Sabtu, 25 Januari 2025

Petirtaan Ngawonggo

 Petirtaan Ngawonggo Banyak Didatangi Orang yang Ingin Merasakan Hidup di Zaman Kerajaan


Situs prasejarah ini ditemukan kembali oleh Muhammad Yasin dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada April 2017 lalu. Untuk menuju lokasi ini hanya membutuhkan waktu 30 menit dari pusat kota Malang. Setelah itu kamu dapat menyusuri jalan setapak menuju Kedai Tomboan di Situs Petirtaan Ngawonggo. Dulunya situs ini merupakan tempat pendidikan dan penyucian diri bagi agama yang berkembang pada kala itu. 


Di pintu masuk Kedai Tomboan Ngawonggo berdiri sebuah gapura tempat pembuatan minuman dengan menggunakan teknik tradisional. 


Meja dan kursi di sini terbuat dari bambu, membuat suasana tempo dulu semakin terasa.Kamu bisa menikmati teh, kopi, wedang jahe, wedang uwuh, teh rosella dan temulawak. Enggak hanya itu, kedai ini juga menyediakan makanan tradisional seperti nasi putih, nasi jagung, sayur lodeh, mendol, tempe bothok dan sambel.


Sebelum berkunjung, sebaiknya kamu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun instagram resmi Situs Petirtaan Ngawonggo. Enggak ada patokan harga untuk mengunjungi situs ini, kamu cukup membayar seikhlasnya. 


Situs Petirtaan Ngawonggo berada di antara dua sungai, yakni Sungai Dawuhan yang berada di atas sebagai irigasi pertanian, dan Sungai Mantenan. 


Dengan dilestarikannya Petirtaan Ngawonggo pihak pengelola berharap situs prasejarah ini dapat menjadi tempat bagi kawula muda untuk liburan sambil belajar sejarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chat Gpt 12 Mei-31 Mei