Dalam cerita yang beredar Arca Totok Kerot tersebut merupakan kutukan dari sang raja terhadap putri dari wilayah Blitar yang hendak melamarnya. Lamaran dari sang putri tersebut ditolak oleh Raja Kediri Sri Aji Joyoboyo.
Karena penolakan tersebut, sang putri mengancam akan memberontak hingga pecah perang antara kerajaan Blitar dan kerajaan Kediri. Putri tersebut membawa pasukannya untuk menyerang wilayah Pamenang dan mendekat ke Keraton Kediri.
Mendengar ketenteraman rakyatnya terganggu, Raja Sri Aji Joyoboyo yang bijaksana inipun marah. Dari amarahnya ini keluar kalimat kutukan untuk sang putri. Setelah kalimat kutukan tersebut terucap dari Raja Joyoboyo, putri tersebut berubah wujud menjadi patung raksasa besar yang kini disebut Arca Totok Kerot.
Patung Totok Kerot berbentuk raksasa dengan rambut panjang tergerai. Patung tersebut berada dalam posisi dalam posisi berjongkok dengan mata melotot, mengenakan kalung dan tangan kiri yang putus.
Patung ini diketahui sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang. Lengan tersebut konon dipotong karena penjajah Belanda meminta agar patung tersebut diangkat dari lokasi tersebut, saat itulah lengan tersebut terlepas.
Masyarakat hingga kini percaya patung Totok Kerot merupakan benda hidup. Patung itu sering mendatangi orang secara langsung atau dalam mimpi menjelma menjadi putri cantik dengan penampilan khas putri kerajaan.
Konon, Patung Totok Kerot diyakini juga bisa bergerak sendiri. Sebelumnya arca ini berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, kemudian dipindahkan ke alun-alun kota Kediri. Namun patung itu tiba-tiba kembali ke tempat asalnya hanya dalam waktu satu malam.
[Cerita Rakyat]
#sorotan
#semuaorang
#interaksi
Semua Orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar