter.

Kemudian muncul kritikan terhadap pemerintah kolonial pada awal abad 20 oleh Cipto Mangunkusumo melalui tulisannya yang dimuat di surat kabar De Locomotief. Menurutnya cara untuk mengakhiri kolonialisme adalah dengan perjuangan politik.

Hal ini yang mempertemukannya dengan Dekker dan Suwardi Suryaningrat untuk membentuk Indische Partij. Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara diketahui juga mengkritik pemerintah Belanda bahwa dominasinya terhadap bangsa Indonesia harus diakhiri.

Indische Partij berdiri pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung dan menjadi organisasi pergerakan nasional yang bersifat politik murni dengan semangat nasionalisme modern.

Indische Partij merupakan partai pertama Indonesia yang memiliki semboyan 'indie untuk indier' yang berarti bahwa Indonesia menjadi rumah bagi semua orang dari keturunan mana pun yang mengakui Indonesia sebagai tanah airnya. Paham ini kemudian dikenal sebagai Nasionalisme Indonesia.

*Pendiri Indische Partij*

Indische Partij didirikan oleh tiga tokoh yang dikenal sebagai Tiga Serangkai yakni Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara.

*1. Douwes Dekker*

Dekker merupakan keturunan dari darah Belanda, Perancis, Jerman, dan Jawa yang lahir pada 8 Oktober 1879. Ia memiliki nama lengkap Ernest Francois Eugene Douwes Dekker.

Dekker menjadi salah satu pendiri partai politik pertama di Indonesia yang berjuang demi kesetaraan hak seluruh rakyat. Dalam Indische Partij, Dekker juga mengusung reformasi politik pertanian dan perpajakan sebagai salah satu program partai.

*2. Cipto Mangunkusumo*

Cipto Mangunkusumo merupakan tokoh asal Jepara yang lahir pada 4 Maret 1886. Ia dikenal sebagai tokoh yang menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintah Belanda.

Sebelum bergabung di Indische Partij, Ia bergabung dalam organisasi Boedi Oetomo yang merupakan organisasi pelajar STOVIA. Kemudian dengan mengundurkan diri, Ia melanjutkan karir politiknya dengan mendirikan Indische Partij.

*3. Ki Hajar Dewantara*

Beliau dikenal juga sebagai Raden Mas Suwardi Suryaningrat yang lahir pada 2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara mendapatkan gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional oleh Presiden Soekarno atas jasanya dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara memperjuangkan hak rakyat Indonesia melalui Indische Partij dengan kritikannya kepada Belanda yang dimuat dalam surat kabar. Meski pada akhirnya Ia dan tokoh lain dalam Tiga Serangkai harus diasingkan ke Belanda.

*Tujuan Indische Partij*

Indische Partij didirikan dengan tujuan untuk membangun patriotisme terhadap tanah air Indonesia yang telah memberikan lapangan hidup kepada mereka. Mereka bekerja sama atas dasar persamaan kebangsaan untuk memajukan tanah air Indonesia dan mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.

Selain itu, Indische Partij juga ingin mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya juga terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan ras.

Sikap tegas Indische Partij tampak dalam semboyan-semboyan mereka yang berbunyi "Indie los van Holland" atau Hindia bebas dari Belanda dan "Indie voor Indier" yaitu Indonesia untuk orang Indonesia. Kala itu, cita-cita atau tujuan Indische Partij disebarluaskan melalui surat kabar bernama De Express.

Sikap kritis Indische Partij juga tampak dalam artikel yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantara dalam surat kabar De Express yang berjudul Als ik en Nederlander Was yaitu Seandainya Aku Seorang Belanda.

Permusyawaratan wakil Indische Partij daerah pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung berhasil menyusun anggaran dasar Indische Partij.

Nah, demikian ulasan mengenai latar belakang Indische Partij, tokoh anggota, dan tujuannya. Semoga menambah wawasan detikers, ya!

Indische Vereeniging: Awal Mula, Tujuan, dan Perannya

 *Indische Vereeniging: Awal Mula, Tujuan, dan Perannya*

Baladan Hadza Firosya - detikEdu

Minggu, 15 Okt 2023 07:00 WIB



Daftar Isi :

Awal Mula dan Tujuan Indische Vereeniging

Peran Indische Vereeniging

1. Kongres Liga Demokrasi Perdamaian Internasional di Paris

2. Kongres Demokrasi Internasional

3. Kongres Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial

4. Kongres Liga Wanita Internasional

5. Propaganda ke Tanah Air

*Jakarta* - Berbagai organisasi dibentuk selama pergerakan nasional untuk melepaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Indische Vereeniging adalah salah satu dari banyak kelompok yang berusaha untuk mengakhiri penjajahan Belanda dan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Organisasi ini memiliki sejarah yang panjang dalam melakukan berbagai aktivitas politik, sosial, dan budaya yang mendukung perjuangan nasional dan membantu membentuk jalan menuju kemerdekaan Indonesia. Lantas, apa saja perannya?

*Awal Mula dan Tujuan Indische Vereeniging*

Mengutip dari buku Sejarah Pergerakan Nasional: Dari Budi Utomo sampai dengan Pengakuan Kedaulatan oleh Sudiyo dkk, organisasi Indische Vereeniging, atau Perhimpunan Indonesia yang didirikan pada tahun 1908 di Belanda sekelompok mahasiswa Indonesia yang sedang mengejar pendidikan di sana.

Indische Vereeniging didirikan dengan tujuan utama sebagai wadah untuk berkumpulnya para mahasiswa Indonesia di Belanda.

Salah satu tujuan utamanya adalah mempersatukan pemikiran dan pandangan mereka dalam upaya pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pada awalnya, mereka tidak aktif dalam politik dan lebih fokus pada pendidikan dan perkembangan pribadi.

Pada awalnya, organisasi ini hanya berfokus pada bidang sosial. Karena pemerintah Belanda sangat ketat dalam mengawasi aktivitas politik di Belanda dan Indonesia, mahasiswa Indonesia di Belanda merasa takut untuk terlibat dalam pergerakan politik yang terorganisir.

Pada tahun 1913, ketika tokoh pendiri Indische Partij, Douwes Deker dan Suwardi Suryadiningrat dibuang ke Belanda, Organisasi Indische Vereniging mengubah arah tujuannya ke politik. Ini dapat dilihat dari tiga prinsip utama baru yang diadopsi oleh Indische Vereeniging:

Indonesia harus dapat menentukan masa depannya sendiri.

Indonesia harus bergantung pada kemampuan dan kekuatannya sendiri.

Indonesia harus bersatu dalam menghadapi Belanda.

*Peran Indische Vereeniging*

Pada tahun 1925, Indische Vereeniging berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI) dengan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Mengutip dari jurnal milik Atiqoh dan Sardiman berjudul "Perhimpunan Indonesia sebagai Organisasi Pergerakan Indonesia yang Revolusioner 1922-1930" yang dipublikasikan dalam jurnal Risalah, berikut adalah peran dari PI:

*1. Kongres Liga Demokrasi Perdamaian Internasional di Paris*

Perhimpunan Indonesia berpartisipasi dalam kongres di luar negeri seperti Kongres Liga Demokrasi Perdamaian Internasional tahun 1926 di Paris. Di sana, Mohammad Hatta diutus sebagai delegasi PI .

Tugas PI adalah menjalin hubungan dengan mahasiswa dari negara-negara terjajah di Asia-Afrika, membahas pergerakan nasional di negara masing-masing, dan memberikan laporan kepada PI. Melalui upaya ini, PI berhasil menjalin hubungan dengan mahasiswa Asia di Paris, termasuk delegasi dari Annam, Azerbaijan, Tiongkok, dan India.

*2. Kongres Demokrasi Internasional*

PI ikut serta dalam Kongres Demokrasi Internasional di Bierville. Di kongres ini, Mohammad Hatta berhasil meraih pengakuan atas Indonesia sebagai entitas terpisah dari Hindia Belanda. Penggunaan sebutan "Indonesia" dalam diskusi kongres menjadi sebuah kemenangan penting bagi bangsa Indonesia dalam konflik dengan Belanda.

*3. Kongres Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial*

Pada tanggal 10-15 Februari 1927, Hatta bersama perwakilan PI dan Semawun atau yang mewakili kaum komunis Indonesia menghadiri Kongres Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial di Brussel.

Dalam kongres ini, Hatta dan Semaun ditempatkan dalam presidium kongres. Kongres ini kemudian berakhir dengan kesepakatan untuk mendirikan Liga Internasional yang disebut "League against Imperialisme and for National Independence" (Liga Menentang Imperialisme dan untuk Kemerdekaan Nasional).

Selain itu, permohonan diajukan kepada Pemerintah Belanda untuk membentuk komite penyelidikan terhadap pemberontakan PKI tahun 1926-1927.

*4. Kongres Liga Wanita Internasional*

PI juga mendapat undangan untuk mengikuti kongres Liga Wanita Internasional yang berlangsung pada 10 September 1927 di Gland, Geneva, Swiss.

Tema kongres tersebut adalah Indonesia dan Masalah Kemerdekaannya. Dengan partisipasi dalam kongres ini, PI berhasil menarik perhatian dunia internasional terhadap masalah kemerdekaan Indonesia.

Tokoh-tokoh terkenal seperti Nyonya Henriette Roland Holst dari Belanda dan Jawaharlal Nehru dari India juga turut serta dalam kongres ini.

*5. Propaganda ke Tanah Air*

Salah satu cara propaganda PI adalah melalui alumni PI yang studi di Belanda dan pulang ke Indonesia. Mereka bawa manifesto politik PI dan coba sebarkan di sini, tetapi gagal karena banyaknya orang di Indonesia memiliki pandangan moderat.

Lalu, PI pun mengubah strategi propaganda mereka. Mereka membuat organisasi baru, Indonesische Studieclub di Surabaya pada 11 Juli 1924 atas usul Mohammad Hatta. Tujuannya untuk mengumpulkan kaum terpelajar Indonesia, membangun kesadaran komunitas, dan memperluas pemahaman politik.

Selain itu, juga ada Algemeene Studieclub di Bandung pada 29 November 1925. Organisasi ini lebih berfokus pada penelitian mengenai Indonesia dan topik internasional untuk menciptakan sebuah partai politik yang bisa mengimplementasikan ide-ide tersebut.

Tahun 1926, Algemeene Studieclub mulai menerbitkan majalah "Indonesia Muda" sebagai alat propaganda mereka. Pada tahun 1927, Soekarno dan Mohammad Hatta mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang menjadi penting untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Demikian ulasan yang membahas tentang organisasi Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Selamat belajar!

Sabtu, 14 Oktober 2023

MUSEUM WAYANG JAKARTA

 *Hari Museum Nasional: Menengok Kuburan Tentara Belanda di Taman Museum Wayang*

Fakhrizal Fakhri , , Okezone  Kamis 12 Oktober 2023 01:12 WIB






JAKARTA - Bangsa Indonesia memperingati 12 Oktober sebagai Hari Museum Nasional. Museum menjadi sarana bagi masyarakat untuk rekreasi atau hiburan hingga kepentingan edukasi serta penelitian.

Selain itu, museum juga difungsikan untuk penyimpanan, perawatan, pengamanan, pemanfaatan, serta pelestarian hasil budaya.

Gedung museum di Indonesia juga banyak menyimpan memori bangsa Indonesia terhadap perjuangan pahlawan dari penjajahan.

Banyak darah telah bertumpahan menjadi lautan di zaman itu. Gedung-gedung museum yang menjadi saksi bisu terhadap kekejaman Belanda. Salah satunya bekas makam tentara Belanda yang berlokasi di taman Museum Wayang.

Kala itu, zaman penjajahan Belanda lokasi museum Wayang dijadikan sebagai gereja di tahun 1712 , dan menjadi tempat ibadah para penjajah serta turis yang sedang jalan-jalan di Jakarta.

Namun, di balik tempat ibadah ini, terdapat makam-makan jenderal dan tentara Belanda yang kalah perang saat itu. Dan, di sanalah kilas balik perperangan terasa.

"Dulu memang gedung ini dijadikan gereja, nah jika melihat di belakang ada taman itu dulunya makan tentara Belanda, dan jenderal," jelas Irfan sebagai pemandu wisata kepada Okezone, di Museum Wayang.

Kemudian, seiring perkembangan zaman, dan perubahan jabatan gubenur di Jakarta, makam itu dikemas menjadi sebuah taman yang dikelilingi dengan ukiran dinding berbahasa Belanda.

"Sejak Gubenur Ali Sadikin menjabat, gedung ini diubah menjadi museum, dan makam dibuat jadi taman. Tulang-tulang tentara itu dikirim ke Museum Prasasti," tuturnya.

MUSEUM PRASASTI JAKARTA

 *Berdiri Dibekas Kuburan, Berikut Sejumlah Kisah Mistis di Museum Taman Prasasti*

Fakhrizal Fakhri , , Okezone  Kamis 12 Oktober 2023 06:00 WIB





JAKARTA - Museum Taman Prasasti menjadi cagar budaya peninggalan Belanda di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Museum Taman Prasasti digunakan untuk mengenang peninggalan sejarang yang ada di Ibu Kota Jakarta.

Terdapat banyak koleksi yang menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat warga, terutama mereka yang memang mempunyai minat besar dan tertarik dengan sejarah.

Terdapat banyak koleksi yang bisa dilihat di Museum Taman Prasasti seperti prasasti nisan kuno, miniatur makam khas 27 provinsi di Indonesia, serta koleksi kereta jenazah antik.

Dibangun di era kolonial Belanda membuat Museum Taman Prasasti ini tak luput dari rumor sejumlah kisah mistis hingga koleksi yang angker dan berhantu.

Kabarnya sebelum Museum Taman Prasasti berdiri, tanah seluas 5,5 hektar di mana Museum Taman Prasasti kini menjulang dengan megahnya merupakan tanah bekas pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober.

Lalu, pada tahun 1795, tanah tersebut dirombak dan didirikanlah Museum Taman Prasasti untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Belanda yang bernama Gereja Nieuw Hollandsche Kerk.

Berdiri di tanah bekas pemakaman tentu saja menjadi bukti kuat bahwa rumor yang ada bukan hanya sekedar spekulasi dan omong kosong belaka. Beberapa pengunjung yang pernah berkunjung ke sana bahkan petugas yang berjaga sempat mengungkapkan bahwa keangkeran Museum Taman Prasasti bukanlah fiktif semata karena mereka bisa merasakan hawa mistis dan melihat makhluk tak kasat mata di dalam museum tersebut.

Sosok Kapten Jas dan sosok si muka hitam bertanduk yang konon katanya menjadi penunggu Museum Taman Prasasti adalah salah satu dari banyaknya cerita horor yang terkenal dan paling banyak didengar oleh masyarakat.

Selain itu, ada cerita lain yang mengatakan bahwa Museum Taman Prasasti juga ditempati oleh seorang dedemit yang sering kali mengganggu warga sekitar dan menampakkan diri menjadi sosok seorang wanita cantik.

Kejadian mistis ini ternyata pernah dialami secara langsung oleh seorang satpam yang baru dipindah tugaskan untuk menjaga gedung sebelah museum Makam Prasasti. Satpam yang bernama Akbar tersebut mengaku mendapatkan gangguan saat sedang bekerja di malam hari.

Katanya, tidak ada aneh ketika seorang wanita cantik menghampiri dan meminta tolong untuk mengantarkannya ke suatu tempat.

Sayangnya, dugaannya tersebut meleset jauh. Niat menolong malah ketemu sama makhluk astral yang menyeramkan.

Asal usul Madura

 Asal usul terpisahnya Pulau Madura dari Pulau Jawa dapat dijelaskan melalui dua sudut pandang: proses geologis dan sejarah kultural yang be...