Selasa, 26 September 2023

Sejarah G30S PKI Lengkap dengan Kronologinya

 *Sejarah G30S PKI Lengkap dengan Kronologinya*

Nikita Rosa - detikEdu

Selasa, 26 Sep 2023 13:30 WIB

Sejarah G30S PKI. (Foto: Zaki Alfarabi/detikcom)

Daftar Isi

•Sejarah Berdirinya PKI

•Sejarah G30S PKI Lengkap dengan Kronologinya

•Sejarah G30S PKI

•Tujuan G30S PKI?

•Kronologi G30S PKI

Jakarta - G30S PKI atau Gerakan 30 September merupakan bagian yang tak lepas dari sejarah Indonesia. Peristiwa itu terjadi pada 30 September dan dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Diketahui, PKI adalah salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia. Anggota PKI terdiri atas kalangan intelektual, buruh, hingga petani. Bahkan pada pemilu tahun 1955, PKI berhasil meraih 16,4 persen suara dan menempati posisi keempat di bawah PNI, Masyumi, dan NU.

*Sejarah Berdirinya PKI*

Menurut buku Sejarah untuk Kelas XII oleh Nana Supriatna, PKI awalnya merupakan partai kecil berhaluan kiri yang didirikan oleh tokoh Sosialis Belanda, Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau dikenal dengan Henk Sneevliet. Partai itu bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV),

ISDV menyusup ke partai-partai lokal baik besar maupun kecil, seperti Sarekat Islam (SI), di mana terdapat tokoh besar seperti Semaoen dan Darsono. Kemudian pada tahun 1920-an, ISDV kemudian mengilhami lahirnya PKI dengan Semaoen sebagai ketua dan Darsono menjadi wakilnya.

Bagaimana PKI bisa menorehkan sejarah G30S PKI di Indonesia? begini kisahnya.

*Sejarah G30S PKI Lengkap dengan Kronologinya*

*Sejarah G30S PKI*

G30S PKI terjadi pada tahun 1965 dan dimotori oleh Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit, pemimpin terakhir PKI.

Menurut buku Api Sejarah 2 oleh Ahmad Mansur Suryanegara, menurut Arnold C. Brackman, DN Aidit mendukung konsep Khrushchev, yakni "If everything depends on the communist, we would follow the peaceful way (bila segalanya bergantung pada komunis, kita harus mengikuti dengan cara perdamaian)."

Pandangan itu disebut bertentangan dengan konsep Mao Ze Dong dan Stalin yang secara terbuka menyatakan bahwa komunisme dikembangkan hanya dengan melalui perang.

G30S PKI kemudian dilancarkan pada malam hingga dini hari, tepat pada akhir tanggal 30 September dan masuk 1 Oktober 1965. Gerakan itu mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.

Keenam perwira tinggi yang menjadi korban G30S PKI antara lain Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.

*Tujuan G30S PKI?*

Lantas, apa tujuan G30S PKI? Salah satu tujuan utama gerakan ini adalah menggulingkan pemerintahan era Soekarno. Selain itu, PKI juga bertekad untuk mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Melansir dari buku Sejarah untuk SMK Kelas IX oleh Prawoto, beberapa tujuan G30S PKI adalah sebagai berikut:

1. Menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikannya sebagai negara komunis.

2. Menyingkirkan TNI Angkatan Darat dan merebut kekuasaan pemerintahan.

3. Mewujudkan cita-cita PKI, yakni menjadikan ideologi komunis dalam membentuk sistem pemerintahan yang digunakan sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat komunis.

4. Mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis.

5. Kudeta yang dilakukan kepada Presiden Soekarno tak lepas dari rangkaian kegiatan komunisme internasional.

*Kronologi G30S PKI*

Penyebarluasan ideologi komunis yang dilakukan oleh PKI menimbulkan kecurigaan dari kelompok anti-komunis. Tindakan tersebut juga mempertinggi persaingan antara elit politik nasional.

Kecurigaan itu memunculkan desas-desus di masyarakat, terlebih menyangkut kesehatan Presiden Soekarno dan Dewan Jenderal Angkatan Darat.

Di tengah kecurigaan tersebut, Letnan Kolonel Untung, Komandan Batalyon I Kawal Resimen Cakrabirawa, yakni pasukan khusus pengawal Presiden, memimpin sekelompok pasukan dalam melakukan aksi bersenjata di Jakarta.

Pasukan tersebut bergerak meninggalkan daerah Lubang Buaya. Peristiwa ini terjadi pada tengah malam, pergantian hari Kamis, 30 September 1956 menuju hari Jumat, 1 Oktober 1965.

Kudeta yang sebelumnya dinamakan Operasi Takari diubah menjadi gerakan 30 September. Mereka menculik dan membunuh para perwira tinggi Angkatan Darat. Aksi tentara tersebut pada tanggal 30 September berhasil menculik enam orang perwira tinggi Angkatan Darat.

Enam Jenderal yang gugur dalam peristiwa G30S PKI antara lain Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.

Di samping itu, gugur pula ajudan Menhankam/Kasab Jenderal Nasution, Letnan Satu Pierre Andreas Tendean dan pengawal Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena, Brigadir Polisi Satsuit Tubun.

Jenderal yang berhasil selamat dari G30S PKI adalah AH Nasution. Namun, putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution tidak bisa diselamatkan.

Sementara itu, G30S PKI di Yogyakarta yang dipimpin oleh Mayor Mulyono menyebabkan gugurnya TNI Angkatan Darat, Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono.

Kolonel Katamso merupakan Komandan Korem 072/Yogyakarta. Sedangkan Letnan Kolonel Sugiyono merupakan Kepala Staf Korem. Keduanya diculik dan gugur di Desa Kentungan, sebelah utara Yogyakarta.

Mengenang Abdul Haris Nasution, Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

 *Mengenang Abdul Haris Nasution, Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI*

Aprilda Ariana Sianturi - detikSumut

Selasa, 26 Sep 2023 08:00 WIB



Medan - Peristiwa pemberontakan G30S/PKI menyisakan duka yang begitu mendalam bagi rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, gerakan ini telah menggugurkan enam orang jenderal dan satu orang perwira, ketujuh orang itu kini dikenal dengan sebutan pahlawan revolusi.

Begitu kejamnya pembantaian yang dilakukan oleh gerakan yang dipelopori oleh Letkol Untung tersebut, hingga tak seorangpun luput dari maut. Namun, salah seorang jenderal yang ditargetkan untuk dibantai pada akhirnya lolos, jenderal itu bernama Abdul Haris Nasution.

Berikut detikSumut rangkum riwayat hidup Jenderal Abdul Haris Nasution untuk kita kenang bersama.

*Abdul Haris Nasution Semasa Hidup*

Dilansir dari buku Mengenal Pahlawan Indonesia karya Arya Ajisaka, Abdul Haris Nasution atau yang kerap disapa A.H. Nasution adalah seorang Jenderal Besar (bintang lima) yang lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan pada 3 Desember 1918. Ia dibesarkan dalam keluarga petani yang taat beribadah. Ayahnya adalah seorang anggota Syarekat Islam di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Selepas SMA yang pada saat itu AMS bagian B pada tahun 1938, beliau kemudian masuk Akademi Militer namun berhenti di tahun 1942 karena masuknya tentara Jepang ke Indonesia.

Abdul Haris Nasution akrab dengan sapaan Pak Nas pernah memimpin Divisi Siliwangi pada Perang Kemerdekaan I pada tahun 1946-1948. Setelah itu, beliau diangkat menjadi Wakil Panglima Besar/Kepala Staf Operasi MBAP di Yogyakarta.

Semasa menjadi Panglima Komando Jawa pada masa Perang Kemerdekaan II pada tahun 1948-1949, Pak Nas mulai mengembangkan metode perang gerilya sebagai perang rakyat. Bahkan di kemudian hari, bukunya yang berjudul Strategy of Guerilla Warfare menjadi buku bacaan wajib militer elit dunia West Point (Amerika Serikat).

Pak Nas pernah dua kali menjadi KSAD semasa pemerintahan Bung Karno. Pertama pada tahun 1949-1952 dan tahun 1955-1962 selain sebagai Ketua Gabungan Kepala Staf pada tahun 1955-1959. Kariernya terus bergulir dengan menjadi Menteri Keamanan Nasional/Menko Polkam pada tahun 1959-1966. Selain sebagai menteri, beliau juga menjadi Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi di bawah Presiden Soekarno.

Di masa tuanya, Pak Nas dikucilkan dan dianggap sebagai musuh politik Orde Baru hingga akhir hayatnya. Jenderal besar yang idealis dan bersahaja ini tidak mewariskan harta kekayaan kepada keluarga, kecuali harta pengalaman perjuangan dan idealisme. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta pada 6 Desember 2000 pada usianya yang ke-82 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Beliau kemudian diangkat oleh Presiden Megawati Soekarno Putri yang menjabat kala itu menjadi pahlawan nasional berdasarkan Keppres No. 073/TK/2002 atas jasa-jasanya bagi negeri ini.

*Abdul Haris Nasution Selamat dari G30S/PKI*

Dikutip dari buku Dendam & Cinta Keluarga Marxis karya Edy van Keling, selamatnya Abdul Haris Nasution tidak terlepas dari keberadaan sang istri, Johanna Sunarti. Pada dini hari jam 04.00 WIB 1 Oktober 1965, pasukan Cakrabirawa yang bergerak atas hasutan PKI tiba dan menyerbu kediaman mereka.

Sang istri memaksa A.H. Nasution untuk kabur dari rumah mereka. Alhasil, sang jenderal berhasil menyelamatkan diri dari penculikan dan pembunuhan yang hampir menimpanya.

Sayangnya, putri bungsu mereka yang bernama Ade Irma Suryani Nasution harus gugur tertembak tiga peluru dari Pasukan Cakrabirawa yang pada akhirnya menjadi tameng bagi ayahandanya. Selamatnya Jenderal A.H. Nasution pada akhirnya menjadi malapetaka bagi PKI. Pengkhianatan mereka terbongkar dan ahirnya berhasil ditumpas oleh TNI.

Demikian riwayat hidup Jenderal Abdul Haris Nasution yang dapat detikSumut rangkum, semoga bermanfaat ya detikers.

Artikel ini ditulis oleh Aprilda Ariana Sianturi, peserta program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

Muhammadiyah Tidak Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Ini Alasannya

 *Muhammadiyah Tidak Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Ini Alasannya*

Risdawati | Insertlive

Selasa, 26 Sep 2023 20:50 WIB


Daftar Isi

_Apakah Muhammadiyah Melarang Maulid?_

_Alasan Muhammadiyah Tidak Memperingati Maulid Nabi Muhammad_

_Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad Menurut Ulama Hadits_

Jakarta, Insertlive - Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hari raya umat muslim di Indonesia bahkan dunia. Biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, selalu diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

Di Indonesia, tradisi maulid nabi banyak diperingati. Setiap wilayah memiliki caranya tersendiri dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, namun umumnya masyarakat mengadakan sebuah pengajian atau semacam tabligh akbar dengan mengundang ustadz atau penceramah. Kemudian berdoa dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam kegiatan keagamaan tersebut, kita sering pula menghadapi polemik mengenai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini. Pada artikel ini akan dibahas salah satu pandangan organisasi Islam terbesar di Indonesia mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Untuk itu, mari simak penjelasan di bawah ini agar kita mengerti dan tidak ada lagi kesalahpahaman.

*Apakah Muhammadiyah Melarang Maulid?*

Kegiatan keagamaan seperti peringatan kelahiran nabi terakhir yakni Nabi Muhammad SAW, selalu memunculkan polemik di dalam masyarakat. Peringatan tersebut sering disebut dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, untuk menjawab sebuah polemik yang selalu terjadi di masyarakat, Majelis Tarjih menegaskan bahwa tidak ada dalil yang berisi larangan maupun perintah dalam memperingati Maulid Nabi SAW.

Menurut Kepala Kantor Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Amirudin Faza, mengatakan "Pada prinsipnya, Tim Fatwa belum pernah menemukan dalil tentang perintah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi SAW, sementara itu belum pernah pula menemukan dalil yang melarang penyelenggaraannya,"

Ia juga kembali menegaskan bahwa hukum Maulid Nabi Saw ini termasuk dalam perkara ijtihadiyah dan tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya. Jika perayaan ini telah membudaya di masyarakat, penting untuk diperhatikan aspek-aspek yang memang dilarang agama.

"Perbuatan yang dilarang di sini, misalnya adalah perbuatan-perbutan bid'ah dan mengandung unsur syirik serta memuja-muja Nabi Muhammad SAW secara berlebihan, seperti membaca wirid-wirid atau bacaan-bacaan sejenis yang tidak jelas sumber dan dalilnya," terang Amir sambil mengutip hadis riwayat Umar bin Khattab yang terdapat dalam Shahih Bukhari.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, Muhammadiyah tidak melarang dan tidak ada perintah untuk menyelenggarakannya juga, karena tim fatwa tidak menemukan dalil yang menjelaskan kedua polemik tersebut.

Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini hukumnya mubah atau boleh, karena tidak ada kewajiban untuk menyelenggarakan ataupun melarang karena hal ini masuk ke perkara ijtihadiyah.

*Alasan Muhammadiyah Tidak Memperingati Maulid Nabi Muhammad*

Setiap negara memiliki cara yang berbeda-beda begitupun dengan di Indonesia, banyak daerah-daerah memperingatinya dengan cara yang berbeda pula. Hal tersebut juga terjadi pada organisasi Islam yaitu Muhammadiyah.

Banyak masyarakat Indonesia juga sering bertanya, mengapa Muhammadiyah tidak memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Sebetulnya jika merujuk pada penjelasan Amirudin Faza, mengenai hukum dan lainnya bukan berarti tidak memperingati, akan tetapi banyak cara untuk memperingati Maulid Nabi SAW.

Hal ini, sesuai dengan penuturan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Di mana Muhammadiyah juga ikut meramaikan hari Maulid Nabi dengan dakwah dan tablig tanpa seremoni-seremoni tertentu.

"Mungkin Muhammadiyah tidak menyelenggarakan secara khas. Karena bentuk-bentuk penyelenggaraan di dunia ini berbagai macam. Kemarin di Dubai shalawat dengan rebana, kalau di daerah lain membagi-bagikan makanan seperti di Afghanistan. Ada juga yang ceramah-ceramah agama," katanya sambil memberikan contoh.

Selain itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengingatkan kepada umat muslim, terkhusus warga Muhammadiyah untuk selalu meneladani akhlak mulia Nabi SAW. Meski mubah, Dadang juga berpesan agar dalam perayaan Maulid umat muslim menghindari berbagai perbuatan yang mengancam akidah dan melanggar syariat.

Perbuatan yang mengancam akidah dan melanggar syariat itu, contohnya pada bulan Mulud atau Maulid ini banyak orang yang mensucikan jimat, jimatnya dibersihkan, dimandikan. Hal ini jelas dilarang, karena di Muhammadiyah tidak dikenal jimat-jimat seperti itu. Termasuk sihir. Juga mengunjungi kuburan-kuburan keramat, dan Muhammadiyah tidak seperti itu.

Selain menyelenggarakan tablig dan pengajian, Muhammadiyah dalam mengisi Maulid kata Dadang justru mengadakan berbagai kegiatan sosial.

"Cara memperingati Maulid di Muhammadiyah ini, justru kalau bisa ada gerakan-gerakan santunan sosial, pengobatan-pengobatan gratis, membagikan makanan hal itu saja sudah meniru akhlak Nabi yang saleh," pungkasnya.

Itulah alasan dari Muhammadiyah yang sering menjadi pertanyaan, perlu ditegaskan kembali bahwa bukan tidak mempringati akan tetapi setiap orang atau organisasi memiliki caranya masing-masing.

*Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad Menurut Ulama Hadits*

Sebenarnya pembahasan hukum memperingati Maulid Nabi tidak perlu jika peringatan itu diisi dengan zikir, shalawat, baca Al-Quran, taushiyah ketakwaan, silaturahmi, atau sedekah. Semua itu baik, tinggal dilaksanakan saja. Tetapi mereka yang menginginkan pijakan hukum agama perihal peringatan maulid dan memiliki hak untuk mendiskusikannya.

Berikut hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW menurut ulama hadits:

Peringatan maulid baru diadakan mulai abad 3 Hijriyah. Karenanya dilihat dari keasliannya, maulid yang diperingati hingga hari ini jelas termasuk kategori bid'ah, sebuah upacara agama yang tidak diamalkan di masa Rasulullah SAW. Hal ini jelas disebutkan oleh Syekh Abu Syamah, salah seorang guru Imam An-Nawawi yang kami kutip berikut ini.

قال الإمام أبو شامة شيخ النووي ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله عليه وسلم من الصدقات والمعروف وإظهار الزينة والسرور فإن ذلك مع ما فيه من الإحسان للفقراء مشعر بمحبة النبي صلى الله عليه وسلم وتعظيمه في قلب فاعل ذلك وشكر الله تعالى على ما من به من إيجاد رسول الله صلى الله عليه وسلم الذي أرسله رحمة للعالمين

Artinya, "Imam Abu Syamah - salah seorang guru Imam An-Nawawi-mengatakan, salah satu amaliyah bid'ah terbaik di zaman kita sekarang adalah peringatan yang diadakan setiap tahun pada hari bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah SAW yang diisi dengan sedekah, kebaikan, dan ekspresi keindahan serta kebahagiaan. Semua itu yang juga dibarengi dengan santunan kepada orang-orang fakir menunjukkan bentuk cinta dan takzim kepada Rasulullah SAW di batin mereka yang mengamalkannya. Semua praktik itu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya, yakni menciptakan Rasulullah SAW yang diutus membawa rahmat bagi segenap penghuni alam semesta."

Syekh Abu Syamah jelas menyebut peringatan maulid sebagai bentuk konkret rasa syukur umat Islam kepada Allah atas karunia-Nya yang berupa pengutusan rasul mereka. Di samping itu peringatan maulid adalah ekspresi bahagia dan cinta mereka terhadap rasul-Nya yang kemudian diwujudkan dengan praktik-praktik keislaman yang sudah diajarkan Rasulullah SAW seperti sedekah, silaturahmi, dan zikir.

Sementara salah seorang ulama hadits terkemuka Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani menelusuri dasar hukum peringatan maulid yang ditemukannya berasal dari hadits riwayat Bukhari Muslim perihal puasa Asyura yang dilakukan umat Yahudi di Madinah sebagai peringatan atas runtuhnya kejayaan Fir'aun dan selematnya Nabi Musa AS. Berikut ini penjelasan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani.

واستنبط الحافظ ابن حجر تخريج عمل المولد على أصل ثابت في السنة وهو ما في الصحيحين أن النبي صلى الله عليه وسلم قدم المدينة فوجد اليهود يصومون يوم عاشوراء فسألهم فقالوا هو يوم أغرق الله فيه فرعون ونجى موسى ونحن نصومه شكرا فقال نحن أولى بموسى منكم وقد جوزي أبو لهب بتخفيف العذاب عنه يوم الإثنين بسبب إعتاقه ثويبة لما بشرته بولادته صلى الله عليه وسلم وأنه يخرج له من بين إصبعيه ماء يشربه كما أخبر بذلك العباس في منام رأى فيه أبا لهب ورحم الله القائل وهو حافظ الشام شمس الدين محمد بن ناصر حيث قال إذا كان هذا كافرا جاء ذمه وتبت يداه في الجحيم مخلدا أتى أنه في يوم الإثنين دائما يخفف عنه للسرور بأحمد فما الظن بالعبد الذي كان عمره بأحمد مسرورا ومات موحدا.

Artinya, "Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani melacak dasar hukum (istinbathul ahkam) peringatan maulid nabi (muludan) pada sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Riwayat itu menyebutkan ketika tiba di Kota Madinah Rasulullah SAW mendapati orang-orang Yahudi setempat berpuasa di hari Asyura. Rasulullah SAW bertanya kepada mereka terkait peristiwa yang terjadi pada hari Asyura. 'Asyura adalah hari di mana Allah menenggelamkan Fir'aun dan menyelamatkan Nabi Musa AS. Kami berpuasa hari Asyura ini sebagai rasa syukur,' jawab mereka. 'Kalau begitu kami lebih layak bersyukur atas kemenangan Nabi Musa AS dibanding kalian,' kata Rasulullah SAW.

Abu Lahab sendiri diringankan dari siksa kubur setiap hari Senin karena telah memerdekakan budaknya bernama Tsuwaybah yang membawa kabar gembira kepadanya atas kelahiran Rasulullah SAW. Dari sela kedua jari bayi itu keluar air yang kemudian diminum Abu Lahab. Hal ini diriwayatkan Sayyidina Abbas RA yang berjumpa Abu Lahab dalam mimpi.

Syamsuddin Muhammad bin Nashir-semoga Allah merahmatinya-mengatakan, 'Kalau demikian besar rahmat Allah terhadap orang kafir yang kelak kekal di neraka bahkan diabadikan dalam sebuah surat di Al-Quran dengan datangnya keringanan siksa kubur setiap hari Senin karena gembira menyambut kelahiran Rasulullah, apalagi karunia Allah terhadap orang beriman yang seumur hidupnya gembira atas kelahiran Rasulullah SAW dan mati dalam keadaan iman.'"

Pernyatan Syekh Abu Syamah dan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani di atas kami kutip dari kitab I'anatut Thalibin karya Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi. Sampai di sini hemat kami teranglah bahwa kedudukan hukum peringatan maulid jelas memiliki dasar pijakan hukum yang bersumber pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim di mana Rasulullah SAW menganjurkan puasa Asyura sebagai bentuk syukur atas penenggelaman Fir 'aun dan keselamatan Nabi Musa AS.

Itulah hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadits dari para ulama, semoga penjelasan di atas memberikan pencerahan bagi kamu yang selalu mempertanyakan akan polemik Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Artikel ini sudah diverifikasi oleh Annisa Nur Indriyanti Alumni Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta".

(kpr/kpr)

4 PUTRI CANTIK KERTANEGARA

 *Misteri Pernikahan Politik Raden Wijaya dengan 4 Putri Cantik Raja Singasari*

Diwan Mohammad Zahri 

Selasa, 26 September 

2023 - 09:26 WIB

Raja Singasari, Kertanegara tercatat sebagai raja terakhir dari kerajaan yang didirikan Ken Arok di lereng timur Gunung Arjuna. Raja Kertanegara yang melahirkan konsep Nusantara dengan menggelar ekspedisi Pamalayu, memiliki menantu Raden Wijaya. 

Raden Wijaya, merupakan satu-satunya menantu Kertanegara. Tak hanya satu, pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit tersebut, langsung menikahi empat putri Kertanegara. 

Ada tujuan tertentu ketika Raden Wijaya menikahi empat putri Kertanagara yang merupakan raja terakhir Kerajaan Singasari. Pernikahan ini tak melulu soal cinta, ada tujuan meneruskan Wangsa Rajasa demi kokohnya wangsa ini. 

Sementara satu istri dinikahi raja pertama Kerajaan Majapahit tersebut, adalah putri raja Melayu yang dipersembahkan ke Singasari. Keempat putri cantik yang langsung dinikai Raden Wijaya itu, adalah Tri Bhuana, Dyah Duhita, Pradnya Paramita, dan Dyah Gayatri. 

Perkawinan Raden Wijaya dengan empat putri Kertanegara ini, termuat dalam Kakawin Negarakertagama pada pupuh 46/1. Sosok Raden Wijaya yang disebut Raja Kertarajasa Jayawardhana dalam Kakawin Negarakertagama, tentunya sosok yang sangat istimewa karena bisa langsung menikahi empat putri raja. 

Bunyi pada kakawin Negarakertagama, sebagaimana dikutip dari buku "Arya Wiraja dan Lamajang Tigang Juru" karya Mansur Hidayat, adalah: "Ndan Sang Sri Parameswari Tri Bhuwana nama Graja Nindita, Tansah Dyah Duhita Prakasita Mahadewyanulus Ring Hajong, Prajna Paramitkya Sang, Maka Jayendra Dewyanindyeng Raras, Dyah Gayatryanuraga Wungsu Pinakadin Raja Patning Puri".  

Arti dari kutiban tersebut adalah: "Adapun sang Parameswari Tribuana yang sulung cantik tanpa cela, tiada lain Dyah Duhita tersohor wanita rupawan tiada tara, Pradnya Paramita mengagumkan bagai menandingi Dewi Saci dalam kecantikan, yang bungsu Dyah Gayatri amat dikasihi sebagai permaisuri terkemuka". 

Keterangan itu kemudian disokong oleh Prasasti Penanggungan (1296), dan prasasti berangka tahun 1305. Pada prasasti terakhir ini dijelaskan sifat-sifat dari empat putri Kertanagara tersebut. Putri tertua, Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari merupakan seorang putri yang ulung dalam permainan kata (mahalalita). 

Hal ini bisa dimaklumi, sebagai seorang putri sulung dan putri mahkota Singasari. Dia merupakan janda dari Nararya Ardharaja turut pula dipersunting supaya tidak dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Wangsa Rajasa. 

Putri kedua adalah Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, merupakan istri pertama Raden Wijaya, bahkan saat Kertanagara masih hidup dan memerintah. Sosoknya merupakan perempuan yang setia terhadap Raden Wijaya. 

Putri ketiga Sri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamitha, merupakan seorang putri yang mempunyai sifat-sifat luhur. Sedangkan putri keempat atau si bungsu, yakni Sri Rajendradewi Dyah Dewi Gayatri merupakan seorang putri yang sangat cantik dan paling dikasihi oleh sang raja Raden Wijaya. 

Hal ini kemudian memperkuat kedudukan sang raja Kertarajasa Jayawardhana, yang tidak ingin Wangsa Sinelir saingannya bangkit kembali. Sedangkan untuk tetap menjalin persahabatan dengan Raja Melayu Dharmacraya, sang raja mengambil istri bernama Dara Petak, yang merupakan putri dari Melayu, dan dibawa Senopati Kebo Anabrang ke tanah Jawa. 

Namun sebagai akibat dari perkawinan lima orang putri utama ini, terjadi penentangan ketika sang raja meninggal dunia, dan telah menetapkan putranya yang bernama Sri Jayanagara untuk menjadi Raja Majapahit. Jayanagara menjadi pewaris tahta Kerajaan Majapahit, usai Raden Wijaya mangkat. 

Jayanagara sendiri sudah diangkat sebagai putra mahkota yang dilakukan pada tahun 1296, sesuai dengan Prasasti Penanggungan. 

Namun usai Raden Wijaya meninggal, pendukung Wangsa Rajasa banyak yang menolak pengangkatannya. Hal ini pula yang akhirnya memicu sejumlah pergolakan dan pemberontakan di Majapahit.

Senin, 25 September 2023

Tokoh-Tokoh Penting dalam Tragedi G30S PKI, dari yang Terlibat hingga Menjadi Korban

 *Tokoh-Tokoh Penting dalam Tragedi G30S PKI, dari yang Terlibat hingga Menjadi Korban*

Rizky Darmawan Senin, 25 September 2023 - 17:19 WIB 

JAKARTA - Terdapat sejumlah tokoh-tokoh penting dalam tragedi G30S PKI, baik itu yang terlibat hingga menjadi korban. G30S PKI telah menjadi tragedi bersejarah yang tak terlupakan, bahkan kerap diungkit hingga saat ini. 

Peristiwa yang menewaskan tujuh jenderal itu telah dikenal sebagai salah satu catatan kelam dalam sejarah Indonesia. Ada beberapa versi dan klaim terkait siapa pihak yang melatarbelakangi tragedi ini. Namun, yang paling populer adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menjadi dalangnya. 

Bermula dari Angkatan Kelima yang dicanangkan oleh Bung Karno pada tahun 1965. Hal tersebut ditentang oleh para petinggi Angkatan Darat yang menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI. 

Dari situ PKI semakin lama makin berusaha memprovokasi bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dengan polisi dan militer. Hingga pada puncaknya terjadi pada tanggal 30 September 1965, di mana tragedi berdarah yang menewaskan para jenderal Angkatan Darat terjadi. 

*Tokoh-Tokoh Penting dalam Tragedi G30S PKI*

1. Dipa Nusantara Aidit 

Posisinya yang kala itu sebagai Ketua Umum PKI membuat nama DN Aidit dituding sebagai dalang G30S. Ketika tragedi itu mencuat, Aidit tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dalam Kabinet Dwikora I. 

Hingga pada akhirnya di bawah pemerintahan Orde Baru, dinyatakan secara resmi bahwa PKI adalah pelaku dalam peristiwa ini. Hal tersebut membuat Aidit sebagai pemimpin partai ditangkap dan mendapat hukuman mati. 

2. Letkol Untung Sjamsuri 

Letkol Untung pada saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon KK I Cakrabirawa. Dia diduga sebagai orang yang memimpin pasukan Cakrabirawa dalam penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal. 

Setelah melalui berbagai sidang, pria yang berasal dari Kebumen ini akhirnya dieksekusi di Cimahi, Jawa Barat pada tahun 1966. Sebelum terjerumus dalam peristiwa itu, dirinya merupakan orang kepercayaan Soeharto ketika masih bertugas di Kodam VII/Diponegoro.

3. Sjam Kamaruzaman 

Sjam saat itu dikenal sebagai salah satu anggota kunci dari Partai Komunis Indonesia. Dia diduga sebagai otak dari berlangsungnya peristiwa G30S dan memimpin organisasi rahasia PKI yang dikenal sebagai Biro Khusus. 

Setelah tertangkap pada Maret 1967, Sjam sempat bersaksi di pengadilan bahwa semua hal yang dilakukannya adalah perintah dari Aidit. Pada akhirnya, Sjam dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada tahun 1968. 

4. Jenderal Ahmad Yani 

Jenderal Ahmad Yani yang kala itu menjabat sebagai Panglima TNI AD atau yang sekarang dikenal dengan KSAD, dikenal sangat anti-komunis. Hingga pada dini hari 1 Oktober 1965, dia dikepung oleh sekitar 200 orang di kediamannya. 

Ahmad Yani kala itu yang dijemput oleh para penculik sempat emosi dan menampar salah satu penculik. Dari situlah dia langsung dibunuh di tempat dan tubuhnya dibawa ke Lubang Buaya. 

5. Letjen Mas Tirtodarmo Haryono

 Ketika Peristiwa G30S berlangsung, Letjen Haryono yang berada di kediamannya sempat mencoba untuk melarikan diri ketika para penculik datang. Namun, usahanya itu berujung kematian setelah diberondong peluru. 

Tubuhnya kemudian dimasukkan ke dalam truk dan dibawa ke Lubang Buaya, markas pemberontak di selatan pinggiran Jakarta. 

6. Letjen Siswondo Parman 

Letjen Siswondo Parman diculik dari rumahnya pukul 04.30 WIB oleh pasukan berseragam Tjakrabirawa. Dia kemudian dibawa menuju Lubang Buaya untuk disiksa hingga tewas. Letjen Siswondo menjadi salah satu korban yang dibawa hidup-hidup kala itu. 

7. Letjen R.Soeprapto 

Sebelum menjadi korban dalam peristiwa G30S, dirinya sempat terlibat dan berhasil memberantas tragedi PKI Madiun. Dia juga merupakan sosok tokoh yang punya andil dalam perjuangan melawan tentara Jepang di Jawa Tengah. 

8. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo 

Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, anggota Gerakan 30 September yang dipimpin oleh Sersan Mayor Surono masuk ke dalam rumah Sutoyo. Mereka akhirnya berhasil untuk membawa Sutoyo untuk kemudian dibunuh dan mayatnya dibuang ke Lubang Buaya. 

9. Mayjen Donald Isaac Pandjaitan

 Disebutkan bahwa Mayjen D.I. Pandjaitan juga merupakan salah satu korban yang tewas di kediamannya sendiri, sama seperti Jenderal Ahmad Yani, dan Letjen Mas Tirtodarmo Haryono. 

10. Kapten Pierre Tendean 

Ketika para penculik mendatangi kediaman Abdul Haris Nasution, salah satu ajudan sang Jenderal yang kala itu sedang bertugas justru menjadi orang yang ditangkap. Sedangkan Abdul Haris Nasution berhasil melarikan diri. 

Tendean lalu dibawa ke sebuah rumah di daerah Lubang Buaya. Dia ditembak mati dan mayatnya dibuang ke sebuah sumur tua bersama keenam perwira lainnya.

AMIN Diisukan Disambut Lautan Manusia di Sulsel, Begini Kesaksian Masyarakat

_Baru-baru ini mencuat isu pasangan Bacapres dan Bacawapres Anies-Gus Imin, atau kerap disebut AMIN, disambut lautan manusia di Sulawesi Selatan (Sulsel), Kota_

Senin, 25 September 2023 - 05:00 WIB 

Reporter : Tim TvOne, Tim TvOne 

Editor : Aqmarul Sulsel,

 tvOnenews.com - Baru-baru ini mencuat isu pasangan Bacapres dan Bacawapres Anies-Gus Imin, atau kerap disebut AMIN, disambut lautan manusia di Sulawesi Selatan (Sulsel), Kota Makassar, pada Minggu (24/9/2023) pagi.  

Sontak, hal itu membuat sebagian publik bertanya soal kebenaran kabar tersebut. 

Menurut kesaksian seorang warga Makassar, Abdul Madjid Sallatu (75) mengaku, bahwa sebelumnya belum pernah massa berkumpul sebanyak itu di Kota Daeng itu.  

"Kayaknya baru pertama kali begini terjadi. Diperkirakan yang datang itu, di atas 1 juta orang," ungkap Abdul Madjid kepada awak media. 

 Bahkan dia mengaku sempat datang ke lokasi. Namun, dia langsung pulang karena melihat begitu banyak massa yang berdatangan. 

"Saya balik, Karena saya takut sesak nafas. Bisa pingsan saya melihat orang banyak gitu," ucapnya. 

Lanjutnya dia menjelaskan kesaksiannya, berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya, istrinya juga sebenarnya sudah mencegahnya hadir ke acara tersebut.  

Namun, dia bersikeras tetap berangkat untuk memberikan dukungan kepada pasangan AMIN. 

"Istri saya sebenarnya sudah tidak izinkan. Jadi saya dikasih pengawal security untuk jaga saya. Kebetulan di rumah ada security. Saya diantar naik mobil," ungkapnya. 

Dia juga ceritakan bahwa betapa antusiasnya masyarakat untuk mendukung AMIN. Tak hanya dirinya, banyak warga yang juga sudah sepuh bahkan dari kaum perempuan juga ikut Jalan Gembira bersama capres-cawapres dari Koalisi Perubahan itu. 

"Coba bayangkan, di tempat saya lewat itu ada ibu-ibu tua sampai bawa bekal. Dia buka boksnya. Artinya mereka sejak subuh sudah di situ. Saya betul-betul terperangah," ungkapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali katakan, tingginya antusiasme warga Sulsel, khususnya Makassar, dalam kegiatan jalan gembira, menunjukkan bahwa AMIN diterima dengan baik oleh masyarakat. 

"Sangat luar biasa antusiasme masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dalam kegiatan pagi ini yang dihadiri pasangan Anies - Gus Imin. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan Anies - Gus Imin yang membawa pesan perubahan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, Minggu (24/9/2023). 

Sebelumnya diberitakan, bakal calon presiden Anies Baswedan dan bakal wakil calon presiden Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melakukan ziarah ke makam pahlawan Pangeran Diponegoro. 

Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan dan mendoakannya serta menanggapi pemindahan makam Pangeran Diponegoro dari Makassar ke Yogyakarta. 

Menurut Anies, lokasi makam Pangeran Diponegoro saat ini merupakan bagian dari sejarah pahlawan tersebut. 

Dia berpendapat makam tersebut tetap saja di wilayah Makassar yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro.

"Tempatnya di sini (Makassar) dan ini bagian dari sejarahnya. Memang Pangeran Diponegoro berujung wafatnya di Makassar, maka biarkan itu menjadi bagian dari sejarahnya. Memang tepat makamnya di sini," ujar Anies, Minggu (24/9/2023). 

Anies dan Cak Imin berziarah dan keduanya disambut juru kunci sekaligus generasi kelima Pangeran Diponegoro, yakni Raden Hamzah Diponegoro. 

Dalam kesempatan itu, Anies menceritakan jejak perjuangan Pangeran Diponegoro yang mengandung inspirasi pemimpin bagi seluruh anak bangsa. 

"Pangeran Diponegoro ini adalah inspirasi perjuangan yang ketika beliau bergerak bukan hanya menggerakkan pasukannya, tapi seluruh rakyat tanah Jawa pada waktu itu memilih menjadi bagian dari gerakan perlawanan,” ungkapnya. 

Dia menilai Pangeran Diponegoro adalah pejuang keadilan yang selalu berada di depan dalam membela hak rakyat yang terpinggirkan terutama soal pajak dan berbagai bentuk penindasan terhadap rakyat kecil. 

"Kami merasa bersyukur bisa berziarah ke sini dengan menghormati dan mendoakannya. Dalam sejarah Indonesia dijelaskan bahwa akibat pemberontakan Pangeran Diponegoro Belanda menjadi bangkrut dan akibat bangkrut muncul politik tanam paksa," katanya. 

Anies juga menjelaskan pernah menerima Pusaka Tongkat Cakra Pangeran Diponegoro dari pemerintah Belanda saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) beberapa tahun lalu. 

Penyerahan itu bersifat rahasia karena banyaknya kolektor yang memburu tongkat tersebut untuk disimpan secara pribadi. 

Momen itu disebut kali pertama Anies melihat pusaka Pangeran Diponegoro secara langsung karena sebelumnya hanya melihat lewat foto dan gambar saja. (aag)

KEKAYAAN TOMY WINATA

Dianggap 'Antagonis' dalam Konflik Pulau Rempang, Konglomerat Tomy Winata Ternyata Memiliki Kekayaan Sebesar…

_Kericuhan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam masih menjadi perbincangan publik. Tomy Winata ikut terseret dalam konflik Pulau Rempang, ini sumber kekayaannya_

Senin, 25 September 2023 - 14:51 WIB Reporter : Tim TvOne, Tim TvOne Editor : Karina M Ramadhani

*tvOnenews.com* - Kericuhan yang terjadi di Pulau *Rempang, Batam* masih menjadi perbincangan publik. Sebab, warga Rempang masih memperjuangkan haknya untuk tetap berada di tanah mereka menjalani kehidupan.  

Warga Rempang sempat melakukan aksi *unjuk rasa* yang diwarnai kericuhan saat melawan aparat karena menolak adanya rencana pembangunan kawasan *Rempang Eco City*. 

Dalam *konflik* yang terjadi di Pulau Rempang ini menyeret nama salah satu pengusaha terkaya di Indonesia, yaitu *Tomy Winata*.

 Pemerintah melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng *PT Makmur Elok Graha (PT MEG)* dengan menandatangani perjanjian kerja sama demi menjalankan proyek Rempang Eco City. 

Proyek ini menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan dapat menarik investasi hingga Rp381 triliun hingga tahun 2080.  

Guna menggarap Rempang Eco City, PT MEG diberikan lahan sekitar 17.000 hektar yang mencakup seluruh Pulau Rempang dan Pulau Subang Mas. 

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengembangan Rempang Eco City dapat menyerap sekitar 306.000 tenaga kerja hingga tahun 2080. 

PT MEG berada dibawah naungan Artha Graha Group yang dimiliki oleh seorang konglomerat, Tomy Winata.  

Tak hanya PT MEG yang dimiliki oleh Tomy Winata, sederet nama perusahaan besar di Indonesia merupakan miliknya, seperti Sudirman Central Business District (SCBD) dan Borobudur Hotel.  

Selain kedua perusahaan itu, apa lagi *bisnis* yang dimiliki oleh Tomy Winata? Simak informasi berikut yang dikutip dari berbagai sumber. 

Profil Tomy Winata

Tomy Winata lahir di Pontianak, Kalimantan Barat pada 23 Juli 1958. Tomy terlahir bukan dari keluarga berada.  

Ia merupakan anak yatim-piatu yang berhasil mencapai kesuksesannya mulai dari nol.  

Saat ini diketahui Tomy Winata memiliki lima orang anak, dua diantaranya Panji Winata dan Andi Winata. 

Sejak Tomy berusia 15 tahun ia sudah berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja di sejumlah daerah di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. 

Berbagai macam kerja telah ia tekuni. Karirnya dimulai saat dia bekerja menjadi kontraktor untuk membantu Angkatan Darat. 

Pada tahun 1972, Tomy Winata telah membangun kantor koramil Angkatan Darat di Singkawang, Kalimantan.  

Sudah banyak fasilitas Angkatan Darat yang telah Tomy pasok. Ia membangun hubungan baik dengan para perwira Angkatan tersebut.  

Setelah projek tersebut hubungan bisnisnya dengan pihak militer pun terus berjalan.  

Bisnis Tomy Winata

Bisnisnya kian melesat setelah dirinya membangun Perusahaan Kongsi Bersama dengan Sugianto Kusumo dalam membentuk Grup Artha Graha atau Artha Graha Network. 

Cakupan bisnis yang semakin meluas ke berbagai sektor di Indonesia mulai dari telekomunikasi, properti, perbankan, perhotelan bahkan infrastruktur.  

Selain itu Artha Graha Network juga melakukan diversifikasi ke bidang lain seperti IT, media, hiburan, ritel dan lainnya. 

Selain usahanya dalam bidang komersial Tomy juga merupakan pendiri dari Artha Graha Peduli, sebuah yayasan nasional kemanusiaan dan lingkungan. 

Selain itu, Tomy Winata juga mengelola PT Makmur Elok Graha (MEG) yang merupakan anak perusahaan dari Artha Graha Group.  

Pada tahun 1989, Tomy Winata membangun sebuah kawasan bisnis dibawah PT Danayasa Arthatama. Ia ikut serta dalam membangun proyek raksasa, yaitu kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) di jantung kota Jakarta seluas 45 hektar. 

Tak cukup sampai disitu, tahun 2003 Tomy Winata mengambil alih Bank Inter-Pacific melalui Pasar modal. Kini namanya menjadi Bank Artha Graha Internasional.  

Selain bank, Tomy Winata juga memiliki saham di Hotel Borobudur dibawah naungan PT Jakarta International Hotel & Development Tbk. (JIHD). 

Tomy juga berperan dalam membangun beberapa properti seperti Bukit Golf Mediterania, Kelapa Gading Square, The City Resorts, Mangga Dua Square, Pacific Place, Discovery Mall Bali, Borobudur Hotel, The Capital Residence, Apartemen Kusuma Candra, Ancol Mansion, The Mansion at Kemang, Mall Artha Gading, dan Senayan Golf Residence. 

Sejumlah kapal pesiar juga usaha pariwisata di Pulau Perantara dan Pulau Matahari di Kepulauan Seribu, dikelola pria dengan nama Tionghoa _Oe Suat Hong_ ini.  

Perusahaan lainnya, PT Sumber Alam Sutera yang merupakan anak perusahaan dari grup Artha graha menggandeng perusahaan asal China, Guo Hao Seed Industry Co Ltd dalam mengembangkan bisnis dalam Penelitian Padi Departemen Pertanian.

Bisnis lainnya, Tomy juga pernah terlibat dalam menggarap proyek reklamasi di Pantai Kuta, Bali dan Teluk Benoa, meskipun saat itu mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Tak main-main, *Harta kekayaan* Tomy Winata dapat diperkirakan mencapai Rp12 Triliun dan dirinya termasuk anggota dalam jaringan oligarki ‘9 Naga’. 

Kini Tomy Winata juga mengelola PT Makmur Elok Graha (MEG) yang merupakan anak perusahaan dari Artha Graha Group yang tengah dibicarakan oleh masyarakat lantaran terlibat kontroversi dalam proyek Rempang Eco City. (Muu/Kmr)

Asal usul Madura

 Asal usul terpisahnya Pulau Madura dari Pulau Jawa dapat dijelaskan melalui dua sudut pandang: proses geologis dan sejarah kultural yang be...