Minggu, 09 Maret 2025

LAS LISTRIK

 LAS LISTRIK 

Las listrik adalah teknik penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Las listrik juga disebut las busur listrik. 


Fungsi las listrik :

1. Menyambungkan logam, seperti besi, tembaga, dan baja

2. Menyambungkan berbagai komponen kendaraan bermotor, seperti panel bodi dan rangka

3. Melapisi atau mengecat logam dengan lapisan pelindung atau dekoratif


Kelebihan las listrik 

1. Menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan tahan lama

2. Dapat digunakan untuk berbagai jenis logam


Jenis mesin las listrik Mesin las arus bolak-balik (AC), Mesin las arus searah (DC), Mesin las ganda (AC-DC). 


Proses pengelasan listrik :

1. Elektroda bersentuhan dengan logam induk sehingga menghasilkan busur listrik

2. Arus tersebut menimbulkan arus pendek yang diterima mesin las dan diubah menjadi energi panas

3. Energi panas melelehkan elektroda dan logam induk sehingga akan melebur menjadi satu dan akhirnya tersambung


Proses pengelasan digunakan secara luas di berbagai industri, termasuk konstruksi, manufaktur, otomotif, dan penerbangan.

Berapa volt las listrik ?

Tegangan mesin las listrik bervariasi tergantung jenis dan kapasitasnya. Tegangan mesin las yang umum digunakan berkisar antara 110–240 volt untuk mesin las rumah tangga. Sementara mesin las industri besar mungkin membutuhkan daya lebih dari 400 volt. 


Penjelasan :

1. Tegangan listrik yang digunakan pada mesin las disebut tegangan pembakaran dan tegangan kerja.

2. Tegangan pembakaran berkisar 55–85 volt, sedangkan tegangan kerja berkisar 20–40 volt.

3. Besar kecilnya tegangan kerja tergantung dari besar kecilnya diameter elektrode.

4. Arus yang digunakan dapat dilihat pada skala yang ditunjukkan oleh amperemeter.

5. Pemilihan besar arus listrik tergantung dari beberapa faktor, seperti diameter elektrode, tebal benda kerja, jenis elektrode, dan polaritas kutub-kutubnya.


Untuk mengetahui tegangan yang sesuai dengan mesin las tertentu, Anda dapat merujuk pada spesifikasi produsen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WR SUPRATMAN

 Jika pejuang lain melawan Belanda menggunakan bambu runcing atau senapan, pemuda kurus berkacamata ini memilih jalan yang jauh lebih elegan...