FINIS
Kalong Jelmaan
Memasuki kawasan Nusa Gede, pengunjung akan disambut pohon rotan, tepus dan langkap. Semakin ke dalam, pengunjung akan melihat pohon-pohon besar jenis ki leho, ki haji dan ki kondang.
Selain itu, di pulau ini juga terdapat berbagai jenis fauna, seperti tupai, burung hantu dan kalong. Bahkan tak jarang elang jambul putih mendatangi mampir di pulau ini.
Belakangan ini, warga di sana menyaksikan populasi kalong di kawasan Nusa Gede semakin bertambah. Kawanan kalong itu kabarnya berdatangan dari wilayah Astana Gede Kawali, yang berjarak 6 km ke arah utara Ciamis.
Kawasan itu diyakini sebagai pusat Kerajaan Galuh. Konon, kawanan kalong yang pindah itu terjadi sebelum bencana angin ribut yang melanda situs Astana Gede beberapa waktu lalu.
Situs Kawali dipercaya punya hubungan histori dengan situs Panjalu di Nusa Gede. Bahkan masyarakat setempat meyakini bila hewan kalong yang berterbangan di atas pulau seluas 9,25 Ha itu adalah jelmaan dari prajurit Kerajaan Panjalu dan Kerajaan Galuh.
Mereka bertugas menjaga Nusa Gede dari serbuan tangan-tangan jahil yang dapat merusak keutuhan sejarah.
Kelelawar, Codot dan Kalong
1. Kelelawar dalam bahasa Jawa Lowo atau Lawa. Biasanya keluar menjelang Maghrib dan mencari makanan serangga atau nyamuk dan tidak makan buah. Warnanya kehitaman dan badanya bau menyengat. Ukurannya seperti burung Emprit atau Pipit dan suka berkelompok.
Ada juga Kelelawar yang suka menghisap darah.
2. Codot makanannya buah-buahan dan tidak makan serangga seperti Kelelawar. Codot warnanya agak kekuningan bulunya seperti rambut pirang. Dan bersih atau tidak bau seperti Kelelawar. Ukurannya lebih besar dari Kelelawar dan lebih kecil dari Kalong. Kalau pakai ukuran burung seperti burung Kutilang.
3..Kalong juga makan buah-buahan dan ukurannya sangat besar dan bentang sayapnya cukup panjang. Kalong daya jangkau atau jelajah terbangnya cukup jauh dan bisa berpuluh-puluh kilometer. Makanya kalau terbang cukup tinggi. Dan Kalong suka berkelompok dan hinggap di pohonan yang besar dan tinggi. Kalong juga tahan terhadap sinar atau panas matahari.
Kalong suka atau hinggap di pohon yang tinggi dan bergelantungan dan bisa pindah kedahan yang lain dengan merambat memakai kakinya. Dan suara Kalong cukup brisik atau ramai. Biasanya dahan pohon akan kering atau tidak ada daunya kalau dijadikan gelantungan Kalong.
Kalong hidup banyak dijual di pasar burung, biasanya untuk dipelihara karena bisa dijinakkan untuk dijadikan hewan peliharaan.
Sampai saat ini belum ada kepastian atau kejelasan darimana virus Corona itu berasal. Apakah dari Kelelawar atau dari hewan lain? Akan tetapi, berita yang sudah tersebar virus Corona berasal dari Kelelawar.
Sumber : Pepnews.com dan panjalu.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar