Selasa, 06 Oktober 2026

Hilang Anak Agung Bagus Sutedja

 Empat orang berseragam militer

datang di kediamannya di Jakarta. 



Ia ikut pergi bersama mereka.


Tidak ada yang pernah melihatnya lagi.


Pria itu bernama


Anak Agung Bagus Sutedja.


Pejuang kemerdekaan.


Gubernur pertama Bali.


Selama bertahun-tahun,

ia memimpin Bali.


Sampai situasi politik

setelah G30S

mengubah segalanya.


Konflik di tubuh PNI

membuat namanya

dikaitkan dengan PKI.


Keluarganya

membantah tuduhan itu.


Menurut putranya,

Anak Agung Gede Agung

Bagus Sutedja,

ayahnya tidak terlibat

Gerakan 30 September.


Bahkan beberapa bulan

sebelum ia menghilang,

Presiden Soekarno

masih memanggilnya

ke Istana Negara.


Ia diminta membantu

urusan negara.


Ia masih dipercaya.


Lalu datang


_29 Juli 1966.


Empat anggota militer

berseragam datang

ke rumahnya.


Mereka membawa

senjata laras panjang

dan pistol.


Sebuah mobil Nissan

berwarna abu-abu

menunggu di luar.


Sutedja ikut pergi.


Sejak saat itu,

keluarganya

tidak pernah melihatnya lagi.


Tidak ada pengadilan.


Tidak ada putusan

yang menyatakan

ia bersalah.


Tahun-tahun berlalu.


Nama Sutedja tetap berada

di dalam catatan sejarah Bali.


Kemudian..


_1989,


pemerintah akhirnya 

menerbitkan 

surat keterangan resmi 

yang menyatakan bahwa 

Anak Agung Bagus Sutedja 

TIDAK terlibat G30S.


Pemulihan nama baik itu 

datang terlambat. 


Namun Sutedja

tidak pernah kembali.


Jejaknya raib.


Ia tidak pernah

membela dirinya

di hadapan pengadilan.


Ia tidak pernah

menjalani hukuman.


Ia hanya menghilang.


_


by AJRaharjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

4 OKTOBER 1965

 4 OKTOBER 1965 - KETIKA SUMUR LUBANG BUAYA TERBUKA Pagi itu, kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, menjadi saksi salah satu tragedi paling k...