Selasa, 28 Juli 2026

Depati Amir Thok


1. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Kehidupan

Depati Amir


Ringkasan :

Depati Amir (lahir di Mendara, Bangka, 1805 - meninggal di Air Mata, Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur, 28 September 1869) merupakan salah satu pahlawan nasional dari Bangka. Semangat kepahlawanannya menggema hampir di seluruh Pulau Bangka. Depati Amir aktif melawan penjajahan Belanda di Bangka yang saat itu memiliki kepentingan terhadap aktivitas tambang timah. Karena perlawanannya dinilai merugikan aktivitas tambang mereka, akhirnya ia diasingkan ke Air Mata, Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Depati Amir dan Stadion Depati Amir, Pangkal Pinang. Pada tahun 2018, bersama lima tokoh lainnya, ia dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Kehidupan Awal :

Depati Amir adalah seorang putra dari bangsawan Bangka yang bernama Depati Bahrin. Sebelum mendapat gelar depati, Amir telah menjadi tokoh berpengaruh di Bangka. Amir pernah memimpin masyarakat untuk menumpas perompak di sekitar perairan Bangka. Pada tahun 1830, Amir diangkat menjadi depati. Depati merupakan gelar yang mulanya diberikan oleh Kesultanan Palembang untuk seorang kepala sebuah atau beberapa kampung. Depati Bahrin sebelumnya memimpin Kampung Mendara dan Mentadai. Namun, gelar ini ditolak Amir lantaran keinginannya untuk menjadi rakyat biasa. Walau begitu, Amir tetap mempunyai pengaruh yang besar di Bangka.



2. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Perjuangan melawan Belanda 

Depati Amir


Bangka :

Perjuangan Depati Amir bermula dari urusan keluarganya dengan Belanda. Saat itu, Belanda mulai membuat parit-parit tambang timah di Pulau Bangka dan berkonsi dengan Depati Bahrin untuk mengeruk timah di tanah miliknya. Namun, Belanda tidak memenuhi kewajibannya untuk membayarkan hasil tambangnya. Hal itu menyulut Depati Amir mengajukan tuntutan kepada perusahan Belanda tersebut dan mendapat dukungan dari masyarakat Bangka.

Tuntutan Depati Amir terdengar oleh Residen Belanda untuk Bangka yang bernama F. van Olden. Residen tersebut menilai bahwa tindakan Depati Amir dapat menyulut pergolakan di Bangka. Lalu, Pemerintah Belanda mengutus pejabat-pejabat penting untuk menangkapnya. Namun, usaha tersebut gagal. Depati Amir semakin mendapat dukungan masyarakat yang selama ini telah dipekerjakan oleh Belanda, baik dari kalangan Melayu Bangka maupun Tionghoa Bangka. Dukungan juga datang dari para pemimpin lokal yang juga merasa dirugikan akibat kehadiran Belanda. Akibat dukungan-dukungan ini, Depati Amir mendapat bantuan senjata baik dari lokal maupun dari Singapura. Perlawanan Depati Amir meluas di sepanjang pesisir timur Bangka.

Pengasingan :

Pada 7 Januari 1851, Depati Amir berhasil ditangkap oleh Belanda. Penangkapan itu dapat terjadi karena Belanda berhasil menyuap 7 orang panglima dan 36 pasukan Depati Amir yang sedang kesulitan logistik. Amir tertangkap dalam kondisi sakit.

Pada 11 Februari 1851, Depati Amir dikirim ke tempat pengasingan di Kupang, Timor. Walau dalam pengasingan, perjuangan Depati Amir melawan Belanda tidak juga padam. 

Bersama adiknya, Hamzah atau dikenal juga sebagai Cing, ia menjadi penasihat bagi raja-raja di Timor dan juga turut aktif menyebarkan agama Islam di Pulau Timor.



3. Buatkan Gambar dan Infografis tentang 

Akhir Hayat dan Penghargaan 

Depati Amir


Akhir Hayat :

Setelah ditangkap oleh Belanda, Depati Amir diasingkan ke Air Mata, Kota Lama, Kupang pada pertengahan abad ke-19. 

Meskipun berada di pembuangan, semangat perjuangannya tidak padam. 

Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan menyebarkan agama Islam dan menjadi penasihat strategi bagi raja-raja lokal di Timor dalam melawan penjajahan Belanda.

Depati Amir meninggal dunia dalam pengasingan di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 28 September 1869 akibat usia tua dan sakit. 

Pahlawan Nasional

Pada tanggal 8 November 2018, Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Ir. Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dengan diterbitkannya Keppres No 123/TK/Tahun 2018, tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Penghargaan dan Peninggalan Sejarah

Untuk mengenang jasa sang Pahlawan Nasional pertama asal Bangka Belitung tersebut, pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai bentuk penghormatan, antara lain:

Gelar Pahlawan Nasional: 

Diberikan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Bandar Udara Depati Amir: 

Nama beliau diabadikan sebagai bandara utama di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Stadion Depati Amir: 

Fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Pangkal Pinang.

Makam Bersejarah: 

Makam Depati Amir yang terletak di Pekuburan Air Mata, Kupang telah direnovasi dan dirawat sebagai situs bersejarah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

213 Sultan Mohammad Salahuddin

 1. Buatkan Gambar dan Infografis tentang  Kehidupan Awal Sultan Mohammad Salahuddin Bagi masyarakat Bima, ada dua cita-cita besar yang tela...