11. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Songgoriti (Batu)
Berikut Risalah tentang Candi Songgoriti — disusun dengan gaya informatif dan edukatif seperti risalah wisata sejarah:
🏛️ RISALAH CANDI SONGGORITI
📍 Lokasi: Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur
🕰️ Sejarah Singkat
Candi Songgoriti merupakan salah satu candi tertua di Jawa Timur, diperkirakan berasal dari abad ke-9 Masehi, pada masa Kerajaan Medang Mataram.
Candi ini dipercaya dibangun untuk menghormati Dewa Wisnu, sekaligus sebagai tempat suci pemujaan dan pemandian air panas suci.
Menurut legenda, candi ini dikaitkan dengan Empu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang di Jawa Timur. Nama "Songgoriti" sendiri diyakini berasal dari kata Sang Hyang Wuriti, yang berarti “tempat suci air”.
🧱 Struktur dan Bahan
Candi Songgoriti terbuat dari batu andesit, dengan arsitektur sederhana bergaya Hindu klasik.
Ciri khasnya adalah sumur air panas alami yang masih aktif di bagian bawah candi. Airnya mengandung belerang dan dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan penyakit kulit.
📐 Ciri-Ciri Candi Songgoriti
- Bangunan utama berdenah persegi kecil.
- Di dalamnya terdapat arca Wisnu dan lubang sumber air panas.
- Relief dan ukiran dinding bergaya Medang Mataram awal.
- Dikelilingi oleh area taman wisata dan pemandian air panas alami.
📖 Fungsi dan Nilai Sejarah
Candi Songgoriti berfungsi sebagai tempat ritual pemandian suci bagi pendeta dan bangsawan zaman dahulu. Kini, kawasan ini menjadi objek wisata sejarah dan pemandian air panas yang ramai dikunjungi wisatawan.
🌿 Kondisi Saat Ini
Candi Songgoriti terpelihara baik dan berada di tengah kawasan wisata Songgoriti, Kota Batu.
Pengunjung dapat belajar sejarah sekaligus menikmati suasana pegunungan dan pemandian air panas yang sejuk dan menenangkan.
🪔 Nilai Edukasi:
Candi Songgoriti mengajarkan kita bahwa alam dan spiritualitas telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jawa kuno. Keberadaan sumber air panas di bawah candi menjadi simbol keselarasan antara manusia, alam, dan Tuhan.
12. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Stupa Sumberawan (Singosari, Malang)
Berikut risalah yang Anda minta 👇
🛕 Risalah Stupa Sumberawan (Singosari, Malang)
📍 Lokasi
Stupa Sumberawan terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Candi ini berada di lereng barat Gunung Arjuna, di tengah lingkungan alam yang masih asri, sekitar 6 km dari Candi Singosari.
🕰️ Sejarah dan Asal Usul
Stupa Sumberawan diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi, pada masa Kerajaan Majapahit.
Tidak seperti candi-candi lain yang memiliki bentuk bangunan lengkap, Sumberawan berbentuk stupa tunggal — tanpa arca atau relief, menandakan bahwa tempat ini lebih difungsikan sebagai tempat peribadatan umat Buddha.
Nama “Sumberawan” berasal dari kata “sumber” (mata air) dan “awan” (jernih), karena di dekat stupa terdapat sumber mata air yang sangat bening dan dipercaya suci oleh masyarakat sekitar.
🧘♂️ Fungsi dan Makna
Sebagai stupa, bangunan ini melambangkan tempat penyimpanan relik suci atau simbol pencapaian spiritual tertinggi dalam ajaran Buddha.
Letaknya yang dekat dengan mata air suci menunjukkan keselarasan antara kesucian alam dan spiritualitas manusia.
Tempat ini juga sering digunakan oleh umat Buddha untuk meditasi dan upacara keagamaan hingga saat ini.
🧱 Arsitektur
- Bentuk dasar: Stupa silindris di atas batur berundak.
- Bahan: Batu andesit.
- Tinggi bangunan: ± 5,3 meter.
- Tidak ditemukan arca atau relief — memperkuat fungsi sebagai stupa murni.
- Di sekitar lokasi ditemukan batu-batu candi dan yoni, menandakan kawasan ini dulu merupakan kompleks suci yang lebih luas.
🌿 Nilai Budaya dan Wisata
Stupa Sumberawan kini menjadi objek wisata sejarah dan spiritual.
Wisatawan dapat menikmati:
- Keindahan alam pegunungan dan mata air jernih.
- Suasana hening dan damai cocok untuk refleksi diri.
- Peninggalan arkeologis peninggalan Buddha di masa Majapahit.
Tempat ini sering disebut juga “Candi Sumberawan”, walaupun bentuknya berbeda dari candi-candi Hindu di Jawa Timur.
🪶 Kesimpulan
Stupa Sumberawan adalah satu-satunya bangunan stupa di Jawa Timur yang masih utuh.
Keberadaannya menjadi bukti nyata bahwa ajaran Buddha masih berkembang di wilayah Majapahit.
Selain nilai sejarahnya, tempat ini juga menawarkan pesona alam dan ketenangan spiritual bagi siapa pun yang datang berkunjung.
13. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Rambut Monte (Krisik, Ngantang, Malang)
Berikut Risalah tentang Candi Rambut Monte — versi edukatif dan informatif bergaya risalah wisata sejarah Jawa Timur:
🏛️ RISALAH CANDI RAMBUT MONTE
📍 Lokasi: Desa Krisik, Kecamatan Gandusari (sering disebut Ngantang), Kabupaten Blitar – Jawa Timur
🕰️ Sejarah Singkat
Candi Rambut Monte merupakan peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit, diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi.
Nama “Rambut Monte” diyakini berasal dari pertapaan Resi Monte, seorang tokoh spiritual yang hidup di kawasan ini. Candi ini berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu.
Candi ini memiliki suasana yang sangat sakral dan tenang, terletak di dekat telaga alami berair jernih kehijauan yang disebut Telaga Rambut Monte, yang juga dikeramatkan oleh masyarakat sekitar.
🧱 Struktur dan Bahan
Candi Rambut Monte terbuat dari batu andesit, dengan gaya arsitektur Hindu klasik sederhana.
Bagian kaki dan tubuh candinya masih utuh, meskipun atapnya sudah tidak ada. Relief di beberapa bagian menampilkan bentuk simbolik Dewa Wisnu.
📐 Ciri-Ciri Candi Rambut Monte
- Berdenah persegi empat kecil, menghadap ke barat.
- Terdapat arca Wisnu dalam posisi berdiri di dalam bilik candi.
- Dekat dengan telaga jernih berwarna biru kehijauan yang dihuni ikan dewa (keramat dan tidak boleh diambil).
- Dikelilingi pepohonan rindang dan area perbukitan.
📖 Fungsi dan Nilai Sejarah
Candi Rambut Monte berfungsi sebagai tempat pemujaan dan peribadatan umat Hindu, khususnya pemuja Dewa Wisnu sebagai pemelihara kehidupan.
Kawasan ini juga menjadi pusat spiritual dan ekowisata sejarah di wilayah Blitar dan Malang bagian barat.
🌿 Kondisi Saat Ini
Candi dan telaganya kini dikelola oleh pemerintah daerah serta masyarakat adat setempat, dan menjadi objek wisata religi dan alam.
Setiap tahun, masyarakat mengadakan ritual larung sesaji sebagai bentuk syukur terhadap alam dan leluhur.
🪔 Nilai Edukasi:
Candi Rambut Monte mengajarkan pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Air suci di telaga menjadi simbol kehidupan, sementara candi berdiri sebagai pengingat kebesaran peradaban Majapahit.
14. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Selaketir
Risalah tentang Candi Selaketir
📍 Lokasi
Candi Selaketir terletak di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lebih spesifik, situs ini berada di lereng barat laut Gunung Penanggungan, searah dengan kawasan pegunungan yang secara historis kaya akan situs Hindu-Buddha di Malang dan sekitarnya.
🕰️ Sejarah dan Asal Usul
- Candi Selaketir termasuk dalam daftar puluhan candi di Jawa Timur yang tersebar di Kabupaten Malang.
- Sumber-populer menyebutkan Candi Selaketir sebagai jenis “tumpukan bebatuan yang terlupakan lebih dari ribuan tahun” di lereng Gunung Penanggungan.
- Karena minimnya data arkeologis yang tersedia secara publik, banyak aspek sejarahnya masih bersifat hipotesis: kapan tepatnya dibangun, untuk siapa, dan oleh siapa – namun lokasinya di lereng gunung dan bagian kawasan purbakala Malang menandakan koneksi dengan kerajaan Hindu-Buddha seperti Kerajaan Singhasari atau Kerajaan Majapahit.
🧱 Arsitektur dan Kondisi
- Bentuk: Tidak banyak informasi rinci mengenai ukuran, bahan atau relief khusus Candi Selaketir — dikisahkan sebagai tumpukan bebatuan yang menunjukkan bahwa sebagian besar konstruksinya telah rusak atau terpendam.
- Bahan: Karena berada di kawasan pegunungan, besar kemungkinan bahan yang digunakan adalah batu lokal (misalnya batu andesit atau batu gunung) namun belum ada publikasi rinci.
- Kondisi: Situs ini kurang dikenal dibanding candi-candi utama di Malang, dan membutuhkan perhatian ekskavasi serta pelestarian agar kondisi aslinya bisa dipahami dengan lebih baik.
🎯 Fungsi dan Makna
- Fungsi utama: Seperti banyak candi di Jawa Timur, kemungkinan besar Candi Selaketir berfungsi sebagai tempat pendharmaan (tempat memperingati raja atau tokoh suci) atau sebagai tempat ibadah Hindu/Buddha.
- Makna konteks: Lokasinya yang di lereng dan dalam kawasan yang secara historis merupakan jalur spiritual atau peziarahan menunjukkan bahwa situs ini bisa menjadi bagian dari jaringan keagamaan atau ritual yang terkait dengan kerajaan-kerajaan kuno di Malang.
🌿 Nilai Budaya dan Potensi Wisata
- Nilai budaya: Meskipun kurang terdokumentasi, Candi Selaketir tetap merupakan bagian dari warisan arkeologis Kabupaten Malang dan bukti tarik-historis bahwa wilayah Malang memiliki banyak situs candi selain yang sudah populer.
- Potensi wisata: Bagi pengunjung yang ingin pengalaman “menjelajah candi tersembunyi”, tempat ini dapat menarik — apalagi bagi yang tertarik dengan sisi petualangan, penjelajahan situs, atau fotografi alam di lereng gunung.
- Catatan penting: Karena kondisi yang mungkin belum terlengkapi fasilitas wisata, pengunjung disarankan mempersiapkan fisik, membawa pemandu lokal atau menghubungi otoritas setempat untuk keamanan dan petunjuk.
📝 Kesimpulan
Candi Selaketir adalah situs yang relatif kurang dikenal namun punya potensi besar sebagai bagian dari warisan sejarah candi Jawa Timur. Lokasinya di lereng Gunung Penanggungan dan statusnya sebagai “tumpukan bebatuan yang terlupakan” membuatnya menarik sebagai objek penelitian dan wisata alternatif. Namun, kekurangan data membuat banyak aspek masih misteri — seperti siapa pembangunnya, kapan tepatnya dan fungsi pastinya. Untuk memperkaya pemahaman kita tentang Candi Selaketir, diperlukan dokumentasi dan ekskavasi lebih lanjut.
15. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Madrin
Berikut Risalah Sejarah dan Wisata untuk Candi Madrin di Jawa Timur — meskipun terdapat sedikit keterbatasan data, risalah ini dihadirkan berdasar informasi yang tersedia.
🏛️ RISALAH CANDI MADRIN
📍 Lokasi: Kabupaten Malang (tercatat sebagai salah satu situs candi di Malang)
🕰️ Sejarah Singkat
Candi Madrin tercatat sebagai salah satu dari banyak kompleks candi kecil yang tersebar di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang.
Karena kurangnya data rinci, pemerkiraan menyebut bahwa candi ini kemungkinan dibangun pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur (antara abad ke-12 hingga abad ke-15), mengikuti pola pembangunan candi-candi di wilayah itu.
Meski demikian, belum ditemukan publikasi arkeologis yang secara mendetail mendeskripsikan Candi Madrin (fungsi, bahan, relief) dalam sumber yang mudah diakses.
🧱 Arsitektur & Ciri Khas
Berdasarkan karakteristik umum candi di Jawa Timur, beberapa ciri yang kemungkinan juga berlaku pada Candi Madrin adalah:
- Struktur bangunan yang ramping dan cenderung menjulang ke atas dengan atap yang mengecil ke puncak.
- Penggunaan bahan batu bata merah atau batu andesit — tergantung lokasi dan periode pembangunan.
- Dinding yang mungkin dihiasi relief dengan kisah wayang, tokoh Hindu-Buddha, ataupun makhluk mitologis, sesuai tradisi candi Jawa Timur.
Karena kurang data spesifik, detail seperti ukuran, arah orientasi, kondisi relief, atau fungsi penuhnya untuk Candi Madrin belum dapat ditampilkan dengan pasti.
🌄 Nilai Sejarah & Budaya
Walaupun belum banyak penelitian publik tentang Candi Madrin, secara umum setiap situs candi di Jawa Timur seperti ini memiliki nilai penting sebagai:
- Pendukung identifikasi jejak peradaban Hindu-Buddha dan kerajaan-kerajaan kuno di Jawa Timur.
- Saksi estetika dan teknologi arsitektur masa lalu — bagaimana masyarakat menggunakan bahan lokal, merancang struktur keagamaan, dan menghubungkan dengan alam dan spiritualitas.
- Potensi sebagai elemen wisata sejarah dan edukasi untuk masyarakat sekitar dan pengunjung yang tertarik budaya lokal.
🧭 Wisata & Edukasi
Untuk Candi Madrin, meski fasilitas wisata mungkin belum sebesar situs candi yang lebih terkenal, berikut beberapa tip bila Anda tertarik mengunjungi atau mempelajari lebih lanjut:
- Waktu terbaik kunjungan: pagi hari agar udara masih sejuk, pencahayaan bagus untuk foto serta suasana lebih tenang.
- Bawa alas kaki yang nyaman dan perlengkapan sederhana karena situs bisa berada di area alam yang kurang tertata.
- Cari pemandu lokal atau warga sekitar untuk mendengar cerita lokal-tradisional yang mungkin tidak tercatat di literatur resmi.
- Jangan lupa dokumentasikan kondisi situs — untuk sejarah kita bersama, terutama jika situs kurang banyak dikunjungi.
- Hormati lingkungan dan artefak: jangan memanjat bagian yang rapuh, hindari mengambil benda atau merusak relief.
🪔 Pesan Edukatif:
“Candi Madrin mungkin belum setenar saudara-saudaranya,
tapi setiap batu di sana menyimpan jejak waktu dan nilai budaya yang layak kita jaga dan pelajari.”
16. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Kembang
Candi Kembang
📍 Lokasi
Candi Kembang tercatat sebagai salah satu situs candi di wilayah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Meskipun informasi spesifik mengenai desa atau kecamatannya saat ini sangat terbatas, berada dalam daftar candi-candi di Malang menunjukkan bahwa lokasi candi ini berada di kawasan yang kaya akan situs sejarah kerajaan-lama di Jawa Timur.
🕰️ Sejarah dan Asal Usul
- Candi Kembang termasuk dalam daftar puluhan candi di Jawa Timur yang tersebar di Kabupaten Malang.
- Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan sumber publik yang memuat data rinci mengenai tahun pendirian, raja yang memerintah, atau fungsi pastinya dari Candi Kembang.
- Karena konteks wilayah (Malang) dan daftar candi-lain di sekitar (yang banyak dibangun oleh kerajaan-Singasari maupun Majapahit) maka kemungkinan besar Candi Kembang dibangun pada masa antara abad ke-13 hingga ke-15 Masehi, namun ini masih bersifat hipotesis.
🧱 Arsitektur
- Tidak terdapat publikasi yang mendetail tentang ukuran, bahan bangunan, atau fitur relief dari Candi Kembang sampai saat ini.
- Karena banyak candi di wilayah Malang-Jawa Timur pada masa tersebut menggunakan bahan bata merah selain batu andesit, maka mungkin Candi Kembang mengikuti pola tersebut — namun ini belum diverifikasi.
- Dari daftar candi-Malang, disebut bahwa Candi Kembang termasuk di dalam kumpulan “75 Candi di Jawa Timur” yang tersebar di Malang.
- Gaya umum candi Jawa Timur: bentuk bangunan ramping secara vertikal, bagian paling suci ada di belakang kompleks, banyak menggunakan bata merah.
Dengan demikian, Candi Kembang kemungkinan memiliki karakteristik tersebut.
🎯 Fungsi dan Makna
- Karena banyak candi di Malang dibangun sebagai pendharmaan (tempat memperingati atau menyucikan raja atau tokoh) atau sebagai tempat ibadah/hormat bagi tokoh keagamaan Hindu-Śiwa atau sinkretisme Hindu-Buddha, maka Candi Kembang kemungkinan memiliki fungsi serupa.
- Fungsi persisnya belum diketahui karena kurangnya prasasti atau catatan tertulis khusus untuk candi ini.
- Sebagai bagian warisan sejarah, Candi Kembang mengandung makna sebagai bukti nyata keberadaan dan aktivitas kebudayaan kerajaan di Jawa Timur.
🌿 Nilai Budaya dan Potensi Wisata
- Nilai budaya: Meski kurang populer dibanding candi-besar lainnya, Candi Kembang tetap penting sebagai bagian dari jaringan situs candi di Malang yang menunjukkan kekayaan arkeologis dan sejarah lokal.
- Potensi wisata: Bagi pengunjung yang tertarik mengeksplorasi “candi tersembunyi” atau yang kurang banyak diketahui, Candi Kembang bisa menjadi destinasi alternatif yang menarik.
- Catatan: Karena informasi terbatas, sebelum berkunjung disarankan untuk mencari koordinat/petunjuk lokal serta memastikan akses dan kondisi situs — mungkin belum tertata seperti objek wisata utama.
📝 Kesimpulan
Candi Kembang adalah salah satu peninggalan sejarah di Malang, Jawa Timur, yang keberadaannya menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki banyak situs purbakala selain yang umum dikunjungi. Meskipun dokumentasi rinci masih minim, candi ini tetap relevan sebagai objek penelitian, edukasi, dan potensi wisata. Untuk memperkaya pemahaman kita, dibutuhkan survei, dokumentasi, dan publikasi lebih lanjut agar aspek-seperti masa pembangunan, bahan bangunan, dan fungsi asli bisa diketahui dengan jelas.
17. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Surowono (Pare, Kediri)
Candi Surowono
🏛️ RISALAH SEJARAH DAN WISATA
Candi Surowono (Desa Canggu, Kec. Badas / Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur)
🕰️ Sejarah Singkat
Candi Surowono adalah sebuah candi Hindu dari masa Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Canggu (kadang disebut Desa Surowono), Kecamatan Badas atau Pare, Kabupaten Kediri.
Candi ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1390 M sebagai tempat pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker (paman/Raja bawahan Majapahit) yang wafat pada tahun 1388 M.
Nama asli candi ini disebut sebagai Wishnubhawanapura.
🧱 Arsitektur & Ciri Khas
- Denah candi berbentuk bujur sangkar berukuran ± 7,8 m × 7,8 m.
- Terbuat dari batu andesit yang disusun dengan sistem gosok, dan fondasi menggunakan bata.
- Bangunan kini sebagian besar tersisa hanya bagian kaki dan lapik, sedangkan tubuh atas dan atap belum utuh.
- Relief-relief pada bagian tubuh dan kaki candi menggambarkan kisah seperti Arjunawiwaha, Bubuksah Gagang Aking, serta motif flora-fauna dan makhluk mitologis.
- Arah hadap candi ke barat.
🌄 Nilai Sejarah & Budaya
Candi Surowono menjadi bukti nyata kejayaan arsitektur dan spiritual pada masa akhir Majapahit. Relief-reliefnya tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga mengandung nilai moral dan filosofi, seperti kisah kesetiaan, pengorbanan, dan kejujuran melalui kisah Sri Tanjung.
Keberadaan candi ini juga menunjukkan wilayah Kediri dan sekitarnya tidak hanya sebagai agraris atau perdagangan, tetapi juga sebagai kawasan budaya yang penting pada masa lalu.
🧭 Wisata & Edukasi
- Lokasi: Desa Canggu (Surowono), Kecamatan Pare / Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
- Waktu terbaik kunjungan: Pagi atau sore hari — cuaca lebih sejuk dan pencahayaan bagus untuk foto.
- Biaya masuk: Sering kali donasi sukarela atau tiket sangat terjangkau.
- Cocok untuk wisata sejarah, edukasi sekolah, pengunjung yang tertarik arkeologi, dan juga untuk relaksasi ringan.
- Tips kunjungan: Kenakan alas kaki nyaman, hindari memanjat bagian yang rapuh, hormati situs sebagai benda cagar budaya.
✨ Pesan Edukatif
“Candi Surowono mengajak kita untuk melihat bahwa setiap relief dan batu yang tersisa
adalah pesan dari masa lalu — tentang kebijaksanaan, keindahan, dan warisan yang harus kita lestarikan.”
18. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Tegowangi (Plemahan, Kediri)
Berikut risalahnya:
🏛️ RISALAH SEJARAH DAN WISATA
CANDI TEGOWANGI
(Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur)
🕰️ Sejarah Singkat
Candi Tegowangi merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit, yang dibangun sekitar tahun 1400 M. Candi ini diyakini sebagai tempat pendharmaan Bhre Matahun, salah satu tokoh bangsawan Majapahit, yang wafat pada tahun 1388 M.
Catatan sejarah tentang candi ini terdapat dalam Kidung Harsyawijaya, yang menyebut bahwa Bhre Matahun dimuliakan dalam bentuk arca Parwati.
🧱 Arsitektur dan Ciri Khas
- Terbuat dari batu bata merah dan batu andesit.
- Memiliki denah persegi dengan ukuran sekitar 11,20 m × 11,20 m.
- Relief-relief di bagian kaki candi menceritakan kisah Sri Tanjung, yang melambangkan kesetiaan dan kesucian hati.
- Di sekitar kompleks terdapat reruntuhan candi-candi kecil dan sisa pagar keliling.
- Candi menghadap ke arah barat dan memiliki tangga batu di bagian depan.
🌄 Nilai Sejarah dan Budaya
Candi Tegowangi menunjukkan kemajuan seni ukir Majapahit yang halus dan bernilai simbolis tinggi. Kisah Sri Tanjung pada relief candi menjadi cerminan nilai moral masyarakat Jawa kuno: setia, suci, dan sabar dalam menghadapi cobaan.
Selain itu, kompleks Candi Tegowangi juga menjadi bukti adanya sistem peradaban Majapahit yang teratur dalam bidang keagamaan dan spiritual.
🧭 Wisata dan Edukasi
- Lokasi: Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
- Jam kunjung: 07.00 – 17.00 WIB.
- Tiket masuk: Gratis (donasi sukarela).
- Fasilitas: area parkir, papan informasi, dan taman kecil di sekitar candi.
- Cocok untuk wisata sejarah, penelitian budaya, dan pembelajaran arkeologi.
✨ Pesan Edukatif
“Dari Candi Tegowangi, kita belajar bahwa kesetiaan dan kejujuran
adalah pondasi yang membuat sejarah tetap dikenang.”
19. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Situs Tondowongso (Gayam, Kediri)
Berikut Risalah tentang Situs Tondowongso (Gayam, Kediri) dalam format edukatif dan informatif:
🏛️ RISALAH SITUS TONDOWONGSO
Lokasi: Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
🪶 1. Gambaran Umum
Situs Tondowongso adalah salah satu penemuan arkeologi penting di Jawa Timur yang mengungkap jejak peradaban masa Kerajaan Kediri pada abad ke-11–12 Masehi. Situs ini ditemukan secara tidak sengaja oleh warga pada tahun 2007, ketika sedang menggali tanah di area persawahan.
Penemuan ini menjadi perhatian besar karena memperlihatkan struktur bangunan bata merah yang cukup luas, lengkap dengan arca, relief, dan berbagai artefak bercorak Hindu-Siwa.
🧱 2. Struktur dan Temuan Arkeologis
Di area situs ditemukan:
- Struktur bangunan bata merah yang diperkirakan merupakan bagian dari candi utama dan pelataran suci.
- Arca Siwa, Durga, Agastya, dan Ganesha, menunjukkan ciri kuat agama Hindu-Siwais.
- Lingga dan Yoni, simbol kesuburan dan kekuatan alam semesta.
- Fragmen gerabah dan batu andesit yang diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Kediri.
Bangunan di situs ini memiliki kesamaan gaya arsitektur dengan Candi Surowono dan Candi Tegowangi, yang juga berada di wilayah Kediri.
📜 3. Nilai Sejarah
Penemuan Situs Tondowongso memperkaya pengetahuan tentang:
- Pusat peradaban Kediri kuno yang ternyata lebih luas dari perkiraan sebelumnya.
- Kontinuitas budaya Hindu di Jawa Timur pasca-Kerajaan Mataram Kuno.
- Keterkaitan antar-candi di Kediri yang membentuk jaringan spiritual dan politik pada masa lalu.
Beberapa ahli berpendapat, kawasan ini mungkin merupakan bagian dari kompleks kerajaan atau tempat suci bangsawan Kediri.
🧭 4. Upaya Pelestarian
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur telah:
- Melakukan eksavasi bertahap sejak 2007.
- Menetapkan area Tondowongso sebagai situs cagar budaya nasional.
- Melakukan pemagaran, dokumentasi, dan penelitian lanjutan.
Warga sekitar kini ikut menjaga kawasan ini dan menjadikannya objek wisata edukasi sejarah.
🌾 5. Pesona Edukasi dan Wisata
Situs Tondowongso menarik bagi:
- Pelajar dan mahasiswa untuk belajar arkeologi klasik Jawa Timur.
- Peneliti sejarah dan budaya Hindu di Nusantara.
- Wisatawan budaya, karena lokasinya yang tenang di tengah pedesaan Kediri.
Pengunjung dapat melihat sisa-sisa bata merah kuno, arca-arca yang ditemukan, dan papan informasi sejarah di sekitar situs.
🕰️ 6. Kesimpulan
Situs Tondowongso adalah “gerbang masa lalu Kediri”, yang menghubungkan kita dengan peradaban Hindu abad ke-12. Penemuan ini membuktikan bahwa Kediri bukan hanya pusat politik dan sastra, tetapi juga pusat spiritual dan kebudayaan yang maju di zamannya.
📍Catatan: Situs Tondowongso menjadi simbol penting pelestarian warisan sejarah Indonesia di Jawa Timur — warisan yang terus hidup melalui penelitian, pendidikan, dan penghormatan masyarakat setempat.
20. Buatlah Risalah tentang Candi di Jawa Timur yaitu :
Candi Dorok (Puncu, Kediri)
Berikut risalah yang Anda minta 👇
🏛️ RISALAH CANDI DOROK (Puncu, Kediri)
📍 Lokasi
Candi Dorok terletak di Dusun Dorok, Desa Katang, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi ini berada di kawasan lereng Gunung Kelud bagian barat, dengan lingkungan pedesaan yang masih asri.
🕰️ Sejarah dan Penemuan
Candi Dorok ditemukan pada tahun 2008 oleh warga sekitar saat menggali tanah untuk keperluan pertanian. Setelah ditemukan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan penelitian dan pemugaran awal.
Berdasarkan temuan arca dan struktur bata, diperkirakan candi ini berasal dari masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14 Masehi).
🧱 Bahan dan Struktur
Candi Dorok dibangun dari batu andesit dan bata merah, dua material yang umum digunakan pada masa Majapahit.
Sisa-sisa struktur yang terlihat meliputi pondasi batu bata, pecahan arca, dan batu kaki candi. Di sekitar situs juga ditemukan arca Ganesha, yoni, dan fragmen lingga, menandakan bahwa candi ini berlatar belakang agama Hindu.
🕉️ Fungsi dan Makna
Diduga Candi Dorok merupakan candi perwara (pendamping) dari kompleks percandian besar di sekitar Gunung Kelud. Fungsinya sebagai tempat pemujaan dewa-dewa Hindu, terutama Dewa Siwa dan Ganesha, sekaligus tempat ritual keagamaan bagi masyarakat setempat.
🏞️ Kondisi Saat Ini
Kini, situs Candi Dorok masih dalam tahap pemeliharaan dan penelitian. Struktur bangunan belum dipugar sepenuhnya, namun lokasi telah dipagari dan diberi papan informasi.
Pemerintah daerah dan warga sekitar turut menjaga kebersihan situs agar tetap lestari sebagai warisan sejarah Majapahit di lereng Kelud.
✨ Nilai Penting
Candi Dorok menjadi bukti penting persebaran budaya Majapahit di wilayah Kediri bagian selatan. Selain nilai arkeologis, situs ini juga menyimpan nilai spiritual, edukatif, dan pariwisata sejarah yang patut dilestarikan.
📚 Sumber:
- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur
- Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri
- Catatan Arkeologi Lereng Gunung Kelud










Tidak ada komentar:
Posting Komentar