Daftar Nama Pahlawan di Uang Kertas dan Koin Rupiah
Jakarta, IDN Times - Sejarah panjang telah mengiringi Indonesia sejak zaman pra kemerdekaan sampai saat ini. Banyak pahlawan yang telah berjuang demi menjadikan Republik Indonesia menjadi seperti sekarang.
Selain terukir dalam buku sejarah, sosok-sosok pahlawan Indonesia juga dapat dikenali dari keberadaannya di lembaran rupiah baik kertas maupun koin.
Pada uang kertas tahun emisi terbaru atau 2022 terdapat sejumlah pahlawan seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Djuanda Kartawidjaja, hingga Cut Nyak Meutia.
Berikut ini daftar pahlawan yang ada di uang kertas dan koin:
1. Soekarno dan Hatta
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama, yakni Soekarno dan Muhammad Hatta dapat ditemui di uang pecahan Rp100.000.
Kedua pahlawan tersebut dikenal sebagai duo proklamator yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
2. Djuanda Kartawidjaja
Djuanda Kartawidjaja merupakan pahlawan kemerdekaan RI yang lahir di Tasikmalaya pada 14 Januari 1911.
Foto atau gambarnya bisa ditemui di pecahan uang Rp50.000.
Djuanda tercatat pernah jadi Menteri Perhubungan selama dua periode yakni pada 1946-1949 dan 1950-1953.
3. GSSJ Ratulangi
Pahlawan asal Minahasa, GSSJ Ratulangi jadi pahlawan lain yang fotonya diabadikan di uang kertas rupiah. Masyarakat bisa mengetahui sosok GSSJ Ratulangi di uang Rp20.000.
GSSJ Ratulangi terkenal sebagai pahlawan yang kerap berjuang untuk masyarakat Minahasa dan menjadi salah satu sosok penghapus kerja paksa.
4. Frans Kaisiepo
Sosok Frans Kaisiepo dapat dilihat pada uang pecahan Rp10.000. Frans merupakan pahlawan asal Papua kelahiran Oktober 1921.
Mengutip laman DJPb Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Frans adalah orang pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonsia di Papua.
Pada 1948, Frans menjadi penggagas pemberontakan rakyat Biak terhadap Belanda. Dia juga membentuk Partai Politik Irian yang menuntut supaya Nederlands Nieuw Guinea digabungkan kembali dengan Indonesia.
5. Idham Chalid
Potret pahlawan Idham Chalid dapat kamu temui pada uang pecahan Rp5.000. Sosok Idham Chalid banyak dikenal luas oleh masyarakat sebagai ulama dan politisi yang penuh beretika dan santun.
Terlahir dari keluarga sederhana yang bukan dari warga kota besar, Idham Chalid mampu menunjukkan kepada kita bahwa yang kegigihan, semangat belajar, perjuangan, penempaan diri serta resistensi yang tinggi adalah mata uang yang tergantikan dimanapun.
Peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Al-Azhar University, sekaligus sosok yang paling lama dipercayai untuk menjadi ketua umum PBNU ini memiliki prinsip rahmatan lil ‘alamin yang selalu digemakannya di penjuru Indonesia. Umat Islam keberadaannya tidak hanya boleh menjadi rahmat untuk satu umat islam saja, tetapi untuk seluruh umat manusia dimanapun ia berada.
6. MH Thamrin
Pada pecahan uang Rp2.000 terdapat potret Mohammad Hoesni (MH) Thamrin. Semasa hidupnya, Thamrin benar-benar memperjuangkan nasib bangsa agar dapat merdeka melalui jalan parlementer.
Sebagai seorang anggota parlemen Dewan Rakyat bentukan belanda, ia tidak mau menjadi suruhan Belanda untuk menindas masyarakat, justru persoalan-persoalan yang ada di masyarakat dibawanya, ia juga mencarikan beragam solusi untuk bisa mengatasi persoalan tersebut.
Bangsa kita banyak berhutang pada jasa-jasanya yang walaupun kooperatif dengan Belanda tetapi tetap teguh memegang integritas visi Indonesia Merdeka walaupun semasa hidupnya ia tidak sempat menyaksikan itu.
7. Cut Meutia
Potret Cut Meutia bisa dilihat pada uang pecahan Rp1.000. Cut Meutia merupakan sosok kelahiran Pirak, Aceh Utara yang semasa hidupnya tidak pernah berhenti melawan kolonialisme Belanda yang ada di Aceh.
Dia gugur di medan peperangan di Alue Kurieng. Semasa hidupnya, bersama dengan suaminya, dia gigih untuk mengusir Belanda dari tanah Aceh. Suami pertamanya yang turut ikut berjuang di medan perang adalah Cut Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Teuku Cik Tunong.
Suami Cut Meutia tersebut berhasil melakukan penyerangan yang besar pada Belanda pada 1899 dan 1901. Sayangnya pada 1905, dia ditangkap dan dihukum mati. Kemudian sebelum meninggal dia berpesan pada sahabatnya, Pang Nagroe untuk menikahi istrinya.
Pang Nagroe lantas menjadi suami kedua Cut Meutia dan juga melakukan perjuangan yang serupa untuk membela tanah Aceh dari kolonialisme. Pada akhirnya, 5 tahun kemudian, Pang Nagroe juga meninggal di suatu pertempuran. Walaupun begitu, Cut Meutia tidak tinggal diam dan terus menerus melakukan perlawan kepada penjajah Belanda hingga akhir hayatnya.
8. Daftar pahlawan di uang koin
Sejumlah pahlawan RI juga bisa ditemukan pada uang koin. Berikut daftarnya:
- Gusti Ketut Pudja pada koin pecahan Rp1.000
- TB Simatupang pada koin pecahan Rp500
- Ciptomangunkusumo pada koin pecahan Rp200
- Herman Johannes pada koin pecahan Rp100
Nama-Nama Pahlawan di Mata Uang Indonesia Dulu dan Kini
Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia tak lepas dari perjuangan para pahlawan. Untuk mengenang perjuangan mereka, pemerintah menampilkan wajahnya di mata uang Indonesia. Siapa saja nama-nama pahlawan tersebut?
Tak hanya pahlawan laki-laki, tetapi ada juga pahlawan nasional dari kalangan wanita yang sosoknya diabadikan di dalam uang di Indonesia.
Pahlawan Nasional sendiri merupakan sebuah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah gugur demi membela harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Berikut ini nama-nama pahlawan di mata uang Indonesia.
1. Ki Hadjar Dewantara
Ki Hajar Dewantara atau yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat lahir di Yogyakarta pada 02 Mei 1889. Ia adalah sosok yang sangat berjasa bagi majunya dunia pendidikan di Indonesia.
Pada 1929, ia mendirikan Taman Siswa untuk kemajuan pendidikan para pribumi pada saat itu. Berkat jasa besarnya inilah Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 28 November 1959 melalui Surat Keputusan Presiden No 305 Tahun 1959.
Sosok Ki Hajar Dewantara juga pernah diabadikan oleh Bank Indonesia dalam bentuk uang kertas pecahan Rp20.000 tahun emisi 1998.
Dalam uang tersebut, tampak satu sisi bergambar wajah Ki Dewantara dan di sisi lainnya merupakan gambar kegiatan belajar mengajar di sekolah.
2. R.A Kartini
Raden Ajeng Kartini atau R.A Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879. R.A Kartini mendirikan sebuah sekolah khusus untuk perempuan karena ingin para perempuan juga mendapatkan pendidikan seperti yang didapatkan seorang pria.
Ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 2 Mei 1964 melalui Surat Keputusan Presiden No 108 Tahun 1964.
Merujuk dari laman resmi Bank Indonesia, Kartini pernah muncul di uang pecahan Rp5 pada 1953. Masa penggunaannya sekitar sembilan tahun karena ditarik oleh Bank Indonesia pada tahun 1961.
Kemudian gambar Kartini kembali muncul di bagian depan uang kertas nominal Rp10.000 tahun emisi 1985 yang kembali ditarik pada 1995.
3. Kapitan Pattimura
Pemilik nama asli Thomas Matulessy ini lahir di Maluku, pada 8 Juni 1783. Ia memimpin rakyat Maluku pada saat melakukan penyerangan terhadap VOC Belanda. Ia juga berhasil menyatukan dua kerajaan besar di Indonesia Timur, yakni Ternate dan Tidore.
Atas jasanya itulah ia kemudian diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 6 November 1973 lewat Surat Keputusan Presiden No 087/TK/1973.
Sosok Pattimura juga diabadikan dalam uang pecahan Rp1.000 tahun emisi 2016. Sementara pada bagian belakang uang kertas terdapat gambar Pulau Maitara dan Tidore.
4. Frans Kaisiepo
Frans Kaisiepo adalah pahlawan nasional yang lahir di Biak pada 10 Oktober 1921 yang memiliki andil besar pada penyatuan Irian Jaya (Papua) ke Indonesia. Ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 14 September 1993 lewat Surat Keputusan Presiden No 077/TK/1993.
Atas jasanya tersebut, Frans Kaisiepo menjadi salah satu pahlawan yang gambarnya terpampang di uang kertas Rp10.000.
5. Mohammad Hatta
Mohammad Hatta adalah tokoh penting yang berperan dalam memperoleh kemerdekaan. Ia lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902.
Bersama Soekarno, wajahnya tampak sebagai gambar utama uang kertas pecahan Rp100.00 tahun emisi 2022.
6. Djuanda Kartawidjaja
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja adalah salah satu Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri ke-10. Selain itu, ia juga sekaligus menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.
Sosok Djuanda Kartawidjaja muncul sebagai gambar utama untuk uang kertas pecahan Rp50.000 tahun emisi 2022.
7. Sam Ratulangi
Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi adalah salah satu pahlawan nasional yang lahir pada 5 November 1980. Selama menjabat sebagai anggota Dewan Rakyat, ia kerap berupaya melakukan penghapusan dari segala perbedaan politk, ekonomi, dan intelektual kolonial Pemerintah Belanda.
Untuk mengenang jasanya, wajah Sam Ratulangi diabadikan di gambar depan untuk uang kertas pecahan Rp20.000 tahun emisi 2022.
Lihat Juga :Artikel Edukasi Tokoh-Tokoh dalam Peristiwa G30S PKI, Siapa Saja? |
Itulah beberapa nama-nama pahlawan di mata uang Indonesia. Selain nama-nama di atas, masih ada juga nama pahlawan nasional yang sosoknya diabadikan dalam mata uang Indonesia baik di masa lalu maupun masa kini.
(ahd/juh)Dua Tokoh Pahlawan Pertama yang Muncul di Mata Uang Indonesia

dua tokoh pahlawan pertama yang muncul di mata uang indonesia
MISTAR.ID
Pernah bertanya-tanya siapa pahlawan pertama yang muncul di mata uang Indonesia? Jawabannya adalah Kartini dan Pangeran Diponegoro.
Diketahui dari berbagai sumber, Rabu (1/11/23), Kartini pertama kali muncul pada uang kertas pecahan Rp5 pada tahun 1952. Hal ini terjadi saat Bank Indonesia sedang bersiap-siap untuk menjadi bank sentral nasional setelah menasionalisasi De Javasche Bank pada tahun 1951.
Namun, undang-undang yang mendirikan Bank Indonesia baru diadopsi pada tahun 1953, sehingga uang kertas emisi 1952 tersebut baru resmi beredar pada tanggal 2 Juli 1953. Uang kertas ini menampilkan gambar R.A. Kartini dengan motif stylized dua burung dan motif paku yang mengelilingi bagian tengahnya sehingga membentuk bingkai.
Di bagian belakang, terdapat gambar pohon kalpataru atau pohon kehidupan yang dikelilingi oleh dua ekor ular yang diformat secara stylized, serta ornamen dekoratif yang membentuk seperti kipas terbuka.
Baca juga: Proses Penyematan Gelar Pahlawan Lambat, Diminta Ikut Sertakan Keturunan Rondahaim
Uang kertas dengan gambar Kartini beredar selama sekitar sembilan tahun sebelum ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia pada tahun 1961. Gambar Kartini kemudian muncul lagi pada uang kertas dengan nilai nominal Rp10.000 pada tahun emisi 1985.
Sementara, Pangeran Diponegoro muncul pada uang kertas Rp100 pada tahun 1992. Pangeran Diponegoro juga merupakan tokoh yang sangat dikenal di Indonesia. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 11 November 1785 dan memimpin perang besar melawan Belanda di pulau Jawa, yang kemudian dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830).
Perang ini mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan, termasuk priyayi, kiyai, keluarga kerajaan, dan rakyat. Diponegoro dianggap sebagai musuh utama Belanda yang sulit dikalahkan selama abad ke-19.




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar