Minggu, 23 Februari 2025

Suara Kerajaan Kediri

KERAJAAN KEDIRI 


Kerajaan Kadiri atau Kediri disebut juga dengan Daha atau Panjalu adalah kerajaan besar yang berdiri antara tahun 1042-1222,  lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno dan bercorak Hindu dan Budha.


Airlangga dari Kahuripan membagi kerajaan menjadi dua bagian pada tahun 1041 Masehi, yaitu :

1. bagian barat yaitu wilayah Panjalu beribukota di Daha diberikan kepada Sri Samarawijaya.

2. bagian timur yaitu Janggala beribukota di Kahuripan diberikan kepada Mapanji Garasakan. 

Batas pemisah wilayah antara keduanya dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas, oleh Brahmana sakti bernama Empu Bharada. 


Seharusnya pengganti Airlangga, putrinya yaitu Dewi Kili Suci yang memilih menjadi pertapa.


Raja-Raja Kerajaan Kediri :

1. Sri Samarawijaya (1042-1051)

2. Sri Jitendrakara (1051-1112)

3. Sri Bameswara (1112-1135)

4. Jayabaya (1135-1159)

5. Sri Sarweswara (1159-1169)

6. Sri Aryeswara (1169-1180)

7. Sri Gandra (1180-1182)

8. Kameswara (1182-1194)

9. Kertajaya (1194-1222)

10. Jayakatwang (1292-1293)


Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kediri :

Kehidupan ekonomi dapat diketahui melalui kronik Cina yaitu Kronik  Chu Fan Chi karangan Chu Ju Kua. Buku Ling Wai Tai Ta karangan Chu Ik Fei juga menerangkan keberadaan Kerajaan Kediri pada abad ke-12 dan ke-13 Masehi, yang menyebutkan :

1. Kediri menghasilkan banyak beras.

2. Barang-barang dagangan lain yang laku di pasaran, seperti emas, perak, daging, kayu cendana, pinang, dan gerabah.

3. Telah menggunakan uang yang terbuat dari emas sebagai alat pembayaran atau alat tukar.

4. Posisi Kerajaan Kediri sangat strategis dalam perdagangan Indonesia Timur dan Indonesia Barat dengan kota pelabuhannya.

5. Pajak rakyat berupa hasil bumi.


Kehidupan Sosial Kerajaan Kediri :

Masyarakat Kediri tidak menganut sistem kasta.


Masa Kejayaan Kerajaan Kediri :

Terjadi pada kepemimpinan raja Jayabaya, yaitu sikap merakyat dan visi yang jauh ke depan.


Runtuhnya Kerajaan Kediri :

Dalam kitab Pararaton dan Nagarakertagama, pada tahun 1222, Kertajaya dianggap telah melanggar agama dan memaksa Brahmana tunduk pada raja.


Kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok. 

Dalam pertempuran di desa Ganter, Ken Arok mengalahkan Kertajaya dari Kerajaan Kediri.


Peninggalan Kerajaan Kediri

1. Situs Tondowongso pada awal tahun 2007.

2. Sejumlah arca kuno yang ditemukan di Desa Gayam, Kediri tersebut tergolong langka karena untuk pertama kalinya ditemukan patung Dewa Siwa Catur Muka atau bermuka empat.

3. Prasasti Sirah Keting, berisi pemberian hadiah pada rakyat oleh Raja Jayawarsa.

4. Prasasti Tulungagung dan Kertosono, berisi masalah keagamaan yang ditulis Raja Bameswara (1117-1130 M)

5. Prasasti Ngantang, menerangkan pemberian hadiah pada rakyat Ngantang. Hadiahnya berupa sebidang tanah yang telah dibebaskan pajaknya oleh Raja Jayabaya (1135 M)

6. Prasasti Jaring, memuat nama seperti Kebo Waruga dan Tikus Jinada

7. Prasasti Kamulan, menerangkan keberhasilan Raja Kertajaya, memerangi musuh-musuhnya di Katang.


Sumber: Wikipedia, detikEdu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah 12 Villa Cahaya

 [8/7 17.17] rudysugengp@gmail.com: Kisah 12 Villa Cahaya [8/7 17.17] rudysugengp@gmail.com: Bantu tuliskan kisah Perjalanan malam satu Suro...