Rabu, 16 September 2026

Surabaya Berkalung Besi!

 Surabaya Berkalung Besi! 


Jaringan trem Surabaya jadi bukti kota ini sangat metropolis pada zamannya, bahkan disandingkan dengan kota-kota Eropa. Sejak akhir abad ke-19, rel trem sepanjang sekitar 32 km sudah mengitari kota, padahal penduduknya baru sekitar 150.000 jiwa (sensus 1920: 187.903 jiwa) dengan luas kota hanya seperempat dari sekarang. Angkutan ini datang setiap 30 menit dan menjangkau hampir semua permukiman dalam radius kurang dari 1 km jalan kaki.


Trem dibangun dan dioperasikan oleh perusahaan swasta Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS), yang mendapat konsesi dari Pemerintah Hindia Belanda pada 1886 dan mulai beroperasi dengan trem uap pada 1889. Trayek awal terbagi tiga jalur (lijn): Ujung–Sepanjang(–Krian), Mojokerto–Ngoro, dan Gemekan–Dinoyo. OJS lalu menambah jalur dalam kota, termasuk sisi barat pusat kota (1913–1916), dan pada 1911 memperluas jaringan untuk persiapan trem listrik.


Trem listrik resmi beroperasi 15 Mei 1923 (jalur pertama Wonokromo–Ujung, panjang lintasan ±36 km), lalu 11 Februari 1924 seluruh rute mulai dilayani. Total rel pada 1924 mencapai 49,4 km hingga Krian, Sidoarjo. Rute-rute era listrik antara lain Simpang–Wonokromo Kota, Simpang–Gubeng, Tunjungan–Sawahan, dan Simpang–Kalimas  jadi sebutan "4 jalur" merujuk ke rute era trem listrik ini, bukan jumlah jalur sejak awal (yang sebenarnya tiga).


Jalur trem uap maupun listrik ini melingkupi jalan-jalan besar Surabaya dan menghubungkan stasiun-stasiun kota seperti Wonokromo, Semut, dan Pasar Turi, serta terintegrasi dengan angkutan massal lain pada masanya.


Sumber foto : KITLV, NIMH, Flickr milik Frank Stamford


#kinikunomedia #trem #sejarah #surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Surabaya Berkalung Besi!

 Surabaya Berkalung Besi!  Jaringan trem Surabaya jadi bukti kota ini sangat metropolis pada zamannya, bahkan disandingkan dengan kota-kota ...