Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia sekaligus pahlawan nasional Afrika Selatan yang hidup pada tahun 1626–1699. Beliau merupakan seorang ulama besar, pemimpin sufi tarekat Khalwatiyah, dan pejuang kemerdekaan lintas benua yang sangat disegani oleh kolonial Belanda (VOC). Di Sulawesi Selatan, beliau sangat dihormati dengan gelar Tuanta Salamaka ri Gowa (tuan guru penyelamat kita dari Gowa).
Asal-Usul dan Pendidikan
- Kelahiran: Lahir di Gowa, Sulawesi Selatan pada tanggal 3 Juli 1626. Nama lahirnya adalah Muhammad Yusuf, diberikan oleh Raja Gowa Sultan Alauddin.
- Pendidikan Awal: Mulai mendalami agama Islam sejak usia 15 tahun di Cikoang dari Daeng Ri Tassamang, guru kerajaan Gowa.
- Rihlah Ilmiah: Pada usia 18 tahun, beliau merantau untuk menuntut ilmu ke Banten, Aceh, hingga ke Mekkah dan Madinah. Di tanah Arab, beliau belajar kepada ulama-ulama terkemuka dan mendapat gelar Al-Taj Al-Khalwati (Mahkota dari Tarekat Khalwatiyah).
Perjuangan Melawan Penjajah
- Koalisi Banten: Ketika kembali dari Timur Tengah, Kesultanan Gowa telah jatuh ke tangan VOC. Beliau akhirnya menetap di Kesultanan Banten dan menjadi penasihat spiritual sekaligus sahabat Sultan Ageng Tirtayasa.
- Perang Gerilya: Saat terjadi perang saudara antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji (yang dibantu VOC), Syekh Yusuf memimpin pasukan gerilya yang terdiri dari ribuan prajurit Banten, Makassar, dan Bugis untuk melawan Belanda.
Pengasingan dan Jejak Global
- Sri Lanka: Setelah tertangkap akibat tipu muslihat VOC pada tahun 1684, beliau diasingkan ke Ceylon (sekarang Sri Lanka). Di sana, beliau tetap aktif berdakwah dan menulis kitab tasawuf.
- Afrika Selatan: Karena pengaruhnya yang tetap kuat, VOC memindahkannya ke Cape Town, Afrika Selatan pada tahun 1694. Di kawasan Zandvliet (kini disebut Macassar), beliau membangun komunitas Muslim pertama di Afrika Selatan. Tempat pengasingannya menjadi suaka bagi para budak yang melarikan diri.
Wafat dan Penghormatan
- Wafat: Beliau wafat pada tanggal 23 Mei 1699 di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan dalam usia 72 tahun.
- Gelar Pahlawan: Pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1995. Pada tahun 2005, Pemerintah Afrika Selatan di bawah Thabo Mbeki juga menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional Afrika Selatan. Tokoh besar seperti Nelson Mandela bahkan mengagumi beliau sebagai salah satu putra terbaik Afrika.
- Ulama Lima Makam: Beliau sering dijuluki "ulama lima makam" karena terdapat beberapa situs makam atau petilasan untuk menghormatinya, antara lain di Lakiung (Gowa), Cape Town (Afrika Selatan), Sri Lanka, Banten, dan Sumenep.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar