Sabtu, 07 Februari 2026

REVISI GB PAHLAWAN

Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

Syaikhona Mohammad Kholil 

Lahir di Bangkalan, 25 Mei 1835.

Meninggal di Bangkalan,  23 April 2925.

Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil

Menurut buku 'Jejak Pemikiran Pendidikan Ulama Nusantara' karya Siti Kusrini, Syaikhona Muhammad Kholil atau dikenal juga sebagai Kyai Kholil merupakan pakar fiqih, tata bahasa Arab, tasawuf, dan mursyid thoriqoh. Beliau juga merupakan hafidzul Quran.

Kyai Kholil mendirikan dua pesantren bernama Jangkeban dan Kademangan. Salah satu santri yang pernah mengemban ilmu di pesantren milik Kyai Kholil adalah KH Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus Nahdlatul Ulama.

Tidak hanya secara aktif mensyiarkan Islam di tengah-tengah masyarakat, beliau juga dikenal turut membela hak masyarakat di bidang pendidikan. Termasuk di masa pemerintahan kolonial Belanda.




RISALAH & INFOGRAFIS PAHLAWAN ULAMA

Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan

Nama: Syaikhona Mohammad Kholil
Tempat Lahir: Bangkalan, Madura
Tanggal Lahir: 25 Mei 1835
Wafat: 23 April 1925 (bukan 2925 — koreksi tahun sejarah)


๐Ÿ“œ Profil Singkat

Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan adalah ulama besar Nusantara, ahli fiqih, tata bahasa Arab, dan tasawuf. Beliau dikenal sebagai guru para ulama besar Indonesia serta mursyid thariqah dan hafidz Al-Qur’an. Perannya sangat besar dalam perkembangan pesantren dan pendidikan Islam tradisional.


๐ŸŽ“ Keilmuan

  • Pakar Fiqih
  • Ahli Nahwu & Sharaf (tata bahasa Arab)
  • Ulama Tasawuf
  • Mursyid Thariqah
  • Hafidz Al-Qur’an
  • Pengajar ilmu syariat dan hakikat

(Sumber kajian: Jejak Pemikiran Pendidikan Ulama Nusantara – Siti Kusrini)


๐Ÿ•Œ Peran Pendidikan

Syaikhona Kholil mendirikan pesantren:

  • Pesantren Jangkeban
  • Pesantren Kademangan

Pesantren beliau menjadi pusat pendidikan Islam dan melahirkan banyak ulama berpengaruh.


๐Ÿ‘ณ‍♂️ Murid Terkenal

Salah satu santri beliau yang paling terkenal:

KH Hasyim Asy’ari

  • Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng
  • Pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU)

Karena itu, Syaikhona Kholil sering disebut sebagai guru para pendiri NU.


⚖️ Perjuangan Sosial

  • Aktif menyebarkan ajaran Islam di masyarakat
  • Membela hak pendidikan umat
  • Berperan di masa kolonial Belanda
  • Menguatkan kemandirian pesantren
  • Menjadi rujukan spiritual dan keilmuan masyarakat Madura & Jawa

๐ŸŒ™ Warisan dan Pengaruh

  • Tokoh sentral jaringan ulama Nusantara
  • Penghubung sanad keilmuan pesantren
  • Figur spiritual yang dihormati lintas generasi
  • Jejaknya kuat dalam tradisi pesantren hingga kini



Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

Sutomo (Bung Tomo)

Lahir di Kampung Blauran, Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920

Meninggal di  di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981

Proses Pemulangan: Membutuhkan waktu sekitar 8 bulan untuk mengurus administratif dan lobi.

Waktu Pemindahan: Kerangka jenazah tiba dan dimakamkan kembali di Surabaya pada Februari 1982.

Dimakamkan di TPU Ngagel, Surabaya.

Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda.

Menjabat sebagai wartawan lepas pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya pada tahun 1937.

Sebagai Redaktur Mingguan Pembela Rakyat di Surabaya pada tahun 1939.

Bekerja di kantor berita tentara pendudukan Jepang, Domei, bagian Bahasa Indonesia untuk seluruh Jawa Timur di Surabaya pada tahun 1942-1945.

Menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara, 1945.

Pertempuran di Surabaya, 10 November 1945, Bung Tomo tampil sebagai orator ulung di depan corong radio, membakar semangat rakyat untuk berjuang melawan tentara Inggris dan NICA-Belanda. Bung Tomo melalui kalimat-kalimat patriotisnya berhasil membakar semangat rakyat untuk melawan sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

RISALAH PAHLAWAN NASIONAL — SUTOMO (BUNG TOMO)

Orator Perlawanan Surabaya & Penggerak Semangat 10 November 1945


๐Ÿงพ Identitas Singkat

  • Nama: Sutomo (Bung Tomo)
  • Lahir: Kampung Blauran, Surabaya — 3 Oktober 1920
  • Wafat: Padang Arafah, Arab Saudi — 7 Oktober 1981
  • Pemakaman: TPU Ngagel, Surabaya (dipindahkan Februari 1982)
  • Julukan: Orator Pertempuran Surabaya

๐Ÿ‘ฆ Masa Muda & Awal Karier

  • Usia 17 tahun menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang meraih peringkat Pandu Garuda.
  • 1937: Wartawan lepas di Harian Soeara Oemoem Surabaya.
  • 1939: Redaktur Mingguan Pembela Rakyat Surabaya.
  • Aktif di dunia jurnalistik dan pergerakan pemuda sejak usia muda.

๐Ÿ“ฐ Masa Pendudukan Jepang

  • 1942–1945: Bekerja di kantor berita Jepang Domei (Bagian Bahasa Indonesia untuk Jawa Timur, Surabaya).
  • Mengasah kemampuan komunikasi massa dan penyiaran berita.

๐Ÿ“ป Masa Revolusi Kemerdekaan

  • 1945: Menjabat Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara.
  • Menjadi tokoh penting dalam penyebaran informasi perjuangan kemerdekaan.

๐Ÿ”ฅ Peran Besar di Pertempuran Surabaya

10 November 1945 — Pertempuran Surabaya

  • Bung Tomo tampil sebagai orator radio yang mengobarkan semangat rakyat.
  • Pidato melalui siaran radio membakar keberanian arek-arek Surabaya.
  • Menggerakkan perlawanan terhadap pasukan Inggris dan NICA-Belanda.
  • Seruan perjuangannya menjadi simbol perlawanan nasional.

Ciri pidato Bung Tomo:

  • Berapi-api
  • Religius dan patriotik
  • Mengajak persatuan dan keberanian
  • Menolak menyerah pada penjajahan

⚰️ Wafat & Pemulangan Jenazah

  • Wafat di Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji (1981).
  • Proses pemulangan jenazah: ± 8 bulan (administrasi & lobi).
  • Februari 1982: Dimakamkan kembali di TPU Ngagel, Surabaya.

๐Ÿ“Š INFOGRAFIS RINGKAS — BUNG TOMO

๐Ÿ‘ค Nama: Sutomo (Bung Tomo)
๐Ÿ“ Lahir: Surabaya, 1920
๐Ÿ—ž️ Profesi awal: Wartawan & Redaktur
๐Ÿ“ก Keahlian utama: Orator & penyiar perjuangan
๐Ÿ”ฅ Peran puncak: Orator radio Pertempuran Surabaya
๐Ÿ“… Momentum: 10 November 1945
๐Ÿ•Š️ Wafat: 1981 — Arafah
⚰️ Dimakamkan: TPU Ngagel Surabaya (1982)

Warisan Utama:
➡️ Semangat perlawanan rakyat
➡️ Kekuatan kata-kata sebagai senjata perjuangan
➡️ Simbol Hari Pahlawan





Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :
KH Abdul Wahab Hasbullah
Lahir di Tambakberas, Jombang, 31 Maret 1888
Meninggal di 29 Desember 1971 di Jombang

Pendidikan: PP Langitan, PP Mojosari, PP Tawangsari, berguru ke Syekh Kholil al-Bangkalani, PP Tebuireng, dan menuntut ilmu di Mekkah.
Peran Utama:
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy'ari (1926).
Penggagas Komite Hijaz yang berujung pada berdirinya NU.
Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) melawan Jepang.
Pencetus Tashwirul Afkar (forum diskusi) dan media Soeara Nahdlatul Oelama.
Gelar: Pahlawan Nasional Indonesia (ditetapkan 7 November 2014). 
Ia dikenal karena pandangannya yang modern namun tetap memegang teguh tradisi Islam Nusantara (Ahlussunnah wal Jamaah).


RISALAH PAHLAWAN NASIONAL

KH Abdul Wahab Hasbullah (1888–1971)

Ulama Pejuang, Penggagas Kebangkitan NU, dan Tokoh Pembaru Islam Nusantara


๐Ÿงพ Identitas

  • Nama: KH Abdul Wahab Hasbullah
  • Lahir: Tambakberas, Jombang — 31 Maret 1888
  • Wafat: Jombang — 29 Desember 1971
  • Gelar: Pahlawan Nasional Indonesia (ditetapkan 7 November 2014)
  • Dikenal sebagai: Ulama visioner, organisator, dan penggerak kebangkitan Nahdlatul Ulama

๐ŸŽ“ Pendidikan & Keilmuan

KH Abdul Wahab Hasbullah menempuh pendidikan di banyak pesantren dan pusat keilmuan Islam:

  • Pesantren Langitan
  • Pesantren Mojosari
  • Pesantren Tawangsari
  • Berguru kepada Syekh Kholil al-Bangkalani (Bangkalan)
  • Pesantren Tebuireng — kepada KH Hasyim Asy’ari
  • Menuntut ilmu di Mekkah selama beberapa tahun

Pendidikan ini membentuk beliau sebagai ulama yang kuat dalam ilmu agama sekaligus terbuka pada pemikiran pembaruan.


๐Ÿ•Œ Peran Utama & Kontribusi

1️⃣ Pendiri Nahdlatul Ulama (1926)

  • Bersama KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama (NU).
  • Menjadi penggerak utama konsolidasi ulama tradisional Ahlussunnah wal Jamaah.

2️⃣ Penggagas Komite Hijaz

  • Menginisiasi Komite Hijaz untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam Nusantara di Tanah Suci.
  • Gerakan ini menjadi langkah langsung menuju berdirinya NU.

3️⃣ Penggerak Pemikiran Modern

  • Mendirikan forum diskusi Tashwirul Afkar — wadah dialog intelektual keislaman dan kebangsaan.
  • Mengembangkan media Soeara Nahdlatul Oelama sebagai sarana dakwah dan pemikiran.

4️⃣ Perjuangan Masa Pendudukan Jepang

  • Menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah).
  • Menggerakkan kekuatan santri dalam perjuangan menghadapi Jepang dan masa revolusi.

๐Ÿ“š Corak Pemikiran

KH Abdul Wahab Hasbullah dikenal dengan ciri:

  • Modern dalam strategi dan organisasi
  • Teguh memegang tradisi Islam Nusantara
  • Menjaga manhaj Ahlussunnah wal Jamaah
  • Mendorong dialog, pendidikan, dan gerakan sosial-keagamaan

๐Ÿ… Penghargaan

  • Pahlawan Nasional Indonesia
  • Ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 7 November 2014
  • Diakui atas jasa dalam perjuangan keagamaan, kebangsaan, dan organisasi umat



Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

KH. Hasyim Asy'ari 

Lahir di Selasa Kliwon, 24 Dzulqaidah 1287 H (14 Februari 1871 M) di Jombang, Jawa Timur.

Meninggal di 25 Juli 1947 (3 Ramadhan 1366 H) di Jombang, dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng.

Pahlawan Nasional: Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 17 November 1964.

Keluarga: Ayahnya KH. A. Wahid Hasyim, dan cucunya adalah Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Pendidikan: Belajar di pesantren keluarga, lalu mengembara ke berbagai pesantren di Jawa, serta menimba ilmu di Mekkah, memperdalam ilmu agama hingga menguasai sembilan kitab hadis (Kutub At-Tis'ah).

Peran dan Kontribusi

Pendiri NU (1926): Membentuk Nahdlatul Ulama untuk menyatukan ulama dan membangkitkan umat Islam.

Pendiri Pesantren Tebuireng (1899): Menjadi pesantren besar dan cikal bakal lahirnya banyak kiai di Jawa dan Sumatera.

Pendidikan Karakter: Mengajarkan santri untuk mandiri, berorganisasi, berpidato, dan menguasai ilmu umum selain agama.

Perjuangan Kemerdekaan: Mengajak santri berjuang melawan penjajah Belanda, menetapkan hukum berjuang adalah fardlu 'ain (wajib).

Toleransi: Menganjurkan diskusi keagamaan dan menerima pelajaran umum, menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan.

RISALAH & INFOGRAFIS PAHLAWAN NASIONAL

KH. Hasyim Asy’ari

Pendiri Nahdlatul Ulama & Ulama Besar Nusantara


๐Ÿงพ Identitas

Nama: KH. Muhammad Hasyim Asy’ari
Lahir: Selasa Kliwon, 24 Dzulqaidah 1287 H
(14 Februari 1871 M) — Jombang, Jawa Timur
Wafat: 3 Ramadhan 1366 H
(25 Juli 1947 M) — Jombang
Dimakamkan: Kompleks Pesantren Tebuireng
Gelar: Pahlawan Nasional (17 November 1964)


๐Ÿ‘ช Keluarga

  • Berasal dari keluarga ulama pesantren
  • Putra dari keluarga kiai pengasuh pesantren
  • Putranya: KH. A. Wahid Hasyim (Menteri Agama RI)
  • Cucunya: KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) — Presiden RI ke-4

๐ŸŽ“ Pendidikan & Keilmuan

  • Belajar di pesantren keluarga sejak kecil
  • Mengembara ke berbagai pesantren di Jawa
  • Menuntut ilmu di Mekkah
  • Menguasai ilmu:
    • Fiqih
    • Tafsir
    • Hadis
    • Tasawuf
    • Bahasa Arab
  • Menguasai Kutub At-Tis’ah (sembilan kitab hadis utama)

๐Ÿ•Œ Peran Besar

๐Ÿ“Œ Pendiri Pesantren Tebuireng (1899)

  • Menjadi pusat pendidikan Islam besar
  • Melahirkan banyak ulama Nusantara
  • Mengembangkan sistem belajar yang teratur dan disiplin

๐Ÿ“Œ Pendiri Nahdlatul Ulama (1926)

  • Menyatukan ulama Ahlussunnah wal Jamaah
  • Menguatkan organisasi keagamaan dan sosial
  • Menjadi fondasi gerakan Islam tradisional Indonesia

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Perjuangan Kemerdekaan

  • Menggerakkan santri melawan penjajah
  • Mengeluarkan fatwa: Berjuang melawan penjajah = fardlu ‘ain
  • Menjadi penggerak Resolusi Jihad 1945
  • Menguatkan moral dan semangat rakyat

๐Ÿ“š Pendidikan Karakter

KH. Hasyim Asy’ari menekankan:

  • Akhlak dan adab sebelum ilmu
  • Kemandirian santri
  • Kemampuan organisasi
  • Keterampilan berpidato
  • Penguasaan ilmu umum selain agama
  • Disiplin dan tanggung jawab

๐Ÿค Nilai Toleransi

  • Mendorong dialog keagamaan
  • Menerima pelajaran umum di pesantren
  • Menjalin hubungan baik lintas golongan
  • Menjaga persatuan umat dan bangsa

๐ŸŒŸ Warisan Sejarah

  • Bapak ulama pesantren modern-tradisional
  • Pilar kebangkitan Islam Nusantara
  • Guru para kiai dan pemimpin bangsa
  • Pengaruhnya hidup dalam jaringan pesantren hingga kini



Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Sungkono

Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 1 Januari 1911

Meninggal di 12 September 1977

Pendidikan & Karier Awal

Pendidikan: Sekolah Ongko Loro Muhammadiyah, HIS, MULO (Surabaya), dan Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen (KIS) di Makassar.

Pekerjaan: Mekanik di angkatan laut Belanda (Vliegtuigmaker), lalu bergabung dengan PETA.

Peran Penting

Pertempuran Surabaya (1945): Sebagai Komandan BKR Kota Surabaya, ia memimpin pertempuran, memobilisasi pasukan (PETA, Heiho, dll.), dan membakar semangat pejuang melalui pidatonya.

Pemberontakan Madiun (1948): Diangkat menjadi Gubernur Militer Jawa Timur dan berhasil memulihkan keamanan dalam waktu singkat.

Pangdam Brawijaya I: Dilantik sebagai Panglima Divisi I Brawijaya (sekarang Kodam V Brawijaya).

Penghargaan & Pengabdian

Namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono, sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.



RISALAH & INFOGRAFIS PAHLAWAN

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Sungkono


๐Ÿงพ Identitas

Nama: Mayor Jenderal TNI (Purn.) Sungkono
Lahir: Purbalingga, Jawa Tengah — 1 Januari 1911
Wafat: 12 September 1977

Tokoh militer penting dalam masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia, dikenal sebagai komandan lapangan yang tegas dan penggerak perlawanan di Jawa Timur.


๐ŸŽ“ Pendidikan & Karier Awal

  • Sekolah Ongko Loro Muhammadiyah
  • HIS (Hollandsch-Inlandsche School)
  • MULO Surabaya
  • Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen (KIS) — Makassar
  • Bekerja sebagai mekanik angkatan laut Belanda (Vliegtuigmaker)
  • Bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada masa pendudukan Jepang

⚔️ Peran Penting Perjuangan

๐Ÿ”ฅ Pertempuran Surabaya (1945)

  • Komandan BKR Kota Surabaya
  • Memimpin dan mengoordinasikan perlawanan rakyat
  • Memobilisasi kekuatan:
    • Eks PETA
    • Heiho
    • Laskar rakyat
  • Dikenal membakar semangat juang melalui pidato dan komando lapangan
  • Berperan besar dalam perlawanan Surabaya melawan Sekutu

๐Ÿ›ก️ Penumpasan Pemberontakan Madiun (1948)

  • Diangkat menjadi Gubernur Militer Jawa Timur
  • Memulihkan keamanan wilayah dalam waktu relatif singkat
  • Menata kembali stabilitas pertahanan daerah

๐Ÿช– Panglima Divisi Brawijaya

  • Dilantik sebagai Panglima Divisi I Brawijaya
  • Menjadi cikal bakal Kodam V/Brawijaya
  • Membina kekuatan militer regional Jawa Timur

๐Ÿ… Penghargaan & Pengabdian

  • Diakui sebagai tokoh penting militer Jawa Timur
  • Namanya diabadikan sebagai: Jalan Mayjen Sungkono — Surabaya
  • Menjadi simbol penghormatan atas jasa perjuangan dan kepemimpinannya

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Nilai Keteladanan

  • Kepemimpinan lapangan yang kuat
  • Ketegasan dalam menjaga keamanan negara
  • Kemampuan mobilisasi pasukan rakyat
  • Loyalitas pada Republik Indonesia
  • Disiplin dan keberanian dalam situasi krisis



Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

Mohammad Tabrani Soerjowitjirto

Lahir di 

Pamekasan, Hindia Belanda, 10 Oktober 1904

Meninggal di Jakarta

12 Januari 1984

Mohammad Tabrani menempuh pendidikannya di MULO dan OSVIA, Bandung, Jawa Barat.

Sepanjang tahun 1926 hingga 1930, Mohammad Tabrani banyak berkarier dalam bidang jurnalistik. Bahkan, saat bersekolah di Universitas Koln, Eropa, ia membantu beberapa surat kabar di Indonesia. Saat itu, masih jarang pemuda Indonesia yang menuntut ilmu jurnalistik di luar negeri. Hanya beberapa orang yang menuntut ilmu jurnalistik di luar negeri, seperti Djamaluddin Adinegoro, Jusuf Jahja, dan Tabrani.

Kongres Pemuda I sendiri dilaksanakan sejak 30 April hingga 2 Mei 1926 di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta. Kongres Pemuda I dibuka dengan pidato dari sang ketua, Mohammad Tabrani, yang mengungkapkan bahwa ada banyak cara agar bisa terbebas dari penjajah.


RISALAH PAHLAWAN PERGERAKAN NASIONAL

Mohammad Tabrani Soerjowitjirto (1904–1984)

Pelopor Bahasa Indonesia & Tokoh Kongres Pemuda I


๐Ÿงพ Identitas

  • Nama: Mohammad Tabrani Soerjowitjirto
  • Lahir: Pamekasan, Hindia Belanda — 10 Oktober 1904
  • Wafat: Jakarta — 12 Januari 1984
  • Bidang: Pergerakan pemuda, jurnalistik, kebahasaan
  • Dikenal sebagai: Penggagas istilah Bahasa Indonesia dan Ketua Kongres Pemuda I

๐ŸŽ“ Pendidikan

  • Menempuh pendidikan di:
    • MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs)
    • OSVIA Bandung (sekolah calon pegawai pemerintahan bumiputra)
  • Melanjutkan studi di Universitas Kรถln (Jerman)
  • Termasuk sedikit pemuda Indonesia awal yang belajar jurnalistik di Eropa

๐Ÿ“ฐ Kiprah Jurnalistik

Sepanjang 1926–1930, Tabrani aktif di dunia pers:

  • Menulis dan membantu beberapa surat kabar Indonesia
  • Aktif sebagai wartawan dan pemikir muda
  • Sezaman dengan pelajar jurnalistik luar negeri lain seperti:
    • Djamaluddin Adinegoro
    • Jusuf Jahja

Ia memandang pers sebagai alat perjuangan nasional dan pembentuk kesadaran kebangsaan.


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Peran dalam Gerakan Pemuda

Kongres Pemuda I (30 April – 2 Mei 1926)

  • Diselenggarakan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta
  • Mohammad Tabrani sebagai Ketua Kongres
  • Dalam pidato pembukaan, ia menegaskan:

    perjuangan kemerdekaan dapat ditempuh dengan banyak cara, termasuk persatuan pemuda dan bahasa.


๐Ÿ—ฃ️ Peran Penting dalam Sejarah Bahasa

Mohammad Tabrani dikenal sebagai:

  • Tokoh awal yang mengusulkan nama “Bahasa Indonesia”
  • Menolak istilah “Bahasa Melayu” sebagai bahasa persatuan
  • Mendorong identitas bahasa nasional yang mempersatukan seluruh suku bangsa

Gagasannya menjadi fondasi penting bagi Sumpah Pemuda 1928.


๐ŸŒŸ Makna Perjuangan

Kontribusi utama Tabrani:

  • Memperkuat persatuan pemuda
  • Mengangkat peran pers nasional
  • Meletakkan dasar identitas bahasa bangsa
  • Menghubungkan gerakan intelektual dengan perjuangan kemerdekaan

“Bahasa persatuan adalah fondasi bangsa merdeka.”


๐Ÿ“Š INFOGRAFIS RINGKAS — MOHAMMAD TABRANI

๐Ÿ‘ค Nama: Mohammad Tabrani Soerjowitjirto
๐Ÿ“ Lahir: Pamekasan, 1904
๐ŸŽ“ Pendidikan: MULO — OSVIA — Univ. Kรถln
๐Ÿ“ฐ Profesi: Wartawan & pemikir
๐Ÿ‘ฅ Jabatan: Ketua Kongres Pemuda I (1926)
๐Ÿ—ฃ️ Gagasan Besar: Istilah Bahasa Indonesia
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Peran: Pelopor identitas bahasa nasional
⚰️ Wafat: Jakarta, 1984




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

Trunojoyo 

Lahir di Arosbaya, Bangkalan, Madura, 1649

Meninggal di dieksekusi di Gegodog, Tuban, 2 Januari 1680

Asal-usul: Keturunan bangsawan Madura, putra dari Raden Demang Mloyo Kusumo (putra Pangeran Cakraningrat I).

Latar Belakang: Dibesarkan di lingkungan Keraton Mataram, namun membenci Amangkurat I karena ayahnya dibunuh atas perintah raja tersebut pada tahun 1656. 

Perjuangan dan Karir Militer

Pemberontakan Trunajaya (1674-1681): Memimpin koalisi pasukan Madura, Makassar, dan Surabaya melawan Mataram.

Kemenangan Besar: Berhasil menguasai sebagian besar Jawa Timur dan memaksa Amangkurat I meninggalkan keraton Plered pada Juni 1677.

Perlawanan terhadap VOC: Melawan Mataram yang bersekutu dengan VOC, namun akhirnya terdesak.

Akhir Hayat: Ditangkap oleh pasukan gabungan VOC-Mataram di Ngantang, Malang, pada Desember 1679 dan dibunuh oleh Amangkurat II. 

Warisan

Nama Trunojoyo diabadikan sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan di Madura, termasuk pada Universitas Trunojoyo Madura di Bangkalan dan Bandara Trunojoyo di Sumenep.



RISALAH & INFOGRAFIS PAHLAWAN

Trunojoyo (Trunajaya)

Pemimpin Perlawanan Madura terhadap Mataram & VOC


๐Ÿงพ Identitas

Nama: Trunojoyo / Trunajaya
Lahir: Arosbaya, Bangkalan, Madura — 1649
Wafat: Dieksekusi di Gegodog, Tuban — 2 Januari 1680

Tokoh bangsawan Madura yang memimpin pemberontakan besar terhadap Kesultanan Mataram dan kemudian menghadapi koalisi Mataram–VOC.


๐Ÿ‘‘ Asal-Usul

  • Keturunan bangsawan Madura
  • Putra Raden Demang Mloyo Kusumo
  • Cucu garis keturunan Pangeran Cakraningrat I
  • Pernah dibesarkan di lingkungan Keraton Mataram

⚖️ Latar Belakang Konflik

  • Ayahnya dibunuh atas perintah Amangkurat I (1656)
  • Menumbuhkan permusuhan terhadap kekuasaan Mataram
  • Ketidakpuasan terhadap pemerintahan pusat
  • Ketegangan politik dan kekuasaan di Jawa–Madura

⚔️ Perjuangan & Karier Militer

๐Ÿ”ฅ Pemberontakan Trunojoyo (1674–1681)

  • Memimpin koalisi pasukan:
    • Madura
    • Makassar
    • Surabaya
  • Melancarkan serangan besar terhadap Mataram

๐Ÿ† Kemenangan Penting

  • Menguasai sebagian besar Jawa Timur
  • Pasukan Trunojoyo berhasil menekan Mataram
  • Juni 1677: Amangkurat I meninggalkan Keraton Plered
  • Menjadi pukulan besar bagi kekuasaan Mataram

⚓ Perlawanan terhadap VOC

  • Mataram meminta bantuan VOC
  • Terjadi perang melawan gabungan Mataram–VOC
  • Kekuatan Trunojoyo makin terdesak oleh persenjataan VOC

Akhir Hayat

  • Ditangkap di Ngantang, Malang — Desember 1679
  • Diserahkan kepada pihak Mataram
  • Dieksekusi oleh perintah Amangkurat II
  • Wafat di Gegodog, Tuban — 2 Januari 1680

๐ŸŒบ Warisan & Penghormatan

Nama Trunojoyo diabadikan sebagai simbol keberanian Madura:

  • ๐ŸŽ“ Universitas Trunojoyo Madura — Bangkalan
  • ✈️ Bandara Trunojoyo — Sumenep
  • Figur perlawanan dan harga diri Madura
  • Tokoh penting dalam sejarah konflik Mataram–VOC

INFOGRAFIS — VERSI POSTER RINGKAS

TRUNOJOYO (1649–1680)

๐Ÿ‘‘ Bangsawan Madura
⚔️ Pemimpin Pemberontakan Trunojoyo

๐Ÿ“ Lahir: Arosbaya, Bangkalan
⚰️ Wafat: Gegodog, Tuban

๐Ÿ”ฅ Memimpin Koalisi:
Madura – Makassar – Surabaya

๐Ÿ† 1677:
Mataram jatuh dari Plered

⚓ Musuh Akhir:
Koalisi Mataram + VOC

⛓ Ditangkap: Ngantang, 1679
⚔️ Dieksekusi: 1680

๐ŸŒบ Diabadikan:
Universitas & Bandara Trunojoyo




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :

Komjen Pol. (Purn.) Dr. H. Moehammad Jasin.

Lahir di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara, 9 Juni 1920.

Meninggal di Polri Kramat Jati, Jakarta, 3 Mei 2012.

Jabatan Penting: Komandan Polisi Istimewa, Bapak Brimob Polri.

Peran: Memproklamirkan Polisi RI pada 21 Agustus 1945, mempertahankan kemerdekaan, dan memimpin perlawanan terhadap Jepang dan Sekutu di Surabaya.

Gerilya: Melanjutkan perjuangan melalui gerilya di wilayah Sidoarjo, Mojokerto, dan Kediri setelah situasi Surabaya tidak kondusif. 

Penghargaan:

Atas jasanya, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 November 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Sebuah monumen patung M. Jasin didirikan oleh Polda Jawa Timur di Jalan Polisi Istimewa, Surabaya.


RISALAH PAHLAWAN NASIONAL

Komjen Pol. (Purn.) Dr. H. Moehammad Jasin (1920–2012)

Bapak Brimob Polri & Proklamator Polisi Republik Indonesia


๐Ÿงพ Identitas

  • Nama: Komjen Pol. (Purn.) Dr. H. Moehammad Jasin
  • Lahir: Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara — 9 Juni 1920
  • Wafat: RS Polri Kramat Jati, Jakarta — 3 Mei 2012
  • Julukan: Bapak Brimob Polri
  • Gelar: Pahlawan Nasional (5 November 2015)

๐Ÿš“ Peran Bersejarah

KHUSUS dalam masa awal kemerdekaan, Moehammad Jasin menjadi tokoh penting dalam pembentukan dan perjuangan kepolisian Indonesia.

Peran utama:

  • Komandan Polisi Istimewa
  • Tokoh pelopor pasukan yang menjadi cikal bakal Brimob Polri
  • Memimpin kekuatan kepolisian bersenjata dalam masa revolusi

๐Ÿ“œ Proklamasi Polisi RI

  • 21 Agustus 1945: Moehammad Jasin memproklamasikan berdirinya Polisi Republik Indonesia di Surabaya
  • Menandai peralihan dari kepolisian bentukan Jepang ke kepolisian nasional RI
  • Menyatukan unsur polisi untuk mendukung kemerdekaan Indonesia

⚔️ Perjuangan Bersenjata

Pertempuran Surabaya 1945

  • Memimpin Polisi Istimewa melawan:
    • Sisa kekuatan Jepang
    • Pasukan Sekutu & NICA
  • Berperan dalam pertahanan kota Surabaya

Perang Gerilya Setelah kondisi Surabaya tidak kondusif:

  • Melanjutkan perjuangan gerilya di:
    • Sidoarjo
    • Mojokerto
    • Kediri

๐Ÿ… Penghargaan & Penghormatan

  • Pahlawan Nasional — ditetapkan 5 November 2015 oleh Presiden Joko Widodo
  • Diabadikan dalam Monumen Patung M. Jasin
    • Lokasi: Jalan Polisi Istimewa, Surabaya
  • Dikenang sebagai peletak dasar kekuatan paramiliter kepolisian RI

๐ŸŒŸ Makna Perjuangan

Moehammad Jasin menunjukkan bahwa:

Kepolisian bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pejuang kemerdekaan.

Warisan utamanya:

  • Fondasi Brimob
  • Kepolisian nasional yang berdaulat
  • Tradisi keberanian dan disiplin aparat RI

๐Ÿ“Š INFOGRAFIS RINGKAS — M. JASIN

๐Ÿ‘ค Nama: Moehammad Jasin
๐Ÿ“ Lahir: Bau-Bau, 1920
๐Ÿš“ Julukan: Bapak Brimob
๐Ÿ“œ 21 Agustus 1945: Proklamasi Polisi RI
⚔️ Peran: Komandan Polisi Istimewa — Surabaya
๐ŸŒ„ Gerilya: Sidoarjo • Mojokerto • Kediri
๐Ÿ… Pahlawan Nasional: 2015
๐Ÿ—ฟ Monumen: Jl. Polisi Istimewa, Surabaya
⚰️ Wafat: 2012 — Jakarta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lahirnya Belgia

  Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda Hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia secara resmi sudah terjalin sejak 75 tahun sil...