Buatlah Risalah dan Infografis tentang terjadinya :
Supersemar
Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 adalah dokumen peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Letjen Soeharto, ditandatangani 11 Maret 1966 di Istana Bogor untuk memulihkan keamanan pasca-G30S PKI. Surat ini memicu pembubaran PKI dan menandai awal Orde Baru, namun naskah aslinya masih misteri.
A. Sejarah dan Latar Belakang
1. Situasi Krisis: Pasca peristiwa G30S PKI (1965), situasi politik dan ekonomi Indonesia sangat tidak stabil. Inflasi mencapai 600% dan kepercayaan publik ke Soekarno merosot.
2. Tritura: Mahasiswa dan masyarakat (KAMI, KAPPI) mengajukan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) pada 12 Januari 1966: Bubarkan PKI, Bersihkan Kabinet dari unsur PKI, dan Turunkan harga.
3. Peristiwa 11 Maret: Aksi demonstrasi besar-besaran di depan Istana Negara memicu Soekarno memerintahkan Soeharto (saat itu Menteri Panglima Angkatan Darat) untuk mengatasi situasi.
4. Penandatanganan: Surat ditandatangani di Istana Bogor, dibawa oleh tiga jenderal utusan Soeharto.
B. Tokoh-Tokoh Penting
1. Presiden Soekarno (Bung Karno): Pengeluar surat perintah.
2. Letnan Jenderal Soeharto (Pak Harto): Penerima mandat untuk memulihkan keamanan.
3. Tiga Jenderal Utusan (Brigjen M. Jusuf, Brigjen Amirmachmud, Brigjen Basuki Rahmat): Perwira yang diutus menemui Soekarno di Bogor untuk meyakinkan penandatanganan surat.
4. Brigjen Sabur: Komandan Resimen Cakrabirawa yang diperintahkan menyiapkan konsep surat.
5. Ali Ebram: Perwira yang mengetik surat di Istana Bogor.
C. Dampak dan Kontroversi
1. Peralihan Kekuasaan: Supersemar menjadi dasar legal bagi Soeharto untuk membubarkan PKI dan mengambil langkah politik, yang berujung pada pelantikan Soeharto sebagai Presiden pada 1967/1968.
2. Hilangnya Naskah Asli: Hingga kini, naskah asli Supersemar tidak diketahui keberadaannya, memicu perdebatan mengenai keaslian dan konten sebenarnya dari surat tersebut.
3. Versi Berbeda: Terdapat beberapa versi surat yang berbeda dari Arsip Nasional (ANRI), Pusat Penerangan TNI AD, dan Sekretariat Negara.
Ada tiga versi salinan yang umum diketahui (dan versinya berbeda-beda isinya):
1. Versi Sekretariat Negara (Setneg): Umumnya dinilai paling mendekati isi yang sebenarnya, tapi fisik aslinya tidak ada.
2. Versi Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD: Biasanya digunakan untuk melegitimasi langkah Soeharto.
3. Versi Yayasan Akademi Bangsa: Berbeda redaksi, sering dianggap versi "alternatif".
Inti Kontroversi: Apakah surat itu hanya perintah pengamanan situasi (versi Soekarno) atau mandat untuk pengalihan kekuasaan (versi yang dijalankan Soeharto)?
Apakah Naskahnya Hilang?
Ya, naskah asli Supersemar dinyatakan hilang/tidak pernah ditemukan.
1. Pihak ANRI berkali-kali menyatakan bahwa salinan-salinan yang ada bukanlah naskah otentik (asli).
2. Jenderal M. Jusuf, sebagai salah satu pembawa surat, pernah diminta menjelaskan hal ini sebelum wafat, namun ia tidak pernah mengungkap di mana naskah aslinya.
3. Ketiadaan naskah asli ini membuat Supersemar menjadi sejarah yang masih "gelap".
Kesimpulan: Supersemar adalah surat sakti yang mengubah Indonesia dari Orde Lama ke Orde Baru, ditandatangani oleh Soekarno, dilaksanakan oleh Soeharto, namun hingga kini fisiknya misterius dan hilang.
Naskah yang Diajarkan di Buku Sejarah Era Orde Baru
Selama era Orde Baru (1966-1998), Supersemar digambarkan sebagai:
* Perintah sukarela dari Soekarno karena percaya pada Soeharto.
* Surat "sakti" yang memberikan wewenang penuh kepada Soeharto untuk membubarkan PKI (dilakukan 12 Maret 1966, keesokan harinya).
* Tonggak lahirnya Orde Baru yang sah.
Perbedaan versi Orde Baru vs Sejarah Kritis:
* Orde Baru: Naskah terlihat utuh, tegas, dan legal.
* Kritis (Pasca-Reformasi): Naskah yang digunakan dulu adalah versi hasil ketikan ulang yang diuntungkan bagi posisi Soeharto, dan keabsahan proseduralnya dipertanyakan.
Kesimpulan
* Supersemar adalah peristiwa sejarah, tetapi naskah fisiknya misterius (hilang). Versi yang diajarkan pada Orde Baru adalah narasi yang melegitimasi peralihan kekuasaan, sementara sejarah kritis menunjukkan adanya kontroversi mengenai isi dan cara perolehannya.
* Peristiwa ini menunjukkan betapa krusialnya dokumen sejarah dan bagaimana narasi sejarah bisa dibentuk oleh penguasa pada masanya.
π RISALAH SEJARAH NASIONAL
✍️ Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
Tanggal: 11 Maret 1966
Tempat Penandatanganan: Istana Bogor
Konteks: Krisis politik pasca G30S 1965
Dampak: Awal lahirnya Orde Baru
A. SEJARAH DAN LATAR BELAKANG
1️⃣ Situasi Krisis Nasional (1965–1966)
Pasca peristiwa Gerakan 30 September, Indonesia mengalami:
- Instabilitas politik
- Konflik ideologi
- Inflasi hingga ±600%
- Turunnya kepercayaan publik terhadap Presiden
Presiden saat itu adalah Soekarno.
2️⃣ Tritura (12 Januari 1966)
Mahasiswa yang tergabung dalam KAMI dan KAPPI mengajukan:
Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura):
- Bubarkan PKI
- Bersihkan kabinet dari unsur PKI
- Turunkan harga
Aksi demonstrasi besar terjadi di depan Istana Negara.
3️⃣ Peristiwa 11 Maret 1966
Dalam situasi genting, Presiden Soekarno menuju Istana Bogor.
Tiga jenderal menemui beliau:
- M. Jusuf
- Amirmachmud
- Basuki Rahmat
Surat kemudian ditandatangani dan memberikan mandat kepada:
➤ Soeharto
(saat itu Letjen, Menteri/Panglima Angkatan Darat)
B. ISI DAN MAKNA SUPERSEMAR
Inti surat:
Memberikan kewenangan kepada Soeharto untuk mengambil tindakan demi memulihkan keamanan dan ketertiban serta menjaga kewibawaan Presiden.
Namun tafsir isi surat menjadi kontroversial:
- Versi Soekarno: Perintah pengamanan situasi
- Versi pelaksanaan Soeharto: Mandat politik luas
C. DAMPAK LANGSUNG
π 12 Maret 1966: PKI dibubarkan
π 1967: Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden
π 1968: Soeharto resmi menjadi Presiden RI
Peristiwa ini menandai berakhirnya Orde Lama dan lahirnya Orde Baru.
D. KONTROVERSI BESAR
1️⃣ Hilangnya Naskah Asli
Hingga kini, naskah asli Supersemar:
❗ Tidak pernah ditemukan
❗ Arsip Nasional menyatakan hanya memiliki salinan
❗ Terdapat beberapa versi berbeda
2️⃣ Tiga Versi Salinan
- Versi Sekretariat Negara
- Versi Pusat Penerangan TNI AD
- Versi Yayasan Akademi Bangsa
Perbedaan redaksi menimbulkan pertanyaan:
Apakah Supersemar hanya surat pengamanan?
Atau mandat peralihan kekuasaan?
E. NARASI ORDE BARU VS SEJARAH KRITIS
π Narasi Orde Baru (1966–1998)
Supersemar digambarkan sebagai:
- Perintah sukarela
- Surat sah dan final
- Tonggak lahirnya Orde Baru
π Perspektif Kritis (Pasca Reformasi)
- Naskah asli tidak ada
- Prosedur penandatanganan dipertanyakan
- Versi yang beredar diduga hasil pengetikan ulang
- Proses peralihan kekuasaan dinilai tidak transparan
π INFOGRAFIS RINGKAS
π Timeline Singkat
1965 – G30S
12 Jan 1966 – Tritura
11 Maret 1966 – Supersemar
12 Maret 1966 – PKI dibubarkan
1967–1968 – Soeharto menjadi Presiden
π― Inti Peristiwa
✔ Krisis nasional berat
✔ Surat perintah pengamanan
✔ Dasar pembubaran PKI
✔ Awal Orde Baru
✔ Naskah asli misterius
π KESIMPULAN
Supersemar adalah salah satu dokumen paling penting dan paling kontroversial dalam sejarah Indonesia modern.
Ia menjadi titik balik dari Orde Lama menuju Orde Baru, tetapi hingga kini fisik aslinya tetap misterius.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana dokumen sejarah dapat membentuk arah bangsa — dan bagaimana narasi sejarah dapat berbeda tergantung sudut pandang kekuasaan.
Jika Anda ingin, saya bisa membuatkan:
π Poster hitam-putih gaya arsip 1966
π° Infografis timeline modern
π₯ Desain dramatis peralihan kekuasaan
π File PDF siap cetak ukuran A3
Silakan pilih gaya desain yang diinginkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar