Minggu, 12 Juli 2026

GPH JATIKUSUMO 3

 [12/7 20.03] rudysugengp@gmail.com: 1. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Kehidupan Awal GPH  Jatikusuma


Informasi pribadi

Nama Lahir : Bendara Raden Mas Subandana

Lahir : 1 Juli 1917, Surakarta, Kesunanan Surakarta Hadiningrat, Hindia Belanda

Meninggal : 4 Juli 1992 (umur 75), Jakarta, Indonesia

Makam : Astana Pajimatan Himagiri, Bantul, Yogyakarta

Istri : Raden Ayu Suharsi

Hubungan : 

Kesultanan Mataram (dinasti)

Pakubuwana (monarki)

Orang tua :

Pakubuwana X (ayah)

Raden Ayu Kirana Rukmi (ibu)


Djatikoesoemo adalah putra bangsa yang berdarah keraton, terlahir sebagai putra ke-23 dari Susuhunan Pakubuwono X. Jenazahnya dimakamkan di kompleks Makam Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

[12/7 20.04] rudysugengp@gmail.com: 2. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Karier Perjuangan GPH Jatikusuma


GPH Djatikoesoemo memulai karier militernya saat ia mengikuti pendidikan militer pada zaman belanda yaitu di Corps Opleiding Voor Reserve Officieren (CORO) akan tetapi di Tanggal 3 Maret 1942, Djatikoesoemo yang saat itu masih taruna CORO ditugaskan ikut bertempur melawan tentara Jepang di Ciater, Subang, Jawa Barat sampai dengan tanggal 8 Maret 1942 karena pada tanggal tersebut Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang di Pangkalan Udara Suryadarma.


Setelah Belanda menyerah maka Djatikoesoemo pun mengikuti pendidikan militer yang bernama Jawa Boei Kanbu Giyugun Resentai di mana pendidikan tersebut diselenggarakan oleh Jepang di Bogor, Jawa Barat dengan tujuan melatih calon perwira tentara Pembela Tanah Air yang bertugas memimpin pasukan sukarela untuk mempertahankan pulau jawa dari ancaman invasi Sekutu setelah lulus dari pendidikan tersebut, Djatikoesoemo pun menyandang pangkat Shodancho (Komandan Kompi) dan ditugaskan di Daidan (Batalyon) I Tentara PETA Surakarta.


Pasca proklamasi kemerdekaan, Shodancho GPH Djatikoesoemo bergabung kedalam Badan Keamanan Rakyat dan menjabat sebagai Ketua BKR Surakarta hingga pada puncaknya menjadi perwira tinggi diperbantukan Markas Besar TNI Angkatan Darat di tahun 1972.

[12/7 20.04] rudysugengp@gmail.com: 3. Buatkan gambar dan infografis tentang 

Akhir Hayat dan Penghargaan GPH Jatikusuma


Kematian :

Djatikoesoemo meninggal dunia pada 4 Juli 1992 dalam usia 75 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta akibat serangan jantung. Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Sudharmono melayat ke rumah duka. Sudharmono merupakan anak didik Djati saat di Divisi Ronggolawe. Anak didik lainnya, Jenderal Try Sutrisno yang kala itu menjadi Panglima ABRI memimpin upacara penghormatan terakhir pemakaman KSAD pertama itu. Djati dimakamkan di Imogiri, makam keluarga raja-raja Jawa. Lima tahun kemudian, pada November 1997, Presiden Soeharto memberikan penghargaan untuk para mantan KSAD.


Pahlawan Nasional :

Atas jasa dan perjuangannya GPH. Djatikusumo dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh presiden RI Megawati Soekarno Putri dengan No. SK 073/TK/2002 tanggal 6 November 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pah Rev 10

 [6/7 21.51] rudysugengp@gmail.com: 1. Buatkan gambar dan infografis tentang  Kehidupan Ahmad Yani  Ahmad Yani lahir di Jenar, Purwodadi, Pu...