Minggu, 09 Maret 2025

Suara Makam Sultan Demak

2993

Makam Sultan Demak


Makam Kasepuhan.


Lokasi Makam Raja-Raja Demak atau Makam Raja-Raja Kesultanan Demak berada di sisi Barat Laut Masjid Agung Demak, masih di kompleks masjid. Tiga kubur utama yang ada di Makam Kasepuhan adalah Makam Raden Patah (Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo, Sultan Demak pertama), Raden Patiunus (Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak kedua), dan Dewi Murthosimah permaisuri / istri Raden Patah. Di sisi kanan kiri makam utama ini terdapat sejumlah makam lain seperti Makam Pangeran Benawa yang panjang kuburnya boleh dibilang tidak lazim karena lebih panjang dari makam pada umumnya. Pangeran Benawa adalah Raja Pajang ketiga (1586-1587) bergelar Prabuwijaya.


Selain makam para sultan, di sini juga ada makam para pangeran dan istri, Putri Champa hingga Syekh Maulana Maghribi. Putri Champa sendiri berasal dari Kerajaan Champa di Vietnam, dan merupakan ibunda dari Raden Patah. 


Batu nisan di kompleks pemakamam ini berbeda-beda ukuran dan warnanya. Ada yang berwarna putih, ada pula yang cokelat. Makam Raden Patah misalnya, warnanya cokelat muda dan lebih tinggi dari makam lain.


Raden Patah diyakini merupakan anak dari Prabu Brawijaya 5 Kertabhumi, raja Majapahit terakhir. Raden Patah memiliki gelar sebagai Panembahan Jimbun setelah melegitimasi Kesultanan Demak sebagai penerus Majapahit dan pengangatakannya sebagai sultan Demak oleh Wali Songo.


terdapat dua bagian makam di belakang Masjid Agung Demak. Yakni Makam Kasepuhan yang berada di area terbuka dan Makam Kaneman yang terdapat cungkupnya.


Makam Kasepuhan terdiri dari Makam Sultan Fatah, Sultan Pati Unus, dan istri Sultan Fatah, beserta keluarganya. Sementara Makam Kanoman meliputi Sultan Trenggono, Sultan Prawoto, dan beberapa ahli warisnya.


Makam Kaneman.


Merupakan makam terdiri atas 24 makam, yang  berlokasi di sebelah barat Kasepuhan, dan makam lainnya. komplek kaneman yang memuat 24 nisan; yang terkenal antara lain Sultan Trenggono/Sultan Demak 3, dan Sultan Prawoto.


Makam Syekh Maulana Maghribi.


Syekh Maulana Maghribi Demak yang bernama lengkap Syekh Maulana Mudhofar Malik Hasan al-Maghribi adalah Maha Guru Dewan Walisongo. Beliau adalah Wali Demak ke-6 yang hijrah dari Negeri Maghribi, julukan untuk Daulah An-Nashriyah atau Bani Ahmar, yang sekarang lebih dikenal dengan kota Granada, Spanyol (Eropa).


Para pendiri Dewan Walisongo yang menjadi murid-muridnya adalah tokoh yang mengikuti musyawarah para wali se-Jawa yang pertama tahun 1463,  maupun pada musyawarah para wali se-Jawa kedua tahun 1466,  yang kemudian menghasilkan kesepakan berdirinya Dewan Walisongo pada Hari Ahad Pon, tanggal 14 Dzul Hijjah 870 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 27 Juli 1466.


Syekh Maulana Maghribi Demak wafat pada hari Rabu Pon, tanggal 13 Rabiul Awal 861 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 9 Februari 1457 di usia yang ke 131 tahun. Lokasi makam beliau berada di belakang Masjid Agung Demak bertuliskan Syekh Maulana Maghribi.


Diringkas dari : MasjidAgungDemak.org

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perjanjian Lawas

 Buatlah Risalah dan Infografis tentang Perjanjian Kerajaan di  Indonesia yaitu : Perjanjian Giyanti. Ditandatangani pada 13 Februari 1755, ...