Kamis, 05 Februari 2026

Pemberontakan di Masa Orde Lama

Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

Pemberontakan atau Pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan (Desember 1946–Februari 1947).

Waktu & Lokasi: 

Terjadi di Sulawesi Selatan dari 10 Desember 1946 hingga 21 Februari 1947.

Latar Belakang: 

Belanda ingin menegakkan kembali kekuasaannya pasca-Perang Dunia II dan memadamkan perlawanan pejuang lokal serta infiltrasi dari Jawa.

Metode: 

Westerling menerapkan metode "penyisiran" (zuiveringsacties) desa demi desa. Mereka menangkap dan mengeksekusi langsung orang-orang yang dicurigai sebagai pejuang atau pendukung Republik tanpa pengadilan.

Dampak: 

Peristiwa ini melumpuhkan perlawanan lokal sementara waktu namun dikecam keras sebagai kejahatan perang.

Jumlah Korban: 

Meskipun klaim awal menyebutkan angka tinggi, perkiraan objektif menyebutkan sekitar 3.000 hingga 4.000 warga sipil menjadi korban keganasan pasukan Belanda. 

Operasi ini menargetkan milisi pro-Indonesia dan pejuang kemerdekaan, menciptakan suasana teror yang mendalam di wilayah Sulawesi Selatan selama masa Revolusi Nasional Indonesia.



RISALAH SEJARAH

Pemberontakan / Pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan (1946–1947)

📍 Peristiwa

Operasi militer yang dikenal sebagai Aksi Westerling atau Pembantaian Sulawesi Selatan merupakan operasi pasukan Belanda di bawah komando Kapten Raymond Westerling terhadap wilayah Sulawesi Selatan pada masa Revolusi Nasional Indonesia.


🗓 Waktu & Lokasi

  • 10 Desember 1946 – 21 Februari 1947
  • Terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan

⚔️ Latar Belakang

  • Belanda berusaha menegakkan kembali kekuasaan kolonial setelah Perang Dunia II.
  • Munculnya perlawanan pejuang Republik dan laskar rakyat di Sulawesi Selatan.
  • Kekhawatiran Belanda terhadap infiltrasi pejuang dari Jawa.
  • Situasi keamanan tidak stabil menurut versi administrasi kolonial.

🔍 Metode Operasi

  • Dilakukan oleh pasukan khusus Belanda (DST – Depot Speciale Troepen).
  • Menggunakan metode “penyisiran” desa ke desa (zuiveringsacties).
  • Warga dikumpulkan dan diperiksa secara massal.
  • Orang yang dicurigai sebagai pejuang atau pendukung Republik:
    • Ditangkap
    • Diinterogasi
    • Banyak yang dieksekusi di tempat tanpa pengadilan.
  • Pendekatan ini menimbulkan ketakutan luas di masyarakat.

👥 Sasaran

  • Milisi dan laskar pro-Republik
  • Pejuang kemerdekaan lokal
  • Warga yang dicurigai membantu perlawanan

⚠️ Dampak

  • Perlawanan bersenjata lokal melemah sementara.
  • Menimbulkan trauma dan teror mendalam di masyarakat Sulawesi Selatan.
  • Menjadi salah satu kasus yang kemudian dikecam sebagai pelanggaran berat / kejahatan perang.
  • Menjadi bagian penting dalam catatan kekerasan masa Revolusi Kemerdekaan.

☠️ Jumlah Korban

  • Klaim awal sempat menyebut angka sangat besar.
  • Perkiraan penelitian yang lebih objektif:
    ± 3.000 – 4.000 warga sipil tewas.

TEKS INFOGRAFIS (VERSI RINGKAS POSTER)

PEMBANTAIAN WESTERLING

Sulawesi Selatan (1946–1947)

🗓 Waktu:
10 Des 1946 – 21 Feb 1947

📍 Lokasi:
Sulawesi Selatan

📌 Latar Belakang:
Belanda ingin memulihkan kekuasaan & memadamkan perlawanan Republik.

⚔️ Metode:

  • Penyisiran desa ke desa
  • Penangkapan massal
  • Eksekusi tanpa pengadilan

🎯 Sasaran:
Pejuang & milisi pro-Indonesia

⚠️ Dampak:

  • Teror luas
  • Perlawanan melemah sementara
  • Dikecam sebagai kejahatan perang

☠️ Korban:
± 3.000–4.000 warga sipil




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

Pemberontakan PKI Madiun (1948): Dipimpin Musso, menentang pemerintah RI terkait kebijakan dan Perjanjian Renville, bertujuan mengubah ideologi.



RISALAH SEJARAH

Pemberontakan PKI Madiun (1948)

Upaya Perebutan Kekuasaan di Tengah Perjuangan Kemerdekaan

Waktu: September–Desember 1948
Lokasi: Madiun dan sekitarnya, Jawa Timur
Masa: Pemerintahan Presiden Sukarno


Latar Belakang

Setelah kemerdekaan 1945, Indonesia menghadapi tekanan militer Belanda dan konflik politik internal. Situasi memburuk setelah Perjanjian Renville (1948) yang mempersempit wilayah Republik Indonesia dan memicu ketidakpuasan berbagai kelompok politik.

PKI yang bangkit kembali di bawah pimpinan Musso mendorong garis revolusi kiri dan menentang kebijakan pemerintah RI yang dianggap kompromistis terhadap Belanda.


Pemicu Peristiwa

  • Ketidakpuasan terhadap hasil Perjanjian Renville
  • Konflik antara kelompok kiri dan pemerintah
  • Konsolidasi PKI dan organisasi sayapnya
  • Situasi militer dan ekonomi yang tidak stabil

Kronologi Singkat

  • Agustus 1948: Musso kembali dari luar negeri dan mengambil alih kepemimpinan PKI
  • September 1948: Kelompok PKI dan Front Demokrasi Rakyat bergerak di Madiun
  • 18 September 1948: Diproklamasikan pemerintahan tandingan di Madiun
  • Pemerintah RI menyatakan gerakan tersebut sebagai pemberontakan
  • TNI melakukan operasi militer penumpasan
  • Akhir 1948: Madiun berhasil direbut kembali oleh pemerintah
  • Musso tewas dalam operasi militer, tokoh lain ditangkap

Tokoh Utama

  • Musso — pemimpin PKI saat pemberontakan
  • Amir Sjarifuddin — tokoh kiri, terlibat dalam gerakan
  • Presiden Sukarno & Jenderal Soedirman — memimpin respons pemerintah

Dampak

  • Ribuan korban jiwa dari berbagai pihak
  • Penumpasan jaringan PKI saat itu
  • Penguatan posisi pemerintah pusat
  • Memperdalam polarisasi ideologi nasional
  • Menjadi preseden konflik ideologi di Indonesia

Makna Sejarah

Peristiwa Madiun 1948 menunjukkan bahwa ancaman terhadap negara muda Indonesia tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari konflik ideologi di dalam negeri.

“Persatuan nasional diuji bukan hanya oleh penjajah, tetapi juga oleh perpecahan internal.”


KONSEP INFOGRAFIS SEJARAH

Judul Besar

PEMBERONTAKAN PKI MADIUN 1948

Gaya Visual

  • Warna: krem–sepia–merah tua (arsip historis)
  • Tekstur kertas lama
  • Ikon: peta Jawa Timur, bintang merah pudar, simbol TNI, garis timeline

Blok Infografis

1️⃣ Latar Situasi

  • Pasca Renville
  • Krisis politik & militer
  • Ketegangan ideologi

2️⃣ Timeline

  • Agustus 1948 — Musso kembali
  • 18 Sept — Gerakan Madiun
  • Sept–Okt — Operasi TNI
  • Akhir 1948 — Penumpasan

3️⃣ Tokoh

  • Musso
  • Amir Sjarifuddin
  • Soekarno
  • Soedirman

4️⃣ Dampak

  • Korban jiwa
  • PKI melemah sementara
  • Negara perkuat kontrol keamanan

5️⃣ Status ✅ Pemberontakan dipadamkan pemerintah RI




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) pimpinan Raymond Westerling pada 23 Januari 1950.

Latar Belakang (APRA): Didirikan oleh mantan kapten KNIL, Raymond Westerling, pada 15 Januari 1949 setelah demobilisasi. 

APRA adalah milisi swasta yang didukung oleh beberapa pihak pro-Belanda.

Kudeta 23 Januari 1950:

Pasukan APRA masuk ke Bandung dan menembak mati setiap anggota TNI yang ditemui, termasuk menargetkan Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX dan Sekjen Ali Budiardjo.

Tujuan: 

Menggulingkan pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan mempertahankan negara federal.

Akhir Pemberontakan: 

Upaya tersebut gagal total. Westerling melarikan diri ke Singapura, dan APRA berhasil ditumpas oleh TNI.

Dampak: 

Peristiwa ini mempercepat pembubaran negara-negara federal dan kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan (NKRI) pada 17 Agustus 1950.




🏷 Judul Peristiwa

Pemberontakan APRA – Kudeta Pro-Belanda di Bandung


📅 Waktu & Tempat

  • Tanggal: 23 Januari 1950
  • Lokasi utama: Bandung, Jawa Barat
  • Masa: Awal periode Republik Indonesia Serikat (RIS) — era Presiden Soekarno

👤 Tokoh Utama

Raymond Westerling

  • Mantan Kapten KNIL
  • Pendiri dan pimpinan APRA
  • Pernah memimpin operasi militer Belanda di Sulawesi Selatan
  • Melarikan diri ke Singapura setelah kudeta gagal

🪖 Apa itu APRA?

APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) adalah milisi bersenjata yang dibentuk oleh Raymond Westerling.

  • Beranggotakan bekas tentara KNIL
  • Didukung unsur pro-federal dan pro-Belanda
  • Menolak integrasi penuh ke dalam TNI dan NKRI

⚠️ Latar Belakang

  • Situasi politik RIS belum stabil
  • Perdebatan keras antara negara federal vs negara kesatuan
  • Kelompok pro-Belanda ingin mempertahankan sistem federal
  • Kekhawatiran pembubaran pasukan eks-KNIL
  • APRA dibentuk setelah proses demobilisasi KNIL

💥 Kronologi Kudeta – 23 Januari 1950

  • Pasukan APRA menyerbu Kota Bandung
  • Menyerang dan menembaki pos serta anggota TNI
  • Banyak prajurit TNI gugur di tempat
  • Ada rencana menargetkan pejabat pusat, termasuk:
    • Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan RIS)
    • Pejabat tinggi pemerintah RIS
  • Situasi kota sempat kacau

🎯 Tujuan Pemberontakan

  • Menggulingkan pemerintahan RIS
  • Mempertahankan bentuk negara federal
  • Menolak dominasi TNI
  • Menuntut pengakuan resmi APRA sebagai angkatan perang negara bagian

🛑 Akhir Pemberontakan

  • Kudeta gagal total
  • TNI segera melakukan penindakan
  • Jaringan APRA dibongkar
  • Raymond Westerling melarikan diri ke luar negeri
  • Tokoh-tokoh pendukung ditangkap

📉 Dampak Penting

  • Mengguncang stabilitas RIS
  • Menguatkan sentimen anti-federal
  • Mempercepat proses kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  • RIS dibubarkan → NKRI resmi kembali 17 Agustus 1950
  • Mempertegas konsolidasi TNI sebagai satu-satunya angkatan bersenjata nasional

🧭 Makna Sejarah

Pemberontakan APRA menjadi contoh awal ancaman bersenjata terhadap negara pasca kemerdekaan dan mempercepat persatuan Indonesia dalam bentuk negara kesatuan.




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia): 

Dipimpin oleh S.M. Kartosuwiryo di Jawa Barat dan meluas ke daerah lain, ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).



RISALAH SEJARAH

Pemberontakan DI/TII (Darul Islam / Tentara Islam Indonesia)

Masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945–1965)


📌 Nama Peristiwa

Pemberontakan DI/TII (Darul Islam / Tentara Islam Indonesia)


🗓 Periode

  • Dimulai: 1948 (Jawa Barat)
  • Berakhir utama: 1962 (tertangkapnya Kartosuwiryo)
  • Beberapa gerakan daerah berlanjut hingga pertengahan 1960-an

👤 Tokoh Utama

  • S.M. Kartosuwiryo — pendiri dan pemimpin DI/TII
  • Memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII)

Tokoh daerah:

  • Daud Beureueh (Aceh)
  • Kahar Muzakkar (Sulawesi Selatan)
  • Ibnu Hadjar (Kalimantan Selatan)
  • Amir Fatah (Jawa Tengah)

🧭 Latar Belakang

  • Ketidakpuasan terhadap hasil perjanjian politik RI–Belanda (Renville).
  • Kekosongan dan konflik keamanan pasca revolusi.
  • Keinginan mendirikan negara berdasarkan syariat Islam.
  • Penolakan terhadap bentuk Negara Kesatuan RI yang dianggap tidak sesuai visi kelompok DI.

🏴 Tujuan Gerakan

  • Mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)
  • Mengganti sistem negara Republik menjadi negara berbasis hukum Islam menurut versi gerakan DI.

⚔️ Wilayah Penyebaran

  • Jawa Barat (pusat gerakan)
  • Aceh
  • Jawa Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Kalimantan Selatan

🔥 Bentuk Aksi

  • Perang gerilya di pegunungan dan pedesaan
  • Serangan terhadap pos TNI dan aparat pemerintah
  • Penguasaan wilayah pedalaman
  • Pembentukan struktur pemerintahan tandingan
  • Penarikan pajak & rekrutmen paksa di beberapa daerah

🛡️ Tindakan Pemerintah

Pemerintah RI melakukan operasi militer bertahap, antara lain:

  • Operasi pagar betis
  • Operasi wilayah terpadu TNI
  • Pendekatan keamanan dan politik daerah
  • Penangkapan pimpinan gerakan

⚠️ Dampak

  • Instabilitas keamanan di banyak daerah
  • Korban sipil dan militer
  • Gangguan ekonomi pedesaan
  • Memperkuat kebijakan operasi teritorial TNI
  • Menjadi salah satu pemberontakan terlama di masa awal RI

⛓ Akhir Gerakan

  • 1962: S.M. Kartosuwiryo ditangkap di Gunung Geber, Jawa Barat
  • DI/TII pusat dibubarkan
  • Sisa gerakan daerah dipadamkan bertahap

INFOGRAFIS – VERSI POSTER RINGKAS

PEMBERONTAKAN DI/TII

Darul Islam / Tentara Islam Indonesia

👤 Pemimpin:
S.M. Kartosuwiryo

🗓 Periode:
1948 – 1962+

🎯 Tujuan:
Mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)

📍 Wilayah:
Jawa Barat, Aceh, Jateng, Sulsel, Kalsel

⚔️ Metode:

  • Gerilya bersenjata
  • Serangan aparat
  • Kuasai desa & pegunungan
  • Struktur pemerintahan tandingan

🛡️ Respons Pemerintah:
Operasi militer & pagar betis

⛓ Akhir:
1962 — Kartosuwiryo tertangkap

⚠️ Dampak:
Instabilitas keamanan & korban luas




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

Pemberontakan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Andi Azis (1950): 

Terjadi di Makassar karena ketidakpuasan terhadap pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS).



RISALAH & INFOGRAFIS SEJARAH

Pemberontakan Andi Azis (1950)

Pemberontakan di Makassar pada Masa RIS


🕰️ Waktu & Tempat

April 1950
Makassar, Sulawesi Selatan
Terjadi pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS).


👤 Tokoh Utama

Andi Azis

  • Kapten eks-KNIL
  • Perwira militer di wilayah Negara Indonesia Timur (NIT)
  • Memimpin gerakan bersenjata di Makassar

📌 Latar Belakang

  • Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) hasil KMB (1949)
  • Terdapat negara-negara bagian, termasuk Negara Indonesia Timur (NIT)
  • Sejumlah unsur militer eks-KNIL menolak integrasi penuh ke TNI
  • Muncul ketegangan antara pasukan pro-RIS/NIT dan TNI dari pusat
  • Kekhawatiran hilangnya pengaruh kelompok federalis di daerah

⚔️ Kronologi Singkat

5 April 1950
Pasukan Andi Azis bergerak di Makassar dan menentang masuknya pasukan TNI dari pusat.

Awal April 1950
Terjadi aksi bersenjata dan pendudukan sejumlah objek penting militer.

Ultimatum Pemerintah
Pemerintah RIS memerintahkan Andi Azis datang ke Jakarta dan menghentikan perlawanan.

Pertengahan April 1950
Pemerintah mengirim operasi militer untuk mengamankan Makassar.

Akhirnya Menyerah
Andi Azis datang ke Jakarta dan ditangkap.


🎯 Tujuan Gerakan

  • Menolak dominasi TNI dari pemerintah pusat
  • Mempertahankan struktur militer lokal eks-KNIL
  • Mendukung sistem federal (RIS/NIT)
  • Menentang integrasi cepat ke negara kesatuan

💥 Dampak Peristiwa

  • Operasi militer pemerintah dipercepat di Sulawesi Selatan
  • Penangkapan Andi Azis dan pengikutnya
  • Melemahkan kekuatan federalis di Indonesia Timur
  • Mempercepat proses pembubaran RIS
  • Menguatkan arah menuju NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)

🏛️ Arti Penting Sejarah

  • Menjadi salah satu konflik penting masa transisi RIS → NKRI
  • Menunjukkan tarik-menarik antara federalisme vs negara kesatuan
  • Mempertegas konsolidasi TNI sebagai tentara nasional
  • Bagian dari rangkaian pemberontakan awal masa kemerdekaan



Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

Republik Maluku Selatan (RMS) (1950): Dipimpin oleh Soumokil, memproklamasikan diri sebagai negara merdeka di Maluku.



RISALAH SEJARAH

Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) – 1950

Gerakan Separatis di Awal Konsolidasi Negara Kesatuan RI

Waktu: 1950 (berlanjut beberapa tahun sesudahnya)
Lokasi: Maluku Selatan (Ambon dan sekitarnya)
Masa: Pemerintahan Presiden Sukarno


Ringkasan Peristiwa

Republik Maluku Selatan (RMS) adalah gerakan separatis yang memproklamasikan negara merdeka pada tahun 1950 di wilayah Maluku. Gerakan ini dipimpin oleh Dr. Chris Soumokil dan didukung sebagian bekas pasukan KNIL. RMS menolak bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah pembubaran negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS).


Latar Belakang

Setelah Konferensi Meja Bundar (1949), Indonesia berbentuk federal (RIS). Pada 1950, pemerintah pusat membubarkan sistem federal dan kembali ke NKRI.

Sebagian elite dan kelompok bersenjata di Maluku Selatan menolak perubahan tersebut karena:

  • Kedekatan historis sebagian pasukan Maluku dengan KNIL
  • Kekhawatiran kehilangan posisi dan perlindungan
  • Ketidakpercayaan terhadap pemerintah pusat
  • Ketegangan politik pasca-perang kemerdekaan

Proklamasi RMS

  • 25 April 1950: RMS diproklamasikan di Ambon
  • Pemimpin: Dr. Chris Soumokil
  • Mengklaim berdiri sebagai negara merdeka terpisah dari RI

Pemerintah RI menyatakan tindakan tersebut sebagai pemberontakan dan gerakan separatis.


Respons Pemerintah RI

  • Pemerintah melakukan pendekatan politik dan militer
  • Operasi militer dilancarkan ke Ambon
  • Akhir 1950: Kota Ambon berhasil direbut kembali
  • Perlawanan bersenjata berlanjut di beberapa pulau

Soumokil akhirnya tertangkap pada 1963 dan diadili.


Dampak

  • Konflik bersenjata di wilayah Maluku
  • Korban jiwa dan kerusakan wilayah
  • Migrasi sebagian pendukung RMS ke Belanda
  • Munculnya RMS dalam pengasingan (exile government)
  • Penguatan kebijakan integrasi nasional oleh pemerintah pusat

Makna Sejarah

Peristiwa RMS menunjukkan tantangan besar Indonesia pada masa awal kemerdekaan:

  • Integrasi wilayah bekas negara federal
  • Pengelolaan perbedaan kepentingan daerah
  • Pentingnya persatuan nasional

“Persatuan Indonesia diuji bukan hanya saat melawan penjajah, tetapi saat membangun negara.”


KONSEP INFOGRAFIS SEJARAH

REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS) – 1950

Gaya Visual

  • Warna: krem–sepia–merah tua
  • Nuansa arsip historis
  • Peta Maluku sebagai elemen utama
  • Ikon: bendera, peta pulau, timeline militer

Struktur Infografis

1️⃣ Judul

Pemberontakan RMS 1950
Gerakan Separatis di Maluku


2️⃣ Timeline

  • 1949 — RIS terbentuk
  • 1950 — NKRI dipulihkan
  • 25 April 1950 — RMS diproklamasikan
  • Akhir 1950 — Operasi militer RI
  • 1963 — Soumokil tertangkap

3️⃣ Tokoh

  • Chris Soumokil — Pemimpin RMS
  • Pemerintah RI — Penumpasan & integrasi

4️⃣ Penyebab

  • Penolakan kembali ke NKRI
  • Warisan struktur federal
  • Faktor militer KNIL

5️⃣ Dampak

  • Konflik bersenjata
  • Integrasi dipertegas
  • RMS di pengasingan



Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) & Permesta (Perjuangan Semesta) (1958): 

Pemberontakan di Sumatra dan Sulawesi yang menuntut otonomi daerah lebih luas dan menentang sentralisasi kekuasaan Soekarno.



RISALAH & INFOGRAFIS SEJARAH

PRRI & PERMESTA (1958)

Pemberontakan Daerah Menentang Sentralisasi Pemerintah Pusat


🕰️ Waktu & Wilayah

Tahun: 1957–1961 (puncak 1958)
📍 Sumatra: Sumatra Barat, Riau, Jambi
📍 Sulawesi: Sulawesi Utara & sekitarnya


🏛️ Kepanjangan Gerakan

PRRI = Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia
Permesta = Perjuangan Rakyat Semesta (kemudian dikenal Perjuangan Semesta)


👤 Tokoh Penting

PRRI (Sumatra)

  • Sjafruddin Prawiranegara
  • Kol. Ahmad Husein
  • Letkol. Dahlan Djambek
  • Burhanuddin Harahap (terkait dukungan politik)

Permesta (Sulawesi)

  • Ventje Sumual
  • Joop Warouw
  • Letkol. H.N.V. Sumual

📌 Latar Belakang

  • Ketidakpuasan daerah terhadap sentralisasi kekuasaan Jakarta
  • Ketimpangan pembangunan pusat–daerah
  • Pembagian anggaran dan hasil daerah dianggap tidak adil
  • Kekecewaan perwira militer daerah terhadap kebijakan pusat
  • Ketegangan politik era Demokrasi Terpimpin
  • Kekhawatiran terhadap pengaruh PKI di pemerintahan pusat

⚡ Pemicu Utama

1957: Muncul dewan-dewan militer daerah

  • Dewan Banteng (Sumatra Barat)
  • Dewan Gajah (Sumatra Utara)
  • Dewan Garuda (Sumatra Selatan)
  • Dewan Manguni (Sulawesi Utara)

Menuntut:
➡️ Otonomi luas
➡️ Perbaikan ekonomi daerah
➡️ Restrukturisasi kabinet pusat


📜 Deklarasi

PRRI diproklamasikan:
📅 15 Februari 1958 — Padang, Sumatra Barat

Permesta aktif bersenjata:
📅 1957–1958 — Manado & Sulawesi Utara


⚔️ Jalannya Konflik

  • Pemerintah pusat melancarkan Operasi Militer Terpadu
  • Operasi darat, laut, dan udara oleh TNI
  • Sejumlah kota strategis direbut kembali
  • Terjadi pertempuran di Sumatra & Sulawesi
  • Ditemukan dukungan senjata asing kepada pemberontak (unsur Perang Dingin)

🌍 Unsur Internasional

  • Ada keterlibatan terselubung pihak asing (CIA)
  • Pilot asing Allen Pope tertangkap (1958)
  • Menunjukkan dimensi global konflik era Perang Dingin

🔚 Akhir Pemberontakan

  • 1958–1961: PRRI & Permesta berhasil dipatahkan
  • Banyak pimpinan menyerah
  • Sebagian mendapat amnesti kemudian hari

💥 Dampak

  • Memperkuat kontrol militer & pemerintah pusat
  • Mempercepat konsolidasi Demokrasi Terpimpin
  • Mengubah hubungan pusat–daerah
  • Menjadi pelajaran penting soal integrasi nasional
  • Memperlihatkan rawannya ketimpangan pembangunan

🏛️ Makna Sejarah

PRRI–Permesta menjadi salah satu pemberontakan terbesar pasca-kemerdekaan, menandai konflik antara tuntutan otonomi daerah dan kekuasaan pusat pada masa Presiden Sukarno.




Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu :

G30S/PKI (1965): 

Gerakan yang berakhir dengan penculikan dan pembunuhan jenderal TNI, dianggap sebagai upaya kudeta dan menjadi akhir dari masa Orde Lama.



🏷 Judul Peristiwa

Gerakan 30 September 1965 (G30S)
Penculikan dan pembunuhan perwira tinggi TNI AD yang memicu perubahan besar politik Indonesia.


📅 Waktu & Lokasi

  • Tanggal utama: Malam 30 September – 1 Oktober 1965
  • Lokasi: Jakarta & Yogyakarta
  • Masa: Akhir Pemerintahan Presiden Soekarno (Orde Lama)

👥 Korban Utama

Perwira Tinggi TNI AD yang gugur (Pahlawan Revolusi):

  • Jenderal Ahmad Yani
  • Letjen R. Suprapto
  • Letjen M.T. Haryono
  • Letjen S. Parman
  • Mayjen D.I. Panjaitan
  • Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
  • Lettu Pierre Tendean

⚠️ Latar Belakang Situasi

  • Ketegangan politik era Demokrasi Terpimpin
  • Polarisasi: TNI AD vs PKI dan organisasi massanya
  • Isu “Dewan Jenderal” yang dituduhkan akan menggulingkan Presiden
  • Kondisi ekonomi dan politik nasional tidak stabil
  • Persaingan pengaruh ideologi: nasionalis – agama – komunis

💥 Kronologi Singkat

30 Sept – 1 Okt 1965:

  • Pasukan yang menamakan diri Gerakan 30 September menculik para jenderal
  • Para korban dibawa ke Lubang Buaya
  • Sebagian dibunuh di rumah, lainnya di lokasi penculikan
  • Jenazah dimasukkan ke sumur tua
  • Kelompok ini mengumumkan pembentukan “Dewan Revolusi”

1 Oktober 1965:

  • Mayor Jenderal Soeharto mengambil alih komando TNI AD
  • Operasi militer dilakukan untuk menguasai keadaan
  • Basis gerakan berhasil direbut

🎯 Tujuan Gerakan (Versi Pernyataan Pelaku)

  • Menggagalkan dugaan kudeta “Dewan Jenderal”
  • Menyelamatkan Presiden Soekarno
  • Membentuk Dewan Revolusi

👉 Versi Pemerintah Orde Baru:
Dianggap sebagai upaya kudeta oleh PKI terhadap negara.


🧭 Perdebatan Sejarah

  • Siapa dalang utama masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan
  • Versi resmi Orde Baru: PKI sebagai aktor utama
  • Sejumlah peneliti modern mengemukakan kemungkinan keterlibatan banyak faksi
  • Interpretasi peristiwa berbeda-beda tergantung sumber dan kajian

🛑 Dampak Langsung

  • PKI dibubarkan dan dinyatakan terlarang
  • Penangkapan besar-besaran terhadap orang yang dituduh terkait PKI
  • Terjadi kekerasan massal di berbagai daerah
  • Perubahan konfigurasi kekuasaan nasional

🏛 Dampak Politik Besar

  • Melemahnya posisi Presiden Soekarno
  • Munculnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar)
  • Naiknya peran Soeharto
  • Berakhirnya Orde Lama → lahir Orde Baru

📌 Makna Sejarah

Peristiwa G30S 1965 menjadi titik balik sejarah Indonesia modern:
mengubah arah kekuasaan, kebijakan ideologi negara, dan peta politik nasional selama puluhan tahun berikutnya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemberontakan di Masa Orde Lama

Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pemberontakan masa Pemerintahan Presiden Sukarno (1945 - 1965) yaitu : Pemberontakan atau Pembantaian...