Raja Haji Fisabilillah adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia, ulama, dan Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV yang memimpin dari tahun 1777 hingga 1784. Beliau terkenal karena keberaniannya memimpin perlawanan maritim yang sengit melawan monopoli perdagangan kongsi dagang Belanda (VOC) di Selat Malaka.
Profil Singkat
- Lahir: Tahun 1725/1727 di Kota Lama, Ulu Sungai, Riau.
- Wafat: 18 Juni 1784 di Kampung Ketapang, Melaka, Malaysia (Gugur dalam pertempuran).
- Gelar Pahlawan: Ditetapkan melalui Keppres No. 072/TK/1997 pada 11 Agustus 1997.
- Makam: Terletak di Situs Cagar Budaya Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Perjuangan Melawan VOC
Raja Haji Fisabilillah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kedaulatan tanah Melayu. Konflik terbesar pecah saat VOC berusaha keras memonopoli komoditas perdagangan timah di wilayah Selangor dan Rembau.
Beliau berhasil menyatukan kekuatan persekutuan militer Melayu (Riau, Selangor, Kedah, dan Terengganu) untuk menghalau politik adu domba barat. Salah satu pencapaian gemilangnya adalah kemenangan besar mengusir armada Belanda dalam perang pengepungan perairan Riau selama 6 bulan.
Beliau akhirnya gugur secara syahid (sehingga mendapat julukan Fisabilillah) akibat tembakan peluru saat memimpin serangan langsung ke pangkalan maritim pabean VOC di Teluk Ketapang, Melaka.
Penghormatan dan Warisan sejarah
Nama besar dan jasa beliau diabadikan pada beberapa tempat penting:
- Infrastruktur Transportasi: Menjadi nama resmi Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (TNJ) di Kota Tanjungpinang.
- Monumen Sejarah: Berdirinya Monumen Raja Haji Fisabilillah setinggi 28 meter di tepi pantai Kota Tanjungpinang.
- Masjid Internasional: Namanya juga dihormati di Malaysia dan diabadikan sebagai nama Masjid Raja Haji Fisabilillah di Cyberjaya, Selangor.
- Hari Jadi Kota: Kemenangan pasukan Raja Haji atas Belanda pada 6 Januari 1784 kini diperingati sebagai hari jadi Kota Tanjungpinang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar