Sabtu, 18 Januari 2025

NI SRITANJUNG

 NI SRITANJUNG

Sastra yg berasal dari Jawa Kuno era Kerajaan Kediri yg menginspirasi nama Kabupaten Banyuwangi.


Dalam versi Banyuwangi diambil cerita sampai Sritanjung ditikam keris oleh Sidapaksa kemudian mati, karena ia jujur bahwa dia tidak pernah dinodai oleh Raja Sulakrama. Darah yg keluar dari luka tikaman keris itu yg bercampur air mengeluarkan aroma wangi dan jadilah nama Banyuwangi.


Dalam Sastra Aslinya lebih jauh dari itu.

Berikut menurut Sastra Asli yg di ukir pada dinding relief Candi Surawana.


Sritanjung hidup bersama kakeknya, kemudian menikah dengan Patih Sidapaksa,. Raja Sulakrama terpikat dengan Sritanjung. Raja Sulakrama yg licik memberikan tugas untuk Patih Sidapaksa dan dijalaninya oleh sang patih.


Sritanjung ditinggal di Istana, yg kemudian dirayu oleh sang Raja. Sritanjung yg setia dg suaminya tidak pernah mau terrayu oleh Sang Raja.

Sementara itu Sidapaksa dalam tugasnya tergoda oleh bidadari Dewa Indra.

Sesampainya Patih Sidapaksa kembali istana. Sang Raja memfitnah bahwa Sritanjung telah dinodainya dan berselingkuh dengannya.


Lantas hal tersebut membuat sang Patih marah dan menemui Sritanjung untuk dibunuh.

Sritanjung jujur, tapi Suaminya itu tidak menghiraukannya. Kemudian Sritanjung berucap "Jika Aku berbohong maka darah yg keluar dari tubuhku akan berbau busuk, jika aku jujur darahku berbau harum"

Kemudian ia ditikam berkali kali dengan keris oleh suaminya.

Dan jasad Sritanjung tercebur kedalam air dan Darah yg bercampur air itu beraroma wangi.


Sang Patih yg menyaksikannya akhirnya merasa menyesal atas perbuatannya.

Dan Roh Sritanjung menaiki ikan wahana Dewi Gangga meninggalkan alam Marcapada sembari menangis dan melambaikan tangan kepada suaminya.


Sritanjung kemudian bertemu dengan Dewi Durga, yg mengatakan "kamu belum waktunya untuk mati, kembalilah ke suamimu"

Kemudian Sri Tanjung dihidupkan kembali oleh Bethari Durga. Yg mana itu sebagai ucapan terimakasihnya kepada Sahadewa yg telah meruwatnya ( diceritakan dlm sastra Sudamala ). Dan Sidapaksa merupakan titisan Sahadewa.


Sritanjung hidup kembali bersama kakeknya. Datanglah 2 tokoh penasehat yaitu Tualen & Merdah yg menasehatinya untuk kembali kepada Sidapaksa suaminya.

Dan Kakeknya menasehatinya hal yg sama.


Sritanjung yg awalnya menolak akhirnya mau kembali ke suaminya dengan memberikan syarat bahwa suaminya harus membunuh Raja Sulakrama.


Dan Sidapaksa menyanggupinya, Raja Sulakrama dibunuhnya dan akhirnya Sri Tanjung dan Sidapaksa hidup bersama kembali dengan penuh kebahagiaan.


Selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chat Gpt 12 Mei-31 Mei