DOSEN JOKOWI HADIR DI SIDANG, AIR MATANYA JATUH: "MURIDKU DIPERMAINKAN ORANG YANG CARI PANGGUNG, KALAU TIDAK CARI PANGGUNG MEREKA MATI KELAPARAN KALI YA?" - INI LOGIKA YANG TIDAK BISA DIBANTAH!.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Tulisan ini saya sampaikan bukan karena membela Jokowi. Tulisan ini saya sampaikan karena sebagai warga negara, kita punya kewajiban untuk meluruskan demi kepentingan bersama, agar akal sehat bangsa ini tidak terus dirusak oleh fitnah.
Dan sidang kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 5 November 2026, telah membuka semua tabir itu.
Ada satu sosok yang kehadirannya membuat ruang sidang itu terdiam. Sosok yang paling tahu siapa Jokowi yang sebenarnya.
Namanya: Kasmujo. Dosen Pembimbing Jokowi di UGM.
1. KASMUDJO HADIR, BUKAN HANYA SEBAGAI DOSEN, TAPI SEBAGAI SAKSI HIDUP.
Kasmujo, dosen Jokowi, hadir di persidangan kasus ijazah palsu Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 5 November 2026.
Ia hadir sebagai dosen, sekaligus hadir untuk mendukung Jokowi yang menjadi saksi di persidangan tersebut.
Bayangkan, Saudara-saudara. Seorang dosen yang sudah sepuh, yang sudah mengajar puluhan tahun, rela datang jauh-jauh ke Jakarta, duduk di ruang sidang yang panas dan penuh teriakan, hanya untuk satu tujuan: membela kebenaran tentang muridnya.
Kenapa beliau mau datang? Karena beliau tahu. Beliau yang mengajar Jokowi. Beliau yang membimbing Jokowi. Beliau yang melihat langsung Jokowi kuliah, mengerjakan tugas, membuat skripsi, hingga lulus dari Fakultas Kehutanan UGM.
Tidak ada saksi yang lebih kuat dari dosennya sendiri.
2. "SAYA SEDIH, MURIDKU DIPERMAINKAN ORANG YANG HANYA CARI PANGGUNG".
Menurut Kasmujo, ia sedih melihat mantan mahasiswanya dipermainkan oleh oknum yang hanya mencari panggung.
Beliau juga menegaskan bahwa kesaksian Jokowi hari itu membuktikan bahwa Jokowi memang betul mempunyai ijazah dari Universitas Gadjah Mada.
Dan kalimat beliau yang paling tajam, yang membuat seluruh ruang sidang terdiam, adalah ini:
"Tapi ya, orang hanya mau cari panggung, kalau tidak cari panggung mereka mati ! Kena telak.
Kalimat seorang dosen sepuh yang sudah muak melihat muridnya difitnah bertahun-tahun. Kalimat yang keluar dari hati yang tulus, bukan dari naskah.
Setelah Jokowi menunjukkan ijazahnya ke media dan ke publik, Kasmujo akhirnya merasa puas!
Puas, karena kebenaran akhirnya ditunjukkan di depan semua orang. Puas, karena muridnya tidak lagi hanya diam difitnah, tapi sudah menunjukkan bukti.
Seorang guru yang melihat muridnya menang dengan cara yang santun, tentu akan merasa puas dan bangga.
3. MARI BERPIKIR CERDAS, ARIF, DAN REALISTIS - INI LOGIKA YANG TIDAK BISA DIBANTAH.
Sekarang mari kita gunakan kecerdasan, kearifan berpikir, dan pola pikir yang realistis. Jangan hanya ikut-ikutan teriak, tapi mari berpikir dengan akal sehat.
Kalau memang Roy Suryo dan Tifa itu yakin bahwa ijazah Jokowi itu palsu, seharusnya yang digugat itu bukan hanya Pak Jokowi. Ini logika hukum yang paling dasar.
Pertanyaan pertama: SIAPA YANG MEMBUAT IJAZAH ITU?*l.
Kalau katanya ijazah itu dibuat di Pasar Pramuka, siapa orangnya? Siapa yang mencetaknya? Siapa yang menjualnya? Tunjukkan orangnya. Tunjukkan tempatnya. Tunjukkan buktinya.
Tidak bisa hanya asal tuduh, tidak ada bukti. Kalau ada yang membuat, harus ada pembuatnya. Kalau tidak ada pembuatnya, berarti tuduhan itu hanya karangan.
Sampai hari ini, tidak pernah ada satu pun nama pembuat ijazah palsu di Pasar Pramuka yang ditunjukkan. Tidak ada satu pun toko, tidak ada satu pun saksi, tidak ada satu pun bukti transaksi.
Berarti apa? Berarti tuduhan itu tidak punya dasar.
Pertanyaan kedua: KALAU YANG MENERBITKAN UGM, KENAPA UGM TIDAK IKUT DITUNTUT?.
Ini yang paling penting.
Kalau ijazah itu diterbitkan oleh UGM, dan ijazah itu katanya palsu, maka yang harus dituntut itu UGM juga. Karena yang menerbitkan adalah UGM.
Logikanya begini: kalau ada uang palsu yang beredar, yang ditangkap bukan hanya yang memegang uang, tapi juga yang mencetak uang. Kalau ada ijazah palsu yang diterbitkan universitas, yang harus diperiksa juga universitasnya.
Tapi kenapa UGM tidak pernah dituntut? Kenapa UGM tidak pernah digugat? Kenapa yang digugat hanya Pak Jokowi seorang?
Jawabannya sederhana: karena UGM sudah berkali-kali menegaskan ijazah itu ASLI. Ijazah nomor 1120 tercatat sah di arsip UGM. Kalau UGM dituntut, justru yang menuntut yang akan kalah, karena bukti UGM sangat kuat.
Jadi mereka hanya berani menuntut Jokowi, karena mereka tahu kalau menuntut UGM, mereka akan berhadapan dengan institusi besar yang arsipnya lengkap.
Pertanyaan ketiga: KALAU IJAZAH JOKOWI PALSU, KENAPA TIDAK SATU PUN ALUMNI FAKULTAS KEHUTANAN YANG MARAH?.
Ini logika yang paling manusiawi.
Kalau Pak Jokowi itu memalsukan ijazah Fakultas Kehutanan UGM, berarti beliau telah mencemarkan nama baik almamater. Berarti beliau telah membohongi seluruh alumni Fakultas Kehutanan.
Mestinya, kalau itu benar, alumni yang pertama kali marah. Alumni yang pertama kali protes. Alumni yang pertama kali merasa malu dan dikhianati.
Tapi kenyataannya? Tidak ada satu pun alumni yang marah sama Pak Jokowi.
Justru sebaliknya. Alumni Fakultas Kehutanan UGM berkali-kali mengadakan reuni bersama Pak Jokowi. Mereka tertawa bersama, mereka foto bersama, mereka bangga punya teman seangkatan yang menjadi Presiden.
Apakah mungkin seorang pemalsu ijazah bisa diundang reuni oleh teman-teman seangkatannya? Apakah mungkin seorang pemalsu ijazah bisa duduk bersama dosen-dosennya dengan penuh keakraban?
Tidak mungkin. Kalau ijazahnya palsu, teman-teman seangkatannya yang paling tahu. Mereka yang kuliah bareng, mereka yang praktikum bareng, mereka yang membuat skripsi bareng.
Tapi mereka semua bersaksi: Jokowi memang teman kami. Jokowi memang kuliah di sini. Jokowi memang lulus dari sini.
Pertanyaan keempat: KALAU IJAZAHNYA PALSU, KENAPA UGM MENGUNDANG JOKOWI MEMBERIKAN KULIAH UMUM?.
Ini yang paling telak, Saudara-saudara.
Kita ingat, Pak Jokowi pernah beberapa kali menjadi narasumber di Universitas Gadjah Mada. Pak Jokowi pernah memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UGM.
Bayangkan, universitas terbaik di Indonesia mengundang seorang pemalsu ijazah untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswanya? Apakah masuk akal?
Apakah mungkin UGM, yang menjaga nama baiknya selama puluhan tahun, mau mengundang orang yang ijazahnya palsu untuk berdiri di depan mahasiswa dan memberikan ceramah tentang kepemimpinan, tentang kehutanan, tentang masa depan bangsa?
Tidak mungkin. Mustahil.
UGM mengundang Jokowi memberikan kuliah umum karena UGM bangga. UGM bangga punya alumni yang menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden Republik Indonesia selama 10 tahun. UGM bangga karena Jokowi adalah bukti bahwa lulusan Fakultas Kehutanan bisa menjadi pemimpin besar.
Kalau ijazahnya palsu, UGM tidak akan pernah mengundang beliau. UGM justru akan menghapus nama beliau dari daftar alumni.
Tapi UGM justru mengundang beliau. Itu artinya UGM mengakui beliau sebagai alumni yang sah.
4. PENCERAHAN LAINNYA AGAR ORANG PAHAM.
Mari kita tambahkan pencerahan lainnya, agar semua orang paham:
Kalau ijazah Jokowi palsu, kenapa Puslabfor Polri setelah membandingkan dengan 14 ijazah teman seangkatan menyatakan ASLI?
Kalau ijazah Jokowi palsu, kenapa skripsi dan data akademiknya tersimpan lengkap di arsip UGM?
Kalau ijazah Jokowi palsu, kenapa dosen pembimbingnya sendiri, Pak Kasmujo, rela datang ke pengadilan untuk membela muridnya?
Seorang dosen tidak akan mempertaruhkan nama baiknya, kehormatannya, dan masa tuanya hanya untuk membela ijazah palsu.
Pak Kasmujo datang karena beliau tahu kebenaran. Beliau datang karena beliau tidak tega melihat muridnya dipermainkan.
PENUTUP UNTUK ANAK BANGSA:*l
Saudara-saudara,
Sidang kemarin bukan hanya tentang ijazah. Sidang kemarin adalah tentang siapa yang cari panggung, dan siapa yang cari kebenaran.
Yang cari panggung, teriak-teriak, ketawa-ketawa, tidak menghormati persidangan. Menurut anda apakah orang semacam itu orang yang beradab?
Yang cari kebenaran, datang dengan santun, menunjukkan ijazah, menjawab dengan tenang, dan didampingi dosennya yang sudah sepuh.
Pak Kasmujo sudah berkata: "Kalau tidak cari panggung, mereka mati kelaparan kali ya?"
Dan kita sebagai warga negara, kita punya kewajiban untuk tidak memberi panggung kepada fitnah. Kita punya kewajiban untuk meluruskan, bukan karena membela Jokowi, tapi karena membela kepentingan bersama. Karena kalau fitnah dibiarkan, besok fitnah itu bisa menimpa siapa saja.
Mari kita sebarkan kebenaran ini. Mari kita jaga akal sehat bangsa ini.
Karena kita percaya:
SURA DIRA JAYA JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI.
KEJAHATAN TIDAK PERNAH MENANG MELAWAN KEBENARAN.
Salam waras, salam persatuan, salam keadilan!
#Jokowi #DosenPembimbingUGM #Kasmujo #KasmujoDosenJokowi #IjazahJokowiAsli #CariPanggung #PNJakartaTimur #SidangIjazahJokowi #UGM #FakultasKehutananUGM #KuliahUmumUGM #ReuniAlumniUGM #LogikaAkalSehat #KebenaranMenang #KejahatanTidakPernahMenangMelawanKebenaran #RomoAzi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar