Kamis, 06 Agustus 2026

Profil RW X

Pembuatan Profile Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya 

Profile Creation Of Mojo Village RW 10 Surabaya City

Rezzylina Dwi Akhirulyati 1

, Muhammad Yasin 2

1,2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jawa Timur 

Korespondensi Penulis : rezzylina.sisk@gmail.com

Article History: 

Received: 02 Mei 2024 

Accepted: 09 Juni 2024 

Published: 30 Juni 2024 

Abstract: A village profile is needed to provide an accurate, 

comprehensive and integral picture of the village's potential and 

level of development. Through the University's Real Work Lecture 

activities on August 17 1945, we tried to help Kalidami RW 10 

Village located in Surabaya City, East Java Province in an effort to 

create a village profile. Based on problem identification, the profile 

of Mojo RW 10 Village contains some information on the number of 

existing UMKM. However, there is some data that is still not 

complete or updated. For example, data that has not been updated 

is about Waste Generation, Village Profile, Waste Savings, etc. 

Therefore, the objectives of this service activity are: 1) creating a 

profile of Mojo RW 10 Village which contains complete village 

potential data and 2) presenting profile data of Mojo RW 10 Village 

which can be accessed in printed and electronic versions. The 

methods used are secondary data collection, surveys and interviews. 

Evaluation of this activity is carried out directly during the profile 

creation activity, so that output can be produced that meets the 

wishes of the target audience. The output of this activity is a printed 

book on the profile of Mojo RW 10 Village which is one of the 

documents available at the RW 10 hall and a video profile of Mojo 

RW 10 Village which has been uploaded on social media. 

Keywords: Village Profile, Data 

Completeness, Potential, Planning, 

Development 

Abstrak 

Profile kampung diperlukan untuk mengetahui gambaran potensi dan tingkat perkembangan kampung yang akurat, komprehensif, dan integral. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Universitas 17 Agustus 1945 berusaha membantu Kampung Kalidami Rw. 10 yang terletak di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur dalam upaya pembuatan profil kampung. Berdasarkan identifikasi permasalahan, profil Kampung Mojo RW 10 telah memuat beberapa informasi data jumlah UMKM yang ada. Namun, terdapat beberapa data yang masih belum lengkap atau terbaharui. Sebagai contoh data belum terbaharui adalah data tentang Timbulan Sampah, data Profile Kampung, data Tabungan Sampah, dsb. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah:

1) pembuatan profil 

Kampung Mojo RW 10 yang memuat data potensi kampung secara lengkap dan 

2) menyajikan data profil 

Kampung Mojo RW 10 yang dapat diakses dalam versi cetak maupun elektronik. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder, survei, dan wawancara. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan secara langsung pada saat kegiatan pembuatan profil, sehingga dapat dihasilkan luaran yang sesuai dengan keinginan khalayak sasaran. 

Luaran dari kegiatan ini berupa hasil cetak buku profil Kampung Mojo RW 10 menjadi salah satu dokumen yang tersedia di balai RW 10 dan video profil kampung Mojo RW 10 yang telah diunggah di media sosial. 

Kata Kunci: Profil Desa, Kelengkapan Data, Potensi, Perencanaan, Pembangunan 


PENDAHULUAN 

Pembangunan merupakan suatu proses multidimensi yang diantaranya mencakup perubahan tatanan sosial, perubahan perilaku di masyarakat, dan perubahan di dunia kelembagaan nasional. Arah dan rencana yang matang sesuai dengan yang diinginkan merupakan hasil transformasi dari perumusan berbagai kebijakan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat adalah wujud perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan keputusan politik dalam pembangunan (Koronakos et al., 2020;Pratomo & Sumargo, 2016). 

Hal ini berdasarkan fakta bahwa dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan laju pembangunan di masyarakat, para pengambil kebijakan diharapkan untuk memahami dan mempertimbangkan berbagai dimensi seperti dimensi sosial, politik, budaya, lingkungan, pendidikan, kesehatan, agama, dan perilaku. 

Pemanfaatan lahan, penataan kota dalam membantu memperbaiki degradasi lingkungan, penggunaan metode yang efektif dalam bisnis, pemberdayaan masyarakat adalah cara yang dapat dilakukan sehingga pembangunan tersebut dapat dinikmati dan tidak hanya pada saat pembangunan dilakukan, tetapi juga untuk jangka panjang, dan yang berkeadilan bagi masyarakat. Untuk tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan, sangat diperlukan adanya persiapan dan rencana yang memperhatikan ekologis dengan melaksanakan peninjauan terhadap kondisi diwilayah perkotaan tersebut. 

Promosi dan penyebaran informasi ke masyarakat luas merupakan hal yang harus diperhatikan karena menjadi salah satu faktor penunjang tercapainya pembangunan. Pada era globalisasi sekarang, teknologi informasi merupakan media yang sangat efektif sebagai sarana promosi, penyampaian informasi, dan edukasi masyarakat. Media promosi dan informasi berkembang dengan sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi, yaitu dengan semakin maraknya penggunaan Internet of Things (IoT). Penggunaan media visual menjadi prioritas karena pesan yang disampaikan tidak hanya melalui suara tetapi juga melalui gambar-gambar yang menarik. Juga tidak dapat dipungkiri bahwa hampir semua kalangan masyarakat memahami dan mencerna lebih baik semua informasi yang disampaikan melalui media komunikasi visual dibandingkan media audio, atau cetak (M. Budiarto et al., 2012;Guntoro et al., 2021; Rimayanti et al., 2019). 

Kebijakan pemerintah dalam upaya mengawasi pemerataan pembangunan sejak diberlakukan Otonomi Daerah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13. Tahun 2012 tentang monografi desa/ kelurahan dan Per mendagri No.12 Tahun 2007 tentang pedoman penyusunan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan. Menimbang bahwa untuk mendapatkan gambaran potensi dan tingkat perkembangan desa yang akurat, lengkap dan holistik, perlu disusun data profil desa dan kelurahan (Budiman, 2016). Menteri Desa, 

Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. 

Desa merupakan lembaga pemerintahan yang berada paling bawah dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia. Asal mula kata desa berasal dari bahasa sansekerta “Deshi” yang berarti tanah kelahiran atau tanah tumpah darah, (Widodo, 2015). Desa atau dikenal dengan istilah kampung di wilayah Kota Surabaya. Menurut Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dapat diartikan bahwa desa adat atau yang disebut dengan nama lain selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, (Ilham, Muttaqin, & Idris 2020). 

Kelurahan Mojo merupakan sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Mojo menaungi 13 RW dan salah satunya ialah Kampung Kalidami Rw. 10 yang terletak di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur dengan menaungi RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05. Luas wilayah RW 10 yaitu sekitar 35.000 𝑚2

Batas wilayah RW 10 di sebelah Utara dengan RW 08, di sebelah Timur dengan RW 12, di sebelah Selatan dengan RW 11, dan di sebelah Barat dengan RW 09. 

Jumlah KK di wilayah RW 10 sebanyak 272 KK dengan 819 jiwa (laki laki = 385 jiwa dan perempuan = 434 jiwa). 

Di wilayah RW 10 terdapat 34 UMKM di bidang ekonomi dengan 3 kategori yaitu kategori jasa sebanyak 7 usaha, kategori makanan dan minuman sebanyak 16 usaha, dan kategori produksi sebanyak 11 usaha. Di wilayah RW 10 dalam bidang kesehatan merupakan wilayah yang termasuk bebas Bayi Stunting, TBC, dan ODF. 

Profil desa dan kelurahan diperlukan untuk mengetahui gambaran potensi dan tingkat perkembangan desa dan kelurahan yang akurat, komprehensif dan integral seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan 

Data Profil Desa dan Kelurahan. 

Profil desa dan kelurahan merupakan gambaran menyeluruh tentang karakter desa dan kelurahan yang meliputi data dasar keluarga, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana serta perkembangan kemajuan dan permasalahan yang dihadapi desa dan kelurahan. 

Profil desa dan kelurahan harus dapat berfungsi sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan. Oleh karena itu, data profil haruslah tersedia, lengkap dan akuntabel. 

Ketersediaan, kelengkapan dan akuntabilitas data merupakan indikator evaluasi terhadap kualitas data profil (Achsin, dkk., 2015). Lebih lanjut, Putra dan Parwata (2013) menambahkan bahwa ketersediaan data. yang lengkap, benar adanya dan dapat dipertanggung jawabkan merupakan suatu elemen penting dalam perencanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. 

Penyusunan profil Kampung Mojo RW 10 ini sangat penting dan bermanfaat bagi kampung setempat dalam upaya pembaharuan data. Dapat diketahui, bahwa ketersediaan data yang terdapat di kampung masih cenderung lawas. Berdasarkan penelusuran pada situs resmi 

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa 

Data Pokok Desa/ Kelurahan belum ditemukan data Kampung Mojo RW 10 sehingga terkadang data – data yang ada sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini di lapangan. 

Hal ini disebabkan terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pemanfaatan teknologi yang sudah semakin canggih. Sehingga dari kegiatan pendampingan ini dapat menghasilkan profil 

Kampung Mojo RW 10 terbaru. 

Dengan profil kampung Mojo RW 10, Perangkat Kelurahan/Kampung dan masyarakat dapat memahami semua aspek data yang relevan dengan permusyawaratan kampung atau tentang rencana pembangunan kampung Mojo RW 10 yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Tidak ada atau minimnya data kampung, membuat kampung gagal menyusun perencanaan pembangunan yang baik dan berkualitas sehingga desa sulit merumuskan kebijakan, program dan kegiatan yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Agar masyarakat dapat mengawasi, sehingga pembangunan kampung tak hanya bersandar pada kehendak kepala RW dan perangkat lainnya. 

METODE 

Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kelurahan Mojo Rw.10 Rt.02, Kecamatan 

Gubeng, Kota Surabaya Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2023 secara offline. 

Peserta yang mengikuti kegiatan adalah perwakilan dari setiap RT yang ada di RW 10 Kampung Mojo dan juga perwakilan Karang Taruna RW 10 Kampung Mojo. Kegiatan yang berupa pengumpulan data sekunder, survei, dan wawancara dilakukan mulai minggu terakhir bulan Oktober 2023 hingga minggu pertama bulan November 2023. Kegiatan FGD dilakukan pada tanggal 05 November 2023 di Balai RW 10 Kampung Mojo yang dihadiri oleh perwakilan dari setiap RT yang ada di RW 10 Kampung Mojo dan juga perwakilan Karang Taruna RW 10 Kampung Mojo. 

Khalayak Sasaran 

Khalayak Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya pada umumnya dan perangkat Kampung pada khususnya. Dalam pelaksanaan pengabdian, tim pengabdian akan bermitra dengan Perangkat Kampung beserta Karang Taruna RW 10 Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya. 

Metode Pengabdian 

Permendagri Nomor 12 Tahun 2007 menyebutkan bahwa profil desa dan kelurahan terdiri atas data dasar keluarga, potensi desa dan kelurahan, dan tingkat perkembangan desa dan kelurahan. Potensi desa dan kelurahan terdiri atas data sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana Langkah-langkah dalam penyusunan profil desa dan kelurahan adalah sebagai berikut: 

1. penyiapan instrumen pengumpulan data; 

2. persiapan untuk kelompok kerja tentang pembuatan profil desa/kelurahan; 

3. pelaksanaan pengumpulan data; 

4. pengolahan data; dan 

5. publikasi data profil desa dan kelurahan 

Sesuai dengan Permendagri tersebut, 

Langkah pertama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah tersedia untuk kemudian diidentifikasi kekurangan data yang diperlukan. 

Langkah kedua dilakukan dengan persiapan kelompok kerja mahasiswa dalam pembuatan profile kampung/kelurahan.

Langkah ketiga hingga keempat dilakukan oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pengabdian serta dukungan dari perangkat Kampung Mojo RW 

10. Langkah kelima diwujudkan dengan membuat profil desa dalam dua versi, yaitu versi cetak 

dan versi video yang dapat disebarluaskan melalui media sosial dan Platform Digital Kampung 

Mojo RW 10 Kota Surabaya. 

Indikator Keberhasilan 

Indikator dan target capaian dari kegiatan pengabdian ini terdiri dari dokumen profil kampung, video profil kampung, laporan akhir pengabdian dan publikasi hasil pengabdian dengan indikator capaian sebagai berikut:


No Jenis Luaran :


1. Dokumen Profile Kampung 

Indikator Capaian :

Versi Cetak Dokumen Profil Kampung (Buku) 


2. Video Profil Kampung 

Indikator Capaian :

Video Profil Kampung 


3. Laporan Akhir Pengabdian 

Indikator Capaian :

Presentasi Hasil Pengabdian Dalam Seminar 


4. Publikasi Hasil Pengabdian

Indikator Capaian :

Naskah Publikasi Hasil Pengabdian 


HASIL DAN PEMBAHASAN 

Kegiatan 1 

Berdasarkan identifikasi permasalahan, profil Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya 

terbaru telah memuat beberapa data dan informasi data jumlah UMKM yang ada di Kampung 

Mojo RW 10. Namun, terdapat beberapa data yang masih belum lengkap atau terbaharui. 

Sebagai contoh data belum terbaharui adalah data tentang Timbulan Sampah, data tentang 

Profile Kampung, data tentang Tabungan Sampah, dsb. Beberapa data yang tidak lengkap maka 

dapat dilengkapi dengan data yang diperoleh dari wawancara dan survei di lapangan. 

Konfirmasi data ke kepala RW 10 Kampung Mojo dan kader kampung dilakukan setelah draft buku profil kampung dibuat agar diperoleh dokumen cetak profile kampung yang memuat datadata terbaru dan valid. 

Dokumen cetak profil kampung terdiri dari 70 halaman dengan ukuran kertas B5 yang dicetak dalam bentuk buku. Buku profil memuat data yang telah diperbaiki dan beberapa tambahan informasi sebagai hasil dari FGD, yaitu data tentang Profile Kampung, Data Timbulan Sampah, Data Tabungan Sampah, Data Tanaman, Data UMKM, dsb. Foto dan gambar sebagai ilustrasi dalam buku profil juga dipilih berdasarkan masukan peserta FGD. 

Dengan demikian dapat dihasilkan buku profil yang lebih baik sebagai pengembangan draft buku sebelum FGD dan mampu memenuhi keinginan perangkat kampung beserta kadernya. 

Kegiatan 2 

Seperti halnya pembuatan profil kampung versi cetak, pembuatan profil kampung dalam bentuk video juga dilakukan dengan menggunakan data dari Profil Kampung dan Kelurahan serta dengan langkah-langkah yang sama. Sebagai langkah tambahan adalah survei untuk melakukan pengambilan gambar untuk dimuat dalam video. File video profil kampung memuat wawancara dengan Kepala RW 10 Kampung Mojo, kondisi wilayah desa, serta datadata yang dinarasikan. Durasi video adalah 3 menit. Video akhir telah memuat perbaikan data dan tambahan informasi dari usulan usulan kader pengurus kampung Mojo RW 10. 

Perbaikan video meliputi pengambilan gambar lokasi yang disarankan oleh pengurus kampung, yaitu lokasi-lokasi yang menjadi penanda desa, terutama lokasi wisata. Dengan demikian, dapat dihasilkan video yang lebih akurat dalam memberikan gambaran tentang Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya. 


Gambar Video Profile Kampung Mojo RW 10 

54 KARUNIA - VOLUME 3, NO. 2, JUNI 2024

Keberhasilan 

Kepala RW 10 Kampung Mojo Kota Surabaya menyatakan bahwa Kampung Mojo memerlukan profil kampung yang lengkap sebagai dasar penentuan tingkat potensi umum dan pengembangan kampung serta sarana publikasi data. Ditambahkan bahwa data kampung masih tergolong tidak lengkap terutama disebabkan lemahnya administrasi data di tingkat dusun. 

Oleh karena itu, pembuatan buku dan video profil ini disambut baik oleh masyarakat Kampung 

Mojo RW 10 Kota Surabaya pada umumnya dan perangkat kampung beserta kadernya. 


KESIMPULAN 

Secara keseluruhan program pengabdian kepada masyarakat “Pembuatan Profil 

Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya” telah berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Luaran berupa buku profil dan video telah disesuaikan dengan data, saran serta masukan-masukan dari masyarakat, kepala RW 10 dan Kader kadernya sehingga diharapkan dapat mengakomodasi keinginan dan kebutuhan akan profil kampung yang lengkap dan mendukung sistem informasi. Hasil cetak buku profil Kampung Mojo RW 10 Kota Surabaya telah menjadi salah satu dokumen yang tersedia di kantor pengurus RW. Video profil desa telah diunggah di media sosial yang dapat diakses oleh umum. Sebagai langkah selanjutnya, administrasi data di tingkat RW perlu ditingkatkan. Perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan administrasi data di tingkat RW yang dimulai dari survei hingga pengarsipan 


DAFTAR REFERENSI 

Aprilia, N. S., & Chandra, O. S. A. (2013). Aplikasi web pada Desa Wisata Tambi Yogyakarta 

sebagai media promosi. AMIKOM Yogyakarta. 

Rahman, A., Hidayat, M. T., & Mustika, F. (2020). Pelatihan dan pendampingan masyarakat 

desa dalam pembuatan video profil Kampung Kota Lintang Kabupaten Aceh Tamiang. 

Pengabdian, 2, 231–239. 

Sugiarti, Resti Septikasari, & Amanah, D. A. (2023). Pendampingan masyarakat melalui kegiatan pembuatan website dan profil Desa Rejo Mulya dalam KKN tematik 

Universitas Nurul Huda. ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 22–

27. https://doi.org/10.58355/engagement.v2i1.16 

Wahyuni, N., Djonnaidi, S., Miladiyenti, F., & Ramadhani, A. P. (2023). Pemanfaatan video profil Kampung Kerajinan Daur Ulang Sampah dan Seribu Keripik sebagai sarana promosi dan pengembangan kampung tematik Kelurahan Batu Gadang Kecamatan 

Lubuk Kilangan Padang. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(11), 6867–6874. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i11.5400 

Yumame, J., Ilham, I., Renyaan, D., & Sapioper, H. (2020). Membangun kampung berbasis data (Pendampingan penyusunan monografi dan profil Kampung Yobeh Distrik 

Sentani Kabupaten Jayapura). Community Development Journal: Jurnal Pengabdian 

Masyarakat, 1(3), 246–253. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.965 





[6/8 18.26] rudysugengp@gmail.com: Pelukis dengan imajinasi yang membuat para pelanggan dan pengagum selalu senang dan puas dengan hasil lukisannya.


Sudah tak terhitung dalam mengikuti berbagai pameran.


Tentang Alam, Pahlawan, dan keindahan.


Untuk design Batik rancangan sang istri sering di ekspor ke berbagai negara dan biasanya dalam bentuk pakaian yang tiap Lukisan batiknya selalu berbeda.


Rumah ini, sering digunakan sebagai jujugan untuk berbagai tamu yang menuju RW X, Mojo, Kalidami Surabaya

[6/8 19.15] rudysugengp@gmail.com: High Speed Steel (dalam dunia teknik atau perkakas/baja potong)

[6/8 19.18] rudysugengp@gmail.com: CV HSS sukses menyelesaikan pembangunan Jembatan Kalidami di Surabaya dalam waktu tepat 77 hari, terhitung sejak tanggal 30 Agustus 1974 hingga 15 November 1974.Proyek infrastruktur bersejarah ini merupakan salah satu bagian penting dari penataan jaringan jalan dan aksesibilitas di kawasan Kalidami, Surabaya pada era 1970-an.Ringkasan Informasi ProyekPelaksana: CV HSSNama Proyek: Pembangunan Jembatan KalidamiLokasi: Surabaya, Jawa TimurTanggal Mulai: 30 Agustus 1974Tanggal Selesai: 15 November 1974Total Durasi: 75 hari kalender

[6/8 19.20] rudysugengp@gmail.com: Pada tahun 1970-an, Kota Surabaya mengalami masa transisi besar dari tata kota peninggalan kolonial menuju era modern. Pemerintah kota mulai memperluas kawasan pemukiman, menata ulang pusat industri, serta menghentikan operasional moda transportasi lama secara bertahap untuk digantikan oleh kendaraan bermotor jalan raya.Transportasi dan Akhir Era TremAkhir trayek trem: Jalur trem uap dan listrik yang sudah ada sejak zaman Belanda resmi berhenti total pada tahun 1978 akibat kalah saing dengan mobil serta bus.Dominasi jalan raya: Transportasi pribadi dan bus kota mulai mendominasi jalan-jalan protokol Surabaya.Perumahan dan Tata KotaProyek perumahan rakyat: Pemerintah kota membuka dan membangun area pemukiman baru, salah satunya di Kelurahan Mojo untuk menampung warga.Awal mula kawasan real estat: Era 1970-an menjadi titik awal perkembangan perumahan swasta atau real estat di wilayah pinggiran.Industri dan EkonomiPusat industri baru: Kawasan industri mulai tumbuh dan menjamur di berbagai sudut kota seiring fokus pembangunan nasional.Perubahan ejaan: Penulisan nama kota resmi disederhanakan dari Soerabaja atau Surabaja menjadi Surabaya yang baku.

[6/8 19.24] rudysugengp@gmail.com: Logo Surabaya

Profil & Sejarah

Kelurahan Mojo Surabaya

Temukan data profil dan sejarah Kelurahan Mojo Surabaya! Mari mengenal lebih dekat warisan, perkembangan, dan kehidupan masyarakat yang penuh semangat kebersamaan.


Profil Kelurahan

Kenali lebih dekat Kelurahan kami, pusat layanan masyarakat yang siap melayani dengan transparansi dan komitmen. Bersama, membangun lingkungan yang nyaman dan harmonis.


Gambar Profil Kelurahan

Kelurahan Mojo Surabaya

KELURAHAN MOJO MEMILIKI GEDUNG BERTINGKAT 3, DENGAN JUMLAH PENDUDUK 46,177. VISI : PROFESIONAL, MODERN, PEDULI, DAN BERDAYA SAING.... MISI : 1. PENINGKATAN KUALITAS SDM APARATUR. 2. PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PUBLIK. 3. MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN MOJO BERWAWASAN LINGKUNGAN. 4. OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA AKTIF UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA. 5. MEWUJUDKAN KELURAHAN SERAGAM (SEHAT, RAMAH ANAK, GEMAR MEMBACA, MODERN).


 Alamat:

Kalidami No. 41 Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.


 Luas Wilayah:

1.759 m2

 Email:

kelojom211@gmail.com


 Telepon:

(031) 5939721


 Batas Wilayah:

 Batas Wilayah Utara: KELURAHAN PACAR KEMBANG, KECAMATAN TAMBAKSARI

 Batas Wilayah Selatan: KELURAHAN MANYAR SABRANGAN, KECAMATAN MULYOREJO

 Batas Wilayah Barat: KELURAHAN AIRLANGGA, KECAMATAN GUBENG

 Batas Wilayah Timur: KELURAHAN MULYOREJO, KECAMATAN MULYOREJO

 Media Sosial:

 

Sejarah Kelurahan

Menelusuri jejak sejarah Kelurahan kami, dari awal terbentuk hingga menjadi pusat pertumbuhan komunitas yang dinamis. Kisah perjalanan yang kaya akan budaya dan semangat gotong royong.


Gambar Profil Kelurahan

Kelurahan Mojo Surabaya

Kelurahan Mojo, Gubeng, Surabaya memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Berikut adalah sejarah singkat Kelurahan Mojo, Gubeng:


Masa Kolonial

Pada masa kolonial Belanda, Kelurahan Mojo merupakan sebuah daerah yang terletak di pinggir Sungai Surabaya. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang strategis karena terletak di dekat pelabuhan Tanjung Perak.


Perkembangan Kota Surabaya

Pada abad ke-19, Kota Surabaya mulai berkembang menjadi sebuah kota besar. Kelurahan Mojo menjadi salah satu daerah yang terkena dampak perkembangan kota ini. Banyak penduduk dari daerah lain yang pindah ke Mojo untuk mencari pekerjaan dan memulai usaha.


Masa Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Kelurahan Mojo terus berkembang menjadi sebuah daerah yang maju. Pemerintah Kota Surabaya memulai pembangunan infrastruktur di Mojo, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.


Pembangunan Perumahan

Pada tahun 1970-an, Pemerintah Kota Surabaya memulai pembangunan perumahan di Kelurahan Mojo. Banyak perumahan yang dibangun di daerah ini, termasuk Perumahan Mojo Indah dan Perumahan Gubeng Indah.


Perkembangan Ekonomi

Pada tahun 1990-an, Kelurahan Mojo mulai berkembang menjadi sebuah pusat ekonomi kecil. Banyak industri kecil dan menengah yang berdiri di Mojo, termasuk industri tekstil, makanan, dan kerajinan.


Masa Kini

Saat ini, Kelurahan Mojo, Gubeng, Surabaya terus berkembang menjadi sebuah daerah yang maju. Mojo memiliki banyak fasilitas umum, termasuk sekolah, rumah sakit, dan fasilitas rekreasi.



 

Maklumat Pelayanan

Maklumat Pelayanan

Standar Pelayanan

Standar Pelayanan

Logo Surabaya

Logo Badan Pusat Statistik

Logo Telkom University Surabaya

Program Kelurahan Cinta Statistik Surabaya

Kelurahan Mojo

Temukan data statistik dan berbagai konten bermanfaat lainnya yang siap memenuhi kebutuhan informasi Anda secara transparan, mudah dan terpercaya.


Sinergi Program

Kementerian Desa PDTT

Pemprov Jatim

Pemkot Surabaya

BPS Kota Surabaya

Telkom University Surabaya

Info Kontak

Kalidami No. 41 Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.


kelojom211@gmail.com


(031) 5939721


Copyright © 2026 Kelurahan Cantik Surabaya | All Rights Reserved

[6/8 19.29] rudysugengp@gmail.com: Accessibility Tools


Kembali

BERITA


Wali Kota Eri Cahyadi Kunjungi Warganya yang Berhasil Kembangkan Usaha Via E-Peken


Rabu, 28 Desember 2022 | 1318 hari yang lalu


Wali Kota Eri Cahyadi Kunjungi Warganya yang Berhasil Kembangkan Usaha Via E-Peken

Titik Rahmawati (46) adalah satu di antara warga Kota Surabaya yang sudah menggunakan aplikasi E-Peken untuk menambah pendapatan keluarga. Sejak sekitar dua tahun lalu, toko kelontong miliknya telah bergabung dalam aplikasi belanja online milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun berkesempatan melihat langsung toko kelontong milik Titik Rahmawati di Jalan Kalidami 8/25A, RT04/RW10 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng Surabaya, Selasa (27/12/2022).


Orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya itu mendadak ingin mengunjungi toko kelontong milik Bunda Titik-sapaan lekat Titik Rahmawati, yang berada gang perkampungan. Ia pun berharap besar kepada warga agar dapat mencontoh kemauan berusaha seperti yang sudah dilakukan Bunda Titik.


"Alhamdulillah, di Kampung Kalidami khususnya di RW 10, ada namanya Bu Titik. Dimana beliau ini untuk menambahkan penghasilan keluarganya, bahkan menyekolahkan putra-putrinya itu membuka E-Peken," kata Wali Kota Eri Cahyadi di sela kunjungan.


Melalui E-Peken, Wali Kota Eri menyebut, jika toko kelontong milik Bunda Titik terus berkembang dan menambah penghasilan keluarga. Hingga akhirnya, barang-barang yang dijual di toko kelontong Bunda Titik terus bertambah. "Itulah yang saya harapkan, wong Suroboyo (Orang Surabaya) ayo berusaha," pintanya.


Wali kota yang lekat disapa Cak Eri itu mengaku akan lebih mendukung warga yang mau berusaha dan ingin meningkatkan ekonomi keluarga. Dari pada, warga itu hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah tanpa berusaha. "Kita bisa belajar kepada Bu Titik ini, tanpa mengenal lelah (mau berusaha). Akhirnya kita memberikan bantuan," sebutnya.


Apalagi lagi, kata Cak Eri, perangkat RW 10 Kelurahan Mojo juga memberikan perhatian kepada warga. Seperti misalnya, ketika ada anak putus sekolah, perangkat RT/RW setempat berusaha untuk mencarikan bantuan. Baginya, hal itulah yang seharusnya dilakukan untuk menjadikan RW mandiri.


"Inilah yang menjadikan RW mandiri. Jadi saya bilang, bahwa RW mandiri itu maka di dalam satu RW tidak ada anak putus sekolah, tidak ada stunting, tidak ada yang tidak mampu, semuanya jadi bahagia. Karena siapa? Karena kekuatan RW dan RT-nya. Nah, pemerintah akhirnya support di atasnya, memberikan pekerjaan," katanya.


Makanya, Cak Eri juga mengapresiasi peran perangkat RW 10 Kelurahan Mojo dalam memberikan perhatian kepada warga. Bahkan, ia pun meminta jajarannya di lingkup pemkot untuk membantu mendirikan toko kelontong di wilayah tersebut. Nantinya toko kelontong ini akan menjadi percontohan bagi wilayah lain.


Ke depan, dia berharap, toko kelontong yang didirikan itu menjadi unit usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga di lingkungan RW 10 Kelurahan Mojo. Utamanya, bagi warga tidak mampu atau pendapatan keluarganya masih di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).


"Di RW 10 nanti dibuatkan satu toko kelontong. Jadi, warga yang ingin mendapatkan penghasilan dan pendapatannya masih di bawah UMK Surabaya, gabung di sana (toko kelontong) dan satu RW belinya di sana," harapnya.


Di lain hal, Cak Eri berharap besar kepada warga agar dapat membeli kebutuhan di warung atau toko kelontong milik tetangga dari pada di toko modern. Sebab, menurutnya, ketika warga itu mengalami musibah, seperti sakit atau meninggal dunia, justru yang membantu adalah tetangga.


"Maka saya minta seluruh RW itu beli di toko kelontong yang disediakan oleh RW, yang terdiri dari warga tidak mampu dan pemerintah memastikan bahwa barangnya itu murah. Itu akan kita jalankan di RW 10 Kalidami, kita punya RW yang luar biasa, kita punya Bu Titik yang luar biasa, itu menjadi contoh betul," terangnya.


Sementara itu, Bunda Titik mengaku sudah bergabung ke dalam aplikasi E-Peken hampir berjalan 2 tahun. Ia mengungkapkan bahwa toko kelontong yang diberi nama Toko Rahmat ini tergabung dalam pembinaan Koperasi Gubeng Maju Bersama.


"Saya kebetulan pengurus Koperasi Gubeng Maju Bersama. Waktu di awal-awal pendirian, memang banyak yang sinis masuk ke koperasi. Begitu pemerintah menggencarkan E-Peken ini, alhamdulillah mereka banyak yang ingin gabung," kata Bunda Titik.


Bunda Titik juga menyebutkan, jika toko kelontong miliknya sudah berdiri sejak tahun 2013. Di awal, toko kelontong didirikan seadanya untuk bisa menambah pendapatan keluarga. Alhasil, lambat laun barang yang dijual di toko miliknya ini semakin bertambah.


Saat di awal berdirinya toko kelontong, Bunda Titik meraup omzet sekitar Rp300 dalam satu bulan. Meski begitu, ia tak mengenal kata lelah dan tetap berusaha untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, ia juga sempat menjajal menggunakan aplikasi penjualan online untuk mengembangkan usahanya itu.


 "Begitu online tapi belum masuk E-Peken, itu bisa sampai Rp 800-900 ribu per bulan. Karena kita (toko) ada di gang kecil, tidak ada akses umum untuk lewat. Akhirnya dengan E-Peken ini bisa sampai Rp 1,5 sampai 2 juta," ungkapnya.


Bahkan, Bunda Titik mengaku, hasil dari penjualan toko kelontong melalui aplikasi E-Peken, telah mampu membelikan handphone kedua anaknya untuk belajar daring saat pandemi Covid-19. Tak hanya itu, keuntungan yang didapat dari E-Peken juga diakuinya membuat barang yang dijualnya semakin bertambah.


"Kemarin waktu pandemi HP kedua anak saya rusak, selang 1,5 bulan akhirnya saya belikan pakai keuntungan E-Peken. Terus saya sendiri hitungannya yang awalnya barang saya sedikit, bertambah tidak terasa, tapi saya stok yang bisa tahan lama seperti sabun. Jadi, modal saya di toko jadi banyak banget, mungkin keuntungannya di situ," pungkasnya. (*)


BERITA LAINNYA



lihat semua

lihat semua

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031, Cari Figur Berintegritas

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031, Cari Figur Berintegritas


Kamis, 6 Agustus 2026 | 1 hari yang lalu


Ojol Lapor Hotline Cak Eri soal Jukir di Jalan Trunojoyo, Dishub Surabaya Cabut KTA

Ojol Lapor Hotline Cak Eri soal Jukir di Jalan Trunojoyo, Dishub Surabaya Cabut KTA


Kamis, 6 Agustus 2026 | 1 hari yang lalu


Wali Kota Eri Instruksikan ASN Surabaya Pilah Sampah dari Rumah

Wali Kota Eri Instruksikan ASN Surabaya Pilah Sampah dari Rumah


Kamis, 6 Agustus 2026 | 1 hari yang lalu


Wali Kota Eri Targetkan Air Bersih Mengalir 24 Jam, Direksi PAM Surya Sembada Diminta Libatkan Investor

Wali Kota Eri Targetkan Air Bersih Mengalir 24 Jam, Direksi PAM Surya Sembada Diminta Libatkan Investor


Kamis, 6 Agustus 2026 | 1 hari yang lalu


Pemkot Surabaya Luncurkan Lomba Pisang Danor, Wali Kota Eri Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Pemkot Surabaya Luncurkan Lomba Pisang Danor, Wali Kota Eri Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah


Kamis, 6 Agustus 2026 | 1 hari yang lalu


Pemkot Surabaya Tetapkan Tiga Direksi Baru PDAM Surya Sembada, Fokus Perkuat Layanan dan Kinerja

Pemkot Surabaya Tetapkan Tiga Direksi Baru PDAM Surya Sembada, Fokus Perkuat Layanan dan Kinerja


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


Empat Tahun SGE, Rp30,3 Miliar Berputar dan 370 UMKM Surabaya Naik Kelas

Empat Tahun SGE, Rp30,3 Miliar Berputar dan 370 UMKM Surabaya Naik Kelas


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


SGE 2026 Dibuka, Wali Kota Eri Dorong UMKM Surabaya Tembus Transaksi Rp9 Miliar

SGE 2026 Dibuka, Wali Kota Eri Dorong UMKM Surabaya Tembus Transaksi Rp9 Miliar


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


Hadiri MPLS SRT 2 Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Ratusan Pelajar Jadi Pemimpin Berkarakter

Hadiri MPLS SRT 2 Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Ratusan Pelajar Jadi Pemimpin Berkarakter


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


Satu Data Surabaya Berbasis NIK Buktikan Dampak Nyata, Kemiskinan hingga Pengangguran Turun

Satu Data Surabaya Berbasis NIK Buktikan Dampak Nyata, Kemiskinan hingga Pengangguran Turun


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


Sukses Integrasikan NIK dan IKD, Surabaya Sabet Penghargaan Perlinsos Dukcapil Prima Award 2026

Sukses Integrasikan NIK dan IKD, Surabaya Sabet Penghargaan Perlinsos Dukcapil Prima Award 2026


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


Perluasan TPU Keputih Dimulai, Pemkot Surabaya Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim

Perluasan TPU Keputih Dimulai, Pemkot Surabaya Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim


Rabu, 5 Agustus 2026 | 2 hari yang lalu


Warga Terpeleset di Proyek Drainase Ngemplak Sambikerep, Wali Kota Eri  Minta Kontraktor Tanggung Biaya Korban

Warga Terpeleset di Proyek Drainase Ngemplak Sambikerep, Wali Kota Eri Minta Kontraktor Tanggung Biaya Korban


Selasa, 4 Agustus 2026 | 3 hari yang lalu


Jelang HUT Ke-81 RI, Wali Kota Eri Ajak Warga Surabaya Perkuat Gotong Royong dan Kebaikan

Jelang HUT Ke-81 RI, Wali Kota Eri Ajak Warga Surabaya Perkuat Gotong Royong dan Kebaikan


Selasa, 4 Agustus 2026 | 3 hari yang lalu


Pemkot Surabaya Buka Pusdiklat Paskibraka 2026, 98 Pemuda Terbaik Siap Digembleng

Pemkot Surabaya Buka Pusdiklat Paskibraka 2026, 98 Pemuda Terbaik Siap Digembleng


Selasa, 4 Agustus 2026 | 3 hari yang lalu


Logo Surabaya

Dikelola oleh Bidang Informasi dan

Komunikasi Publik serta Statistik Dinas

Komunikasi dan Informatika Kota

Surabaya

Telepon

(031) 5321444

(031) 99277339

Email

dinkominfo@surabaya.go.id

mediacenter@surabaya.go.id

Lokasi

Jl. Jimerto No. 25-27, Ketabang, Kec.

Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60272


Pencarian

Copyright

2026 Pemerintah Kota Surabaya

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ringkasan Pahlawan

 [31/7 12.47] rudysugengp@gmail.com: Mulai Type Baru  Ringkasan [31/7 12.50] rudysugengp@gmail.com: 1. Buatkan Gambar dan Infografis tentang...