Empat orang berseragam militer
datang di kediamannya di Jakarta.
Ia ikut pergi bersama mereka.
Tidak ada yang pernah melihatnya lagi.
Pria itu bernama
Anak Agung Bagus Sutedja.
Pejuang kemerdekaan.
Gubernur pertama Bali.
Selama bertahun-tahun,
ia memimpin Bali.
Sampai situasi politik
setelah G30S
mengubah segalanya.
Konflik di tubuh PNI
membuat namanya
dikaitkan dengan PKI.
Keluarganya
membantah tuduhan itu.
Menurut putranya,
Anak Agung Gede Agung
Bagus Sutedja,
ayahnya tidak terlibat
Gerakan 30 September.
Bahkan beberapa bulan
sebelum ia menghilang,
Presiden Soekarno
masih memanggilnya
ke Istana Negara.
Ia diminta membantu
urusan negara.
Ia masih dipercaya.
Lalu datang
_29 Juli 1966.
Empat anggota militer
berseragam datang
ke rumahnya.
Mereka membawa
senjata laras panjang
dan pistol.
Sebuah mobil Nissan
berwarna abu-abu
menunggu di luar.
Sutedja ikut pergi.
Sejak saat itu,
keluarganya
tidak pernah melihatnya lagi.
Tidak ada pengadilan.
Tidak ada putusan
yang menyatakan
ia bersalah.
Tahun-tahun berlalu.
Nama Sutedja tetap berada
di dalam catatan sejarah Bali.
Kemudian..
_1989,
pemerintah akhirnya
menerbitkan
surat keterangan resmi
yang menyatakan bahwa
Anak Agung Bagus Sutedja
TIDAK terlibat G30S.
Pemulihan nama baik itu
datang terlambat.
Namun Sutedja
tidak pernah kembali.
Jejaknya raib.
Ia tidak pernah
membela dirinya
di hadapan pengadilan.
Ia tidak pernah
menjalani hukuman.
Ia hanya menghilang.
_
by AJRaharjo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar