Rabu, 25 Februari 2026

RM SURYO untuk Canva




Raden Mas Soerjopranoto, yang dijuluki De Stakings Koning (Si Raja Mogok) oleh Belanda, adalah pahlawan nasional dan bangsawan Pakualaman yang memimpin perlawanan buruh melalui aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah dan kesejahteraan yang lebih baik di masa penjajahan Belanda. Ia mendirikan serikat buruh PFB (Personeel Fabriek Bond) dan aktif berjuang melalui jalur mogok kerja dan orasi.
Berikut adalah poin-poin perjuangan Raja Mogok:
  • Aksi Mogok Besar-besaran: Soerjopranoto memimpin berbagai aksi mogok buruh, termasuk mogok buruh pabrik gula di Yogyakarta pada tahun 1918–1919 yang membuat Belanda kewalahan.
  • Pembelaan Kaum Buruh: Ia meninggalkan jabatan pegawai kolonial untuk membela rakyat kecil, membentuk Adhi Dharma (1915) dan Personeel Fabriek Bond (PFB) pada 1919 untuk mengorganisir buruh dan tani.
  • Strategi Perlawanan: Ia percaya pada perlawanan moral dan non-kekerasan seperti pemogokan kerja, negosiasi, dan protes untuk melumpuhkan ekonomi kolonial tanpa angkat senjata.
  • Penjara dan Dedikasi: Akibat perlawanannya, ia tiga kali dipenjara oleh Belanda (di Malang 1923, Semarang 1926, dan Sukamiskin 1933) namun tidak pernah gentar.
  • Pendidikan: Bersama adiknya, Ki Hajar Dewantara, ia mendirikan sekolah Adhi Dharma untuk mendidik anak-anak buruh dan tani.
Atas jasa-jasanya, ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1959, tak lama setelah ia wafat pada 15 Oktober 1959.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

8 Candi di Jatim

 *Candi di Jawa Timur, Lokasi, Sejarah, dan Peninggalan Kerajaannya*  Kompas.com,  10 Mei 2026, 21:00 WIB  Afif Khoirul Muttaqin Penulis  KO...