Gambar dokumentasi VoC (Belanda) saat serbuan kedua Mataram tahun 1629 ke Batavia. Prajurit Mataram dilengkapi oleh kavaleri berkuda, Infantri bertombak, divisi meriam & pasukan bergajah.
Saat itu Sultan Agung tdk turun langsung, tapi menunjuk 4 Panglima/Adipati dengan 15-20 rb prajurit utk memimpin serangan ke Batavia :
π Pangeran Purbaya
π Patih Singaranu
π Pangeran Puger
π Pangeran Juminah
Prajurit VoC berhasil dipukul mundur hingga hanya sanggup bertahan di dalam benteng. Pengepungan terjadi selama 42 hari/6 minggu (21 Agustus 1629 - 2 Oktober 1629).
Sejarawan asing yg mendalami tentang Kasultanan Mataram seperti H.j.de graaf masih memiliki pertanyaan yg masih belum terjawab mengenai penarikan prajurit Mataram oleh Sultan Agung pada oktober 1629.
Karena sejatinya Mataram di medan peperangan telah unggul baik itu dari sisi psikologis maupun penguasaan wilayah.
Selama pengepungan, orang nomor satu VoC Gubernur Jendral Pieter zoencoen tewas terkena penyakit kolera akibat blokade aliran sungai Batavia oleh Prajurit Mataram.
Dalam benteng moril prajurit VoC sudah runtuh, logistik pangan jg semakin tipis. Dua dari tiga benteng utama VoC di Batavia sudah dihancurkan & direbut prajurit Mataram (Benteng Hollandia & Bommel). Pertahanan praktis hanya terpusat di benteng/kasteel Batavia.
Namun Sultan Agung memerintahkan untuk mundur pada 2 Oktober 1629. Logistik prajurit Mataram sejatinya masih tersedia di sepanjang pantai utara Jawa, tak semuanya sempat dihancurkan VoC.
Ada pendapat lain yg menyatakan, puluhan tahun ekspedisi militer penyatuan Jawa oleh Sultan Agung membuat banyak prajurit diliputi rasa penat & kebosanan. Tidak hadirnya Sultan Agung dlm kampanye militer ke Batavia jg melemahkan moril prajurit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar