Jumat, 07 Maret 2025

SUNAN KUDUS

 3000


Sunan Kudus


Asal Usul Sunan Kudus :


Ja'far Shadiq, yang juga dikenal dengan nama Raden Undung, lahir pada 9 September 1400 Masehi. 


Sunan Kudus merupakan putra dari Raden Usman Haji/Sunan Ngudung, seorang tokoh yang juga berperan penting dalam penyebaran Islam di wilayah Jipang Panolan, Blora, Jawa Tengah.


Sunan Kudus dikenal dengan julukan wali al-ilmi, yang berarti "wali yang berilmu".


Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 di kota yang menjadi pusat dakwahnya, yaitu Kudus. Makamnya berada di dalam kompleks Masjid Menara Kudus.


Pernah membantu mengusir Portugis di Malaka.


Cara Berdakwah Sunan Kudus :


Ia mengundang masyarakat sekitar untuk mendengarkan tabligh di masjidnya. Untuk menarik perhatian, Sunan Kudus menambatkan sapinya yang bernama Kebo Gumarang di halaman masjid.


Sunan Kudus menjelaskan tentang surat Al-Baqarah, yang berarti "sapi betina", secara bertahap.


Pendekatan ini mirip dalam cerita "1001 Malam" dari masa Kekhalifahan Abbasiyah.


Saat perayaan Idul Adha, Ia meminta agar masyarakat tidak memotong sapi sebagai hewan kurban. Ia menganjurkan agar kurban dilakukan dengan memotong kerbau. Hal ini untuk menghormati para penganut agama Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci. 


Karya Sunan Kudus :


Tembang Asmaradana, Maskumambang dan Mijil merupakan peninggalan Sunan Kudus dalam karya seni. 


Sunan Kudus memiliki warisan wayang golek dan wayang klithik/krucil tahun 1583.

Wayang golek mulai populer di tanah Sunda pada masa pemerintahan Panembahan Ratu, cicit Sunan Kuduss.

Salah satu dalang wayang klithik Kudus adalah Sutikno.

 

Karomah Sunan Kudus :


1. Memiliki rompi ajaib yang bisa mengeluarkan jutaan tikus untuk menaklukkan musuh Demak

2. Mampu menyembuhkan wabah penyakit di Arab. 


Peninggalan Sunan Kudus :


Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah masjid di desa Kerjasan, yang kini dikenal sebagai Masjid Agung Kudus. 

Arsitektur Masjid Kudus yang menampilkan ciri-ciri khas agama Hindu dan Budha,  seperti menara, gerbang, dan pancuran (padasan) yang digunakan sebagai tempat berwudhu. Pancuran  melambangkan delapan jalan Buddha.


Sejarah Kota Kudus :


Ia pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam. Ketika itu disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang mati. Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas. Atas jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah, yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus.(pemkab.kudus)


Saat menolong wabah penyakit di Arab, oleh Penguasa Arab yaitu Emir diberi hadiah harta yang banyak. Ia menolak dan minta Batu dari Baitul Muqodis.


Batu yang diminta oleh Sunan Kudus konon berasal dari Baitul Makdis, atau Yerusalem, yang merupakan salah satu kota suci bagi umat Islam. Jadilah nama kota Kudus artinya Kota suci.


Sumber : kumparan.com, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perjanjian Lawas

 Buatlah Risalah dan Infografis tentang Perjanjian Kerajaan di  Indonesia yaitu : Perjanjian Giyanti. Ditandatangani pada 13 Februari 1755, ...