Buatlah Risalah dan Infografis tentang Pahlawan :
Abdul Haris Nasution
Nama Lengkap: Abdul Haris Nasution (akrab disapa Pak Nas)
Lahir di Hutapungkut, Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 3 Desember 1918.
Meninggal di Jakarta, 6 September 2000 (usia 81 tahun)
Pahlawan nasional, tokoh militer, dan konseptor perang gerilya Indonesia. Lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, ia menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Ketua MPRS, serta dikenal sebagai target selamat peristiwa G30S/PKI 1965.
Agama: Islam
Pangkat Terakhir: Jenderal Besar TNI (Bintang Lima)
Orang Tua: Abdul Halim Nasution (ayah) dan Zahara Lubis (ibu)
Istri: Johanna Sunarti
Anak: Hendrianti Zaharah, Ade Irma Suryani Nasution
Makam: Taman Makam Pahlawan Kalibata
Peran dan Pendidikan:
Pendidikan: Mengawali karier sebagai guru sebelum menempuh pendidikan militer di CORO KNIL Bandung (1940-1942).
Karier Militer: Memimpin Divisi Siliwangi, menjabat KSAD pertama pada 1950, serta merumuskan strategi perang gerilya.
Peristiwa G30S: Menjadi sasaran penculikan, namun lolos. Putrinya, Ade Irma Suryani, gugur dalam insiden tersebut.
Penghargaan: Dianugerahi pangkat Jenderal Besar pada 5 Oktober 1997 bersama Soeharto dan Soedirman.
Abdul Haris Nasution dikenal sebagai konseptor Dwifungsi ABRI dan merupakan salah satu dari sedikit perwira TNI yang menyandang pangkat Jenderal Besar.
Jenderal A.H. Nasution menjabat sebagai Ketua MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) pada periode 1966 hingga 1972.
Peran: Pada masa jabatannya, beliau memimpin sidang istimewa yang menolak pertanggungjawaban Presiden Sukarno (Nawaksara) dan melantik Soeharto sebagai pejabat presiden pada tahun 1967.
Pasca-MPRS: Beliau kemudian tersisih dari panggung politik Orde Baru dan menjadi pengkritik pemerintah melalui Petisi 50.
Buku Karya A.H. Nasution:
A.H. Nasution dikenal sebagai jenderal pemikir yang mendokumentasikan taktik militer dan sejarah perjuangan, antara lain:
Strategy of Guerrilla Warfare: Buku ini diakui secara internasional dan menjadi buku wajib di akademi militer dunia seperti West Point, Amerika Serikat.
Pokok-Pokok Gerilya (sering disebut sebagai edisi Indonesia/penyempurnaan dari konsep gerilya).
Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia (seri buku yang mendokumentasikan strategi dan pengalaman lapangan).
TNI: Tentara Nasional Indonesia (Djilid 1) (terbit 1956).
Memenuhi Panggilan Tugas (otobiografi).
RISALAH & INFOGRAFIS PAHLAWAN NASIONAL
ABDUL HARIS NASUTION
(Pak Nas)
Nama Lengkap: Abdul Haris Nasution
Lahir: Hutapungkut, Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara — 3 Desember 1918
Wafat: Jakarta — 6 September 2000 (81 tahun)
Agama: Islam
Pangkat Terakhir: Jenderal Besar TNI (Bintang Lima)
Makam: TMPN Utama Kalibata, Jakarta
IDENTITAS KELUARGA
- Ayah: Abdul Halim Nasution
- Ibu: Zahara Lubis
- Istri: Johanna Sunarti
- Anak: Hendrianti Zaharah, Ade Irma Suryani Nasution
PENDIDIKAN & AWAL KARIER
- Mengawali karier sebagai guru
- Pendidikan militer di CORO KNIL Bandung (1940–1942)
- Menjadi perwira dengan kemampuan strategi dan analisis perang darat
PERAN MILITER UTAMA
- Pemimpin Divisi Siliwangi
- Menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pertama (1950)
- Konseptor utama strategi perang gerilya Indonesia
- Tokoh perumus sistem pertahanan teritorial
- Salah satu perwira paling berpengaruh dalam doktrin militer RI
PERISTIWA G30S 1965
- Menjadi target penculikan pasukan pemberontak
- Berhasil lolos dari serangan
- Putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, gugur tertembak dalam peristiwa tersebut
- Peristiwa ini memperkuat posisinya dalam restrukturisasi keamanan negara
JABATAN NEGARA
- Ketua MPRS (1966–1972)
- Memimpin sidang yang:
- Menolak pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Nawaksara)
- Melantik Soeharto sebagai Pejabat Presiden (1967)
PENGHARGAAN
- Dianugerahi pangkat Jenderal Besar (1997) bersama
Soeharto dan
Sudirman - Diakui sebagai Pahlawan Nasional
- Namanya diabadikan sebagai nama jalan dan institusi militer
GAGASAN & DOKTRIN
- Konseptor Perang Gerilya Modern Indonesia
- Penggagas awal konsep Dwifungsi ABRI
- Model strategi teritorialnya dipelajari luas di akademi militer
KARYA BUKU PENTING
- Strategy of Guerrilla Warfare
→ Dipelajari di akademi militer dunia termasuk
United States Military Academy - Pokok-Pokok Gerilya
- Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia (seri)
- TNI: Tentara Nasional Indonesia
- Memenuhi Panggilan Tugas (otobiografi)
KARAKTER & WARISAN
- Jenderal pemikir dan penulis strategi
- Tegas, sistematis, dan konseptual
- Tokoh militer yang juga dikenal kritis terhadap kekuasaan (Petisi 50)
- Berperan besar membentuk dasar strategi pertahanan Indonesia modern
Nama
Kelahiran
Kematian
Keterangan
Penetapan
1997 - 2003
104. Raja Haji Fisabilillah 1727 1784
Pejuang dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
1997
1. Adam Malik 1917 1984
Jurnalis dan aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia ketiga sekaligus Tokoh Muhammadiyah
1998
2. Tjilik Riwut
1918 1987 Prajurit dan politikus, menawarkan pengembangan ekonomi dan budaya di Kalimantan Tengah
1998
3. La Maddukelleng
1700 1765 Bangsawan dari Kesultanan Paser, mengusir pasukan Belanda dari Kerajaan Wajo
1998
4. Syarif Kasim II 1893 1968 Sultan Siak, menawarkan integrasi kerajaan-kerajaan di Sumatra Timur
1998
5. Abdul Kadir 1771 1875
Bangsawan dari Melawi, menawarkan pengembangan ekonomi, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
1999
6. Hazairin 1906 1975
Sarjana legal, aktivis kemerdekaan, menteri pemerintahan, dan pengajar
1999
7. Ilyas Yakoub
1903 1958 Aktivis kemerdekaan, politikus, dan anggota pasukan gerilyawan
1999
8. Fatmawati 1923 1980
Pembuat bendera nasional pertama, aktivis sosial, istri Sukarno sekaligus Tokoh Muhammadiyah
2000
9. Ranggong Daeng Romo
10. Brigadir Jenderal Hasan Basry
11. Abdul Haris Nasution
P1918 2000 Jenderal Angkatan Darat, dua kali diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat
2002
12. Djatikoesoemo
1917 1992 Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ke-1 (1948-1949) dan Duta Besar RI untuk Singapura (1958—1960)
2002
13. Iwa Kusumasumantri
1899 1971 Aktivis kemerdekaan, ahli hukum, dan politikus
2002
14. Andi Jemma
1901 1965
Aktivis kemerdekaan, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda saar Revolusi Nasional
2002
15. Pong Tiku 1846 1907 Bangsawan Toraja, melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda
2002
16. Nani Wartabone 1907 1986 Proklamator Hari Patriotik 23 Januari 1942, Aktivis kemerdekaan dan pejuang penumpasan pemberontakan Permesta sekaligus Kader Muhammadiyah dari Gorontalo
2003

Tidak ada komentar:
Posting Komentar